Apakah Perbedaan Sportcar, Supercar, dan Hypercar?


Sportcar, supercar, dan hypercar adalah istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga car enthuasiast. Ketiganya merupakan ketegori atau kelas dari mobil performa (performance car). Mobil performa adalah mobil yang dibuat dengan fokus utama pada kecepatan.

Pembagian kategori ini didasarkan terutama dari segi kekuatan (horsepower) dan kecepatan (akselarasi).

Tapi tidak sesimpel itu.

Sebuah mobil yang cepat dengan horsepower besar tidak semerta-merta menjadi mobil hypercar. Ada faktor-faktor lainnya yang harus dimiliki sebuah mobil untuk bisa didefinisikan sebagai sportcar, supercar, atau hypercar.

Pembahasan ketiga kategori ini terkadang memang cukup subjektif. Tidak jarang kriteria atau definisi antara ketiganya menjadi overlap atau tumpang tindih.

Faktor zaman atau era pun sangat berpengaruh pada penentuan kategori pada sebuah mobil. Seperti kita ketahui, semakin lama tekhnologi semakin terjangkau dan semakin berkembang. Dulu, tenaga sebesar 500 hp adalah sesuatu yang super. Tapi saat ini, 500 hp adalah tenaga yang cukup umum dijumpai pada mobil-mobil performa. Mobil yang dulu masuk ke kategori supercar, bisa jadi saat ini turun menjadi sportcar. Mobil yang sekarang mobil city car biasa, bisa jadi kalo di jaman dulu bisa disebut mobil sport.

Pada ulasan kali ini, kita akan mengulas definisi dan perbedaan dari ketiga kategori tersebut. Selain itu, kita juga akan mengulas apa saja kah yang menjadi faktor penentu dari sportcar, supercar, atau hypercar.

Kita mulai saja. Sudah siap kopinya? hehe

Sportcar

Apakah Perbedaan Sportcar, Supercar, dan Hypercar?

Di Indonesia, khususnya pada orang awam, sportcar atau mobil seprot, eh mobil sport seringkali identik dengan mobil sedan 2 pintu. Liat Celica di jalan, “wiih mobil sport tuh“. Mungkin seperti itu hehe.

Pada kategori mobil performa, sport car berada pada kelas paling bawah sebelum supercar dan hypercar. Kisaran tenaganya sangat luas dan bervariasi. Mulai dari kisaran 150-200 hp seperti Mazda MX-5 dan Toyota GT-86 sampai yang kisaran 400-500 hp.

Sportcar dengan kisaran tenaga 400-500 hp sering juga disebut sebagai super sportcar atau high-performance sportcar. Tidak jarang, jenis sportcar seperti ini overlap disebut sebagai supercar terutama karena penampilannya yang mulai cenderung eksotik. Sama halnya seperti tenaganya, akselarasi dari sportcar sangatlah beragam. Akselarasi 0-100 km mulai dari 7 sampai yang tercepat 3 detik. Kecepatan maksimal berada di kisaran 250-300 km/jam.

Karakteristik utama dari sportcar adalah penampilannya yang tidak terlalu berbeda dengan mobil lainnya. Jadi ya masih normal. Kalo dalam kemacetan, mobil ini mudah tersamarkan di kepadatan mobil-mobil di jalanan. Meskipun demikian, sesuai namanya, tampilannya lebih sporty dibanding mobil lainnya. Umumnya sportcar merupakan sedan atau hatchback 2 pintu berbadan ringan dengan layout 2-4 seater. Mesinnya kebanyakan terletak di depan dengan konfigurasi roda penggerak depan, belakang, atau AWD.

Terlepas dari karakteristik fisik ataupun desainnya, sportcar harus memiliki unsur fun dan memuaskan. Sportcar harus menyenangkan digunakan harian di jalanan maupun di track. Berbeda dengan dua kelas diatasnya, supercar dan apalagi hypercar yang akan tidak senyaman sportcar bila digunakan harian di jalanan.

Harga sportcar cukup beragam. Tergantung merk, fitur dan speknya, harganya mulai dari kisaran 700 juta sampai bisa juga mencapai milyaran.

Sportcar: Subaru WRX STI, Mitsubishi Lancer Evolution, Mazda MX-5, Toyota GT-86, Nissan 370Z, Honda Civic Type-R, Porsche 911 Carrera, Alfa Romeo 4C, Ford Focus RS, Audi TT-RS, VW Golf GTI, Maserati GranTurismo Sport.

Supercar

Apakah Perbedaan Sportcar, Supercar, dan Hypercar?

Sesuai dengan namanya, mobil pada kategori ini haruslah memiliki unsur “super”. Pada kategori ini sudah tidak ada lagi yang namanya normal. Jadi, mulai dari tenaga, fitur, desain, tekhnologi sampai harganya, semuanya super sekali hehe.

Kita mulai dari tenaga dan akselarasi. Pada supercar, level performa keduanya sudah mampu membuat orang awam merasa takut untuk mengendarainya. Kisaran tenaga supercar berkisar di 500-700 hp. Akselarasi 0-100 km nya dibawah 3 detik dengan kecepatan maksimal diatas 300 km/jam.

Inilah salah satu yang menyebabkan supercar agak sulit dihandle dibanding sportcar. Ibaratnya kuda liar yang bertenaga, membawanya sembarangan bisa melintir dan nabrak. Banyak video supercar fail atau crash yang bisa kita lihat di Youtube. Meskipun demikian, sekarang ini beberapa supercar seperti Mclaren 720S atau Porsche 911 Turbo, sudah didesain karakternya untuk agak “jinak’ sehingga bisa juga digunakan harian dengan nyaman.

Tampilan supercar pun sama. Desainnya tidak normal seperti mobil umumnya. Itulah kenapa supercar terkadang juga disebut mobil eksotik yang berarti asing, unik, atau istimewa. Supercar memiliki body yang bongsor, lebar serta rendah. Akan sangat mudah mengenali sebuah supercar di tengah-tengah kerumunan mobil di jalanan yang macet. Kecuali memang matanya bukan mata car enthusiast, ya lewat aja ga akan ngeh hehe.

Bukan hanya dari sisi desain eksteriornya saja yang unik. Jumlah spesies ini pun terbatas. Tidak seperti sportcar yang sama dengan mobil umumnya yang diproduksi secara massal. Supercar diproduksi dengan jumlah rendah yaitu ribuan atau bahkan ratusan unit saja di dunia.

Mayoritas supercar memiliki mesin yang terletak di tengah belakang (mid-engine) dengan konfigurasi penggerak roda belakang atau AWD. Rasanya tidak ada yang menggunakan penggerak roda depan.

Harga supercar bervariasi dari milyaran sampai belasan milyar.

Supercar: Acura NSX, Nissan GT-R, Porsche 911 Turbo,  Audi R8, Lamborghini Huracan, Mclaren 720S, Ferarri 488 GTB, Corvette Z06, Ford GT, Mercedes-Benz SLR Mclaren 722, Aston Martin Vantage GT12, Noble M400.

Hypercar

Apakah Perbedaan Sportcar, Supercar, dan Hypercar?

Inilah para predator ganas yang berada di puncak piramida makanan hehe. Hypercar adalah supercar dengan performa dan desain yang jauh lebih menakjubkan lagi. Saking ngerinya, bisa kita sebut membeli sebuah hypercar sama seperti membeli mobil Formula 1 untuk dipakai di jalanan.

Dengan tenaga dan akselarasi dari hypercar yang brutal, pengguna sportcar atau supercar akan terkejut dengan sensasi dan performanya. Apalagi orang awam seperti saya, mungkin sudah ngeri bawa mobilnya (terutama takut nabrak karena mahal hehe). Tenaga hypercar di atas 700 hp atau bahkan bisa sampai 1500 hp dengan akselarasi 0-100 km di bawah 2,5 detik! Bukan main-main alias buas! Kecepatan maksimal dari hypercar adalah di atas 350 atau bahkan 400 km/jam.

Tampilannya pun jauh lebih mencolok dan asing dibandingkan supercar. Aura modern bercampur futuristik seringkali terlihat pada desain eksterior hypercar. Selain itu dengan jumlah produksi yang hanya ratusan, membuat hypercar sebagai spesies unik dan langka. Harganya pun sangat mahal yaitu mulai dari belasan sampai puluhan milyar.

Hypercar cenderung dibuat dengan terobosan teknologi canggih, penggunaan material yang unik/ langka, desain aerodynamic yang super kompleks, dan atau fokus desain pada track balap.

Dibandingkan supercar, mengemudikan hypercar di jalanan akan lebih tidak nyaman dikarenakan memang mobil ini tidak didesain untuk harian. Bukan hanya karena karakter agresif dan performanya yang mampu melesat seperti roket. Ruang kemudinya yang sempit pun memang didesain untuk balap sehingga tidak akan nyaman digunakan berlama-lama di jalanan biasa.

Hypercar: Pagani Huayra BC, Lamborghini Veneno, Ferrari LaFerrari, Porsche 918 Spyder, Mclaren P1, Hennessey Venom GT, Aston Martin Valkyrie, Koenigsegg Agera R, Bugatti Chiron.

Demikian ulasan kali ini. Ada yang mau menambahkan atau berkomentar?

Untuk ulasan dan bahasan menarik lainnya, ikuti juga Facebook Page kita ya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *