Apakah NOS atau Nitrous Oxide Itu?


Istilah NOS sudah sangat dikenal dalam dunia mobil. Bukan hanya para enthusiast, istilah NOS ini juga sudah cukup akrab di telinga para non-enthusiast.

NOS atau Nitrous Oxide Systems merupakan salah satu metode meningkatkan tenaga mesin dengan mengalirkan/ menyuntikkan (inject) nitrous oxide ke dalam ruang pembakaran. Nama NOS dikenal masyarakat luas kebanyakan melalui film seperti Fast and Furious dan juga tentunya melalui video game seperti Need For Speed. Berkat keduanya, bahkan anak kecil pun mengenal NOS ini. Semacam magic atau jurus yang dapat membuat mobil seketika menjadi ngebut selayaknya roket, haha.

Uniknya, NOS ini sebenarnya merupakan nama merk dan bukan nama istilah atau barang. Sama halnya seperti Aqua, Odol, Tipp-Ex, Pylox, dan Softex hehe. Biasanya merk yang melekat sampai jadi nama istilah atau barang ini merupakan merk pioner yang mengembangkan ide atau tekhnologi tertentu. Selain NOS, masih banyak merk/ produk nitrous lainnya seperti Nitrous Express (NX) dan ZEX.

NOS merupakan anak perusahaan atau divisi dari perusahaan otomotif Amerika bernama Holley. Perusahaan ini didirikan sejak 1896 yang pada awalnya memproduksi kendaraan roda tiga. Kini perusahaan ini telah berkembang dan memproduksi berbagai macam komponen otomotif untuk keperluan racing atau performa. Salah satunya ya NOS tadi.

Selain istilah dari nama merk “NOS”, teknologi ini seringkali juga dipanggil dengan istilah “Nitrous Oxide” atau terkadang disingkat lagi menjadi “Nitrous“.

Dalam ulasan kali ini kita akan membahas NOS ini secara lengkap. Mulai dari pengertian, cara kerja, komponen, kelebihan-kekurangan, jenis, dan lainnya.

Kita mulai saja ya. Sudah siap kopinya?

Apakah NOS Itu?

Apakah NOS atau Nitrous Oxide Itu?

NOS atau nitrous oxide atau kita singkat menjadi nitrous, merupakan senyawa yang terdiri dari dua unsur molekul Nitrogen dan satu unsur Oksigen (N2O). Pada suhu ruangan, senyawa ini berbentuk gas. Akan tetapi apabila dalam tekanan, nitrous akan menjadi cair sehingga mudah disimpan. Dimasukin ke dalam botol kayak jin, hehe.

Selama ini terkadang kita dengar nitrous ini senyawa yang mudah terbakar, bahkan bisa meledak. Oleh karena sifat tersebut, nitrous dapat membantu pembakaran pada mesin. Berlawanan dari mitos, senyawa ini non-flammable alias sebenarnya tidak mudah terbakar.

Lalu bagaimana nitrous dapat membantu pembakaran pada mesin?

Ketika nitrous dilepaskan dari botol yang bertekanan tinggi, senyawa ini akan berubah bentuk dari cair menjadi gas. Inget dengan korek gas? Cair tapi kalo pecah jadi gas. Nah semacam itu. Gas nitrous ini disalurkan ke dalam sistem asupan udara (intake) mesin yang kemudian akan masuk ke dalam ruang pembakaran.

Pada suhu sekitar 300°C, unsur molekul dari senyawa nitrous oxide akan terpisah menjadi molekul nitrogen dan molekul oksigen. Nah, panas dari kompresi pada ruang pembakaran akan memecahkan gas nitrous dan tentunya memberikan tambahan pasokan oksigen pada ruang pembakaran.

Dengan tambahan oksigen berarti kita bisa menambah jumlah bahan bakar yang dapat dibakar. Hal ini akan menambah daya panas dan ledakan pada ruang mesin yang akan meningkatkan tekanan pada piston. Hasilnya, tenaga mesin meningkat.

Jumlah peningkatan tenaga tergantung dari jumlah nitrous dan tambahan bahan bakar yang disalurkan. Umumnya berkisar 50- 150 hp. Peningkatan tenaga diatas itu bisa saja, asalkan internal mesin sanggup menahan tekanan/ beban kerjanya. Kalo tidak, ya hancur.

Nitrous ini masuk ke dalam sistem forced induction, seperti Turbocharger yang pernah kita ulas sebelumnya. Meskipun sebagian kalangan lainnya, ada juga yang berpendapat sebaliknya. Nitrous tidak memaksa (mengkompresi) udara untuk masuk ke dalam ruang pembakaran, sehingga tidak bisa disebut sebagai forced induction.

Komponen Sistem Nitrous

Apakah NOS atau Nitrous Oxide Itu?

Sebuah sistem nitrous terdiri dari beberapa komponen yang tentunya memiliki fungsinya masing-masing.  Berikut komponen tersebut.

  1. Botol/ Tabung Nitrous. Botol bertekanan tinggi yang menyimpan nitrous dalam bentuk cairan.
  2. Selang Nitrous (Nitrous Feed Line). Selang ini berfungsi menyalurkan nitrous dari botol ke plat nitro.
  3. Plat Nitrous. Plat ini dipasangkan antara throttle body dan intake manifold. Di plat inilah tempat nitrous (dan bahan bakar) di suntikkan. Plat Nitrous merupakan salah satu metode menyuntikkan nitrous, jenis metode lainnya akan kita bahas kemudian.
  4. Solenoids. Komponen ini umumnya terletak pada plat nitrous. Fungsinya adalah switch on/off untuk nitrous (dan bahan bakar) yang akan disuntikkan.
  5. Adapter bahan bakar (Fuel Rail Adapter) yang berfungsi untuk menghubungkan selang bahan bakar dengan fuel rail.
  6. Brass Jets. Ini mata spray/ nozzle, bentuknya mirip dengan yang ada pada karburator. Ukurannya bermacam-macam, tergantung dari besaran nitrous dan bahanbakar yang ingin kita suntikkan.
  7. Komponen elektronik seperti relay dan sensor. Ini digunakan pada mode otomatis, untuk menghubungkan solenoids dengan sensor throttle (throttle position sensor). Hasilnya, nitrous akan aktif secara otomatis apabila mesin bekerja pada putaran RPM tertentu.
  8. Valve Purge. Komponen ini termasuk optional. Fungsinya untuk melepaskan (membuang) sisa nitrous yang berada pada selang nitrous setelah nitrous digunakan. Hal ini dilakukan untuk memastikan suplai nitrous selanjutnya dapat langsung masuk ke dalam plat nitrous. Gas nitrous dari proses purge ini akan menyemprot keluar dari mobil dan memang terkadang digunakan untuk atraksi alias menarik perhatian orang.

Mekanisme/ Cara Kerja Nitrous

Apakah NOS atau Nitrous Oxide Itu?

Di awal kita sudah sempat mengulas sedikit gambaran bagaimana cara kerja nitrous pada mesin. Sekarang kita akan bahas secara lebih rinci lagi. Berikut adalah mekanisme atau cara kerja dari sistem nitrous.

  1. Cara yang paling umum untuk mengaktifkan sistem nitrous adalah melalui sistem otomatis yang bekerja melalui throttle position sensor (TPS sensor). Jadi nitrous akan aktif ketika mobil mencapai kisaran rpm tertentu.
  2. Pengemudi akan menyalakan switch on untuk sistem nitrous agar aktif dan standby menunggu mesin mencapai rpm yang telah ditentukan. Biasanya switch ini dinyalakan pada gigi 2-3 keatas.
  3. Setelah sistem nitrous sudah on dan mobil sudah mencapai kisaran rpm yang ditentukan, sensor nitrous akan mendapat sinyal dari TPS sensor. Lalu kemudian sensor nitrous akan memerintahkan solenoid nitrous serta solenoid fuel untuk switch on. Ini akan membuka aliran pasokan nitrous dan fuel kepada mesin.
  4. Begitu nitrous keluar dari botol bertekanan tinggi. Wujudnya kemudian berubah menjadi gas karena nitrous keluar ke atmosfir normal. Ketika berubah menjadi gas tersebut, suhunya pun berubah turun menjadi -88,5 °C. Kalo korek gas pecah, gasnya terasa dingin bukan? Nah semacam itu. Hal ini juga membantu meningkatkan power mesin karena suhu yang dingin tersebut membuat udara bisa masuk lebih banyak ke dalam silinder mesin. Yang berarti kita bisa membakar lebih banyak bahan bakar.
  5. Pada saat piston berkompresi, tekanannya akan menyebabkan suhu mesin naik dan memisahkan unsur nitrous (N2O) meniadi Nitrogen dan Oksigen.
  6. Tambahan pasokan oksigen tersebut digabungkan dengan tambahan bahan bakar akan meningkatkan tekanan dan suhu ledakan di ruang bahan bakar yang lebih besar lagi. Hal ini lah yang kemudian menigkatkan tenaga dari mesin.

Berikut adalah video penjelasan mengenai mekanisme kerja Nitrous (tipe sistem plat).

Tipe/ Jenis Sistem Nitrous

Apakah NOS atau Nitrous Oxide Itu?

Ada dua kategori utama untuk tipe atau jenis dari sistem nitrous. Hal ini ditentukan dari metode penyuntikkan nitrous dan bahan bakar ke dalam ruang pembakaran mesin. Dua tipe utama tersebut adalah sistem kering (dry) dan sistem basah (wet). Sistem basah dibagi kembali menjadi beberapa sub kategori seperti single wet, multi/ direct port, dan sistem plat.

Berikut ringkasan dari penjelasan tipe-tipe tersebut.

  1. Sistem kering (dry) merupakan tipe sistem nitrous yang hanya menyuntikkan nitrous saja ke dalam mesin tanpa menyuntikkan tambahan bahan bakar. Disebut kering karena intake manifold kering dari cairan bahan bakar, jadi hanya ada udara dan gas nitrous saja. Penyuntikkan nitrous dilakukan pada tempat setelah mass airflow sensor. Hal tersebut akan memberikan sinyal kepada ECU bahwa ada tambahan udara dingin sehingga ECU kemudian memerintahkan untuk menambah pasokan bahan bakar.
  2. Single wet yaitu menyuntikkan nitrous yang dicampur dengan tambahan bahan bakar pada intake manifold. Hal ini membuat intake manifod basah (wet) dengan bahan bakar.
  3. Multi atau direct port sama dengan single wet hanya saja penyuntikkannya dilakukan pada masing-masing intake port pada mesin.
  4. Sistem plat sudah kita bahas sebelumnya. Sistem wet ini menyuntikkan nitrous serta bahan bakar pada plat yang dipasangkan antara throttle body dan intake manifold.

Kelebihan dan Kekurangan Nitrous

Apakah NOS atau Nitrous Oxide Itu?

Kelebihan

  1. Meningkatkan tenaga dengan biaya dan hasil yang efektif.
  2. Dapat di install dengan cepat dan mudah.
  3. Dapat di non aktifkan serta dilepas dengan mudah.
  4. Pada mobil drag dengan power besar, nitrous dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengontrol traksi mobil.

Kekurangan

  1. Penggunaan yang berlebihan dapat merusak mesin dengn cepat.
  2. Tenaga dari nitrous bersifat temporary.
  3. Tekanan dan suhu dari botol nitrous harus dicek berkala untuk memastikan botol tersebut dapat menyalurkan nitrous dengan lancar.

Mitos, Kekeliruan, dan Hal Lainnya Seputar Nitrous

Apakah NOS atau Nitrous Oxide Itu?

  1. Nitrous mudah terbakar sehingga bisa meledak. Sudah kita bahas sebelumnya, nitrous oxide (N2O) merupakan senyawa yang tidak mudah terbakar (non-flammable).
  2. Pada kompetisi atau balapan, menggunakan nitrous seringkali disebut dengan cara licik atau curang. Sebenarnya sistem nitrous sama saja dengan sistem forced induction lainnya seperti Turbo atau supercharger. Sistem ini merupakan modifikasi tambahan untuk meningkatkan tenaga mesin. Mesin yang dipasang nitrous sama halnya dengan mesin yang menggunakan Turbo atau Supercharger. Anggapan licik atau curang ini berasal dari sistem nitrous yang terkadang memang tidak terlihat oleh orang lain. Selain itu hasil tenaga dari nitrous yang muncul secara tiba-tiba seringkali tidak disangka oleh lawan.
  3. Botol nitrous harus dicek berkala untuk memastikan suhu dan tekanannya mampu menyalurkan nitrous dengan lancar. Apabila diperlukan, gunakan nitrous bottle heater kit untuk menjaga suhu botol nitrous.
  4. Penempatan botol nitrous pun harus di tempat yang tidak banyak terkena cahaya matahari langsung. Selayaknya botol bertekanan tinggi lainnya, botol nitrous akan meledak apabila kepanasan terlalu lama.
  5. Nitrous juga dapat digunakan pada mobil diesel. Bahkan menurut berbagai kalangan, nitrous pada diesel jauh lebih aman dan efektif dibanding pada bensin.
  6. Penggunaan nitrous yang berlebihan atau tidak sesuai dengan ketahanan mesin dapat secara cepat merusak mesin mobil. Oleh karena itu konsultasikan sistem nitrous kita dengan bengkel pakar modifikasi untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Demikian ulasan kali ini. Untuk penutup, yuk kita nonton video kompilasi mobil-mobil drag yang menggunakan nitrous.

Gimana, ada yang tertarik menggunakan nitrous pada mobil kesayangannya?

Ditunggu ya komentar atau tanggapannya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *