Arti Sticker JDM dan Sticker Mobil Jepang Lainnya 2


Pernah melihat sticker JDM berbentuk daun? Tentu sticker berwarna kuning hijau tersebut sudah tidak asing lagi. Meskipun sticker ini identik dengan JDM, ternyata sticker ini bukanlah sticker JDM melainkan simbol jenis pengendara mobil di Jepang.

Jepang sudah lama dikenal dengan berbagai karakter positifnya semisal kebersihan, keuletan, atau disiplin. Selain itu, Jepang juga memang negara yang sangat apik, teliti, dan tertib. Saya pernah dengar sampah sebelum dibuang itu dipilah-pilah dulu. Dipisahkan antar sampah organik dan anorganik. Bahkan kertas yang ada staplesnya saja dilepasin dulu staplesnya. Karena kertas itu organik, sedangkan staplesnya kan besi, jadi anorganik. Luar biasa bukan!

Nah, di Jepang mobil itu ada sticker untuk menandakan jenis pengendaranya. Dengan melihat sticker tersebut kita bisa mengetahui jenis orang yang membawa itu mobil. Ada sticker yang menandakan pemula, orang tua jompo, orang cacat, dan orang kurang pendengaran.

Bukan hanya untuk mengetahui jenis pengendaranya saja. Sticker ini juga ditujukan untuk aturan harus bagaimana bila kita menjumpai mobil dengan sticker-sticker tersebut. Misalnya, kita tidak boleh mendahului lalu memotong mobil tersebut. Kalo melanggar, ya kena denda!

Tujuan sticker-sticker ini tentunya untuk keselamatan dan ketertiban jalan.

Dalam ulasan kali ini kita akan membahas sticker-sticker tersebut. Tema ulasan ini merupakan masukan dari diecaster Agan Roy. Sebelumnya kita sudah pernah membahas singkat di akun Instagram kita.

Sudah siap kopinya?

Kita mulai saja.

Sticker Wakaba/Shoshinsha – Pengemudi Pemula

Arti Sticker JDM dan Sticker Mobil Jepang Lainnya

Di Indonesia, setelah mendapatkan SIM, tidak ada tanda yang menunjukkan bahwa kita adalah pengemudi pemula. Kita bebas berkeliaran di jalanan tanpa orang tahu kita baru bisa nyetir mobil 2 minggu yang lalu haha.

Nah di Jepang sana tidaklah demikian.

Setelah mendapatkan SIM, kita harus menempelkan sticker Shoshinsha di mobil kita selama satu tahun. Sticker ini berbentuk V seperti daun sehingga orang juga menyebutnya Wakaba Mark. Wakaba artinya daun muda yang dalam hal ini melambangkan pengemudi pemula. Penempatan sticker ini adalah di depan dan belakang mobil.

Apabila kita tidak menempelkan sticker ini, kita akan didenda sebesar 4000 Yen atau sekitar 500 ribu Rupiah. Kita juga akan kehilangan 1 point dari SIM kita.

Misalkan setelah satu tahun tetapi kita merasa belum juga mahir mengemudi, kita diperbolehkan untuk tetap menempelkan sticker Wakaba.

Bila kita menemukan mobil dengan sticker Wakaba, kita tidak boleh melajukan mobil kita ke samping mobil pemula ini. Kita juga tidak boleh memotong di depan mobil tersebut. Bila melanggar, kita akan dikenakan denda sekitar 650-900 ribu Rupiah serta kehilangan 1 point dari SIM kita.

Selain dalam mobil, simbol Wakaba juga digunakan dalam beberapa hal lainnya. Misalnya untuk menandakan ibu baru di rumah sakit ataupun untuk menandakan karyawan kantor baru.

Menariknya, sticker Wakaba ini juga menyebar di berbagai belahan dunia lainnya. Para pecinta mobil Jepang menempelkan sticker ini agar mobil mereka terlihat bergaya Jepang atau JDM. Dari sinilah kemudian sticker Wakaba ini menjadi imej sticker JDM.

Bukan hanya itu saja, simbol Wakaba juga digunakan pada beberapa video games untuk pilihan kesulitan “easy” atau “beginner”. Pada emoji kita juga bisa menemukan emoji Wakaba. Bisa jadi simbol ini mungkin suatu saat akan menjadi simbol internasional untuk menandakan pemula.

Sticker Koreisha/Momiji/Yotsuba – Pengemudi Lanjut Usia (Jompo)

Arti Sticker JDM dan Sticker Mobil Jepang Lainnya

Pernah berada di belakang mobil yang lambat serta terkadang membingungkan? Pas kita susul eh ternyata emak-emak atau tepatnya nenek-nenek hehe.

Nah di Jepang sana, kita tidak akan terlalu bingung dengan ini. Untuk pengemudi yang lanjut usia, pada mobilnya akan ada sticker yang melambangkan pengemudi lanjut usia. Dengan demikian, kita bisa berhati-hati dan lebih pasti dalam menjalankan mobil.

Koreisha dalam bahasa Jepang artinya senior citizen alias warga negara usia lanjut. Sticker Koreisha ini berbentuk tetesan air berwarna merah-kuning. Tapi, sebenarnya ini menggambarkan daun musim gugur (Momoji). Pada 2011 pemerintah Jepang mengganti simbol ini karena dirasa kurang dipergunakan. Mereka menggantinya dengan simbol daun semanggi berkelopak empat (Yotsuba).

Kenapa diganti dengan Yotsuba?

Meski negara yang maju dan canggih, warga Jepang dikenal percaya dengan mitos dan tahayul. Ironis ya hehe. Ramalan bintang, jimat, kesialan, kutukan, dan lainnya masih sangat populer di Jepang.

Nah Yotsuba ini dikenal sebagai good luck charm alias jimat pembawa keberuntungan. Sehingga diharapkan Yotsuba sign akan lebih dipakai oleh orang tua dibanding simbol sebelumnya. Apalagi simbol sebelumnya berupa daun musim gugur mungkin agak tidak enak juga dipakai seakan-akan melambangkan orang tua yang sudah menjelang akhir hayat hehe.

Selain itu pada bagian tengah design simbolnya terlihat huruf S yang melambangkan “Senior”.

Untuk pengemudi berumur 70 tahun ke atas, tidak dikenakan denda bila tidak menggunakan sticker ini. Hanya dianjurkan saja. Tapi, untuk yang usianya 75 tahun keatas, barulah dikenakan denda.

Sama seperti sticker Wakaba. Bila kita menemukan mobil dengan sticker Koreisha, kita tidak boleh melajukan mobil kita ke samping mobil tersebut. Kita juga tidak boleh memotong di depan mobil tersebut. Bila melanggar, kita akan dikenakan denda sekitar 650-900 ribu Rupiah serta kehilangan 1 point dari SIM kita.

Oya, di luar Jepang, orang seringkali memasangkan sticker ini di mobil klasik Jepang.

Sticker Choukaku Shougai – Pengemudi dengan Pendengaran yang Kurang

Arti Sticker JDM dan Sticker Mobil Jepang Lainnya

Choukaku Shougai artinya tuli atau punya masalah dengan pendengaran (tuna rungu). Jelaslah ya, sticker ini wajib dipasang oleh pengemudi yang punya masalah dengan pendengarannya. Ini sangat penting bagi keselamatan di jalan. Oleh karena itu, bila tidak menggunakan stickernya, Pemerintah akan mendenda sekitar 500 ribu Rupiah dan kehilangan 1 point pada SIM.

Bila kita menemukan mobil dengan sticker Choukaku Shougai, kita tidak boleh melajukan mobil kita ke samping mobil tersebut. Kita juga tidak boleh memotong di depan mobil tersebut. Bila melanggar, kita akan dikenakan denda sekitar 650-900 ribu Rupiah serta kehilangan 1 point dari SIM kita.

Stikcer Choukaku Shougai berbentuk kupu-kupu berwarna kuning dengan latar hijau. Bentuk (sayao) kupu-kupu ini melambangkan dua daun telinga.

Sticker Shintai Shougai Mark – Pengemudi Cacat

Arti Sticker JDM dan Sticker Mobil Jepang Lainnya

Pernah melihat simbol untuk orang cacat? Gambar orang dengan kursi roda berwarna biru putih. Biasanya ini ada di kantor-kantor, rumah sakit atau tempat parkir.

Nah untuk pengemudi cacat di Jepang, harus menggunakan sticker Shintai Shougai (cacat). Tapi Jepang tidak menggunakan simbol internasional kursi roda tadi. Sama dengan sticker-sticker sebelumnya, mereka menggantinya dengan simbol alam.

Sticker Shintai Shougai sama berwarna putih biru, hanya saja simbolnya berupa daun semanggi putih. Sepertinya sama halnya dengan Yotsuba Sign, ini juga dimaksudkan sebagai good luck charm.

Berbeda dengan sticker-sticker sebelumnya, sticker Shintai Shougai tidak dikenakan denda apabila tidak dipergunakan. Pemerintah hanya menganjurkannya saja. Tetapi, sama halnya dengan sticker lainnya, kita harus waspada dengan mobil dengan sticker Shintai Shougai.

Peraturan yang sama tetap diterapkan. Kita tidak boleh melajukan mobil kita ke samping mobil tersebut. Kita juga tidak boleh memotong di depan mobil tersebut. Bila melanggar, kita akan dikenakan denda sekitar 650-900 ribu Rupiah serta kehilangan 1 point dari SIM kita.

Demikian ulasan kali ini. Sticker-sticker yang melambangkan pengemudi ini bukan hanya ada di Jepang. DI belahan negara lainnya pun banyak yang sudah menggunakan sticker semacamnya. Misalnya, ada yang menggunakan sticker huruf L (Learner/ masih belajar) atau huruf P (Probationary/ percobaan). Di negara tetangga kita, Malaysia dan Singapura sudah menggunakan ini.

Wah kapan ya Indonesia pakai juga?

Gimana nih, ada yang mau menambahkan atau berkomentar? Atau ada yang pakai sticker JDM Wakaba di mobilnya?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Arti Sticker JDM dan Sticker Mobil Jepang Lainnya

  • Sandra

    Kalau untuk yang sudah Pro atau Min 5 tahun sudah lancar mengemudi, apa ada stickernya juga?
    ini yang pake sticker Wakaba banyak nih berkeliaran di jalanan Indonesia., hahaha

    • bequietndrive Post author

      Setau kita sih ngga. Tapi asik juga ya klo ada. Pas liat di jalan, “wah pengemudi pro nih ada sticker lisensinya” haha.

      Bener, suka nemu itu yg pake wakaba sticker. Cuman klo yang pake mobil klasik Jepang ga pernah nemu yang tempel sticker Momiji/ Yotsuba. Lumayan masih jarang/ unik tuh hehe.