Cara Aman Mengemudi Saat Banjir


Mengemudi saat banjir merupakan hal menyebalkan sekaligus mengerikan. Sudah pernah merasakan?

Bayangkan mobil kesayangan kita terpaksa berenang masuk ke dalam jalan yang udah kayak kolam renang. Pasti dag dig dug, waswas sekaligus jengkel. Setelah sukses keluar dari kubangan air, hati akan plong dan lega. Tapi setelah kita keluar dan melihat mobil kita. Waduh, itu mobil udah kayak habis ngebajak sawah. Plastik, daun-daun, sampah, bahkan ranting pohon semua nyangkut di bumper dan bagian bawah mobil. Belum ditambah body yang kotor terkena lumpur.

Tapi yang paling gawat sebenarnya kalo mobil udah mogok. Runyam sudah.

Saat ini kita sudah memasuki bulan September. Nah, biasanya kalo sudah masuk bulan yang ujungnya “ber” seperti ini tandanya musim hujan telah tiba. Bagi sebagian dari kita, musim hujan juga berarti musim banjir. Hal ini terutama dirasakan bagi kita yang tinggal atau sering melalui kawasan rawan banjir.

Dalam rangka menyambut musim hujan, hehe, pada ulasan kali ini kita akan mengulas cara aman mengemudi saat banjir. Ini wajib kita ketahui, karena resikonya cukup berbahaya bagi keamanan dompet haha. Bukan hanya interior yang kotor tapi kalo sudah mesin yang kena, dampaknya sangat fatal.

Kita mulai saja ya.

Analisa Jalan dan Siapkan Mobil

Cara Aman Mengemudi Saat Banjir

Beberapa jalan di kota kita pasti ada yang sudah terkenal rawan banjir. Bila terjadi hujan besar, pertimbangkan untuk tidak melalui jalan tersebut. Aturan pertama dalam mengemudi saat banjir adalah JANGAN. Cari rute lainnya. Tapi yaa bila memang sangat terpaksa harus melalui jalan tersebut, maka persiapkan mobil kita.

Kenali mobil kita. Tidak perlu melihat tinggi knalpot, karena itu bukanlah titik yang perlu kita khawatirkan. Perhatikan tinggi mesin kita terutama posisi rumah filter udara. Itulah titik ketinggian maksimal mobil kita untuk mengemudi saat banjir. Jadi, kalo ketinggian banjir di atas itu, lebih baik tidak memaksakan pergi.

Mobil dengan suspensi yang bisa diatur tinggi-rendahnya seperti coilover dan air suspension, saat musim hujan lebih baik tinggikan mobilnya. Saat banjir, jalan akan dipenuhi air, jadi kurangi tekanan udara pada ban sehingga traksi ban bisa lebih menggigit. Kurangi sekitar 2-3 psi.

Pada mobil tipe penggerak roda belakang, memberi tambahan beban di bagasi juga membantu menambah traksi mobil. Pastikan juga kita membawa dongkrak dan kalo ada, bawa juga jackstand.

Untuk yang parkir di basement entah itu apartment, mall, atau kantor. Waspadalah, karena tidak jarang kasus banjir yang terjadi di area basement pada kawasan rentan banjir.

Mengemudi di Jalan Banjir

Cara Aman Mengemudi Saat Banjir

Setelah semuanya siap, saatnya memasuki medan pertempuran haha.

Saat ini pasti kita merasa gelisah dan was was. Usahakan tetap tenang, apalagi kita sudah menyiapkan mobil kita.

Jangan terburu-buru untuk masuk ke dalam banjir. Perhatikan dan analisa dulu kondisi jalan. Lihat apakah posisi filter udara mesin kita lebih tinggi dari air. Tentukan juga bagian jalan mana yang akan kita ambil. Amati mobil lainnya yang sedang berenang di depan. Amati ketinggian airnya. Terkadang juga ada jalan yang berlubang sehingga mobil masuk semakin dalam pada air. Umumnya bagian yang paling aman adalah bagian tengah jalan. Hindari bagian pinggir jalan karena kita tidak bisa melihat selokan yang tertutup oleh banjir. Bisa-bisa nyungseb.

Biarkan mobil di depan maju sampai ada jarak cukup besar. Karena saat kita masuk dalam banjir, mobil tidak boleh diam alias harus terus berjalan.

Sebelum melaju, pastikan AC mati, lepaskan seatbelt, buka kunci pintu, dan buka jendela. Ini untuk antisipasi darurat kita keluar dari mobil. Meski terkadang ada mobil yang sembrono, ngebut di saat banjir alhasil kita kena cipratan airnya.

Gunakan selalu gigi 1 dengan RPM stabil di kisaran 1500. Mesin jangan di gerung-gerung, duh apa itu digerung-gerung haha. Maksudnya jangan diraung-raung. Posisi RPM yang tinggi akan membuat banyak udara masuk ke dalam mesin. Hal ini bisa saja membuat air juga terhisap ke dalamnya. Masuklah ke dalam air dengan kecepatan yang stabil, terus melaju jangan berhenti sampai keluar dari kubangan air.

Penggunaan kopling saat banjir dapat membuat air masuk pada transmisi. Hal ini dapat merusak karena oli bercampur air. Jadi singkatnya, dari ujung jalan masuk sampai keluar kita terus menggunakan gigi 1 dengan RPM 1500 stabil. Tanpa berhenti. Tidak menggunakan setengah kopling. Tanpa ganti gigi.

Bila mobil terasa mbrebet seperti akan mati, jangan dipaksakan. Segera matikan mobil kita. Itu tanda-tanda mesin kemasukan air. Dengan mematikan mesin lebih awal, kita akan mengurangi resiko terjadinya water hammer.  Lebih baik cari pertolongan untuk menderek atau mendorong mobil. Jika kita nekat menyalakan kembali mesin, maka air bisa terisap melalui knalpot maupun air intake. Hancurlah sudah piston, noken as dan dalaman mesin kita. Ingat biaya perbaikan mesin tersebut jauh lebih mahal dibanding biaya cuci salon mobil.

Setelah sukses melalui jalan banjir, jangan langsung ngebut. Test rem mobil kita apakah masih menggigit atau tidak. Bila terasa kurang pakem karena komponen rem basah terkena air, coba untuk dipanaskan terlebih dahulu. Caranya yaitu dengan melakukan rem kecil berulang-ulang. Rem perlahan, lepaskan, rem perlahan kembali, lepaskan. Cara lainnya yang lebih cepat yaitu dengan left foot braking. Gas mobil sampai melaju perlahan sambil kaki kiri menekan rem.

Tips Mengemudi Saat Banjir

Cara Aman Mengemudi Saat Banjir

Berikut beberapa tips untuk mengemudi saat banjir.

  1. Bila kita terjebak dalam posisi banjir yang sulit dilewati, cari segera dataran yang agak tinggi. Parkirkan kendaraan, cabut aki, tutup ujung knalpot, dan apabila masih sempat, dongkrak mobil terutama bagian mesin depan.
  2. Hati-hati bila ada tiang listrik yang roboh atau pohon roboh yang membawa kabel listrik. Listrik dapat mengalir pada air dengan sangat mudah.
  3. Lakukan komunikasi baik itu dengan pengemudi lain atau orang yang ada di sekitar jalan. Tanyakan bagaimana kondisi jalan banjir di depan sana.
  4. Lebih berhati-hatilah saat melintasi kawasan banjir di malam hari, karena akan lebih sulit mengantisipasi kondisi-kondisi membahayakan.
  5. Perhatikan dan waspadai benda-benda yang terbawa air yang bisa saja menghadang jalur mobil kita.
  6. Mobil yang basah kuyup terendam banjir sebaiknya di diamkan atau bahkan di jemur sampai benar-benar kering. Jangan lupa cabut kabel aki sebelumya. Air yang merendam mobil terkadang tidak sepenuhnya kering. Air yang tersisa ini bisa berbahaya bagi mekanikal dan terutama elektrikal mobil. Apalagi mobil yang sudah berumur yang seringkali banyak kabel-kabel yang mengelupas.
  7. Cek juga kondisi oli dan perminyakan. Banjir yang menyentuh bagian bawah mesin dan gearbox bisa membuat air merasuk ke dalam dan bercampur dengan pelumas. Cek warna oli, apabila warnanya berubah menjadi keruh atau seperti susu, berarti ada air yang masuk ke dalamnya. Segera kuras dan ganti oli atau minyak tersebut.

Fakta Mengenai Mengemudi Saat Banjir

Cara Aman Mengemudi Saat Banjir

Berikut beberapa fakta mengenai mengemudi saat banjir.

  1. Banjir dengan kondisi air yang mengalir jauh lebih berbahaya dibanding air yang diam.
  2. Air yang mengalir dengan sangat cepat setinggi 30 cm dapat menyapu kebanyakan jenis sedan atau hatchback.
  3. Pada ketinggian 60 cm, air yang mengalir dengan cepat dapat menyapu mobil-mobil seperti SUV atau bahkan pickup truck.
  4. Saat mendekati kedalaman genangan air, selalu pelan sebelum masuk. Bahkan kedalaman air yang sangat dangkal dapat menyebabkan aquaplaning jika masuk dengan cepat. Ban kehilangan kontak (grip) dengan jalan, yang mengakibatkan hilangnya kontrol kemudi.
  5. Mobil diesel lebih water-friendly dibandingkan mobil bensin. Busi serta sistem pengapian pada mobil bensin lebih rentan terhadap banjir.
  6. Banjir bandang atau banjir deras yang tiba-tiba sangatlah berbahaya. Bila kita melihat arus deras yang tiba-tiba dan cepat meningginya, sedangkan posisi mobil terjebak atau macet, lebih baik segera keluar meninggalkan mobil kita.

Demikian ulasan kali ini. Banjir merupakan hal yang lumrah terjadi di berbagai tempat di negeri kita. Pengetahuan mengenai mengemudi saat banjir dapat meningkatkan keamanan berkendara kita. Selain itu, kita juga dapat meminimalisir resiko kerusakan atau bahaya yang timbul.

Gimana, ada yang mau menambahkan tips atau sekedar berkomentar? Bagaimana pengalaman mengemudi saat banjir kalian? Yuk share di kolom komentar!

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *