Modifikasi Mobil yang Pertama Kali Harus di Lakukan 2


Modifikasi mobil merupakan salah satu hal yang menyenangkan untuk di lakukan. Iya kan? Bahkan bagi sebagian orang, modifikasi merupakan suatu hal yang wajib. Karena dengan memodifikasi, mobil menjadi semakin sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita. Selain itu modifikasi membuat kita semakin merasa memiliki dan dekat dengan mobil kesayangan kita. This is my car!

Membahas modifikasi mobil tentunya merupakan sebuah bahasan yang cukup luas. Misal dari bagian mobil, ada modifikasi mesin, modifikasi eksterior, interior, audio dan lainnya. Belum ditambah gaya modifikasi, entah itu gaya JDM, VIP, racing/ sport car, gaya ceper dan lainnya.

Hal itulah yang membuat modifikasi mobil sangat bergantung kepada keinginan atau kesukaan pemiliknya masing-masing. Ada yang fokus ke mesin, ada yang seneng ngedandanin eksterior, ada yang doyan ngoprek audio dan interior, sangat beragam sekali.

Dari sekian banyak jenis modifikasi tersebut, disini kita akan bahas modifikasi mobil, yang menurut saya, pertama kali harus dilakukan. Mudah-mudahan ulasan ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk kalian yang mungkin bingung mau modifikasi apa dulu.

Belum bikin kopi? Bikin dulu gih, biar bacanya enjoy hehe.

Cold Air Intake

Modifikasi mobil cold air intakeSelayaknya makhluk hidup hehe, mobil membutuhkan udara untuk pembakarannya. Sama seperti nafas. Lalu udara seperti apa yang bagus untuk pembakaran mesin mobil?

Kembali, sama seperti kita, mobil membutuhkan udara bersih yang kaya oksigen untuk pembakaran bahan bakar di mesinnya. Itulah kenapa udara dingin lebih disukai oleh mobil karena lebih banyak mengandung oksigen di bandingkan dengan udara panas. Dengan meningkatkan pasokan oksigen kedalam ruang pembakaran menjadikan mesin bekerja maksimal sehingga meningkatkan tenaga, respon throttle dan efisiensi bahan bakar.

Dari konsep itulah, muncul Cold Air Intake, dimana pipa asupan udara (air intake) ditempatkan jauh dari ruang mesin yang panas. Kadangkala air intake ditempatkan di luar ruang mesin, baik itu di grill, bumper dan bahkan ada juga yang menempatkannya di lampu depan atau fog lamp.

Beberapa mobil, terutama mobil modern biasanya sudah dilengkapi dengan sistem Cold Air Intake. Lalu bagaimana dengan yang belum?

Jangan khawatir, modifikasi mobil ini tidak terlalu sulit dilakukan karena saat ini sudah cukup mudah untuk mendapatkan Cold Air Intake. Yang jelas instalasi dan penempatannya harus benar-benar diperhitungkan dengan baik. Apalagi di daerah yang rawan banjir. Jangan sampai itu air intake nanti kelelep air hehe.

Peningkatan tenaga (horsepower) sebagai hasil dari pemasangan Cold Air Intake memang masih menjadi perdebatan di dunia otomotif. Ada yang bilang menambah lumayan, ada yang bilang sedikit menambah dan ada juga yang bilang sama sekali tidak menambah tenaga. Akan tetapi hampir sebagian besar sepakat bahwa Cold Air Intake mampu membuat mesin bekerja optimal, meningkatkan respon throttle dan juga efisiensi bahan bakar.

Kebalikan dari Cold Air Intake adalah Short Ram Air Intake, yaitu menempatkan air intake dengan menggunakan filter udara terbuka (tanpa box heat shield) dekat/ di dalam ruang mesin yang panas.

Exhaust System Upgrade

Modifikasi mobil

Setelah membahas air intake yaitu asupan udara, sekarang kita bahas mengenai pengeluaran udara melalui exhaust alias knalpot.

Knalpot merupakan salah satu unsur penting yang mempengaruhi performa mesin mobil. Pengeluaran gas buangan sisa pembakaran yang efisien membuat mesin bekerja optimal dan tidak jarang juga mampu meningkatkan tenaga mesin.

Tidak ada yang salah dengan knalpot standar pabrikan (stock). Hanya saja produsen mobil tidak hanya mempertimbangkan performa, tetapi juga faktor lainnnya seperti emisi gas buangan, kebisingan suara atau biaya produksi (cost) . Faktor pertimbangan tersebut yang membuat knalpot standar seringkali tidak optimal untuk performa mesin mobil.

Lalu seperti apakah sistem knalpot yang baik itu? Apakah yang berisik?

Tidak juga. Knalpot yang bersuara berisik tidak berarti mobil tersebut memiliki tenaga yang besar. Bahkan angkot saja seringkali memiliki knalpot yang berisik hehe.

Upgrade sistem knalpot dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut.

Memperbesar Diameter Sistem Knalpot
Mengganti header dan seluruh pipa knalpot dengan ukuran diameter yang lebih besar. Tetapi jangan terlalu besar juga. Idealnya 2,5 inchi. Untuk mobil bermesin turbo atau NA V8 bisa menggunakan diameter berukuran 3 inchi. Hal ini ditujukan untuk memperlancar arus buangan gas.

Menghilangkan Catalytic Converter
Catalytic Converter (Cat) merupakan komponen knalpot yang berfungsi untuk mengurangi emisi gas buangan. Bentuknya mirip sarang lebah. Dengan menghilangkan Cat, gas buangan bisa lebih lancar meskipun dalam beberapa negara hal tersebut merupakan tindakan illegal.

Menggunakan Sistem Straight Pipe Exhaust
Straight pipe sesuai namanya artinya sistem knalpot yang terdiri dari header dan pipa. Jadi dari header tersambung pipa sampai ke ujung tidak ada komponen lain. Tidak ada cat, resonator, bahkan juga muffler. Tujuannya memperlancar pengeluaran gas buangan. Suara dari sistem knalpot ini otomatis menjadi lebih kasar dan (sangat) berisik.

Menggunakan Knalpot High Performance
Produsen knalpot high performance semisal Magnaflow atau Flowmaster mendesain sistem knalpot dengan airflow yang baik untuk gas buangan. Beberapa produsen juga membuat catalytic converter dengan air flow yang besar, sehingga kita tetap bisa memiliki pengeluaran gas buangan yang lancar tanpa menghilangkan catalytic converter. Untuk komponen muffler, juga tersedia muffler dengan jenis quiet high flow. Muffler jenis ini di desain memiliki aliran buangan yang baik tetapi tidak berisik alias mirip-mirip knalpot standar.

Knalpot high performance juga memiliki material yang lebih baik dibandingkan knalpot standar pabrik. Buat kalian yang doyan dengan suara knalpot berisik, jangan khawatir karena knalpot high performance memiliki suara yang keras yang “merdu”.

 ECU Tuning

Modifikasi mobilPernah mendengar prosesor pada komputer? Nah ECU merupakan komponen mobil semacam prosesor di mobil. ECU yang merupakan singkatan dari Engine/ Electronic Control Unit bertugas untuk menerima input data dari sensor lalu memerintahkan komponen-komponen mesin untuk bekerja sesuai dengan hasil proses dari data sensor tersebut.

ECU mengontrol rasio udara – bahan bakar, idle speed, variable valve timing, electronic valve kontrol dan lainnya. Bahkan mobil-mobil sport atau sportcar bisa memiliki lebih dari satu ECU yang mengontrol bukan hanya kerja mesin tetapi juga suspensi, transmisi atau rem.

Kenapa kita harus meng’oprek’ ECU ini?

Kebanyakan produsen mobil mendesain ECU secara konservatif. ECU dibatasi untuk bekerja optimal karena beberapa faktor pertimbangan seperti konsumsi bahan bakar, keamanan, emisi, maupun ketahanan sparepart. Lho ada apa dengan ketahanan sparepart, apakah ECU Tuning membuat sparepart lebih cepat rusak?

Bukan begitu. Produsen membuat ECU bekerja “standar” sehingga sparepart bisa lebih awet. Salah satu tujuannya adalah untuk meminimalisir claim atau service pada masa garansi mobil (biasanya 3 tahun) hehe.

Dalam beberapa kasus, produsen sengaja membatasi mesin mereka dengan salah satunya melalui de-tuning ECU. Hal tersebut dikarenakan regulasi tenaga maksimal yang membuat mobil seperti Toyota Supra atau Subaru STi memiliki tenaga dibawah potensi tenaga sesungguhnya.

Lalu bagaimana cara modifikasi mobil dengan ECU Tuning?

Untuk mengoprek ECU, ada beberapa metode yang bergantung pada tipe mobil ataupun kebutuhan pengguna. Berikut metode tersebut.

ECU Remapping/ Chip Tuning
Software pada ECU dapat di install ulang (reflash) dengan software lainnya yang telah diprogram untuk mengoptimalkan performa mesin. ECU Remapping ini lebih baik dilakukan oleh pakarnya atau yang sudah ahli dan terbiasa melakukan ECU Tuning karena tentunya kesalahan remapping dapat berakibat fatal bagi mesin mobil kita. Tidak semua mobil dapat melakukan metode ini karena beberapa produsen mengunci ECU mobil sehingga ECU Remap tidak dapat dilakukan.

Piggyback ECU
Terjemahan dari Piggyback adalah di gendong di punggung. Piggyback ECU adalah alat yang dihubungkan pada ECU yang berfungsi untuk memanipulasi ECU. Alat ini dapat digunakan untuk ECU yang dikunci alias tidak dapat di remap. Cara kerja piggyback adalah dengan mencegat dan mengubah data dari sensor sebelum masuk ke ECU. Tentunya data diubah menjadi data yang mampu meningkatkan kerja ECU menjadi lebih optimal. Kelemahan dari piggyback ini adalah tidak dapat mengontrol sepenuhnya semua komponen mesin karena cara kerjanya yang memanipulasi data sensor ke ECU. Metode ini saya rekomendasikan karena tergolong relatif aman, praktis dan juga biayanya yang cukup terjangkau.

Standalone ECU/ Aftermarket ECU
Standalone ECU merupakan ECU custom atau ECU buatan diluar produsen resmi mobil. ECU jenis ini menggantikan ECU bawaan pabrik dan memiliki kemampuan pengaturan yang tidak terbatas karena memang dibuat untuk keperluan modifikasi mobil. Mengganti ECU dengan Standalone ECU membutuhkan skill dan waktu tuning yang besar karena kita harus meng-tuning setiap parameter sensor di mobil. Kelemahannya lainnya mungkin harganya yang mahal haha.

Suspensi dan Velg

Modifikasi mobil

Sekarang kita beralih ke bagian perkakian dan persepatuan haha.

Sebagian orang menyukai suspensi yang tinggi, terutama para penggemar truck atau jeep. Disini saya akan membahas upgrade suspensi rendah karena rasanya kebanyakan pemilik mobil cenderung memodifikasi mobilnya untuk tampil lebih rendah.

Suspensi yang rendah akan mengurangi center gravity alias semakin rapat dengan tanah, mobil akan lebih stabil. Selain itu hambatan aerodinamis mobil ketika melaju kencang akan lebih berkurang ketimbang mobil dengan suspensi tinggi, yang tentunya mengoptimalkan kecepatan mobil.

Namun perlu diingat aturan modifikasi mobil yang baik adalah perpaduan antara fashion dan function yang apik.

Mobil dengan suspensi yang terlalu rendah malah akan membuat mobil kita sulit untuk dikendarai. Seperti kita ketahui jalanan di kita seringkali tidak mulus, banyak tanjakan-turunan, berlubang, dan belum lagi banyak polisi yang lagi tidur. Tentunya hal tersebut bisa membuat mobil super ceper kita menjadi langganan servis bodyworks haha.

Menurunkan suspensi mobil bisa dilakukan dengan menggunakan coilover, per rendah (lowering springs), atau air suspension kit. Yang jelas jangan menurunkan suspensi dengan cara sembarangan semisal menjepit atau memotong per yang akan berdampak buruk bagi kesehatan kaki-kaki mobil. Untuk lebih lengkapnya mengenai bagaimana cara modifikasi suspensi rendah atau ceper dapat dilihat disini.

Untuk velg, saya pribadi menyukai velg yang lebar. Dengan velg yang lebar, ban mobil memiliki area kontak yang lebih besar dengan permukaan jalan, sehingga menghasilkan cengkraman (grip) yang lebih baik. Mobil dengan velg lebar juga memiliki handling dan keseimbangan yang lebih baik. Selain itu tentunya velg lebar juga membuat mobil tampil lebih keren dan sangar haha.

Sama seperti suspensi, dalam menentukan ukuran besaran dan lebar velg kembali kita harus memperhitungkan antara penampilan dan fungsi. Yang penting jangan terlalu berlebihan, karena yang berlebihan biasanya berefek buruk hehe.

Ban

Modifikasi mobil

Seringkali ban menjadi komponen mobil yang sedikit dihiraukan oleh penggunanya. Baik itu dari pemilihan kualitas ban yang baik, rotasi ban, penggantian ban, maupun hal sederhana seperti tekanan angin ban. Padahal ban merupakan salah satu komponen utama mobil. Bayangkan saja mobil tanpa ban, haha.

Pentingnya ban bahkan melebihi pentingnya mesin atau komponen lainnya dalam mobil. Mobil tanpa mesin pun, masih bisa maju. Tinggal di dorong, maju deh. Coba bayangkan mobil tanpa ban. Sepertinya butuh Superman untuk mendorong mobil tanpa ban hehe.

Ban merupakan komponen vital dalam mobil karena tenaga dari mesin akan disalurkan menuju ban yang akan menggerakkan mobil. Modifikasi yang kita lakukan untuk menambah performa mesin akan menjadi tidak efektif apabila tenaga mesin disalurkan ke ban yang performanya kurang baik.

Bagi kebanyakan mobil, ban merupakan satu-satunya cengkraman (grip) mobil dengan jalanan. Karena faktor aerodinamis untuk grip di kebanyakan mobil tidak banyak berperan kecuali untuk mobil-mobil balap/ sport.

Dua buah mobil dengan horsepower yang sama dan kualitas ban yang berbeda akan memiliki kecepatan melaju yang berbeda. Bahkan dalam sebuah demonstrasi percobaan, sebuah mobil yang unggul dalam horsepower tidak dapat melaju secepat mobil dengan performa ban yang lebih baik. Hal ini sebenarnya bisa juga kita lihat dalam kejuaraan balap mobil seperti F1, bagaimana faktor ban begitu penting untuk menentukan performa mobil.

Lalu bagaimanakah modifikasi ban?

Sejauh yang saya ketahui sih, tidak ada modifikasi ban hehe. Yang ada adalah menggunakan ban dengan ukuran yang tepat atau mengupgrade ban mobil dengan ban yang memiliki performa atau kualitas yang lebih baik. Atau seminimalnya, bila kita menggunakan ban mobil kualitas standar, kita harus menggantinya begitu sudah mencapai batas umur pemakaian. Selain itu kita juga harus selalu menjaga tekanan angin ban dengan baik. Toh, kita tidak menggunakan mobil untuk balapan di sirkuit yang membutuhkan ban performa racing hehe. Meskipun demikian, sedikit menabung untuk meminang ban berkualitas tinggi merupakan sebuah keputusan yang tidak akan disesali.

Demikian ulasan mengenai modifikasi mobil ini. Ada yang mau menambahkan atau mengomentari?


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Modifikasi Mobil yang Pertama Kali Harus di Lakukan