Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan pada Mobil Baru


Membeli sebuah mobil baru merupakan salah satu hal yang menyenangkan. Apalagi bila momen tersebut merupakan puncak perjuangan dari memilah-milah opsi dan tentunya menabung setelah sekian lama. Saya belum pernah sih beli mobil baru. Tapi beli mobil bekas aja udah seneng apalagi mobil baru hehe.

Setelah memiliki ‘bayi’ baru tersebut biasa kita suka ingin lekas jalan-jalan. Momen awal perkenalan tersebut memang masa yang indah.

Tapi kita harus hati-hati, karena meskipun mobil baru merupakan mobil gress tingting tapi ada hal-hal yang sebaiknya kita hindari dalam fase awal penggunaan mobil baru ini.

Hal tersebut erat kaitannya terutama dengan break-in atau inreyen.

Kita mulai saja ulasan kali ini.

Apakah Break-in atau Inreyen?

break in atau inreyen pada mobil baru

Break-in adalah proses penyesuaian antara komponen-komponen pada mesin baru di periode awal mesin mulai aktif beroperasi. Fokus utama pada proses break-in ini terutama terletak pada interaksi awal ring piston dengan dinding silinder. Pada saat interaksi awal tersebut akan terjadi proses adaptasi komponen yang kemudian menjadi hal yang tetap (settle) selama umur mesin tersebut. Proses ini biasanya terjadi pada kisaran 500-1000 km pertama mobil.

Istilah break-in juga dikenal dengan nama Inreyen yang berasal dari bahas Belanda (Inrijden), atau kadang juga disebut run-in atau running-in.

Hasil dari break-in yang sempurna dipercaya dapat membuat mobil terutama mesinnya menjadi lebih awet dan terjaga performanya untuk waktu yang panjang.

Banyak orang berpendapat bahwa proses break-in ini tidak perlu menjadi persoalan. Hal ini dikarenakan kemajuan teknologi yang membuat komponen mesin semakin presisi satu sama lain sehingga break-in bukanlah hal yang diharuskan.

Meskipun demikian, sebagian produsen mobil pun tetap menganjurkan proses break-in ini pada manual book mobil mereka. Sebagian lainnya mengutarakan sudah melakukan proses break-in ketika di pabrik tetapi tetap mengisyaratkan konsumen untuk melanjutkan proses break-in ini sampai 1000 km awal. Ada juga produsen mobil yang sudah melakukan break-in secara total ketika di pabrik sehingga mobil bisa langsung dipakai ngebut atau dibawa ke sirkuit, seperti pada Acura NSX.

Cara Melakukan Break-in

break in atau inreyen pada mobil baru

break in atau inreyen pada mobil baru

Kita memasuki bagian yang kontroversial dalam ulasan ini. Cara melakukan break-in.

Ada dua cara yang masing-masing bertolak belakang dalam melakukan break-in. Keduanya memiliki fans atau penganut masing-masing. Kedua cara itu adalah soft break-in dan hard break-in.

Perlu diketahui bahwa hasil dari kedua cara ini bukanlah sesuatu yang bertolak belakang. Dalam kata lain, bukan berarti cara satu akan membuat mesin menjadi bagus sedangkan cara lainnya membuat mesin menjadi jelek. Melainkan perbedaan keduanya adalah lebih kepada perbedaan mesin bagus dan mesin yang TOP.

Soft Break-in

break in atau inreyen pada mobil baru

Metode ini merupakan metode yang dianjurkan oleh para produsen mobil. Sesuai namanya, soft break-in adalah melakukan break-in dengan memperlakukan mesin secara lembut. Semacam menuntun bayi yang baru belajar berjalan, serba perlahan dan penuh kelembutan haha.

Bahkan produsen mobil untuk mobil sport pun menganjurkan metode ini. Sebut saja pada Nissan GTR dan Chevrolet Corvette. Kedua mobil ini disarankan untuk break-in perlahan dan menghindari beban berlebihan pada mesin dan komponen mobil lainnya.

Berikut beberapa ketentuan untuk soft break-in.

  1. Tidak melebihi kecepatan diatas 120 km/jam.
  2. Tidak melebihi RPM diatas 4000 RPM.
  3. Mainkan pedal gas. Jangan memacu mobil pada kecepatan yang sama/ konstan. Kendarai mobil dengan kecepatan yang berbeda-beda dengan kisaran akselarasi pada 50-80 km/jam.
  4. Tidak langsung memacu dengan cepat (full throttle) ketika mobil baru dijalankan.
  5. Tidak membawa muatan yang berat. Mobil dengan muatan yang berat membutuhkan tenaga ekstra yang berarti kita akan menekan pedal gas lebih dalam.
  6. Menghindari pengereman kencang yang mendadak (hard braking).
  7. Disarankan untuk mengganti oli pada 30-40 km pertama lalu tentunya mengganti oli kembali pada 1000 km pertama.

Hard Break-in

break in atau inreyen pada mobil baru

Kebalikan dari soft break-in, metode ini dilakukan melalui memacu mobil dengan kencang.

Run it hard!

Para penganut metode ini mempercayai bahwa soft break-in tidak menyegel atau menutup ring piston dengan sempurna. Dengan tekanan atau beban yang besar barulah ring piston dapat tertutup sempurna.

Lalu kenapa para produsen menyarankan soft break-in?

Menurut mereka, melalui soft-break in produsen mobil menghindari terjadinya claim pada masa garansi mobil. Apabila konsumen memacu mobilnya dengan perlahan atau lemah lembut tentu kemungkinan claim garansi akan berkurang.

Cara ini juga dikenal dengan istilan Motoman’s way atau Motoman’s method karena cara ini semakin populer semenjak sebuah website bernama Mototuneusa menulis ‘rahasia’ hard break-in ini. Selain itu situs terkenal seperti popularmechanics dan enginebasics pun mengisyaratkan untuk tidak terlalu memanjakan mesin pada saat break-in.

Berikut beberapa ketentuan untuk hard break-in.

  1. Memacu mesin dengan kencang (fulll throttle) sampai batas RPM pada gigi 2, 3, dan 4.
  2. Jangan terlalu lama memacu kendaraan pada RPM tinggi. Akan tetapi selangi akselarasi dengan pelambatan (decelaration).
  3. Tidak langsung memacu dengan cepat ketika mobil baru dijalankan. Jangan lakukan hard break-in pada mesin yang dingin.
  4. Tidak memacu mobil pada kecepatan yang sama/ konstan terlalu lama. Mainkan pedal gas.
  5. Menghindari pengereman kencang yang mendadak (hard braking).
  6. Sangat disarankan untuk mengganti oli pada 30 km pertama lalu tentunya mengganti oli kembali pada 1000 km pertama.

Bisa kita lihat dengan jelas perbedaan antara soft break-n dan hard break-in. Kalo ditanya saya lebih memilih yang mana, saya lebih ke gabungan keduanya. Don’t abuse the engine, but don’t baby it either. Jangan terlalu memporsir mesin baru tapi jangan terlalu memanjakannya juga.

Demikian ulasan kali ini. Ada yang mau menambahkan atau berkomentar?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *