Mengulas Tuntas JDM yang Seringkali di Salah Artikan 2


Istilah mobil JDM merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi. Istilah ini seringkali dibicarakan oleh para pecinta mobil Jepang terutama kalangan anak muda. JDM merupakan singkatan dari Japanese Domestic Market yang terjemahannya dapat diartikan pasar lokal/ dalam negeri (domestik) Jepang. Definisi dari istilah ini seringkali di salah artikan atau menyimpang dari pengertian sebenarnya.

Apakah JDM itu?

Pengertian sebenarnya dari JDM adalah mobil buatan pabrikan resmi yang hanya dipasarkan/dijual khusus untuk pasar domestik (dalam negeri) Jepang. Dari pengertian tersebut dapat kita tegaskan bahwa mobil JDM merupakan mobil yang tidak di ekspor keluar Jepang, melainkan hanya untuk dijual dan digunakan di dalam negeri Jepang.

Sparepart JDM tentunya memiliki pengertian yang sama, atau secara ringkasnya sparepart JDM adalah sparepart dari/untuk mobil JDM tadi. Jadi bukan sekedar sparepart OEM Jepang, Made in Japan, atau buatan Tuner Jepang. Sebagian besar sparepart JDM ini bisa digunakan untuk mobil market lainnya tentunya dengan tipe yang sama.

Misal, Honda Civic Generasi Ke-6 atau disebut Ferio mempunyai versi JDM yaitu Civic Ferio Vi-RS. Vi-RS ini tidak dijual/eskpor ke luar negeri melainkan khusus hanya dijual untuk konsumsi Jepang (JDM). Vi-RS ini memiliki beberapa sparepart/ fitur spesial yang berbeda dengan Ferio lainnya, dimana sparepart itu bisa dipasang atau digunakan di Ferio lainnya.

Mobil JDM

Levin GT Apex AE101

Untuk lebih jelasnya kita ulas contoh lainnya, kali ini dari mobil Toyota yaitu Toyota Corolla generasi ke-7 (E100) atau seringkali disini disebut dengan nama Great Corolla (Greco). Untuk versi JDM nya, Greco memiliki beberapa varian JDM diantaranya Toyota Corolla Levin GT Apex AE101, BZ-Touring Wagon, dan Toyota Corolla Ceres. Sebagian sparepart dari ketiga mobil ini bisa dipasang/digunakan untuk mobil Corolla lainnya, misal bumper BZ-Touring Wagon bisa dipasang di Greco. Namun penggunaan sparepart JDM tersebut tidak menjadikan Greco menjadi mobil JDM.

Mengapa ada JDM?

Pertama karena Jepang merupakan negara maju dengan basis Teknologi tinggi yang juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Jepang telah melakukan berbagai riset penelitian untuk pengembangan mobil.

Ketika sebuah Teknologi baru muncul mereka akan terlebih dahulu menikmati Teknologi tersebut untuk konsumsi pemakaian hanya di negara mereka saja sebelum nantinya diberikan ke luar negeri. Misalnya Teknologi VVT-I di mobil Toyota. Teknologi ini merupakan Teknologi yang mampu membuat kerja mesin lebih efisien, bertenaga sekaligus rendah emisi dan hemat bahan bakar. VVT-I sudah ada di Jepang semenjak tahun 1990. Lalu kapan VVT-I muncul di Indonesia? 13 tahun kemudian yaitu di tahun 2003 pada mobil Vios dan Camry.

Mobil JDM

Nissan Skyline ditumpuk sebagai limbah di Jepang

Kedua karena aturan/regulasi mobil di Jepang yang sangat ketat. Jepang sangat ketat dalam membatasi penggunaan mobil di negaranya melalui sistem pajak maupun inspeksi kendaraan yang berbiaya besar. Sistem ini mengharuskan pengguna kendaraan untuk membayar biaya pajak dan inspeksi kendaraan yang setiap tahunnya terus meningkat sehingga memaksa mereka untuk merogoh biaya yang semakin besar atau menjual, bahkan menghancurkan (scrap) mobil ‘lama’ mereka.

Hal ini terbalik dengan Indonesia dimana pajak kendaran makin lama makin murah. Oleh karena itu pada varian JDM yang merupakan mobil khusus penggunaan dalam negeri Jepang cenderung berfokus pada inovasi dibanding untuk pemakaian untuk waktu yang lama.  Hal inilah yang membuat mobil JDM seringkali memiliki fitur, interior-ekterior, maupun mesin yang lebih baik dibandingkan varian ekspornya.

Mobil JDM Sebagai Grey Import Vehicles

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, mobil JDM umumnya memiliki spesifikasi dan fitur yang lebih baik dibandingkan varian lainnya. Selain itu karena jumlahnya yang relatif terbatas dan juga memiliki imej yang kental dengan Jepang, menjadikan mobil JDM sebagai mobil yang memiliki reputasi spesial di dunia otomotif yang tentu saja membuat banyak car enthusiast yang mendambakan varian mobil JDM ini.

Berbicara mengenai JDM akan erat kaitannya dengan istilah Import Car yang berarti mobil import dari luar negeri. Bila mobil JDM tidak dijual keluar Jepang lalu bagaimana caranya kita bisa memiliki sebuah mobil JDM? Ya tentu saja dengan membeli lalu mengimportnya dari Jepang melalui dealer importir. Hal ini erat kaitannya dengan istilah Grey Market.

Mobil JDM

Salah satu importir mobil di Jepang: Yokohama Trading Co. Ltd.

Grey Market dalam dunia mobil adalah perdagangan mobil melalui pedagang import (importir umum), bukan melalui distributor resmi dari produsen mobil. Seperti kita ketahui, penjualan mobil berkaitan erat dengan regulasi masing-masing negara yang membuat mobil memiliki perbedaan dalam varian (seperti JDM) maupun perbedaan harga. Hal inilah yang menciptakan munculnya mobil grey market (grey import vehicles).

Sebagian besar mobil grey market adalah mobil bekas. Seperti sudah kita bahas sebelumnya, mobil pada negara maju seperti Jepang atau Singapore memiliki batas umur penggunaan dikarenakan biaya pajak dan inspeksinya yang tiap tahunnya terus meningkat. Mobil-mobil tersebut biasanya hanya berumur 5 tahun sebelum akhirnya dijual atau dihancurkan. Sebagian dari mobil ‘bekas’ itulah yang kemudian banyak di jual ke luar negeri (import), baik dalam mobil utuh, half-cut, ataupun scrap/part (istilahnya sparepart singapuran hehe).  Meskipun demikian seringkali juga mobil grey market adalah berupa mobil baru.

Import mobil yang secara resmi tidak dijual dalam suatu negeri tidaklah semudah yang kita bayangkan. Untuk dapat mendatangkan mobil tersebut membutuhkan berbagai persyaratan yang tentunya juga mobil tersebut harus sesuai dengan standar regulasi kendaraan negara tujuan. Hal inilah yang membuat pemesan grey market harus berkonsultasi dengan dealer importir yang kemudian akan melakukan perubahan atau pengurangan spesifikasi mobil misalnya dalam kapasitas power mesin maupun emisi sehingga memenuhi persyaratan yang berlaku. Beberapa negara tidak melegalkan perdagangan mobil grey market semacam ini.

Mobil JDM

Nissan Skyline GTR sebagai salah satu mobil yang seringkali di import ke Amerika

Salah satu contoh yang populer dari mobil grey market ini adalah Nissan Skyline GT-R. Nissan membuat mobil ini hanya untuk pasaran dalam negeri sehingga mobil ini termasuk ke dalam kategori JDM. Akan tetapi popularitas Skyline di dunia otomotif terus meningkat, termasuk di Amerika.

Hal ini lah yang membuat car enthusiast di Amerika mengimport Skyline melalui jasa importir dimana importir tersebut melakukan perubahan spesifikasi mesin dan emisi terlebih dahulu sehingga mobil tersebut bisa lolos masuk ke Amerika. Meskipun setelahnya para pemiliknya mengubah kembali mobilnya ke spesifikasi semula sehingga pada beberapa kasus mobil ini kemudian disita oleh polisi federal. Melihat hal tersebut, Nissan pun memutuskan untuk menjualnya secara resmi, sehingga kini generasi terakhir mobil tersebut yang bernama Nissan GT-R telah secara legal bisa dibeli di Amerika.

Mobil JDM

Surat peringatan sebelum penyitaan mobil import

Varian Selain JDM

Seperti telah disebutkan sebelumnya, pembuatan dan penjualan mobil berkaitan erat dengan regulasi masing-masing negara. Selain regulasi ada juga faktor lainnya seperti pertimbangan cost, karakter pasar, daya beli konsumen,sampai ke pertimbangan iklim/musim negara tujuan. Hal inilah yang membuat produsen mobil menciptakan beberapa varian mobil dari satu tipe mobil untuk menyesuaikan faktor-faktor tersebut.

Selain JDM varian lainnya diantaranya adalah USDM (Amerika), EDM (Eropa), Asia (selain Jepang), Australia, dan New Zealand. Untuk Indonesia sendiri masuk ke dalam kategori market Asia. Meskipun di beberapa negara Asia seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura seringkali memiliki varian mobil dengan spesifikasi yang lebih baik ketimbang negara Asia lainnya. Market Indonesia dengan pertimbangan cost serta demand pasar lebih di dominasi oleh mobil keluarga dan city car. Mobil sedan dengan mesin turbo saja secara resmi baru masuk ke Indonesia sekitar tahun 2012.

Definisi JDM yang Menyimpang

Setelah mengulas mengenai JDM, mari kita lihat beberapa definisi JDM yang seringkali menyimpang dari pengertian sebenarnya. Beberapa contohnya sebagai berikut.

  1. Mobil (Merk) Jepang

Yang penting mobil merk Jepang. Semisal Toyota, Honda, Nissan, Mitsubishi, Mazda, Daihatsu, dan lainnya kadang disebut dengan mobil JDM. Ini sih yang paling ngaco hehe.

  1. Mobil Jepang Built Up/ CBU

Mobil Jepang yang di import secara utuh yang seringkali disebut made in Japan (Padahal belum tentu juga dibuat di Jepang). Contohnya Corolla AE101 atau yang disini sering disebut Great Corolla, untuk tahun produksi 1992-1993 merupakan mobil built up alias di import ke Indonesia. Meskipun demikian mobil tersebut bukanlah mobil JDM karena mobil JDM tidak di import secara resmi kemanapun, kecuali melalui jalur dealer/importir umum.

  1. Menggunakan Part Mobil JDM

Mobil yang menggunakan sebagian atau bahkan misal mengganti hampir seluruh partnya dari mulai interior, eksterior sampai swap engine dengan part mobil JDM. Ini tidak menjadikan mobil tersebut mobil JDM. Istilah tepatnya adalah mobil convert. Atau kalaupun mau maksa ada embel-embel JDM, bisa disebut mobil ‘bergaya’ JDM.

  1. Menggunakan Part Mobil Tuner Jepang

Penggunaan part buatan tuner Jepang, seperti HKS, Enkei, Tanabe, dan lainnya tidak menjadikan mobil kita sebagai mobil JDM, meskipun part tersebut dibuat di Jepang (Made in Japan). Kembali mobil seperti ini mungkin bisa disebut mobil ‘bergaya’ JDM atau ‘style’ racing JDM.

  1. Pure JDM dan OEM JDM

Istilah ini lebih mengacu kepada ke aliran modifikasi di Indonesia. Dimana definisi Pure JDM adalah mobil dengan (hampir) seluruh part nya menggunakan part mobil JDM. Meskipun secara terjemahan Pure JDM yang berarti JDM Murni harusnya adalah mobil JDM, bukan mobil yang ‘bergaya’ JDM. Hal ini pun berlaku dengan aliran modifikasi lainnya yaitu OEM JDM.

Demikian ulasan kali ini, mudah-mudahan cukup jelas dan bermanfaat. Lumayan pegel juga ngetiknya hehe. Untuk mendapat ulasan lainnya seputar JDM tetap stay tune disini. BTW, ada yang berminat import mobil JDM? Atau barangkali ada yang mau berbagi pengalaman import mobil JDM?


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Mengulas Tuntas JDM yang Seringkali di Salah Artikan