Rimac: Produsen Mobil Listrik Hypercar Pertama Di Dunia


Mendengar kata Rimac mungkin masih asing di telinga kita untuk saat ini. Padahal perusahaan ini dalam beberapa tahun terakhir sedang disoroti oleh para pecinta otomotif mobil.

Rimac yang berdiri tahun 2009 memang terbilang perusahaan muda yang baru bermain dalam kancah dunia produsen mobil dunia. Meskipun demikian perusahaan asal Kroasia ini sudah mampu menarik perhatian dunia otomotif dengan karya mobilnya yang menjadi pioneer dalam dunia mobil, khususnya mobil listrik.

Ngomong-ngomong mobil listrik, sebelumnya saya belum begitu tertarik menulis mengenai mobil listrik. Meskipun saya tahu, prediksi kedepannya mobil listrik bisa jadi merupakan masa depan bagi dunia otomotif mobil. Sama halnya dengan transmisi automatic yang semakin lama semakin canggih dan meminggirkan transmisi manual. Begitupun dengan mobil listrik, banyak kalangan menilai gasoline engine adalah past, hybrid adalah now, dan electric adalah future. Meski produsen-produsen mobil Jepang seperti Toyota lebih beranggapan bahwa future adalah Hydrogen.

Tapi tetap saja, saya belum begitu tertarik. Entah itu SLS AMG GT atau Tesla, mobil electric bagi saya terkesan bisu dan tidak “sehidup” mobil gasoline. Ditambah mungkin memang belum ada mobil electric yang benar-benar menarik bagi saya.

Sampai akhirnya saya menemukan Rimac. Mobil listrik buatannya merupakan mobil hypercar listrik pertama di dunia. Disebut hypercar, karena mobil listriknya memiliki horsepower dan torsi yang sangat besar, diatas supercar. Ditambah tentunya desain yang memikat dah harganya yang selangit. Kehandalannya pun sudah teruji, dalam beberapa kontes adu kecepatan, mobil Rimac sanggup mengalahkan supercar bahkan hypercar dengan mesin bensin. Inilah yang membuat saya semakin berpikir, mobil elektrik sudah memulai dominasinya.

Biar ga terlalu panjang, kita mulai saja ulasannya.

Sejarah Rimac: Hypercar Yang Berawal Dari Garasi Rumah

Rimac: Produsen Mobil Listrik Hypercar Pertama Di Dunia

Bukan hanya dari spek dan performa, hal lainnya yang menarik dari Rimac adalah sejarah dan founder dari perusahaan ini. Rimac berasal dari nama belakang pendiri perusahaan ini yaitu Mate Rimac asal Kroasia yang lahir pada tahun 1988.

Ya betul, 1988.

Yang Mengesankan adalah di usia yang sangat muda, ia sudah mampu membuat sebuah mobil hypercar. Concept One, mobil hypercar pertama dari Rimac diproduksi pada Januari 2013, yaitu ketika Rimac berusia 25 tahun. Luar biasa bukan? Kalo saya di usia segitu lagi ngapain ya haha.

Belum ditambah lagi Kroasia. Kroasia? Ya, negara yang setau saya tidak terdengar namanya dalam hal otomotif dunia khususnya produsen otomotif. Apalagi supercar atau hypercar. Kalo semisal Italia, Jerman atau Inggris, ya sudah tidak aneh lagi lah.

Nah, mau tau harga dan spek mobilnya? Nanti kita bahas tidak lama lagi.

Kembali ke Rimac, ia memang sudah dikenal sebagai seorang techie alias senang dengan tekhnologi sejak SMA. Selain itu ia juga seorang petrolhead, memiliki hobi balap mobil dan gemar ngoprek mobil di garasi rumahnya. Balap mobil yang ia gemari adalah drifting dan sirkuit.

Suatu ketika mobil tua BMW E30 tahun 1984-nya mengalami kecelakaan ketika balapan. Mobil tersebut mengalami kerusakan parah pada bagian mesin. Alih-alih memperbaiki mesinnya, Rimac memutuskan untuk mencoba membangun mesin elektrik untuk mobil tersebut. Setelah melewati 5 kali penyempurnaan, Rimac akhirnya berhasil mengubah E30-nya menjadi sebuah mobil listrik dengan spek mesin setara supercar. Green monster, nama mobil tersebut memiliki power sebesar 600 hp, torsi 900 Nm dan waktu tempuh 1/4 mile sebesar 11,808 detik. Kencang!

Pencapaian tersebut kemudian memunculkan animo yang besar terhadap E30 Rimac, bahkan beberapa orang ada yang minta dibuatkan mobil listrik serupa. Darisana, Rimac kemudian memutuskan untuk membuat mobil listriknya sendiri. Kali ini bukan dengan spek supercar, tapi hypercar.

Saat ini, Rimac sudah menggarap dua buah mobil listrik hypercar dengan spek yang buas. Yang pertama adalah Rimac Concept One dengan power sebesar 1224 hp yang dinobatkan oleh berbagai kalangan sebagai hypercar listrik pertama di dunia. Kemudian mobil keduanya yang lebih buas lagi yaitu Rimac Concept Two (C Two) dengan power 1914 hp.

Concept One

Rimac: Produsen Mobil Listrik Hypercar Pertama Di Dunia

Green Monster, E30 listrik buatan Rimac menarik perhatian banyak orang termasuk media dan juga investor. Rimac pun membuat beberapa E30 listrik lainnya yang kemudian ludes terjual. Kesuksesan ini menginspirasinya untuk membuat mobil dengan desain, spek dan tentunya merk sendiri.

Concept One kemudian pertama kali diperkenalkan dan dipamerkan pada Frankfurt Motor Show 2011. Kembali mobil buatan Rimac ini menarik banyak perhatian media dan investor. Tidak ada yang menyangka sebuah perusahaan kecil di Kroasia sanggup membuat mobil listrik dengan desain dan spek layaknya hypercar.

Produksi Concept One dimulai pada awal 2013. Mobil dengan bobot 1850 kg ini dipersenjatai dengan 4 electric motor pada setiap rodanya yang menghasilkan power 1088 hp dan torsi 1600 Nm. Akselarasi 0-100 km/j dalam waktu 2,5 detik dengan top speed 355 km/j. Top speed ini masih dibatasi secara elektronik, kemungkinan karena alasan regulasi dan safety.

Bagaimana dengan baterainya? Concept One menggunakan baterai 90 kWh Lithium Nickel Manganese Cobalt Oxide. Ketahanan baterai ini adalah 330 km untuk satu kali full charge.

Pada 2016 di Geneva Motor Show, Concept One hadir dengan spek final version. Powernya bertambah menjadi 1224 hp dan akselarasi 0-100 km/j menjadi 2,4 detik. Pada pameran mobil ini, Rimac juga menghadirkan Concept S yang merupakan modifikasi Concept One yang lebih powerful, ringan dengan fokus pada aerodinamis.

Concept One hanya diproduksi sebanyak 8 unit saja. Seluruhnya sudah ludes terjual, 4 ke US, 2 ke UK, dan 2 lagi ke UAE. Harga 1 unit mobil ini adalah sebesar 923.000 dollar atau sekitar 12,7 milyar rupiah!

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, kehandalan Concept One sudah teruji dalam berbagai adu kecepatan. Hasilnya mencengangkan! Mobil ini sanggup mengalahkan berbagai supercar bahkan hypercar dengan mesin bensin atau hybrid. Pada acara TV show mobil yang terkenal, Grand Tour, Concept One memenangkan adu drag dengan Lamboghini Aventador dan Acura NSX. Dalam beberapa video lainnya misalnya di Youtube, Concept One juga berhasil mengalahkan Porsche 918 Spyder dan Ferrari LaFerrari. Satu lagi deh, bahkan Bugatti Veyron juga kalah!

Dominasi Concept One di level hypercar ini kemudian diteruskan oleh hadirnya Concept Two dengan spek yang semakin brutal lagi.

Concept Two (C Two)

Rimac: Produsen Mobil Listrik Hypercar Pertama Di Dunia

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya 8-18 Maret 2018 di Geneva Motor Show, Rimac memperkenalkan mobil listrik keduanya yang dinamakan Concept Two (C Two).

Mobil ini memiliki spek yang jauh lebih dahsyat lagi dibandingkan dengan Concept One yang notabene sudah mampu menggilas supercar dan hypercar bertenaga bensin & hybrid. C Two didesain dengan konfigurasi 4 motor listrik di setiap bannya yang dipasangkan dengan 1 gearbox di depan dan sepasang gearbox di belakang. Konfigurasi ini memungkinkan mobil untuk memiliki torsi yang instan sehingga mampu berakselarasi dengan seketika dan mencapai top speed yang tinggi.

C Two memiliki power yang sangat brutal, hampir mencapai 2000 hp, tepatnya 1914 hp di awal pertama kali diperkenalkan. Seperti Concept One, mobil ini kemungkinan besar akan mendapat upgrade sampai pada final versionnya. Dengan power tersebut dan torsi sebesar 2.300 Nm, C Two sanggup melesat dari 0-100 km/jam selama 1.85 detik saja! Kebayang kan gimana cepatnya? Belum ditambah top speed mobil yang bisa mencapai 412 km/j. Ini semakin membuat berbagai kalangan menilai bahwa masa depan mobil listrik khususnya dalam hypercar terlihat sangat cerah.

Bila Concept One sebelumnya hanya diproduksi dan dijual sebanyak 8 unit saja. C Two rencananya akan dibuat sebanyak 150 unit. Ini dikarenakan faktor kesuksesan ditambah dukungan investor yang membuat Rimac mampu menambah jumlah karyawan dan pabriknya. Saat ini memang Rimac menggandakan jumlah karyawannya dari 150 orang menjadi sekitar 300 orang. Uniknya kebanyakan karyawan Rimac memiliki rata-rata umur 30, masih berusia muda seperti foundernya. Bahkan banyak diantaranya merupakan lulusan fresh graduate dari universitas.

Untuk harga dari C Two sendiri memang belum diumumkan secara resmi. Tapi kabarnya mobil ini berharga dua kali lipat dari mobil sebelumnya yaitu seharga 1,7 juta Euro atau sekitar 28,7 milyar rupiah. Ada yang mau beli? hehe.

Demikian ulasan kali ini. Melihat kisah sukses Rimac memang sangat mengagumkan di usianya yang terbilang muda. Berbicara soal mobil listrik pasti kita akan teringat juga dengan mobil listrik buatan Indonesia. Entah itu SMK, Tucuxi, Selo, atau Ezzy II, rasanya talenta-talenta seperti Rimac ini sudah ada. Sayangnya entah karena politik atau apapun itu, mobil listrik buatan dalam negeri seringkali muncul tenggelam. Tapi ya mudah-mudahan saja kedepannya akan lebih baik lagi.

Ada yang mau menambahkan atau berkomentar?

Untuk ulasan dan bahasan menarik lainnya, ikuti juga Facebook Page kita ya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *