Teknik Mengemudi: Memahami Racing Line


Kembali ke segmen teknik mengemudi, kali ini kita akan membahas mengenai racing line.

Sesuai dengan namanya, racing line merupakan garis imajiner yang digunakan saat balap terutama pada saat mobil berbelok atau cornering.

Straight roads are for fast cars, turns are for fast drivers.” – Colin McRae

Sebenarnya racing line ini tidak hanya ada ketika saat berbelok saja, pada saat lurus pun garis ini tetap ada. Meskipun demikian, pada saat kondisi lurus memang tidak banyak yang dilakukan. Kita hanya mengandalkan pedal gas dan power mesin. Pada belokanlah, teknik, skill dan tentunya keberanian seorang pengemudi diuji.

Tujuan dari racing line adalah minimalisasi waktu tempuh. Seberapa cepat kita bisa masuk ke dalam dan ke luar dari sebuah belokan. Racing line juga digunakan untuk melakukan manuver dalam belokan baik itu overtake (attacking) maupun saat defending.

Kembali saya ingatkan, saya bukanlah seorang sembalap. Sama halnya dengan tujuan blog ini, bahasan ini saya tulis dengan tujuan untuk belajar melalui menulis. Jadi, silahkan nantinya apabila ada yang ingin mengoreksi, menambahkan atau berbagi pengalamannya mengenai racing line ini.

Kita mulai saja.

Istilah dan Bagian dari Sebuah Belokan

Teknik Mengemudi: Memahami Racing Line

Sebelum membahas lebih lanjut, marilah kita kenali beberapa istilah dalam racing line. Sebuah belokan akan terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut.

  1. Braking Point (Titik Pengereman) yaitu bagian sebelum belokan dimana kita akan mulai melakukan pengeraman untuk mengurangi laju mobil sebelum masuk ke dalam belokan.
  2. Turn-in Point (Titik Berbelok) yaitu posisi setelah/selagi pengereman dimana kita mulai membelokkan/ mengarahkan steering mobil memasuki sebuah belokan. Kita bisa berbelok sambil tetap mengerem yang dinamakan dengan teknik Trail Braking.
  3. Apex adalah titik puncak sebuah belokan yang terletak di bagian sudut dalam belokan. Apex merupakan fase transisi atau perpindahan antara masuk belokan (entry) dan keluar belokan (exit). Setelah mobil menyentuh apex, kita akan menekan kembali pedal gas untuk keluar dari belokan.
  4. Exit Point (Titik Keluar) yaitu bagian akhir dari sebuah belokan. Pada titik ini mobil akan dijajal untuk melaju dengan kecepatan penuh (full throttle).

 Hal-Hal yang Mempengaruhi Racing Line

Jenis atau bentuk dari racing line tidak hanya satu. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan sebuah racing line adalah sebagai berikut.

  1. Handling Mobil. Karakter mobil akan mempengaruhi racing line. Apakah mobil kita cenderung understeer atau oversteer?
  2. Power Mobil. Seberapa besar power mobil kita? Racing line pada mobil dengan power tidak terlalu besar akan berbeda dengan mobil dengan power yang besar.
  3. Kemampuan Pengereman. Seberapa cepat mobil dapat menurunkan kecepatan untuk kemudian berbelok? Mobil dengan pengereman yang baik dapat melakukan akselarasi maksimal lalu mengerem dengan cepat sampai pada titik berbelok yang diinginkan.
  4. Jenis Lintasan Sesudah Belokan. Sesudah titik keluar belokan apakah jalur/ lintasan selanjutnya? apakah lurusan panjang, atau akan kembali berbelok ke kanan/ kiri? Ini akan sangat mempengaruhi racing line yang akan kita ambil.
  5. Passing. Belokan seringkali menjadi tempat bertarung para pembalap. Disinilah biasanya terjadi overtake, serangan untuk mendahului lawan. Racing line akan tergantung dari posisi mobil yang attacking atau defending ketika berbelok.

 The Geometric Racing Line

Teknik Mengemudi: Memahami Racing Line

Geometric Racing Line atau kita sebut saja dengan racing line geometris adalah garis lintasan yang melengkung secara geometris mengikuti sebuah belokan. Apex pada garis lintasan ini terletak tepat di tengah bagian sudut dalam belokan.

Garis lintasan geometris menggunakan area bagian luar track ketika entry dan setelah melewati apex, mobil juga akan exit melebar pada bagian luar track. Meskipun secara matematika, garis lintasan ini merupakan jalur terbaik untuk berbelok tetapi bukanlah selalu garis lintasan yang tercepat. Garis lintasan geometris sering juga disebut dengan istilah Classic/ Traditional Line.

Kelebihan dari garis lintasan geometris adalah sebagai berikut.

  1. Jalur lintasan yang mulus dan efisien.
  2. Dapat menjaga momentum mobil dengan baik, terutama sangat berguna untuk mobil dengan power yang tidak terlalu besar.
  3. Mengurangi kemungkinan terjadinya understeer atau oversteer. Sangat berguna ketika kondisi hujan atau jalan licin.
  4. Lebih menjaga umur ban (lebih awet).

Modern Racing LineTeknik Mengemudi: Memahami Racing Line

Garis lintasan selanjutnya adalah modern racing line yang sering juga disebut dengan istilah Ideal Racing Line atau Late Apex. Garis lintasan ini sangat ideal digunakan ketika balapan.

Pada garis lintasan modern, posisi titik berbelok (turn-in point) lebih akhir dibandingkan dengan garis lintasan geometris. Hal ini membuat titik apex bergeser  dari tengah sudut dalam belokan ke arah keluar belokan (late apex). Dengan garis lintasan ini, kecepatan entry, masuk kedalam belokan memang agak sedikit berkurang. Tetapi kecepatan keluar dari belokan akan jauh lebih cepat.

Kelebihan dari garis lintasan modern adalah sebagai berikut.

  1. Meningkatkan kecepatan lap time pada mobil dengan power besar.
  2. Memungkinkan pengemudi lebih cepat menjajal kembali pedal gas.
  3. Sangat berguna untuk belokan sebelum jalur lintasan lurus yang panjang.
  4. Memungkinkan untuk mengerem lebih sebentar (lebih akhir) sebelum masuk belokan. Tentunya ini membutuhkan sistem pengereman mobil yang baik.

Kekurangan dari garis lintasan modern adalah sebagai berikut.

  1. Belum tentu rute tercepat pada mobil dengan power yang tidak terlalu besar.
  2. Memberikan beban kerja yang besar pada ban sehingga lebih mengurangi umur ban.

 

Jenis Lintasan Sesudah Belokan

Teknik Mengemudi: Memahami Racing Line

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, jenis lintasan setelah belokan akan mempengaruhi pengambilan racing line. Sesudah titik keluar belokan apakah jalur/ lintasan selanjutnya? apakah lurusan panjang, atau akan kembali berbelok ke kanan/ kiri?

Misalnya, apabila kita berbelok ke kanan lalu kemudian akan jalur lintasan sesudahnya adalah berbelok ke kiri. Pada saat ini, idealnya kita mengakhirkan pengereman, mengambil late apex dan setelahnya mengambil jalur kanan untuk siap-siap berbelok ke kiri. Sebaliknya, apabila kita berbelok ke kanan lalu tak lama kemudian belok lagi ke kanan, maka setelah apex kita lebih baik melebar ke kiri.

Pada gambar diatas dapat kita lihat map notes yang termasuk di dalamnya acuan racing line yang akan ditempuh pembalap.

Demikian ulasan kali ini. Dalam balapan, belok itu tidak asal begitu saja belok, tetapi dibutuhkan perhitungan serta pemahaman racing line yang cermat agar kita bisa melesat cepat di belokan. Ada yang mau berkomentar atau menambahkan?

Untuk teknik mengemudi lanjutan (advance/ performance driving) lainnya, bisa kita lihat disini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *