Yuk Kenali Berbagai Jenis Velg Mobil Secara Lengkap


Velg mobil merupakan salah satu bagian yang paling sering disoroti dalam eksterior sebuah mobil. Misalkan kita menemukan sebuah mobil yang eye-catching, entah itu di jalanan atau lagi parkir. Pasti tidak lama sampai pandangan kita beralih pada bagian velg mobil tersebut.

Dalam hal modifikasi, rasanya mengganti velg merupakan syarat wajib bagi para pecinta mobil di Indonesia. Ibaratnya sebuah sepatu, memakai sepatu standar bawaan pabrik terasa kurang ‘wah’. Tak heran, muncul anggapan bahwa mobil belum bisa disebut modif kalo belum ganti velg, hehe. Tentunya hal ini tidak berlaku bagi para pecinta modifikasi OEM, terutama pada mobil-mobil klasik.

Lalu apakah penggantian velg hanyalah untuk faktor keindahan semata?

Tentu tidak.

Bagi para tuner atau pecinta mobil yang lebih menyoroti masalah performa, pertimbangan mengganti velg tidak sekedar berdasarkan desain saja. Velg akan mempengaruhi akselarasi dan handling mobil. Nah untuk mengetahui lebih detil mengenai ini, sebelumnya tentu kita harus tau dulu apa saja jenis velg mobil.

Dalam ulasan kali ini kita akan membahas berbagai jenis velg mobil. Baik itu berdasarkan bahan material, teknik pembuatan, kontruksi, dan produsen/ pembuat velg. Mengetahui berbagai jenis velg ini dapat menjadi dasar pertimbangan awal untuk memutuskan mengganti velg mobil kita. Pertimbangan setelahnya adalah mengenai masalah style modifikasi dan pengepasan (fitment). Tapi itu nanti kita akan bahas terpisah.

Kita mulai saja.

Velg Mobil Berdasarkan Bahan Material

Yuk Kenali Berbagai Jenis Velg Mobil

Ada berbagai jenis bahan atau material pembentuk velg. Hal ini akan mempengaruhi ketahanan dan tentunya berat velg tersebut. Berat akan berpengaruh pada performa mobil, baik itu handling, akselarasi ataupun kemampuan pengereman.

Velg mobil berdasarkan bahan material adalah sebagai berikut.

Velg Baja (Steel)

Jenis velg ini lebih dikenal dengan sebutan velg kaleng karena bentuknya ya mirip-mirip kaleng. Padahal itu terbuat dari baja yang merupakan perpaduan material (alloy) besi dan karbon. Jenis ini merupakan salah satu jenis terkuat dibanding jenis material velg lainnya. Meskipun berimbas pada berat yang tentunya mempengaruhi performa mobil. Selain itu jenis ini memiliki fleksibilitas desain yang minim. Jadi pilihannya ya tidak jauh dari bentuk kaleng yang berlubang-lubang.

Velg Alumunium

Jenis ini merupakan jenis yang populer saat ini, menggantikan velg jenis baja yang identik dengan mobil klasik atau retro. Velg alumunium (alloy) terdiri dari paduan alumunium, magnesium dan nickel yang memungkinkan ketahanan lebih kuat dengan bobot yang lebih ringan. Selain itu, velg jenis ini lebih mudah dibentuk menjadi berbagai jenis desain. Kedua faktor tersebut, ketahanan dan desain, menjadikan velg jenis ini sampai sekarang menjadi jenis yang paling populer baik itu velg pabrikan oem maupun aftermarket.

Velg Magnesium

Velg dengan bahan utama magnesium ini merupakan salah satu velg yang jarang dijumpai atau tidak sepopuler lainnya. Padahal, velg jenis ini lebih kuat dan lebih ringan dibandingkan dengan alumunium. Selain itu, velg magnesium juga memiliki lebih mampu meredam guncangan dan panas (dari rem). Lalu kenapa jarang digunakan? Alasannya karena lebih rentan terhadap korosi. Itulah kenapa velg magnesium kebanyakan hanya digunakan untuk keperluan balapan.

Ada mitos bahwa velg magnesium mudah terbakar namun itu tidak benar. Magnesium memang senyawa yang mudah terbakar, tetapi velg magnesium bukan dibuat dari magnesium murni. Paduan material-material lainnya (alloy) membuat velg magnesium tidak mudah terbakar.

Velg Carbon

Inilah kasta tertinggi dari jenis velg berdasarkan bahan materialnya. Carbon fiber sudah lama dikenal sebagai material yang ringan dan kuat yang seringkali menjadi material chassis serta body dari mobil-mobil supercar. Proses pembentukan carbon fiber memang tidak semudah dan secepat logam seperti alumunium dan besi. Belum ditambah harganya yang mahal.

Carbon fiber sekarang sudah diaplikasikan bukan hanya pada chassis dan body mobil saja tetapi juga pada velg. Koenigsegg merupakan produsen yang pertama kali membuat velg carbon ini untuk mobil supercarnya, Regera yang kemudian disusul oleh Ford dengan Mustang Shelby GT350R. Tidak mau ketinggalan, Porsche pun menjual 911 Turbo S Exclusive Series dengan opsi velg carbon. Harganya? 206 juta rupiah, hehe.

Velg Mobil Berdasarkan Teknik Pembuatan

Yuk Kenali Berbagai Jenis Velg Mobil

Velg dibuat dengan menggunakan beberapa teknik yang berbeda. Masing-masing teknik tersebut akan berpengaruh pada kualitas, berat, kekuatan, dan tentunya, harga.

Casting

Sesuai namanya yang berarti menuangkan atau mencetak. Pada teknik casting, material velg dipanaskan sampai meleleh lalu dituangkan ke dalam cetakan velg. Setelahnya dilakukan finishing yaitu membersihkan permukaan yang kasar kemudian mengaplikasikan cat.

Teknik ini merupakan teknik yang sangat umum digunakan dalam membuat velg. Keuntungannya adalah proses yang lebih cepat dan harga yang lebih murah. Tetapi velg yang dihasilkan memiliki berat yang lebih dibandingkan menggunakan teknik lainnya. Selain itu kualitas dan desainnya (spek) pun lebih terbatas.

Flow Forming

Teknik ini memiliki proses awal yang sama dengan casting. Tetapi material velg di cast hanya untuk tahap awal saja dengan bentuk yang padat. Tahap selanjutnya, velg kemudian diputar menggunakan mesin, dipanaskan dan dibentuk sesuai dengan desain. Mirip dengan membuat guci dari tanah liat.

Kelebihan teknik ini adalah velg lebih kuat dan ringan dibandingkan dengan teknik casting. Selain itu desain (spek) seperti lebar atau offset velg bisa lebih variatif.

Forging

Inilah teknik membuat velg dengan hasil velg terkuat dibanding teknik lainnya. Dalam forging, tidak digunakan casting atau melelehkan material velg terlebih dahulu. Melainkan material awalnya menggunakan blok material padat yang kemudian dipanaskan dan langsung dibentuk sesuai desain.

Pertama-tama, blok material dipress dengan tekanan yang ekstrim. Kemudian blok yang sudah dipress tersebut dibentuk dengan menggunakan teknik flow forming yaitu diputar sambil dipanaskan dan dibentuk sesuai desain.

Hasilnya adalah velg dengan material yang padat, rapat, sangat kuat dan ringan. Tentunya velg yang dibuat dengan menggunakan teknik ini dijual dengan harga yang lebih mahal. Pembuatannya melibatkan proses yang lebih rumit serta peralatan yang mahal.

Velg Mobil Berdasarkan Konstruksi

Yuk Kenali Berbagai Jenis Velg Mobil

Tidak sedikit orang yang mengira velg itu hanya terdiri dari 1 komponen atau 1 bagian saja. Padahal berdasarkan konstruksinya, ada 3 jenis velg yaitu 1 piece, 2 piece, dan 3 piece. Jadi ada velg yang memang terdiri dari 1 komponen saja dan ada yang terdiri dari 2 atau 3 komponen.

One Piece

Jenis ini merupakan jenis yang paling umum ditemukan. Velg one piece hanya terdiri 1 komponen saja. Untuk velg one piece yang dihasilkan dengan teknik forging terkadang disebut dengan istilah monoblock. “Mono” artinya satu, dan “Block” artinya menggunakan 1 blok material.

Two Piece

Velg jenis ini terdiri dari dua komponen atau bagian yaitu Barrel dan Face (Center). Keduanya dihubungkan dengan menggunakan baut-baut kecil.

Three Piece

Hampir sama dengan two piece wheel tetapi bagian barrel terdiri dari 2 bagian yaitu Inner dan Outer. Sehingga total semuanya ada 3 komponen yaitu Face, Inner Barrel dan Outer Barrel yang terkadang disebut juga Lips. Ketiga komponen dihubungkan dengan baut-baut kecil. Antara Inner dan outer barrel biasanya dilapisi dengan sealant untuk mencegah udara keluar-masuk (airproof).

Lalu, konstruksi velg manakah yang paling bagus?

Konstruksi velg sebenarnya dominan kepada penampilan saja. Adanya baut-baut kecil melingkar pada velg 2-3 piece memang lebih indah dilihat dan sepertinya sedang nge-trend saat ini.

Kelebihan multi piece wheeel (2-3 piece) adalah apabila velg rusak, kita bisa membongkar lalu memperbaiki hanya pada bagian yang rusaknya saja. Selain itu, pada 3 piece wheel, berkat adanya 2 bagian pada barrel yaitu Inner dan Outer (Lips), velg ini bisa diatur offsetnya.

Kalo ditanya tentang kualitas dan ketahanan velg,  semuanya kembali pada material dan teknik pembuatan velg itu sendiri.

Tetapi untuk diketahui, kebanyakan velg multi piece terutama velg 3 piece berharga sangat mahal dan dibuat oleh produsen yang tidak sembarangan. Jadi, velg jenis ini cenderung berkaitan dengan image kualitas yang baik.

Velg Mobil Berdasarkan Produsen/ Pembuat

Yuk Kenali Berbagai Jenis Velg Mobil

Dari beberapa klasifikasi jenis velg diatas, inilah klasifikasi yang paling banyak dibicarakan oleh para pecinta mobil. Sepertinya mengenai bahan material, teknik pembuatan, atau konstruksi, kebanyakan orang tidak terlalu mengambil perhatian. Yang seringkali menjadi patokan utama dalam membeli velg, selain spek dan desain tentunya, adalah produsen.

Pabrikan manakah yang membuat velg tersebut? Merk apa?

Bicara tentang pabrikan velg, kita tentu sudah tidak asing dengan istilah OEM, aftermaket, dan replica. Tidak jarang bahasan ini menjadi perdebatan yang menghiasi obrolan para car enthusiast.

OEM

OEM merupakan akronim dari Original Equipment Manufactured yang artinya part yang dibuat (atau disetujui) oleh produsen mobil. Sehingga, velg OEM berarti velg yang resmi dibuat (atau disetujui) oleh produsen mobil seperti BMW, Toyota, Ford, dan produsen mobil lainnya.

Kelebihan velg OEM terletak pada kekuatan yang lebih terjamin. Kekurangannya, velg OEM seringkali diperuntukkan untuk produksi massal sehingga cenderung lebih berat dan desainnya pun terbatas. Meskipun beberapa produsen mobil seperti mobil-mobil Jerman misalnya BMW, velg OEM nya lebih ringan dan desainnya lebih stylish dibanding kebanyakan velg OEM mobil lainnya. Kembali pada masalah cost atau harga mobil itu sendiri.

Aftermarket

Velg aftermarket dibuat oleh produsen yang tidak terkait dengan produsen/ pabrikan resmi mobil (OEM). Desainnya tidak meniru OEM dan memiliki variasi desain tersendiri.

Ada banyak sekali produsen velg aftermarket, mulai dari yang sudah populer seperti BBS, Work, Enkei, dan SSR. Produsen ini memproduksi velg dengan kualitas handal dan desain yang memikat. Harganya tentu sebanding, kebanyakan harganya mencapai belasan bahkan puluhan juta.

Replica

Sesuai namanya, velg replica meniru atau menyamakan desain velg lainnya, baik itu OEM ataupun aftermarket. Ada yang hanya sekedar meniru dengan menggunakan merk sendiri, dan ada juga yang benar-benar menyamakan alias memalsukan.

Misalnya velg merk Rota yang dibuat di Pilipina, desainnya kebanyakan menyerupai velg Work. Sedangkan XXR terkenal dengan desain yang menyerupai BBS. Untuk velg palsu, tidak perlu ditanya lagi. Sebut saja BBS palsu atau Enkei palsu. Velg dengan desain, stamp dan center caps dengan merk palsu.

Kelebihan velg replica tentu terletak pada sisi harga yang jauh lebih murah. Kekurangannya ya pasti kualitasnya sebanding dengan harga tersebut. Tapi untuk velg replica yang menggunakan merk sendiri, misal seperti Rota, kualitasnya lebih baik dibandingkan velg yang benar-benar velg palsu.

Manakah yang paling baik dari ketiga jenis velg di atas?

Original aftermarket dengan merk populer tentulah yang terbaik. Bukan hanya dari material serta teknik pembuatan yang terjamin, desainnya pun jauh lebih variatif dan memikat dibanding velg OEM.

Tidak jarang kita mendengar pernyataan, “real car enthusiast only use original wheels”. Seorang pecinta mobil sejati hanya menggunakan velg original, baik itu OEM atau original aftermarket. Lalu bagaimana dengan pecinta mobil yang menggunakan velg replica?

Setiap orang memiliki isi dompet yang berbeda-beda. Tidak semua orang sanggup membeli velg seharga puluhan juta. Bahkan misalkan sanggup pun, tidak semua orang mau. Ada reasoning atau pertimbangan masing-masing. Berbicara velg memang bukan hanya sekedar masalah selera, tetapi ya memang ujung-ujungnya duit.

Mengenai desain, memang agak susah bila berbicara tentang desain. Coba kita pikirkan jumlah desain velg, pasti ada ratusan atau bahkan mungkin ribuan. Rasanya sulit untuk membuat sebuah desain yang benar-benar authentic. Sehingga menurut saya, velg replica yang meniru desain velg lain, selama masih menggunakan merk sendiri, rasanya masih sah-sah saja. Apalagi bila didukung dengan kualitas material yang baik.

Jadi pilih yang mana?

Ya kembali ke isi dompet masing-masing. Kalo banyak duit, pilihlah yang puluhan juta, harga tidak menipu. Buat yang bisa sabar menabung, bisa pilih replica dengan merk sendiri, sebagian besar sudah memiliki kualitas yang baik. Kalo yang males menabung karena lama atau duitnya memang seret ya tetap OEM saja. Atau mau replica palsu? Ya apa boleh buat, asal hati-hati di jalan, jangan ngebut kalo jalan rusak atau banyak polisi tidur hehe.

Demikian ulasan kali ini. Sedikit kepikiran, di luar negeri, orang menyebut velg ini dengan istilah wheel atau rim. Nah, kalo velg itu dari bahasa apa ya? Belanda kah?

Silahkan untuk yang mau berkomentar atau menambahkan.

Untuk ulasan dan bahasan menarik lainnya, ikuti juga Facebook Page kita ya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *