Anggapan Yang Masih Dipercaya Ketika Beli Mobil Bekas

Anggapan Yang Masih Dipercaya Ketika Beli Mobil Bekas

Beli mobil bekas tentu berbeda dengan mobil baru. Beli mobil baru jauh lebih simpel. Pilih merk, model, dan warnanya, siapkan budgetnya, lalu datang atau kontak ke dealer. Bayar dan selesai sudah. Kita juga tidak perlu khawatir mengenai kondisi mobil. Tentunya mobil baru terjamin dan juga bergaransi, biasanya 3-5 tahun.

Bandingkan dengan beli mobil bekas.

Seringkali prosesnya lebih ruwet dan membutuhkan waktu yang lama. Bahkan terkadang bisa berbulan-bulan. Mulai dari searching2 via berbagai media iklan online, kontak2, lalu survey cek mobilnya. Tidak cocok? ulangi lagi searching2, kontak2, lalu survey.

Proses survey atau cek mobil pun tidak sebentar. Dibutuhkan pengetahuan serta ketelitian. Terkadang sampai nyari montir yang bisa dibawa survey. Atau kalo ga ada, nyari temen yang agak paham mesin. Belum ditambah test drive, kadang harus dibawa juga ke tol biar bisa tes di kecepatan tinggi.

Semuanya bisa tambah lebih lama lagi bila mobil yang kita cari merupakan mobil tua/ klasik yang sudah agak jarang atau ketika kita menginginkan mobil dengan satu warna yang spesifik.

Tapi ya, begitulah seninya.

Nah, berbicara tentang beli mobil bekas, seringkali kita menemukan anggapan-anggapan yang dipercaya orang. Apakah anggapan yang menyesatkan? Mitos? Tidak, anggapan-anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar.

Jadi jangan sampai kita menganggapnya sebagai fakta. Kalo begitu barulah bisa jadi menyesatkan.

Dalam ulasan kali ini kita akan membahas beberapa anggapan yang masih dipercaya ketika beli mobil bekas. Ulasan ini merupakan opini pribadi, jadi santai aja, ga perlu terlalu serius hehe.

Kita mulai saja, siapkan kopinya.

Mobil Bekas Dokter

Anggapan Yang Masih Dipercaya Ketika Beli Mobil Bekas

Ini tidak jarang kita temukan di deskripsi iklan mobil bekas. “Mobil bekas dokter” atau “Eks dokter“. Semacam menjadi nilai lebih yang dapat mempengaruhi orang untuk mempercayai kualitas mobil bekas tersebut.

Mobilnya dianggap barang terawat karena yang punyanya dokter. Apakah karena dokter jadi sering merawat mobilnya? Ya belum tentu juga. Kalo merawat pasien sih iya haha.

Mobil bekas dokter dianggap terawat karena hal-hal sebagai berikut.

  1. Finansialnya bagus. Duitnya gakan juga pas-pasan. Jadi pasti servisnya rajin, ga pake barang KW, selalu servis di bengkel resmi.
  2. Well educated, jadi pasti sudah banyak baca atau tau tentang perawatan mobil .
  3. Dokter kan bersih serta rajin merawat dan mengobati jadi ya servisnya pasti teratur sesuai jadwal kayak minum obat.
  4. Sifat dokter yang kalem, tenang, tidak sembrono. Gakan juga mobil dibawa ngebut-ngebut atau seruduk sana-sini. Mesin dan body aman lah.

Anggapan yang logis bukan?

Tetapi ini bukanlah sebuah fakta. Jadi ya bukan sebuah jaminan. Sama saja sebenarnya. Bahkan bisa dibilang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Dokter yang tidak bisa merawat mobil banyak, orang umum yang bisa merawat mobil juga banyak.

Balik lagi ke orangnya kayak gimana.

Mobil Bekas Cewek

Nah ini sama juga seperti bekas dokter. Kita sering juga nemu deskripsi iklan yang memuat “Mobil bekas cewek” atau “eks pakai cewek“. Apa hubungannya coba? Malah ini bisa jauh lebih menyesatkan daripada mobil bekas dokter.

Tanpa bermaksud mengecilkan tetapi cewek kemungkinan besar pengetahuan mekanikal atau otomotifnya lebih kecil dibanding cowok. Hal-hal kecil seperti ganti oli, kampas rem dan semacamnya yang lumrah buat cowok, untuk cewek belum tentu dimengerti. Itulah kenapa saya justru malah menghindari apabila ada tulisan mobil bekas cewek hehe.

Meskipun, pada umumnya memang cewek lebih apik dibandingkan cowok. Mobil ga akan dipake geber-geberan atau dimodif aneh-aneh. Pokoknya standar lah. Kecuali satu hal, biasanya sih interiornya lebih “fabulous”.

Mobil Eks Taksi

Anggapan Yang Masih Dipercaya Ketika Beli Mobil Bekas

Mobil eks taksi? Mendengar ini kebanyakan orang umumnya memiliki komentar yang mirip-mirip. Mobil capek, jelek, banyak penyakitnya, ga worthed, dan lainnya.

Tapi apakah benar seperti itu?

Mobil capek? Iya. Kilometer mobil ekstasi biasanya di atas 250ribuan ke atas. Tidak jarang juga bisa mencapai kisaran 300 bahkan 400 km!

Ga worthed? Belum tentu.

Coba kita pikirkan. Kita tidak akan dapat mobil bekas pribadi berumur 6 tahun dibawah 80 juta. Ya bisa saja sih, cari LCGC bekas tapi itupun di kisaran 90-100 juta. Selain itu tentunya berbeda kenyamanan dan prestigenya dengan mobil sedan.

Mobil terutama mobil Jepang itu dibuat dengan fokus di reliability dan practical. Singkatnya, mobil Jepang itu handal dan tangguh. Jadi, selama kita beli mobil ekstasi di armada yang memang punya aturan servis rutin yang baik, besar kemungkinan sektor mesin dan kelistrikan baik-baik saja. Penggunaan 5-6 tahun dengan maintenace rutin, meskipun kilometer sudah ratusan ribu, mesin masih prima.

Tapi ini tidak berlaku pada sektor kaki-kaki yang memang ada umurnya. Biasanya sektor kaki-kaki inilah yang benar-benar harus diperhatikan.

Jadi menurut saya, mobil ekstasi worthed asal kita pilihnya teliti. Gimana cara memilihnya? Saya coba jelaskan singkat saja.

  1. Cek mobil bekas taksi sama dengan mobil bekas lainnya. Ada puluhan tips diluar sana, googling aja sendiri hehe.
  2. Kalo perlu bawa montir. Mending bayar 100-200 ribu daripada tar keluar duit berkali-kali lipat dari situ.
  3. Wajib test drive di luar pool. Test juga lari di tol untuk melihat kondisi dan performa mobil saat kecepatan tinggi.
  4. Jangan segan-segan. Kalo memang sudah niat beli, testnya beberapa mobil. Kalo perlu test 4-5 mobil.

Angka Kilometer Pada Speedometer

Jumlah kilometer pada speedometer seringkali menjadi salah satu acuan utama dalam pertimbangan membeli mobil bekas. Mobil kilometer rendah tentu menggiurkan dengan anggapan mobil tersebut jarang dipakai dan masih fit.

Itulah kenapa tidak sedikit penjual yang mencantumkan kilometer speedometer mereka dalam iklannya. “Mobil xx terawat kilometer rendah“. Seringkali ini menjadi penggoda yang handal terutama bagi yang awam.

Hati-hati, karena sekarang ini tidak bisa lagi dijadikan acuan utama. Mengutak-atik speedometer alias mengubahnya sekarang sudah menjadi hal yang mudah. Mau analog ataupun digital, sekarang semuanya bisa dirubah. Akal-akalan ini sudah menjadi hal yang tidak aneh lagi terutama di kalangan dealer mobil bekas yang nakal.

Jangan salah, penjual pribadi pun tetap harus diwaspadai. Untuk mengubah speedometer kita hanya tinggal pergi ke bengkel yang bisa mengerjakan pekerjaan ini. Prosesnya hanya 15 menit dan ongkosnya 200ribu-1,5 juta tergantung mobilnya.

Catatan servis terakhir pun tidak banyak membantu karena seringkali penjual nakal mengubah kilometer disesuaikan dengan service record terakhir mereka. Misal, servis terakhir tercatat jarak tempuh 40ribu km, sedangkan saat ini jarak tempuh sudah menjadi 80ribu km. Nah, si penjual mengubahnya ke 40ribu dilebihin dikit, misal menjadi 47ribu km.

Lalu bagaimana menyikapinya?

Jangan termakan iklan kilometer rendah. Speedometer jangan menjadi pertimbangan utama membeli mobil bekas. Cukup jadikan salah satu pertimbangan saja. Pertimbangan lainnya yang lebih utama tentu tetap pada cek kondisi real mobil sebagaimana layaknya membeli mobil bekas. Body, mesin, kaki-kaki, dan seterusnya.

Body Lebih Penting Daripada Mesin

Ok yang ini mungkin rentan menjadi perdebatan. Body dan mesin tentunya merupakan sektor penting yang harus diperhatikan ketika membeli mobil bekas. Apabila kita pilih yang mana yang mesti didahulukan, akan ada dua kubu. Yang satu yang menganggap body lebih penting, sedangkan yang lainnya menganggap mesin lebih penting.

Mana yang benar?

Menurut saya, mesin lebih penting.

Banyak orang menganggap body lebih penting karena perbaikannya harus menyeluruh. Ga bisa setengah-setengah. Misal repair dan cat, total bisa diatas 10juta. Sedangkan mesin bisa kita cicil perbaikannya, bertahap benerin jadi tidak terlalu berat. Perbaikan mesin mobkas pun rata-rata totalnya di kisaran 5 juta saja.

Alasan lainnya berdasarkan body lebih terlihat dari luar. Mudah sekali termakan pemikiran bahwa mobil bagus terawat adalah mobil dengan kondisi body yang ‘mulus’. Ini juga dikuatkan dengan alasan body mobil mencerminkan perawatan mobil lainnya secara kesuluruhan. Body bagus ya mesin kaki2 dan lainnya bagus juga.

Mesin lebih penting karena mendeteksi kerusakannya seringkali tidak semudah pada body. Apabila kita tidak cermat, kita akan mendapat mobil bersih mengkilat dengan kondisi mesin kasar atau bahkan bobrok. kalo sudah begini bakal runyam. Ok perbaikannya bisa dicicil, tetapi ditotal-total angkanya bisa dua kali lipat perbaikan body. Apalagi bila harus tambah turun mesin.

Perbaikan mobil 5jutaan memang betul tetapi ini untuk skala perbaikan ‘normal’ (basic) mobkas atau perbaikan mobkas yang sudah berumur yang sparepartnya murah. Lain ceritanya bila perbaikannya disana-sini atau tambah lagi mobilnya tipe dengan sparepart mahal semisal mobil Eropa.

Kembali, saya lebih mending mobil agak jelek tapi mesin halus dan enak, dibanding mobil bersih mengkilat tapi mesin kasar. Body sih bersih mengkilat, giliran mesin ngadat mogok dijalan. Pilih mana?

Mobil Bekas Tidak Reliable

Anggapan Yang Masih Dipercaya Ketika Beli Mobil Bekas

Ini juga termasuk anggapan yang paling umum dan banyak dipercayai orang. Inilah kenapa juga banyak orang yang rela atau memaksakan mengkredit demi mobil baru. Duit yang sebenarnya cukup untuk beli cash mobkas dijadikan DP untuk nyicil mobil baru.

Alasannya? Mobil bekas beresiko, khawatir banyak penyakitnya, rentan rusak atau semacamnya.

Stigma mobil bekas rentan rusak tidaklah benar. Mobil bukanlah produk fragile yang rentan rusak. Sebuah mobil dapat mencapai jarak tempuh di atas 100ribu km tanpa membutuhkan perbaikan besar. Apalagi bila maintenance nya teratur. Selama kita jeli dan cermat memilihnya, mobkas lebih menguntungkan dibanding mobil baru.

Depresiasi adalah pengeluaran terbesar dalam mobil. Sebuah mobil baru ketika kita beli itu sudah turun kastanya berubah menjadi mobil bekas. Jadi tepat di saat mobil itu kita beli, harganya sudah turun! Selain itu, mobil baru akan kehilangan harganya sebanyak 15-25 persen di tahun pertamanya. Anggap kita beli LCGC harga 120 juta, dikali 20% berarti kita sudah kehilangan 24 juta!

Hal ini diperparah dengan ditambah adanya bunga tiap bulannya apabila kita belinya nyicil. Tinggal dihitung saja berapa tuh total duit yang hilang.

Depresiasi dan bunga ini memang tak terasa tak terlihat. Banyak orang yang ga ngeh bahwa mereka hilang 24 juta atau bahkan lebih dalam tahun pertamanya beli mobil baru.

Bandingkan dengan mobkas yang bila kita cermat memilihnya, ongkos perbaikan/ restorasi standar umumnya di kisaran 3-5 juta saja.

Saya tidak akan panjang membahas new car vs used car ini. Yang jelas mobil bekas tidak reliable adalah anggapan yang tidak benar.

Demikian ulasan kali ini.

Kembali, ini bersifat opini ya, jadi sangat mungkin ada perbedaan pandangan diantara kita hehe. Yang jelas, anggapan-anggapan mengenai beli mobil bekas yang kita temui itu tidaklah sepenuhnya benar ataupun juga tidak sepenuhnya salah. Jadi janganlah kita menganggapnya menjadi sebuah fakta, karena barulah ketika itu anggapan tersebut menjadi menyesatkan.

Ada tambahan atau komentar? Anggapan mana yang paling kalian tidak setujui?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 thoughts on “Anggapan Yang Masih Dipercaya Ketika Beli Mobil Bekas”