Mobil Klasik Jepang Terbaik yang Legendaris


Berbicara mengenai mobil Jepang, tidak jarang kita juga akan membicarakan mengenai mobil klasik Jepang.

“Respect your elders”

Kalimat di atas seringkali kita dengar dan beberapa kali akan kita jumpai juga dalam bentuk stiker yang menempel pada mobil-mobil klasik.

Seperti manusia, dalam dunia mobil pun juga dikenal yang namanya generasi atau era. Ada generasi 60, 70, 80, 90, 2000 dan seterusnya. Generasi yang ada sekarang tidak dapat dipungkiri merupakan hasil bentukan dari generasi-generasi sebelumnya. Begitu pun halnya dengan mobil. Mobil jaman sekarang dihasilkan dari pengalaman dan penyempurnaan dari generasi-generasi sebelumnya.

Jadi apabila kita berbicara tentang mobil Jepang, kepopulerannya tidak lepas dari para pendahulunya. Beberapa dari pendahulu tersebut menjadi sejarah yang berhasil mengangkat nama Jepang di kancah mobil internasional.

Nissan Skyline GT-R, Toyota Supra, Mazda RX-7, Honda NSX, dan mobil Jepang legendaris lainnya tentu sudah tidak asing lagi kita dengar. Kebanyakan dari mobil tersebut berasal dari generasi 90-an, yang memang kurun waktu tersebut dikenal dengan golden era bagi dunia otomotif mobil, termasuk mobil Jepang.

Lalu bagaimana dengan para pendahulu mobil-mobil legendaris ini?

Disini kita akan membahas beberapa mobil klasik Jepang terbaik dan tentunya masih sedap untuk dipandang. Saya tidak merasa expert dalam hal mobil, apalagi mobil klasik Jepang hehe. Tapi mudah-mudahan ulasan ini bisa sedikit membawa kita ke kembali ke jaman kejayaan para elders ini.

Nissan Skyline GT-R Hakosuka

Mobil Klasik Jepang Terbaik

Bagi kalangan para pecinta mobil, Kata GT-R sudah menjadi sebuah kata yang identik dengan kecepatan. Hal tersebut berawal dari Nissan Skyline GT-R yang memang merupakan salah satu mobil JDM legendaris yang tidak diragukan lagi performanya. Seri ini semakin dikenal dunia berkat trio populernya yaitu Skyline R32, R33, dan R34 GT-R.

GT-R sendiri merupakan akronim dari Gran Turismo Racer. Kode nama ini digunakan Nissan untuk kasta tertinggi dari model Skyline. Selain itu, nama ini juga bertujuan untuk mengangkat penjualan dimana ketika itu produsen barat mulai memberi kode nama khusus untuk seri performa mobil mereka.

Nah, mau tau GT-R pertama di dunia? Perkenalkan, Nissan Skyline GT-R Hakosuka.

Hakosuka ini merupakan panggilan akrab atau nickname yang merupakan bahasa Jepang dari gabungan kata “Hako” dan “Suka”. Hako berarti kotak atau box. Sedangkan Suka merupakan kependekan dari kata Sukairain (Skyline). Singkatnya arti dari Hakosuka adalah Skyline kotak, karena memang bentuknya yang boxy alias kotak.

Para enthusiast juga ada yang memanggilnya berdasarkan kode sasis dari mobil ini yaitu PGC10 (dan KPGC10 untuk versi coupe). Nama ini kadang digunakan untuk membedakan versi GT-R dengan sepupu skyline segenerasinya (C10) yaitu Skyline 2000 GT dan Skyline GT-X. Kedua sepupunya ini tentu memiliki performa dibawah seri GT-R.

GT-R Hakosuka hadir di tahun 1969, satu tahun setelah Skyline C10 pertama kali diperkenalkan. Sebagai kasta tertinggi, mobil ini dibekali mesin S20 dengan kapasitas 2.0L yang mampu menyemburkan tenaga sebesar 160 hp. Tenaga itu tergolong besar untuk mobil klasik Jepang di era tersebut, berbeda dengan dua sepupunya 2000 GT dan GT-X yang dibekali mesin L20 dengan tenaga 109 hp.

Nissan memang membuat seri GT-R ini sebagai seri performa flagship mereka. Hakosuka pun diikutsertakan pada kejuaraan balap mobil touring. Hasilnya sangat menakjubkan. Mobil klasik Jepang ini memenangkan 49 kali kejuaraan secara berturut-turut. Sebuah pencapaian yang menorehkan sejarah awal bagi nama besar GT-R. Kemenangan tersebut juga menjadikan hakosuka sebagai salah satu icon mobil klasik legendaris dalam sejarah otomotif Jepang. Sayangnya, pada kejuaraan ke 50 mobil ini menyerah kepada Mazda RX 3 yang kabarnya diakibatkan adanya kesalahan mekanik.

Nissan Skyline GT-R Kenmeri

Mobil Klasik Jepang Terbaik

Setelah produksi Skyline C10 berakhir, Nissan kemudian memperkenalkan generasi terbaru dari Skyline yaitu C110. Mobil ini diproduksi dari tahun 1972 sampai 1977. Mesinnya sama dengan Hakosuka, yaitu S20 dengan tenaga 160 hp.

C110 dikenal dengan nama Kenmeri. Nama ini berasal dari iklan mobilnya yang menampilkan sepasang anak muda benama “Ken” dan “Mary“. Iklan ini terbilang sukses meningkatkan penjualan C110 di Jepang dan juga membuat C110 mendapat julukan Skyline Kenmeri.

Nissan pertama kali mengenalkan varian GT-R dari C110 pada bulan September 1972. Inilah GT-R kedua setelah Hakosuka yang ditunggu-tunggu para enthusiast. Skyline GT-R Kenmeri.

Sayangnya GT-R Kenmeri ini berumur sangat pendek yaitu hanya 7 bulan saja yaitu sampai Maret 1973. Sebentar sekali ya.

Hal ini disebabkan ketika itu terjadi embargo minyak oleh negara-negara Arab anggota OPEC. Salah satu negara yang terkena embargo minyak tersebut adalah Jepang. Embargo tersebut membuat terjadinya krisis minyak di negara-negara yang terkena embargo dengan tingkat kenaikan harga minyak mencapai 4 kali lipat. Kebayang kan 4 kali lipat berapa tuh harganya.

Harga minyak yang melambung tinggi mengakibatkan banyak mobil seri performa dihentikan produksinya. Tentunya ketika itu, konsumen akan memilih mobil yang lebih hemat bensin. Singkat cerita, GT-R kenmeri pun dihentikan produksinya.

Meskipun demikian, hal tersebut memberikan keunikan tersendiri pada GT-R Kenmeri ini. Produksinya yang hanya sebentar membuat jumlah mobil ini sangat terbatas. Hanya ada 197 unit GT-R Kenmeri di dunia yang menjadikan mobil klasik Jepang ini termasuk mobil rare yang diburu para kolektor. Belum ditambah 197 unit tersebut hanya diproduksi dan dijual di Jepang, alias JDM. Di pelelangan harga 1 mobil dengan kondisi mulus bisa laku sampai 2,3 milyar!

Keunikan lainnya, pasca GT-R kenmeri, Nissan memutuskan untuk tidak membuat versi GT-R lagi. Hal ini membuat mobil ini “sempat” mendapat gelar “The last GT-R” sampai akhirnya 16 tahun kemudian, Nissan menghidupkan kembali GT-R pada 1989.

Mazda RX 3 Savanna

Mobil Klasik Jepang Terbaik

Sebelum kita membahas mengenai mobil klasik Jepang selanjutnya, marilah kita sedikit mengulas mengenai mesin rotary (wankel) yang menjadi mesin dari RX 3 Savanna ini.

Mesin rotary merupakan mesin yang unik. Bukan hanya sekedar dari desain dan sistem kerjanya saja. Bahkan kelemahannya menjadi keunikan tersendiri bagi para enthusiast.

Lho kenapa bisa?

Seperti kita ketahui, terlepas dari kelebihannya, Mesin rotary memiliki beberapa kelemahan. Pada masa awal pengembangannya, kelemahannya terletak terutama pada reliability. Hal inilah yang membuat banyak produsen angkat tangan, menyerah untuk terus menggunakan mesin ini.

NSU, perusahaan penemu mesin rotary kelabakan setelah mobil andalan mereka, Ro80 mengalami berbagai keluhan mesin. Hal ini membuat NSU hampir bangkrut sampai akhirnya diselamatkan, dibeli oleh Volkswagen. Citroen serta Ford juga mengalami nasib yang sama, tidak lama sampai mobil dengan mesin rotary mereka mulai rusak. Bahkan General Motors (GM) mengeluarkan uang sampai milyaran dollar tapi proyek mesin rotary merekapun akhirnya kandas di tengah jalan.

Mazdalah yang berhasil “menaklukkan” mesin rotary ini.

Setelah membeli lisensi dari NSU, Mazda lalu memerintahkan 47 engineer nya untuk mengulik mesin ini dan menciptakan mesin rotary yang jauh lebih reliable. Meskipun dengan pengorbanan pada konsumsi bahan bakar. Usaha ini sukses dan Mazda kemudian berhasil menjual mobil dengan mesin rotary sebanyak setengah juta unit pada tahun 1973.

Nah disinilah keunikan Mazda RX 3 Savanna. Mobil yang diperkenalkan pada 1971 ini menjadi salah satu bukti sejarah usaha Mazda dalam menaklukan mesin rotary.

RX 3 Savanna ini memiliki dua varian mesin. Yang pertama adalah 10A dengan tenaga 105 hp yang sudah dilengkapi piranti pengurang emisi bernama Rotary Engine Anti Pollution System (REAPS). Yang kedua adalah 12A, mesin dengan kapasitas yang lebih besar dan juga merupakan mesin yang sama dengan Mazda RX 2 serta RX-7 generasi pertama. Mesin 12 A pada RX 3 Savanna memiliki tenaga 130 hp, tetapi kecepatan mobilnya sedikit lebih lambat dibanding 10A. Hal tersebut dikarenakan REAPS mengurangi torsi dan juga menambah beban seberat 44 kg. Meskipun demikian top speednya sedikit lebih baik dibandingkan 10A.

Dari 930.000 unit mobil bermesin rotary yang dijual Mazda sebelum RX 7, RX 3 merupakan mobil yang paling populer. Dari semua RX 3 yang terjual, lebih dari setengahnya merupakan varian coupe yang selanjutnya menjadi inspirasi bagi design RX 7.

Varian JDM yang hanya dijual eksklusif di Jepang adalah RX-3 Savanna GT. Mobil ini memiliki transmisi 5 speed dibanding varian lainnya yang hanya 3 atau 4 speed. Beberapa kelebihan lainnya adalah velg yang lebih lebar, suspensi yang lebih rendah, tail light serta dashboard yang eksklusif, serta beberapa emblem eksklusif seperti emblem GT dan emblem RE12.

Nissan S30 dan Nissan S130

Mobil Klasik Jepang Terbaik

Mobil selanjutnya bukan hanya 1 mobil atau 2 mobil tapi 4 mobil. Kita satukan saja karena keempatnya memiliki kemiripan baik itu dari desain eksterior maupun dari keluarga mesinnya.

Nissan S30 merupakan generasi pertama dari keluarga mobil sport Z yang diproduksi dari 1969 sampai 1978. Mobil klasik Jepang ini terdiri dari tiga generasi yaitu 240Z, 260Z, dan 280Z. Pada penjualan keluar Jepang, Nissan S30 dipasarkan dengan merk Datsun.

Yoshihiko Matsuo, led designer dari S30 diberikan tugas oleh Nissan untuk mendesain mobil sport yang mampu bersaing dengan merk import barat seperti Jaguar, BMW, Porsche, Alfa Romeo, dan Fiat. Hasilnya sesuai dengan harapan. Lahirlah mobil dengan design yang stylish, modern dengan mesin yang mumpuni serta harga yang relatif lebih murah. Design mobil coupe 2 pintu ini tidak lekang dimakan zaman, bahkan terasa elegan dan indah sampai saat ini.

Seluruh mesin S30 menggunakan mesin L dengan konfigurasi 6 silinder segaris. Kapasitasnya bertambah 0.2L dari dari setiap generasinya. 240Z memiliki kapasitas mesin 2.4 L (151 hp), 260Z 2.6L (162 hp), dan yang paling besar adalah 2.8L (170 hp) pada 280Z.

Kelanjutan dari S30 adalah mobil dengan kode nama 280ZX. Mobil klasik Jepang yang diproduksi dari 1978 sampai 1983 ini memiliki banyak upgrade dari versi Z sebelumnya. Hal tersebut jelas terlihat dari kode chassis yang berbeda, S130.

280ZX didesain dengan fokus pada kenyamanan dan kemewahan. Mobil ini memiliki suspensi yang lebih empuk, lebih kedap suara, dan interior yang lebih nyaman dan mewah. Eksteriornya pun didesain lebih aerodinamis, menjadikan mobil terlihat lebih elegan dan modern. Tidak heran 280ZX kemudian lebih terasa sebagai mobil grand tourer dibandingkan mobil Z sebelumnya yang sporty.

Di sektor mesin, Nissan membenamkan mesin yang sama dengan 280Z. Mesin 6 silinder segaris dengan kapasitas 2.8L yang sudah dilengkapi sistem multiport fuel injection. 280Z dan 280ZX merupakan mobil Jepang pertama dengan tekhnologi tersebut. Meskipun memiliki mesin yang sama, terdapat perbedaan tenaga yang cukup signifikan antara 280Z dan 280ZX. Dikarenakan adanya pengaturan emisi dan penambahan beban, 280ZX memiliki tenaga sebesar 135-145 hp, berbeda dengan 280Z yang mencapai 170 hp.

Nissan kemudian menghadirkan varian baru 280ZX dengan tambahan sistem turbocharger pada mesinnya. Sistem turbo pada 280ZX ini mampu mengembalikan tenaga mesin yang “hilang” dan menaikkan tenaga mesinnya menjadi 180 hp. Uniknya, Kementerian Transportasi Jepang menganggap mesin ini terlalu powerful. Ketika itu di Jepang, sistem turbocharger hanya diperbolehkan dipasang pada mesin di bawah kapasitas 2.0L. Oleh karena itu 280ZX turbo tidak pernah dijual di negara asalnya.

Oya, mobil Z ini dipasarkan di Jepang dengan nama Nissan Fairlady Z. Jadi, sesuai namanya “lady”, mobil ini berjenis kelamin wanita hehe.

Toyota 2000GT

Mobil Klasik Jepang Terbaik

Sebelumnya kita pernah membahas mobil ini pada ulasan Kolaborasi Yamaha dan Toyota. Jadi nampaknya kita akan bahas sedikit saja, biar ga kepanjangan hehe.

Melihat dari penampakannya, kita pasti sadar mobil ini memiliki kemiripan dengan Nissan S30 dan S130 yang dibahas sebelumnya. Konsep desain dari Toyota 2000GT memang merupakan desain awal dari S30. Awalnya desain mobil tersebut (A550X) dibuat Yamaha untuk melanjutkan seri Fairlady. Akan tetapi, Nissan tidak setuju terutama dengan konsep mesin DOHC 2.0L yang ditawarkan Yamaha. Kandaslah hubungan kedua produsen otomotif ini.

Tak lama kemudian, Yamaha menawarkan konsep mobil tersebut kepada Toyota yang kemudian menerima tawaran tersebut.

Toyota 2000GT ini merupakan mobil yang bersejarah. Bukan hanya menjadi salah satu mobil penting (dan langka) dalam sejarah Toyota. Mobil klasik Jepang ini juga merupakan mobil yang menjadi pendobrak awal diterimanya mobil Jepang di mata dunia internasional.

Ketika bisnis mobil mulai booming di Jepang pada tahun 1960, mobil buatan Jepang tetap tidak dapat bersaing dan diterima oleh konsumen luar negeri, khususnya Amerika dan Eropa. Ketika itu, mobil Jepang memang belum ada yang dikhususkan produksinya untuk kalangan barat. Selain itu faktor kekalahan Jepang di Perang Dunia ke-2, terkadang membuat mobil buatan Jepang menjadi bahan gurauan bagi para konsumen western.

Toyota pun mengembangkan 2000GT bersama Yamaha untuk menunjukkan mobil jepang dengan performa serta desain yang memikat kepada dunia internasional.

Konsepnya diambil dari Jaguar E-Type yang diracik dengan gaya Jepang. Mesinnya diambil dari Toyota Crown 2.0L SOHC yang diubah menjadi DOHC dengan tenaga 150 hp. Reliability mesin ini pun kemudian diuji dengan tes ketahanan di Yatabe Speed Trial pada 1966. Hasilnya mesin ini sanggup bertahan dipacu 207 km/jam selama 72 jam (3 hari) tanpa henti!

Body 2000GT dibuat secara hand made oleh Yamaha dari alumunium yang kuat namun ringan. Mobil ini juga dilengkapi dengan four-wheel independent suspension, limited-slip differential dan velg berbahan magnesium. Kesemua itu merupakan pertama kalinya digunakan dalam mobil Jepang. 2000GT juga dilengkapi dengan empat rem cakram dan tidak lupa panel interior bernuansa woody yang elegan.

Usaha Toyota dan Yamaha pun berbuah manis. Dunia internasional terpikat dengan kehadiran 2000GT dan mobil ini pun dinobatkan sebagai Japan’s First Supercar.

Mitsubishi Galant GTO

Mobil Klasik Jepang Terbaik

Membahas persaingan produsen mobil klasik Jepang pada era 60-70an, tentu tidak lengkap dengan kehadiran Mitsubishi. Produsen ini sudah lama dikenal dengan desain mobilnya yang maskulin, tegas dengan aura rally yang kental. Di era tersebut, bukan hanya Nissan dan Toyota yang mencoba untuk menarik minat konsumen western dengan mobilnya. Mitsubishi pun tak mau ketinggalan dan meracik sebuah mobil dengan desain bergaya American Muscle.

Mitsubishi Galant GTO pertama kali diperkenalkan pada event Tokto Motor Show di 1969. Mobil klasik Jepang dengan desain seperti Mustang dan Firebird ini terdiri dari tiga varian, M1, M2, dan MR.

GTO sendiri merupakan akronim dari bahasa Italia yaitu Gran Turismo Omologato. Omologato (Homologation) merupakan istilah dalam motorsport yang berarti disetujui atau memenuhi standard (approved) untuk keperluan racing. Jadi singkatnya, GTO merupakan mobil dengan spek grand touring yang digunakan harian (street-legal) yang juga sanggup berkompetisi dalam ajang balap.

Perlu diketahui, Mitsubishi tidak membuat mobil ini. Pembuatnya adalah Colt (Colt-Speed) yang memang mendesain mobil performa untuk Mitsubishi. Mungkin sama seperti Brabus atau AMG pada Mercedes-Benz. Tidak ada logo Mitsubishi pada Galant GTO, kecuali logo tiga berlian pada plat rangka (VIN). Hal ini membuat mobil klasik Jepang ini dipanggil dengan nama Colt Galant GTO atau Mitsubishi Colt Galant GTO.

Varian kasta tertinggi Galant GTO adalah MR yang berarti “Motorsport and Rally“. MR ini juga merupakan varian JDM yang berarti hanya dipasarkan di Jepang. Jumlahnya terbatas, hanya diproduksi 835 unit yang menjadikannya spesies langka. Mesinnya sudah menggunakan sistem DOHC berbeda dengan varian lainnya yang masih SOHC. Dengan kapasitas 1.6L dan sistem twin-carb, mesin tersebut sanggup mengeluarkan tenaga 125 hp pada putaran 6800 rpm.

Uniknya, meski bernama Motorsport dan Rally, Galant GTO MR hanya satu kali saja mengikuti event kejuaraan balap resmi. Mitsubishi juga pernah memperkenalkan mobil balap Galant GTO R73-X di Tokyo Auto Show 1972. Mesinnya beneran mesin balap dengan tenaga sangar sebesar 280 hp. Apabila GTO MR sempat mengikuti satu kejuaraan, R73-X ini tidak pernah sekalipun mengikuti kejuaraan.

Kenapa bisa seperti itu?

Seperti sudah kita bahas sebelumnya. krisis minyak yang menghantam Jepang pada 1973 menghentikan produksi mobil-mobil performa. Sama halnya dengan GT-R Kenmeri, nasib Galant GTO R73-X berakhir sudah. Bahkan lebih buruk lagi, mobil ini tidak pernah dibuat resmi alias hanya mobil konsep.

Meskipun Mitsubishi merupakan perusahaan besar yang bisnisnya meliputi AC, kapal, lift, sampai militer, Mistubishi Motors lebih kecil dibanding produsen mobil Jepang lainnya. Mitsubishi memproduksi Galant GTO dengan jumlah yang sedikit yaitu 96.000 unit. Saat ini diperkirakan jumlahnya sudah jauh menyusut menjadi 500 unit saja.


Demikian ulasan kali ini. Sebenarnya masih ada beberapa lagi mobil klasik Jepang yang belum masuk ke ulasan ini. Belum ditambah dengan mobil klasik Jepang era 80-an seperti MR2, Silvia S13, RX7, dan lainnya. Tapi ya  berhubung sudah kepanjangan jadi nanti dilanjut lagi di ulasan lainnya.

Ada yang ingin menambahkan atau berkomentar? Yang mana nih mobil klasik Jepang favorit kalian?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *