Panduan Beli Mesin Mobil Untuk Swap engine 4


Mau beli mesin untuk swap engine?

Dalam bahasan kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana persiapan sebelum beli mesin, dimana kita bisa beli mesin, dan tips-tips lainnya seputar swap engine.

Ulasan ini berdasarkan dari pengalaman saya pribadi dan tentunya tidak mengikat, alias ada banyak jalan menuju Roma hehe. Mudah-mudahan tulisan ini setidaknya bisa menjadi sedikit gambaran atau masukan bila kita memiliki rencana untuk swap engine.

Sebelumnya, kita akan bahas sedikit mengenai swap engine.

Sesuai namanya swap engine berarti menukar atau mengganti mesin mobil kita. Mesin lama diganti dengan mesin yang sama atau mesin yang lain, tergantung dari keperluan. Apabila mesin yang sudah rusak parah alias bobrok, daripada habis biaya dan waktu untuk rebuilt/ bangun ulang mesin, maka terkadang orang membeli mesin baru yang sama untuk mobilnya.

Tapi tidak sedikit swap engine ini dilakukan untuk meningkatkan performa mobil dengan mengganti mesinnya ke mesin yang memiliki power atau potensi modifikasi yang lebih.

Pertanyaan selanjutnya, beli mesin baru atau mesin bekas?

Tergantung budget dan keperluan hehe. Mesin baru otomotis jauh lebih mahal dibanding mesin bekas. Selain itu pembelian mesin baru biasanya untuk keperluan restorasi mobil misalnya Toyota Avanza bekas tabrakan yang akan diperbaiki. Sedangkan pembelian mesin bekas, seperti pada mesin-mesin eks Singapura atau eks Jepang, umumnya juga dilakukan untuk meningkatkan performa mobil dengan beli mesin mobil bertenaga besar.

Sebelum Beli Mesin

beli mesin mobil

Beberapa hal yang harus kita pikirkan sebelum membeli mesin adalah sebagai berikut.

Tujuan

Untuk apa kita melakukan swap engine? Apakah untuk harian? Atau untuk kompetisi?

Apabila untuk harian, pertimbangkan mesin yang relatif mudah mendapatkan sparepartnya. Sehingga untuk pemeliharaannya tidak begitu ruwet dan mobil bisa selalu tersedia untuk digunakan sehari-hari. Perhatikan juga konsumsi bensinnya. Mesin-mesin dengan power besar otomotis adalah mesin yang haus BBM dan juga membutuhkan BBM dengan oktan besar.

Untuk kompetisi, rasanya pertimbangannya akan mengarah ke potensi mesin. Sejauh mana mesin tahan untuk dimodifikasi, seberapa besar effort (biaya dan waktu) untuk modifikasi dan berapa hasil tenaga yang akan didapatkan.

Kompatibel

Pada saat kita akan melakukan swap engine kita biasanya akan memiliki beberapa opsi mesin. Perhatikan kecocokan mesin tersebut dengan mobil kita karena ini akan berhubungan erat dengan waktu dan budget. Semakin kompatibel maka semakin ringan biaya pemasangannya. Sebaliknya apabila kurang cocok, misal swap engine lintas DNA seperti mobil BMW menggunakan mesin Toyota, umumnya akan memakan waktu dan biaya yang lebih lagi.

Beberapa mesin memiliki tahun produksi atau generasi yang berbeda. Misal mesin 3SGTE dari Toyota memiliki 4 generasi. Setiap generasi memiliki beberapa perbedaan spesifikasi dan konfigurasi. Pelajari dan pastikan mana yang paling pas untuk keperluan swap di mobil kita.

Tempat Pemasangan Mesin

Sebelum beli mesin, kita harus mencari informasi di bengkel mana saja yang bisa memasangkan mesin tersebut. Berapa harganya dan berapa lama. Cari juga informasi sparepart tambahan yang dibutuhkan untuk keperluan engine swap tersebut. Sparepart tambahan biasanya seperti intercooler, pompa bensin, radiator, dan pipa (piping).

Cek Harga

Yang terakhir adalah lakukan cek harga untuk mendapatkan acuan kisaran harga mesin tersebut. Ini bisa dilakukan dengan bertanya pada komunitas, bengkel, atau langsung kepada distributor mesin bekas.

Mencari Mesin

beli mesin mobil

Setelah informasi terkumpul (dan mudah-mudahan duitnya juga), kita akhirnya bisa memutuskan untuk membeli mesin. Selanjutnya kita akan masuk ke masa pencarian hehe.

Mesin mobil tidak seperti sparepart Avanza atau Xenia yang dapat dengan mudah sekali kita temukan. Karena jumlahnya yang cukup terbatas, membutuhkan kesabaran dan terkadang keberuntungan untuk mendapat mesin yang sesuai dengan yang kita inginkan.

Tempat Mencari Mesin

Kita bisa mencari mesin dengan cara sebagai berikut.

  1. Distributor atau penjual mesin eks Singapura atau eks Jepang.
  2. Forum komunitas mobil atau grup jual beli di Facebook. Masuk menjadi member dan post WTB (Want to Buy) disana.
  3. Pusat perbelanjaan online. Mesin terkadang ada juga yang dijual di Tokopedia, OLX, Kaskus, Instagram atau bursa jual beli di forum Modifikasi.com.
  4. Menghubungi bengkel tempat kita akan swap engine. Bengkel yang sudah biasa melakukan engine swap memiliki kenalan penjual mesin atau pengguna yang akan menjual mesinnya. Kita bisa menghubungi mereka dan nantinya mereka akan memberikan kita informasi apabila ada mesin tersedia. Jangan lupa tips nya hehe.

Kelengkapan Mesin

Swap engine membutuhkan kelengkapan utama yaitu mesin, wiring, dan ECU. Terkadang gearbox juga dibutuhkan tetapi sebagian mobil juga dapat menggunakan gearbox bawaan mobilnya.

Pastikan mesin yang dijual memiliki kelengkapan tersebut. Selain itu pastikan juga mesin sesuai dengan tahun atau generasi yang kita inginkan.

Penjual mesin tidak semua hapal dengan berbagai tipe dan generasi mesin. Sehingga terkadang mereka memberikan informasi yang kurang tepat. Misalnya mesin RB25DET kepunyaan Nissan Skyline memiliki 3 generasi yaitu series 1, series 2, dan NEO. Nah, terkadang penjual tidak mengetahui perbedaan tersebut dan menyebutkan ya RB25DET saja. Padahal ketiga generasi tadi memiliki beberapa perbedaan spek dan konfigurasi mesin.

Mengecek Mesin

beli mesin mobil

Inilah bagian yang menurut saya paling sulit dilakukan dalam membeli mesin. Hal ini dikarenakan mengecek mesin tidak bisa dilakukan dengan sekedar melihat tampilan luarnya saja, melainkan kita harus membongkarnya dan melihat detil kondisi dalam mesin. Apakah kondisinya masih bagus, apakah ditemukan retakan dan lainnya. Kondisi mesin yang bisa kita deteksi dari penampakan luar adalah tanda kebocoran oli (leakage).

Apabila mesin masih terisi oli, setidaknya kita bisa mengecek kondisi oli serta kita juga bisa meminta penjual untuk mencoba menghidupkan mesin tersebut (test nyala). Dari sana kita bisa mendengarkan suara mesin untuk mendeteksi adanya knocking atau tidak. Perhatikan juga ritme getaran mesin dalam kondisi idle, apabila kondisinya turun naik atau tidak stabil artinya mesin tersebut tidak sehat.

Namun berdasarkan pengalaman saya, kebanyakan mesin dijual dalam kondisi tidak memiliki oli. Sehingga untuk melakukan test nyala kita harus nge-modal beli oli terlebih dahulu.

Dalam kondisi seperti ini, membeli mesin rasanya seperti membeli kucing dalam karung. Satu-satunya harapan adalah kita membeli di tempat yang sudah sering menjual mesin sehingga memiliki reputasi yang bisa dipertanggung jawabkan. Selain itu tentunya berhati-hatilah bila menemukan mesin dengan harga yang dibawah harga pasaran atau mesin yang dijual dari bekas pengguna balap. Tidak sedikit kemungkinan mesin tersebut merupakan mesin capek yang kurang performanya.

Membawa Mesin

beli mesin mobil

Apabila sudah deal, saatnya membawa mobil pulang kerumah, atau ke bengkel untuk langsung di swap engine.

Cara membawanya bisa kita atur-atur dengan penjual apakah dia bisa mengantarkan atau harus memakai jasa ekspedisi.

Berhubung bobot mesin yang berat, kita sebaiknya mempertimbangkan untuk mesin tersebut langsung diantarkan ke bengkel tempat swap engine.

Untuk mengangkat mesin paling ideal adalah menggunakan crane atau takel. Biasanya bengkel atau penjual grosir mesin memiliki alat ini. Namun apabila penjual tidak memiliki alat tersebut, mengangkat mesin dapat dilakukan dengan cara konvensional yaitu dengan dibopong.

Membopong mesin membutuhkan minimal 4 orang dengan alat bantuan pipa besi seamless. Pastikan diameter pipanya agak besar dan ukurannya cukup panjang. Alat pengikat mesin ke pipa dapat menggunakan tambang atau sabuk bekas safety belt. Siapkan juga ban bekas untuk selalu standby di bawah mesin sebagai penahan apabila mesin jatuh atau akan diturunkan.

Tips: Memasang Mesin di Bengkel

Sedikit tips untuk yang akan memasangkan mesinnya di bengkel swap engine. Karena sepertinya opsi ini menjadi mayoritas berhubung rasanya jarang yang punya keahlian, peralatan, dan waktu untuk memasangkan sendiri mesin ke mobilnya hehe.

Swap engine bukan sekedar memasangkan mesin, wiring dan menyetel ECU lalu selesai begitu saja. Seringkali akan ada sparepart atau part mobil lainnya yang harus diganti atau ditambahkan. Entah itu piping, intercooler (untuk mesin turbo), radiator, perubahan sistem intake/ exhaust, kopling, fuel pump, dan lainnya.

Nah, point-point itu harus kita pastikan dengan pihak bengkel. Kalo perlu dicatat. Dengan budget yang ditawarkan dan disepakati apa saja yang didapatkan? Mencakup apa saja? Semuanya harus clear sehingga nantinya tidak menimbulkan kebingungan dalam proses swap engine.

Demikian ulasan kali ini. Untuk melihat daftar mesin untuk swap engine bisa dilihat disini. Silahkan bagi yang ingin menambahkan atau berkomentar.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 thoughts on “Panduan Beli Mesin Mobil Untuk Swap engine

  • Abdillah

    Minta info kalo ganti mesin kayak gitu (msl dgn mesin ex singapore) otomatis nomor mesin akan berbeda dengan nomor yg tercantum di bpkb/stnk. Itu bermasalah ga? Atau adakah solusinya spt apa?

    • bequietndrive Post author

      Halo Abdillah,

      Ga masalah. Kalo razia kyknya jarang bgt polisi sampe cek nomor mesin.
      Untuk pajak 5 tahunan, mesin lama simpen di rumah tar bisa gesek nomor sendiri. Atau kalo mau, bisa diurusin surat-surat ganti mesin. Syaratnya diantaranya faktur pembelian mesin dan faktur import mesin. Kalo ditanya kenapa ganti mesin, bilang aja mesin lamanya jebol hehe.