Kolaborasi Yamaha dan Toyota pada Mesin Mobil


Berawal dari obrolan santai bersama teman mengenai kolaborasi Yamaha dan Toyota dalam dunia mobil. Kali ini kita akan membahas mengenai sentuhan Yamaha pada mesin mobil Toyota.

Seperti kita ketahui Yamaha awalnya merupakan perusahaan pembuat instrumen musik. Perusahaan ini didirikan tahun 1887 dan ketika itu mereka membuat piano dan organ. Pasca perang dunia ke 2 yaitu pada tahun 1955, Presiden Yamaha ketika itu memutuskan untuk memanfaatkan mesin bekas produksi di jaman perang dunia dan pengetahuan per’besian’ mereka untuk membuka lahan bisnis yang baru, sepeda motor.

Beranjak dari sana, singkatnya nama Yamaha kemudian semakin populer dalam dunia otomotif. Apalagi setelah motor mereka berhasil memenangkan kejuaraan balap All Japan Autobike Endurance Road Race dan juga ikut serta dalam Catalina Grand Prix.

Keberhasilan tersebut akhirnya membuat produsen mobil senegaranya, Toyota tertarik untuk mengajak Yamaha berkolaborasi dalam membuat mobil.

Sampai saat ini kedua perusahaan ini tetap berhubungan mesra. Mereka masih berkolaborasi dalam membuat mesin mobil. Keduanya pun saling berbagi saham perusahaan sebagai tanda pengikat resmi. Yamaha memiliki bagian saham Toyota dan Toyota pun memiliki bagian saham Yamaha. Designer dari kedua perusahaan ini pun beberapa kali ada yang pindah atau ‘transfer’ baik dari Yamaha ke Toyota, atau dari Toyota ke Yamaha.

Mengapa bisa seperti itu?

Ya karena kerjasama mereka sudah dijalin dari dahulu dan berjalan dengan sangat baik. Selain itu, menurut saya satu lagi faktor utama pengikat mereka.

Honda.

Seperti kita ketahui Honda merupakan raksasa otomotif senegara yang berbisnis baik di motor dan juga di mobil. Kedua bisnis tersebut sukses, bahkan sangat sukses. Itulah kenapa Toyota dan Yamaha pun semakin ‘terikat’ untuk selalu bersama haha.

Kembali pada topik utama ulasan ini. Disini kita akan membahas hasil kolaborasi Yamaha dan Toyota tersebut.

Kita mulai saja.

2M, 3M Engine dan Toyota 2000GT

Kolaborasi Yamaha dan Toyota

Mobil yang bersejarah ini menjadi awal mula kolaborasi Yamaha dan Toyota. Sebenarnya mobil ini awalnya didesain Yamaha untuk kelanjutan dari seri mobil sport Nissan, Fairlady. Akan tetapi hubungan keduanya kandas setelah Nissan merasa prototype mesin 2.0 DOHC tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Yamaha kemudian menawarkan rancangan mobil tersebut kepada Toyota yang ketika itu memang juga merupakan salah satu rekanan kontrak Yamaha. Toyota tertarik dengan konsepnya dan memutuskan untuk berkolaborasi dengan Yamaha.

Desain body nya yang sangat elegan dan sporty di masanya serta performa mesin tinggi menjadikan mobil ini menarik perhatian banyak orang. Belum ditambah desain interior yang mewah serta fitur seperti limited slip differential dan power-assisted disc brake. Tidak heran Toyota 2000GT kemudian disebut-sebut sebagai mobil supercar Jepang pertama.

Mesin dari 2000GT adalah pengembangan dari mesin M milik Toyota Crown dengan konfigurasi 6 segaris dan kapasitas 2.0L. Yamaha kemudian merancang sistem DOHC pada mesin tersebut yang meningkatkan tenaganya menjadi 150hp dengan kecepatan maksimal 217 km/ jam. Ada 9 model 2000GT (MF12) yang memiliki mesin SOHC hanya saja kapasitasnya lebih besar yaitu 2.3L.

Puncak dari kepopuleran mobil ini adalah ketika film legendaris yang terkenal, James Bond menggunakan Toyota 2000GT tepatnya pada film You Only Live Twice pada tahun 1967. Dengan reputasi dan sejarah yang besar menjadikan mobil ini kini berharga sangat mahal dan menjadi collectible car. Harganya di pelelangan mencapai 1,2 juta dollar atau setara 16 milyar rupiah.

2A, 4AGE, dan 5AFHE

Kolaborasi Yamaha dan Toyota

Kolaborasi Yamaha dan Toyota selanjutnya adalah pada mesin A engine. Keluarga mesin ini adalah mesin 4 segaris dengan kapasitas 1.3L – 1.8L. Konsep dari mesin ini adalah perpaduan efesiensi bensin dan performa mesin yang dikemas dengan desain yang modern. Dari sekian tipe mesin A engine, ada 3 buah mesin yang turut dikembangkan oleh Yamaha yaitu 2A, 4AGE, dan 5AFHE.

Dari ketiga mesin tersebut kita akan bahas sedikit mengenai 4AGE karena dari ketiganya, mesin inilah yang paling populer dalam dunia otomotif mobil.

Mesin 4AGE terdiri dari 2 versi yaitu 16 valve yang diproduksi pada 1983-1991 dan versi 20 valve yang diproduksi pada 1991-1998. Masing-masing versi memiliki generasi tahun yang ditandai dari warna tulisan pada cam cover. Ada blue top, red&black top, red top, silver top, dan black top.

Yamaha mengembangkan desain cylinder head pada mesin 4AGE ini. Hasilnya adalah sebuah mesin yang compact dan memiliki performa yang handal. Tenaga yang dihasilkan mesin ini adalah 112-173 hp tergantung variasi dan generasinya. Sampai saat ini mesin 4AGE memiliki fanbase yang besar dan menjadi salah satu pilihan utama para pecinta otomotif untuk swap engine pada mobil Toyota terutama keluarga Starlet dan Corolla.

3SGE dan 3STGE

Kolaborasi Yamaha dan Toyota

Dari lima anggota keluarga S engine, 3SGE dan 3SGTE adalah mesin yang paling tinggi performanya. Kedua mesin Toyota ini dikembangkan bersama Yamaha dengan hasil tenaga output sebesar 160-256 hp. Pada engine head terdapat stampel logo tulisan Yamaha.

3SGE merupakan mesin 4 segaris yang didesain berbobot ringan yaitu hanya 143 kg. Generasi yang populer adalah generasi ke 4 dan ke 5. Generasi ke 4 diperkenalkan dengan tambahan nama BEAMS yang berarti Breakthrough Engine with Advanced Mechanism System. Saya juga kurang paham apa maksud dari BEAMS ini, tetapi menurut saya sepertinya ini hanya slogan marketing saja. Yang jelas pada 3SGE ini telah dilengkapi dengan variable intake yaitu VVT-i.

Pada generasi terakhir 3SGE yaitu generasi ke 5, mesin ini dilengkapi dengan sistem dual VVT-i dan hanya ditemukan pada mobil JDM Toyota Altezza.

3SGTE merupakan versi turbocharger dari 3SGE. Mobil yang populer dengan mesin ini adalah Celica tercepat yaitu Celica GT-Four yang populer dalam balap rally. Selain itu, mobil wagon Toyota yang jago ngebut, Caldina juga dibenamkan dengan mesin yang memiliki tenaga output sebesar 256 hp ini.

2ZZGE

Kolaborasi Yamaha dan Toyota

2ZZGE merupakan mesin hasil kolaborasi Yamaha dan Toyota dengan kapasitas 1.8L yang dilengkapi dengan sistem VVTL-i. L yang berasal dari kata “lift” berarti mesin ini akan memberikan tambahan tenaga pada RPM tertentu. Mirip dengan VTEC-nya Honda. Lift akan aktif pada putaran 6200 RPM dengan syarat suhu mesin minimal 60° Celsius.

Tenaga yang dihasilkan mesin ini adalah 164-189hp, tergantung dari tuning pada tipe kendaraannya. 2ZZGE dilengkapi dengan supercharger pada mobil Corolla Compressor, Lotus Elise SC, dan Lotus Exige S. Horsepower yang dihasilkan dengan penambahan supercharger bisa mencapai 240hp. Pada Lotus Elise SC, superchargernya tidak dilengkapi dengan intercooler dengan pertimbangan weight reduction. Tanpa intercooler, tenaga yang dihasilkan 2ZZGE supercharger adalah 218hp. Untuk non-supercharger, mobil dengan 2ZZGE yang populer adalah Toyota Celica GT-S dan Corolla XRS.

Kehadiran varian supercharger tersebut menjadi acuan para pemilik mobil bermesin 2ZZGE untuk menambahkan sistem supercharger pada mesin mereka. Memang supercharger kit nya pun sudah banyak tersedia dijual oleh produsen aftermarket racing. Bahkan sebagiannya juga menawarkan turbocharger kit sebagai opsi pengganti supercharger.

Selain output tenaga yang paling besar dibanding keluarga ZZ engine lainnya, 2ZZGE juga merupakan mesin dengan RPM yang tinggi. Mesin ini didesain untuk memiliki power sampai putaran RPM tinggi yaitu 8200-8500 RPM.

1LR-GUE dan Lexus LFA

Kolaborasi Yamaha dan Toyota

Kita sekarang beralih ke mesin monster pada mobil Lexus yang merupakan divisi mobil premium dari Toyota. Betapa tidak, mesin berkapasitas 4.8L ini memiliki tenaga output yang sangat besar yaitu 560hp. Yamaha bukan saja mendesain cylinder head, tetapi memang seluruh pengembangan mesinnya merupakan hasil kolaborasi Yamaha dan Toyota.

Toyota dan Yamaha memilih model mesin V10 dengan pertimbangan kemampuan putaran RPM yang besar dan bobot yang lebih ringan dibanding V12. 1LR-GUE dapat dipacu sampai putaran 9000RPM dan akan mencapai batas pemotongan (cutoff) suplai bahan bakar di RPM 9500. Mesin ini memang diperuntukkan sebagai flagship mobil Lexus yaitu Lexus LFA.

Selain tenaga serta putaran RPM atas yang besar, kelebihan dari mesin ini adalah suaranya. Para insinyur Toyota dan Yamaha bekerjasama untuk menciptakan sebuah mesin yang memiliki suara selayaknya mesin Formula One. Hasilnya adalah simfoni suara mesin supercar yang meraung dengan indah.

2UR-GSE

Kolaborasi Yamaha dan Toyota

Mesin ini memang tidak sebuas 1LR-GUE dari LFA tetapi tetap saja termasuk kategori mesin kelas berat. 2UR-GSE memiliki kapasitas 5.0L yang mampu menyemburkan tenaga sebesar 417-471hp, tergantung dari tipe mobilnya.

Yamaha dipercaya oleh Toyota untuk mengembangkan cylinder head dengan tipe high-flow pada mesin 2UR-GSE ini. Sederet mobil premium Lexus menggunakan mesin ini mulai dari Lexus IS-F, RC-F, GS-F, sampai yang terakhir adalah LC-500.

Lexus LC-500 yang merupakan mobil sport premium Lexus yang diproduksi pada 2017 dan akan mulai resmi dijual di tahun 2018 mendatang. Pada mobil ini, mesin 2UR-GSE memiliki rasio kompresi yang lebih besar 12.3:1 yang mampu menghasilkan tenaga kuda sebesar 471 hp.

Demikian ulasan mengenai kolaborasi Yamaha dan Toyota pada mesin mobil Toyota. Untuk sentuhan Yamaha pada merk mobil lainnya seperti Ford, Volvo, dan lainnya akan menyusul kita bahas.

Ada yang mau menambahkan atau berkomentar?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *