Mobil Jepang Era 80an yang Keren Sampai Sekarang


Dalam ulasan kali ini kita akan membahas mobil-mobil Jepang era 80an yang masih keren dan disegani sampai sekarang.

Age is just a number.

Umur bukanlah patokan utama dalam menentukan kualitas atau kemampuan seseorang. Sama halnya dengan mobil. Kita tidak bisa menentukan kualitas atau kemampuan sebuah mobil hanya dari usia atau umur mobil tersebut. Tidak jarang malah mobil-mobil yang sudah berumur alias motuba (mobil tua bangka hehe) malah lebih tahan banting dan gesit dibandingkan mobil-mobil muda keluaran baru. TIdak jarang juga kita jumpai mobil-mobil yang memang lebih bagus kualitasnya pada generasi awal dibanding generasi penerusnya.

Sebelumnya kita sempat membahas juga mengenai mobil klasik Jepang yang legendaris. Mobil-mobil dalam ulasan itu merupakan mobil pada era 60-70an. Na, kali ini kita akan bahas mobil-mobil Jepang era 80an yang masih keren dan tentunya memiliki reputasi tinggi sampai sekarang.

Tidak semua mobil Jepang era 80an yang keren masuk dalam ulasan ini. Jadi kita hanya bahas yang paling populernya saja.

Sudah siap kopinya? Kita mulai saja.

Toyota MR2

Mobil Jepang Era 80an yang Tetap Keren Sampai Sekarang

Mister Two (Mr.2) itulah panggilan akrab mobil ini di kalangan para car enthusiast. Pada tahun 1979, Toyota ingin membuat sebuah mobil compact dengan konsumsi bahan bakar yang irit namun tetap gesit di jalanan. Lahirlah Toyota MR2 yang pertama kali diperkenalkan pada 1984. MR2 merupakan sebuah mobil 2 seater yang compact dengan penempatan mesin pada bagian tengah sehingga mobil memiliki aerodinamis dan keseimbangan yang baik. MR2 ini juga merupakan mobil Jepang komersil pertama dengan posisi mesin di tengah mobil (mid-engine).

Banyak yang mungkin mengira MR2 merupakan singkatan dari Mid-engine, Rear-Wheel Drive, 2 Seater. Hampir tepat. Yang benar adalah Mid-Engine, Run-about, 2 Seater. Runabout berarti kendaraan kecil.

Meskipun ide awalnya adalah mobil harian kecil yang gesit dan irit bensin, namun pada pengembangan selanjutnya, MR2 kemudian berevolusi menjadi sebuah mobil sport. Mesinnya terus diupgrade, dari awalnya 3A-LU dengan 84 hp, lalu diganti oleh mesin legendaris 4A-GE dengan 124 hp. Masih belum cukup kencang? Di tahun 1986 Toyota kemudian memperkenalkan varian terbaru yaitu versi supercharger yaitu 4A-GZE dengan 145 hp. Dengan bobot mobil yang ringan yaitu 950 kg, menjadikan mobil ini sangat lincah di jalanan.

Toyota dibantu Lotus untuk mengembangkan bagian suspensi dan handling dari MR2. Toyota juga meminjam beberapa aspek desain mobil lotus untuk mobil ini. Desain yang eksotis membuat mobil ini sangat eye catchy. MR2 yang berwarna merah seringkali disebut dengan “poor man Ferrari” karena bentuk dan warnanya yang sekilas nampak seperti Ferrari dan tentunya harganya yang terjangkau.

Generasi ke-2 dari MR2 merupakan puncak kejayaan dari mobil ini. Diproduksi cukup lama yaitu 10 tahun dari 1989 sampai 1999. Desain bodynya semakin memikat dengan lekukan yang modern dan semakin sporty. Mesinnya pun diupgrade kembali dengan varian tertingginya adalah mesin 2.0L 3S-GTE yang dilengkapi sistem turbocharger. Performa tertinggi mesin ini dalam kondisi standard adalah 242 hp. Meskipun demikian mobil ini tetap ringan, beratnya hanya bertambah sekitar 160 kg dari generasi sebelumnya. Kebayang kan gimana gesitnya ini mobil?

Mobil ini termasuk mobil yang sangat digemari pada tahun 80an, 90an, dan bahkan sampai sekarang. Namanya disejajarkan dengan mobil legendaris Toyota lainnya seperti Toyota Celica dan Toyota Supra.

Nissan Silvia S13

Mobil Jepang Era 80an yang Tetap Keren Sampai Sekarang

Nissan SIlvia merupakan salah satu mobil yang sangat populer dalam scene JDM terutama dalam dunia balap drift. Mobil dengan kode chasis S ini dikenal dengan 180SX, 200SX, dan 240SX untuk market luar Jepang. Karakter utama dari generasi Silvia adalah mesin 4 silinder, 2 pintu, body sporty yang menyerupai coupe, dan konfigurasi 2+2 seater.

S13 adalah generasi kelima dari Silvia yang diproduksi pada akhir 80an tepatnya 1989 sampai dengan 1994. Mobil ini memiliki reputasi yang sangat baik karena mulai dari S13 inilah nama Silvia semakin digandrungi para penggemar mobil. Hal ini dibuktikan dengan penghargaan Car of the Year Japan di tahun pertama mobil ini dipasarkan.

Bukan hanya visual body dengan lekukan yang semakin memikat, performa mesinnya pun semakin meningkat. Awalnya mobil Jepang era 80an ini masih menggunakan mesin CA18DE dan CA18DET dari kakaknya, Silvia S12. Tetapi dengan penambahan intercooler, power dan kestabilan mesinnya pun bertambah. Tahun selanjutnya yaitu pada 1990 merupakan debut perdana mesin SR20DE dan SR20DET. Kedua mesin ini memiliki kapasitas yang lebih besar serta sistem turbocharger yang lebih efisien.

Sebagaimana kita ketahui, SR20DET merupakan salah satu mesin 4 silinder dengan performa dan potensi yang sangat baik. Pada kondisi standard pabrik saja, mesin ini sudah memiliki power sebesar 200-250 hp. Sedangkan setelah dimodifikasi, SR20DET dapat menembus power 400-500 hp dengan masih menggunakan stock internal.

Silvia S13 yang telah dimodifikasi dengan tampilan yang sangat memikat dapat kita lihat disini.  Oya, S13 ini masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Nissan Cefiro. Selain bagian depan mobil yang mirip, keduanya juga memiliki desain suspensi yang sama.

Nissan Skyline R32 GT-R

Mobil Jepang Era 80an yang Tetap Keren Sampai Sekarang

GO-JI-RAAAAA!!

The Godzilla, sebuah nama yang tidak asing lagi di telinga car enthusiast khususnya para pecinta mobil Jepang. Godzilla merupakan julukan yang melekat pada mobil Nissan Skyline GT-R yang sudah identik dengan simbol kecepatan.

Nissan Skyline R32 GT-R adalah mobil yang berjasa dalam menaikkan pamor GT-R di mata dunia internasional dan berawal dari mobil inilah nama Godzilla melekat sebagai julukan GT-R.

Seperti kita sudah ketahui, GT-R merupakan kasta tertinggi dari seri mobil sport Nissan Skyline. Sebelumnya, kita pernah membahas mengenai mobil klasik legendaris Jepang yang termasuk didalamnya dua mobil GT-R, Hakosuka yaitu GT-R pertama dan Kenmeri yang merupakan GT-R kedua. Setelah itu seri GT-R sempat menghilang. Nissan berhenti membuat varian GT-R dari seri skyline pada tahun 1973.

Setelah waktu yang cukup panjang yaitu 16 tahun kemudian, GT-R akhirnya muncul kembali. GT-R lahir kembali pada tahun 1989 pada seri Skyline R32. Kehadirannya ketika itu sangatlah dinantikan. Bukan saja karena nama besar GT-R, tapi target desain mobil ini ketika itu adalah untuk mengungguli Porsche 959 yang merupakan mobil komersil street legal tercepat di dunia.

Pencapaian spektakuler berhasil diraih R32 GT-R saat menjuarai kejuaraan Japanese Touring Car. Mobil Jepang era 80an ini meraih 29 kemenangan dari 29 race. Semuanya disapu bersih tanpa ampun! R32 GT-R memenangkan kejuaraan tersebut berturut-turut dari 1990 sampai 1993. Mobil ini juga mengikuti Kejuaraan touring Australia dan memenangkan kejuaraan Bathurst 1000 pada 1991 dan 1992. Dari sinilah julukan Godzilla muncul. Monster dari Jepang.

Mesin JDM legendaris RB26DETT pertama kali dipergunakan pada R32 GT-R dan tetap digunakan pada seri Skyline GT-R selanjutnya, R33 dan R34. Mesin ini memiliki power bawaan pabrik yang besar yaitu 320 hp. Namun karena pembatasan kesepakatan para produsen mobil Jepang, mesin ini di detune menjadi 280 hp. RB26DETT didesain untuk bisa mencapai 500 hp dengan mudah. Para tuner bahkan banyak yang sudah berhasil membangkitkan 1000+ hp dari mesin ini.

Dengan performa, prestasi serta nilai sejarahnya, Nissan Skyline R32 GTR tidak diragukan lagi merupakan mobil JDM legendaris yang berhasil mengangkat nama GT-R dalam dunia otomotif modern.

 

Toyota AE86

Mobil Jepang Era 80an yang Tetap Keren Sampai Sekarang

“Nani??!! Kansei dorifto?!!” #eurobeatintensifies

Para penggemar JDM pasti tidak asing dengan sepenggal kalimat diatas yang berasal dari anime balap drift terkenal, Initial D. Berbicara mengenai AE86 tentunya sulit dilepaskan dengan anime ini yang memang menjadikan mobil ini semakin terkenal dalam dunia pop culture mobil.

Mendengar kata Corolla, apa yang terlintas dalam benak kita?

Kemungkinan besar ada dua hal yang terlintas yaitu kehandalan (reliability) dan ehem- membosankan, hehe. Corolla sudah lama dikenal sebagai mobil yang handal dan sudah terbukti dengan prestasinya sebagai salah satu mobil terlaris di dunia. Tetapi di sisi lain, mobil ini termasuk mobil yang membosankan bagi para car enthusiast terutama para pecinta kecepatan.

Tapi jangan salah, AE86 yang sering dipanggil dengan nama Hachiroku merupakan varian dari Corolla generasi ke 5 yang mampu menepis anggapan tersebut. Mobil Jepang era 80an ini berbeda dengan Corolla lainnya. AE86 yang diproduksi pada 1983 sampai 1987 merupakan Corolla terakhir dengan layout RWD yang juga sudah dilengkapi dengan all wheel disc brake. Mesinnya merupakan mesin legendaris 4AGE yang cukup powerful (128 hp) dan terkenal dapat dengan mudah dituning.

Desain body yang ringan dan compact semakin membuat mobil ini nyaman dan gesit untuk dikendarai. Fun to drive alias menyenangkan untuk dikendarai adalah komentar umum dari para pemilik ataupun yang sudah pernah mencoba mengendarai AE86.

Dalam dunia drift mobil ini memiliki reputasi yang disegani. Selain dikarenakan popularitas Initial D yang memang bertemakan drifting, AE86 merupakan mobil drift dari pembalap legendaris drift Jepang, Keiichi Tsuchiya. Tsuchiya dikenal sebagai orang yang mempopulerkan gaya mengemudi drift kepada dunia sehingga mendapat julukan Drift King (“Dori Kin” dalam bahasa Jepang).

AE86 selanjutnya menjadi inspirasi pembuatan Toyota GT86 yang juga dipasarkan sebagai Scion FR-S dan Subaru BRZ.

Mazda RX-7 FC

Mobil Jepang Era 80an yang Tetap Keren Sampai Sekarang

Generasi kedua dari RX-7 (1985-1992) yang disebut dengan FC ini memang tidak sepopuler dan secepat generasi penerusnya, FD. Meskipun demikian, pada era 80an mobil ini termasuk mobil yang sangat memikat bahkan sampai sekarang pesonanya masih tetap terasa.

FC yang dikenal sebagai Savanna di Jepang, memiliki desain yang jauh berbeda dengan RX-7 pendahulunya, FB. Desain inilah yang nantinya menjadi inspirasi pada RX-7 FD yang memang memiliki tampilan paling indah dari seluruh generasi RX-7. Tidak heran karena memang gaya desain dari FC diambil dari perpaduan desain Porsche 924 dan Porsche 928.

Sama dengan mazda seri RX lainnya, FC dipersenjatai dengan mesin rotary yang legendaris, 13B. Kita pernah sedikit membahas sejarah Mazda dan mesin rotary pada ulasan sebelumnya. 13B merupakan salah satu mesin mobil yang paling banyak di produksi di dunia dan merupakan desain awal dari mesin rotary modern dari Mazda. Mesin ini diproduksi sangat lama, yaitu lebih dari 30 tahun.

13B pada FC memiliki power terbesar pada mesin series 5 (13B-DEI) yaitu 202-215 hp dengan sistem turbocharger.

Selain mesinnya, FC juga dikenal sebagai mobil dengan handling yang sangat baik. Hal ini disebabkan mesin rotary yang ringan dan compact serta penempatannya yang membuat mobil ini memiliki distribusi berat 50/50. Belum ditambah sistem DTSS (Dynamic Tracking Suspension System) yang memuluskan steering mobil ketika dalam posisi cornering.

Keunggulan FC ini lah yang kemudian diakui dunia internasional melalui berbagai penghargaan diantaranya Import Car of the Year  dari Motor Trend pada 1986 dan Ten Best list versi majalah Car and Driver pada 1987.

Honda CR-X

Mobil JDM Era 80an yang Tetap Keren Sampai Sekarang

Kalo di Toyota ada MR2 yang compact, irit dan gesit, di Honda ada CR-X yang diproduksi pada 1983 sampai 1991.

Sama dengan Toyota MR2, Honda membuat CRX dengan konsep mobil kecil yang irit bahan bakar namun tetap gesit di jalan. Meskipun demikian, keduanya memiliki perbedaan yang mencolok. MR2 memiliki layout RWD, mid-engine, 2 seater dengan body style yang eksotis, sedangkan CR-X memiliki layout FWD, front-engine, 2+2 seater dengan body style fastback.

Akronim CR-X sendiri memiliki banyak arti dan yang paling umum adalah Civic Renaissance X. Memang mobil ini berbagi konfigurasi drivetrain termasuk varian mesin dan gearbox dengan Civic. Meskipun demikian mobil ini memiliki varian sport dengan mesin legendaris Honda, ZC dengan power 135 hp. Untuk diketahui, mobil ini berbobot sangat ringan yaitu sekitar 800 kg saja. Kebayang kan lincahnya?

Generasi ke dua dari CRX mendapat perubahan bumper, lampu, kap mesin, rem, suspensi dan dashboard. Selain itu, pada generasi ini juga muncul varian mesin terbaru B16A yang memiliki power yang lebih besar lagi. Mesin yang dilengkapi dengan variabel valve timing andalan Honda, VTEC yang mampu memuntahkan  tenaga sebesar 158 hp.

CRX sering mendapat pujian sebagai pocket rocket yang ringan dan powerful. Mobil Jepang era 80an ini meraih penghargaan Import Car of the Year dari Motor Trend pada 1984 dan Ten Best list versi majalah Car and Driver pada 1985.

Pada 2010, Honda memperkenalkan Honda CR-Z yang banyak dikira sebagai penerus dari seri CR-X. Akan tetapi CR-Z ternyata bukanlah reinkarnasi sejati dari CR-X. Dengan bobot yang lebih berat dan power yang lebih kecil, mobil bergaya balap ini tidaklah secepat tampangnya.

Mitsubishi Starion

Mobil Jepang Era 80an yang Tetap Keren Sampai Sekarang

Mitsubishi tidak mau ketinggalan dengan produsen mobil senegaranya dalam membuat mobil sport atau grand touring. Pada 1982 mereka mendesain sebuah mobil yang ditargetkan untuk bersaing dengan Mazda RX-7, Nissan 300ZX, dan Toyota Supra. Lahirlah Mitsubishi Starion yang merupakan mobil Jepang turbo pertama dengan sistem electronic fuel injection. Nama Starion sendiri diambil dari nama bintang Orion. Untuk pasar Amerika Utara, mobil ini dijual dengan nama Conquest di bawah bendera Chrysler, Dodge, dan Plymouth. Oleh karena itu, terkadang para car enthusiast memanggil mobil ini dengan nama StarQuest.

Starion memiliki layout RWD, 2+2 seater dengan gaya body desain yang sangat dipengaruhi oleh Porsche 924. Mesinnya 4G63 SOHC dengan power sebesar 145 hp. Mesin ini merupakan cikal bakal mesin 4G63 DOHC yang nantinya digunakan oleh mobil legendaris Lancer Evolution.

Pada tahun 1985, Starion mendapat upgrade berupa limited slip differential (LSD) dan juga tambahan intercooler untuk sistem turbochargernya. Intercooler tersebut membuat power mesin Starion meningkat drastis menjadi 180-190 hp.

Banyak kalangan yang menganggap Starion sebagai mobil yang terlupakan. Padahal mobil Jepang era 80an ini memiliki peran yang cukup besar dalam pengembangan mobil Mitsubishi selanjutnya. Satu hal yang sering dikritisi dari Starion adalah turbo lag yang tidak sempat diperbaiki sampai akhir masa produksinya di 1989. Meskipun demikian, hal tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Mitsubishi untuk menyempurnakan mesin 4G63 yang nantinya menjadi mesin andalan dari mobil legendaris seperti Galant VR-4 dan Lancer Evolution.


Demikian ulasan mobil Jepang era 80an ini. Gimana, keren bukan? Meski sudah berumur diatas 30 tahun tapi sampai saat ini mobil-mobil tersebut masih tidak pudar pesonanya. Performa, desain dan reputasinya masih sangat disegani dalam dunia otomotif.

Tentunya masih ada mobil Jepang era 80an lainnya yang tidak masuk ke dalam list di atas. Ada yang mau menambahkan atau berkomentar?

Untuk ulasan dan bahasan menarik lainnya, ikuti juga Facebook Page kita ya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *