Ayrton Senna: A Truly Outstanding Talent in GP Racing


Ayrton Senna da Silva adalah pembalap legendaris Formula 1 berkebangsaan Brazil yang seringkali disebut-sebut sebagai pembalap terbaik dan sangat berpengaruh dalam dunia motorsport. Hal ini disebabkan karena perjalanan hidupnya yang penuh drama dan tentunya skill balapnya yang luar biasa. Karirnya di Formula 1 yang bisa dibilang cukup singkat ditutup dengan kematian yang menggemparkan dunia. Kecelakaan fatal yang merenggut nyawanya sampai saat ini menjadi salah satu moment sejarah yang penting di dalam dunia balap mobil.

Kemampuan balap Senna sudah diakui sebagai salah satu talenta yang sangat mengagumkan. Kemampuan mengemudinya di track basah dalam kondisi hujan yang sangat memukau membuat ia mendapat julukan The Rain Man. Dalam perjalanan karirnya yang cukup singkat, Senna telah sukses menjuarai GP Monaco sebanyak 6 kali yang kemudian membuat ia disebut sebagai Master of Monaco. Kepiawaiannya dalam kualifikasi pun sangatlah cemerlang. Ia seringkali mendapat posisi start terdepan dalam balapan. Senna mencatat 65 kali posisi start terdepan dalam 162 balapan sebelum dipecahkan oleh Michael Schumacher yang mencatat 65 kali start terdepan dalam 236 balapan. Perlu dicatat bahwa mobil yang digunakan Senna tentu tidaklah se-reliable Schumacher. Ditambah Senna juga memiliki beban tekanan dari intrik persaingan sesama rekan satu tim.

Seluruh kemampuannya yang luar biasa dikukuhkan dengan 3 kali juara dunia di tahun 1988, 1990, dan 1991. Sepanjang kariernya, Ayrton Senna telah memenangi 41 Grand Prix.

“And suddenly I realised that I was no longer driving the car consciously. I was driving it by a kind of instinct, only I was in a different dimension.” –Ayrton Senna

An Explosive Rivalry

Ayrton Senna: A Truly Outstanding Talent in GP Racing

Pada tahun 1988, Ayrton Senna bergabung dengan tim Mclaren-Honda bersama dengan pembalap asal Prancis, Alain Prost. Disinilah drama rivalitas keduanya dimulai.

Meskipun masih satu tim, Senna dan Prost memiliki rivalitas tinggi yang sangat dramatis. Di tahun 1988 dari 16 Grand Prix, mereka berdua memenangkan semua Grand Prix kecuali 1 Grand Prix. Senna dan Prost bersaing sangat ketat dan secara bergantian juara. Senna akhirnya memenangkan juara dunia dengan hanya selisih 3 point diatas Prost. Kebayang kan gimana sengitnya pertarungan keduanya?

Berbeda dengan Niki Lauda dan James Hunt, hubungan Senna dan Prost berkembang menjadi sebuah hubungan yang tidak bersahabat. Rivalitas antara keduanya tidak diwarnai keindahan sportifitas dan persahabatan. Keduanya bertarung sengit layaknya musuh besar. Pada tahun 1989 keduanya bertabrakan, Prost disinyalir sengaja menabrakan mobilnya kepada mobil Senna. Pada tahun selanjutnya yaitu 1990, mereka kembali bertabrakan. Kali ini giliran Senna yang disinyalir sengaja menabrakkan mobilnya.

Rivalitas keduanya sangatlah seru dan menegangkan. Bahkan sampai saat ini, fans keduanya seringkali beradu argumen menjadi dua kubu yang berbeda.

The Death of Ayrton Senna

Ayrton Senna: A Truly Outstanding Talent in GP Racing

Kematian Ayrton Senna merupakan salah satu moment bersejarah dalam dunia motorsport. Perjalanan karirnya yang memukau ditutup dengan sangat mengejutkan. Kecelakaan tragis yang merenggut nyawanya terjadi pada 1 Mei 1994 tepatnya di Grand Prix San Marino, Italia.

Bukan hanya kematian Senna saja, beberapa kecelakaan dan juga kematian terjadi pada Grand Prix ini. Tidak heran moment ini kemudian dinamakan sebagai hari terkelam dalam sejarah Formula 1 (Blackest Day for Grand Prix Racing)

Dimulai dengan kecelakaan Rubens Barrichello yang terjadi pada saat latihan. Mobilnya melayang ke udara dan jatuh terbalik. Barrichello adalah pembalap yang juga berkebangsaan sama dengan Senna yaitu Brazil. Ia juga sering mendapat masukan dan arahan dari Senna. Kejadian ini disinyalir memberi tekanan mental kepada Senna. Menurut Barrichello, orang yang pertama dilihatnya ketika ia sadar setelah pingsan adalah Senna.

Selanjutnya terjadi kecelakaan yang lebih fatal lagi. Pada saat qualifying, bagian depan mobil pembalap asal Austria, Roland Ratzenberger mengalami kerusakan yang mengakibatkan suspensi dan aerodinamis mobilnya terganggu. Pada lap selanjutnya, mobil Ratzenberger kemudian kehilangan keseimbangan dan menabrak tembok pembatas dengan kecepatan 310 km/jam. Kebayang kan gimana kencangnya?

Ratzenberger kemudian dilarikan ke rumah sakit dan tidak lama kemudian dikabarkan meninggal karena benturan keras di kepala. Hal ini semakin menambah tekanan mental bagi para pembalap lainnya.

Fase qualifying selesai dengan hasil Senna memimpin di posisi terdepan. Pertandingan pun dimulai.

Di awal pertandingan, lagi-lagi terjadi sebuah kecelakaan. Mobil Pedro Lamy dari tim Lotus menabrak mobil Benetton B194 miliki Lehto yang mogok. Pecahan tabrakan tersebut termasuk roda depan mobil Lamy terbang berserakan melukai 4 penonton dan seorang polisi. Meskipun Lamy tidak mendapat cedera, akan tetapi Lehto menderita luka lengan ringan.

Setelah safety car keluar, pertandingan pun dimulai kembali pada akhir lap ke 5.

Pada awal lap ke 7, mobil Senna kehilangan kendali. Alasannya sampai saat ini masih menjadi bahan perdebatan dalam dunia otomotif. Pada tikungan yang disebut dengan Tamburello, mobil Senna keluar jalur dan melesat lurus menabrak dinding beton tanpa penghalang. Kecepatannya saat melesat keluar jalur adalah 310 km/jam dan kemudian diketahui bahwa ada pengereman menjadi 218 km/jam ketika 2 detik sebelum mobil menabrak tembok.

Tabrakan tersebut membuat bagian depan mobil hancur berkeping-keping. Suspensi depan hancur seketika dan ban depan terbang kebelakang membentur kepala Senna. Mobil mental kembali masuk ke jalur lintasan dengan kondisi Senna yang diam tak bergerak. Dari penampakan helikopter, terlihat kepala Senna sedikit bergerak yang memberikan secercah harapan. Kurang dari 2 menit, dokter dan tim safety datang ke tempat kecelakaan. Senna pun segera diterbangkan ke rumah sakit dengan helikopter. Namun nyawanya tetap tidak tertolong, malam harinya Senna diumumkan meninggal.

Diagnosa kematiannya adalah karena tulang tengkorak yang remuk, cedera pada otak, dan pecahnya arteri temporal. Beberapa sumber lainnya mengatakan bahwa Senna telah meninggal seketika tidak lama setelah terjadinya benturan. Pergerakan kepala yang tampak dari helikopter adalah pergerakan badan yang biasa terjadi sesaat setelah orang meninggal.

Setelah pertandingan selesai, ada sebuah penemuan yang sangat menyentuh. Pada kokpit mobil Senna ditemukan bendera Austria. Ternyata Senna telah merencanakan memberikan tribute kepada Ratzenberger setelah pertandingan berakhir. Sangat ironis.

Belum berakhir disana. Setelahnya masih juga terjadi kecelakaan. Mobil Michele Alboreto lepas ban kanan belakang ketika meninggalkan pit-stop. Ketika itu Alboreto sudah mulai berakselarasi sehingga bannya mental dan mengakibatkan luka serius pada seorang kru pit-stop. Hal ini kemudian menjadi awal aturan baru mengenai kecepatan pada saat melakukan pit-stop.

Pertandingan di akhiri dengan kemenangan Michael Schumacher dari tim Benetton. Ketika itu tidak ada selebrasi di podium. Semuanya sibuk memikirkan dan membicarakan kematian Senna dan Ratzenberger.

Penyebab Kematian Senna

Ayrton Senna: A Truly Outstanding Talent in GP Racing

Sampai saat ini penyebab kematian Ayrton Senna masih menjadi pembahasan dan perdebatan dalam berbagai kalangan di dunia otomotif. Ada yang berpendapat karena kerusakan pada steering, ada yang berpendapat karena kerusakan pada suspensi, ada yang berpendapat karena mobil Senna yang kurang stabil, sampai ada juga yang berpendapat karena bunuh diri. Yang jelas banyak kalangan berpendapat ketika itu Senna dalam kondisi yang penuh tekanan mental. Penyebab tekanan mental tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Kecelakaan serius Barrichello pada sesi latihan di hari Jumat. Barrichello merupakan pembalap senegaranya yang seringkali mendapat tutor dari Senna. Pada saat kecelakaan, Senna menemani Barrichello rumah sakit.
  2. Kecelakaan yang mengakibatkan kematian Roland Ratzenberger pada sesi qualifying esoknya setelah sesi latihan.
  3. Tertinggal 20 point untuk mengejar juara dunia.
  4. Kecurigaan Senna bahwa Benetton B194 menggunakan sistem kontrol traksi serta valve pengisi bensin yang ilegal. Kemungkinan kecurangan ini mengakibatkan Senna kehilangan point pada pertandingan-pertandingan sebelumnya. Sebelumnya Senna pernah tabrakan dan terhenti dari pertandingan. Alih-alih kembali ke pit dan beristirahat, Senna tetap berdiri dan mengamati mobil lainnya sepanjang pertandingan untuk mendengarkan suara mobil yang menggunakan kontrol traksi illegal.
  5. Mobil FW16 milik Senna yang memang dikeluhkan memiliki performa yang kurang baik.
  6. Hubungan Senna dengan pacaranya, Adriane Galisteu tidak mendapat restu dari keluarganya. Selain itu kabarnya, Senna sempat mendapat rekaman suara pembicaraan Galisteu dengan mantan pacarnya.

Pemakaman Senna

Ayrton Senna: A Truly Outstanding Talent in GP Racing

Bagi para fansnya terutama dari asal negaranya, Kematian Ayrton Senna dianggap sebagai sebuah tragedi nasional. Bahkan pemerintah Brazil mengumumkan tiga hari berkabung nasional untuk memperingati kematian Senna.

Angkatan udara Italia menawarkan untuk mengantarkan jenazah Senna pulang ke Brazil, tetapi keluarga Senna menolak dan menginginkan Senna pulang menggunakan pesawat Brazil. Meskipun berlawanan dengan kebijakan penerbangan, permintaan itu dikabulkan untuk menghormati Senna dan keluarganya. Jenazah Senna pun pulang ke Brazil dengan pesawat Brazil yang dikawal dengan pesawat tempur.

Sesampainya di Brazil, jenazah Senna sudah ditunggu-tunggu oleh rakyat Brazil. 17 motor polisi dan 2500 personil polisi mengawal serta mengamankan Jenazah Senna dari bandara menuju rumah duka.

Diperkirakan sebanyak 3 juta orang memenuhi area rumah Senna untuk turut melayat. Luar biasa bukan? Hal ini tercatat sebagai jumlah orang terbanyak untuk berkumpul dalam melayat sebuah kematian.

Bukan hanya di Brazil. Kematian Senna juga diperingati di Jepang. Sebagaimana kita ketahui Senna meraih juara dunia Formula 1 saat bergabung bersama tim Mclaren-Honda. Selain itu Senna pun juga memiliki kedekatan dengan Jepang setelah turut mendesain salah satu mobil legendaris Jepang, Honda NSX.

Para fans memenuhi kantor pusat Honda di Tokyo yang biasanya memajang mobil-mobil Mclaren setiap pertandingan Formula 1 selesai. Lobby kantor Honda juga dipenuhi oleh karangan-karangan bunga tanda berbelasungkawa. Padahal pada tahun itu Senna sudah tidak bergabung dengan tim Mclaren-Honda. Selain itu Mclaren pun sudah tidak menggunakan mobil bermesin Honda. Tetapi memang Senna sudah menjadi sosok yang dicintai oleh para fans otomotif di Jepang.

Pada sesi pertandingan Formula 1 selanjutnya di Monaco, 2 grid start terdepan sengaja dikosongkan. Kedua grid tersebut dicat dengan bendera Brazil dan Austria untuk menghormati Senna dan Ratzenberger. Benar-benar sebuah momen yang memilukan.

Kehidupan di Luar Balap

Ayrton Senna: A Truly Outstanding Talent in GP Racing

Ayrton Senna dikenal sebagai orang yang sering mengekspresikan kepeduliannya terhadap kemiskinan di Brazil. Setelah kematiannya, baru diketahui Senna diam-diam telah mendonasikan jutaan dollar uangnya untuk membantu anak-anak miskin. Jumlahya diperkirakan mencapai kisaran 400 juta dollar. Berapa rupiah ya itu? Hitung aja deh sendiri hehe.

Beberapa waktu sebelum kematiannya, Senna juga mengkonsepkan organisasi untuk anak-anak Brazil. Organisasi tersebut kini bernama Instituto Ayrton Senna (IAS).

Dalam hidupnya, Senna juga dikenal sebagai orang yang sering menganalogikan pengalaman mengemudi dengan kehidupan. Salah satu contoh quote nya yang terkenal adalah “The harder I push, the more I find within myself.

Menjelang akhir hidupnya, Senna terlihat sering menguratakan kepeduliannya mengenai bahaya serta keamanan profesi pembalap. Pada pagi hari sebelum kematiannya, ia dikabarkan masih membicarakan untuk memulai reformasi keselamatan dalam Organisasi Pembalap Grand Prix (GPDA). Sungguh ironis, di penghujung harinya Senna sudah tidak ada karena kecelakaan fatal yang merenggut nyawanya.

Demikian ulasan kali ini. Melihat kisah Ayrton Senna tentu menggugah emosional dan inspirasi kita untuk selalu memberikan yang terbaik untuk apa yang kita sukai. Kisah Ayrton Senna ini sebelumnya pernah kita ulas juga dalam ulasan “4 Era/ Sejarah Mobil Legendaris yang Ingin Kita Ulangi“. Disana kita juga bisa lihat sejarah motorsport lainnya yang pastinya sangat menarik dan berkesan untuk dirasakan kembali.

Ada yang mau menambahkan atau berkomentar?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *