6 Club Mobil Street Racer Jepang yang Legendaris

6 Club Mobil Street Racer Jepang yang Legendaris

Club mobil Jepang tidak sama dengan kebanyakan club mobil yang kita temui di Indonesia. Disini kegiatan club mobil umumnya adalah kopdar dan sesekali touring. Tidak jarang juga ditambah dengan kegiatan rekreasi bareng atau bahkan kegiatan positif seperti charity atau bakti sosial.

Di Jepang, club mobil atau anak mobil identik dengan satu hal. Street racing alias balap jalanan.

Hal ini terutama pada jaman keemasan JDM yaitu di era 80-90an. Era dimana otomotif Jepang sedang naik pesat. Para enthusiast pun dilanda demam modifikasi dan balapan. Berbagai tempat di malam hari akan dipenuhi club mobil yang melakukan aksi balap jalanan. Baik itu di jalan tol, jalan perbukitan atau jalan pinggir pantai.

Culture mobil ketika itu sangat menjamur bahkan menjadi trend dan gaya hidup bagi para enthusiast. Mobil dan balap jalanan menjadi sebuah kehidupan kedua mereka di luar kehidupan normal mereka di siang hari.

Dari seluruh kisah perjalanan otomotif Jepang, ada beberapa club mobil yang keberadaannya menjadi legenda dunia malam jalanan Jepang. Club-club mobil yang beranggotakan para street racer ini merupakan perwujudan dari culture JDM sejati.

Kita mulai saja. Siapkan kopinya hehe.

Bosozoku

6 Club Mobil Street Racer Jepang yang Legendaris

Terjemahan kasar dari Bosozoku adalah “violent speed gang” atau yaa, geng ngebut yang bengis hehe. Ngeri bener ya namanya?

Tapi memang, Bosozoku sudah sangat dikenal sebagai geng otomotif yang paling sering berulah dan membuat kekacauan. Semacam gengster lah. Tapi ya itu, doyan otomotif dan ngebut balap jalanan.

Mereka akan keluar di malam hari dan melakukan konvoy bergerombol sembari menggerung-gerung knalpot dan membunyikan klakson. Bukan hanya itu, Bosozoku juga seringkali meneriaki pengguna jalan lainnya, mengacungkan/ mengayunkan-ayunkan senjata semisal pipa besi, tongkat baseball dan juga merusak properti umum! Wih kebayang ga ketemu yang beginian di jalan?

Bosozoku berawal dari club motor yang terinspirasi dari gaya geng motor classic Amerika. Mereka berpenampilan nyentrik atau juga gaya greaser (rockabilly) semacam rambut ala Elvis dengan sepatu boot dan jaket kulit. Bosozoku juga seringkali menggunakan seragam militer/ jaket jubah (tokkofuku) dengan tulisan-tulisan kanji Jepang, menggunakan jumpsuit, atau celana baggy.

Nah, tidak lama sampai muncul juga mobil dalam geng otomotif ini. Bukan hanya penampilannya saja, baik motor dan mobil pun didandani dan dimodifikasi nyentrik dengan ciri yang sangat khas. Bosozoku style!

6 Club Mobil Street Racer Jepang yang Legendaris

Mungkin untuk jaman now, modifikasi ini dianggap sebagai ricer. Tetapi jangan salah, Bosozoku style ada jauh sebelum istilah ricer muncul. Jadi jangan dilihat dari sisi kepantasan atau proper. Modifikasi nyeleneh ini merupakan ekspresi kebebasan dengan gaya yang khas dan unik bahkan sampai sekarang.

Anggota para Bosozoku merupakan anak-anak muda yang memberontak pada lingkungan dan sistem sosial Jepang. Tidak jarang, beberapa dari mereka ‘naik pangkat’ direkrut oleh Yakuza.

Membahas Bosozoku secara mendetil bakal sangat panjang. Nanti kita buat ulasan eksklusif terpisah hehe.

Midnight Club

6 Club Mobil Street Racer Jepang yang Legendaris

Midnight club merupakan club mobil street racer yang legendaris di Jepang. Mereka disegani bukan hanya dari performa mobil yang buas dan skill balap anggotanya saja. Keberadaan midnight club diliputi dengan misteri dan kerahasiaan. Tidak heran sejarah geng fenomenal ini kemudian menjadi kisah yang semi-mistis!

Bila street racer senang dengan balap dari titik A ke B, drifting atau balap drag. Midnight club menyukai satu hal.

Top speed.

Midnight club terdiri dari dari para street racer yang kecanduan dengan kecepatan tinggi. Mereka akan keluar pada tengah malam (dini hari) dan ngebut di jalan tol perkotaan. Routenya adalah Bayshore Wangan antara Tokyo sampai ke Yokohama. Mereka memburu top speed sebagai pemuas adrenaline. Speed is on my blood.

300 km/jam! Itulah rata-rata kecepatan mereka.

Bayangkan saja kita sedang santai bawa mobil di tol jam 2 malam. Tiba-tiba, dari kejauhan terdengar bunyi mobil yang mendekat dari belakang kita. Tidak lama mobil-mobil performa melesat melewati kita dengan kecepatan 300 km/jam! Itulah Midnight Club.

Midnight Club: Street Racer Pemuja Kecepatan di Jepang

Jangan bayangkan club mobil ini sebagai geng ngebut ugal-ugalan. Midnight club merupakan club mobil dengan kode etik, aturan, dan syarat keanggotan yang sangat ketat. Mereka juga beroperasi dengan rahasia. Bukan hanya identitas anggotanya saja, pertemuan club alias kopdar-nya pun dirahasiakan! Jadi bukan sembarang club ngebut.

Kita pasti tahu dengan manga/anime Wangan Midnight dan video game Midnight Club. Keduanya terinpirasi dari Midnight club ini.

Tidak seperti geng street racer lainnya yang terkenal chaos dan ugal-ugalan misal seperti Bosozoku. Midnight club merupakan club mobil yang lebih dewasa. Mereka memiliki aturan-aturan yang ketat terutama dalam hal keselamatan. Meski dianggap sebagai kriminal alias pelanggar aturan lalu lintas. Club mobil ini memiliki kode etik moral yang kuat untuk keselamatan pengguna jalan.

Sejarah dari Midnight Club diakhiri dengan kelam. Sebuah tragedi kecelakaan yang mengerikan mengakhiri perjalanan club street racer legendaris ini. Kecelakaan tersebut berawal dari pertarungan balap jalanan kecepatan tinggi dengan Bosozoku!

Mau ulasan lengkap Midnight club? Yuk lihat disini.

Kanjozoku

6 Club Mobil Street Racer Jepang yang Legendaris

Pasti ini sudah tidak asing lagi, terutama bagi civic enthusiast.

Kanjozoku adalah club mobil street racer Honda yang menjadi legenda di Osaka. Mereka menggunakan area jalan tol bernama Kanjo Loop Line sepanjang 21 km. Jalan ini terhubung (loop) sehingga menjadi sebuah track oval. Disinilah para Kanjozoku melesat cepat memutari Kanjo setiap malamnya. Raungan mesin VTEC yang khas akan sering terdengar menandakan para civic enthusiast ini sedang larut dalam adrenaline dan kesenangannya.

Mobil yang digunakan adalah Civic hatchback semisal EF9, EG6, and EK4 Civic SiR. Ada juga yang menggunakan EK9 Type R. Mobil ini memiliki ciri khas livery atau sticker ala mobil balap sirkuit. Bukan hanya luarnya saja, mobil-mobil Honda ini memang dimodifikasi fungsional untuk mobil balap. Jadi bukan untuk pemanis mata. Body dan ban yang berdebu, velg terkadang berbeda jenis, interior yang banyak dicopot, dan beberapa bagian body yang diganti tanpa di cat!

Balap jalanan tentu ilegal, apalagi di negara Jepang yang sangat ketat dengan aturan. Oleh karena itu, seringkali sticker mobil ini diganti untuk memusingkan polisi. Mobil bisa berganti tampilan sticker setiap minggu atau bahkan keesokan harinya. Tergantung dari antisipasi penyelidikan polisi.

Mobil juga kebanyakan dilepas plat nomernya, menggunakan jaring (net) pada window untuk menyembunyikan driver dari sorotan CCTV dan polisi yang mengintai. Yang paling iconic, Kanjozuku juga menggunakan penutup muka atau topeng. Ada yang berupa flu mask dan yang paling legendaris adalah topeng pembunuh berantai, Jason (topeng hockey).

6 Club Mobil Street Racer Jepang yang Legendaris

Pada akhir 90an, polisi semakin ketat dalam menjaga Kanjo Loop. Banyak pejuang VTEC ini yang ditangkap, disita mobilnya, dan didenda. Sebagian dari mereka pindah ke track, sebagian lainnya berhenti karena juga ditambah faktor umur.

Para street racer dengan mobil Honda ini terdiri dari beberapa club mobil. Jumlahnya cukup banyak pada era kejayaannya, diantarnya No Good Racing, TOPGUN Racing, Club Wharp, Temple, Loose Racing, Trick, Pandemic, dan Law Break. Dulunya geng-geng ini bertarung balap jalanan dan tidak jarang berakhir dengan pertengkaran. Tapi semenjak Kanjo Loop diawasi ketat oleh polisi, mereka bersatu menjadi teman senasib seperjuangan.

Bagi para Kanjozoku, Kanjo Loop line bukan sekedar mengemudi dan balapan kecepatan tinggi. Aktifitas ini menjadi ritual budaya dan semangat dari true JDM! Sisa-sisa dari para geng Kanjozoku masih ada sampai saat ini, menjaga budaya Kanjo dan berusaha mewariskannya kepada generasi selanjutnya.

Morohoshi Family

6 Club Mobil Street Racer Jepang yang Legendaris

Club mobil ini mungkin masih belum bisa dikatakan legendaris. Dibandingkan club mobil lainnya dalam pembahasan artikel ini, Morohoshi Family bisa dibilang agak mudaan. Meskipun demikian, popularitasnya sudah semakin melesat terutama setelah diangkat melalui video Youtube oleh Luke Huxham dan Maiham Media. Saat ini, video yang dibuat pada 2013 tersebut telah ditonton sebanyak 3,3 juta viewers! Setelah itu founder-nya, Shinichi Morohoshi masuk menjadi tokoh di dalam video game terkenal, Need for Speed pada 2015.

Popularitas ini berasal dari keunikan dan keberanian Morohoshi-san dalam memodifikasi supercar favoritnya, Lamborghini. Selain itu, keterkaitannya dengan dunia malam dan mafia Jepang, Yakuza menjadikan pesona tersendiri dari imej modifikasi Morohoshi style.

Morohoshi-san dulunya merupakan eks Yakuza. Sebagian bisnisnya berada dalam area abu-abu, sebagian lainnya hitam. Meskipun sekarang ia sudah beralih ke bisnis yang legal, sampai saat ini ia tetap berhubungan baik dengan para Yakuza.

Ketertarikan Morohoshi pada otomotif berawal dari motor. Betul sekali, awalnya ia adalah salah seorang anggota geng Bosozoku. Ia menyukai modifikasi nyeleneh Bosozoku dan tentunya suara raungan motor yang keras.

Suatu ketika pada malam tahun baru, ia dikejutkan oleh raungan keras dari kejauhan. Melesatlah sebuah Lamborghini Countach dengan suara yang menggelegar! Morohoshi-san terpesona. Ia telah menghabiskan puluhan juta untuk memodifikasi exhaust motornya. Tetapi suara Countach itu jauh lebih dahsyat lagi. Dari sana ia memutuskan bahwa ia harus membeli sebuah Lamborghini.

6 Club Mobil Street Racer Jepang yang Legendaris

Setelah 16 tahun kemudian, akhirnya ia berhasil membeli Lamborghini Diablo. Bayangkan, 16 tahun kemudian. Sebuah rentang waktu yang lama untuk orang tetap mempertahankan mimpinya! Berdasarkan pengakuan Morohoshi-san, itupun juga setelah beberapa kali ditangkap polisi, hehe.

Morohoshi-san menyukai hal-hal yang mencolok mata dan gemerlap. Hal ini dipadukan dengan Bosozoku style dan tema Darth Vader. Lahirlah modifikasi Diablo Morohoshi style!

Awalnya tidak ada yang menyukai hasil modifikasinya tersebut. Tidak seorang pun. Bayangkan saja, Lamborghini yang identik dengan elegan dan mewah dimodifikasi ‘nyeleneh’. Para Lamborghini owner yang umumnya adalah para pengusaha kelas kakap, tidak ada satupun yang menerimanya.

Kebayang ga dongkolnya? Setelah 16 tahun terus seperti itu.

Morohoshi-san tidak menyerah. Ia tetap sabar dan persistent dalam gayanya. Kemudian orang-orang pun tahu keterkaitannya dengan dunia ‘malam’ Jepang. Orang-orang mulai tertarik dengan gaya baru ala Bosozoku dan Yakuza ini. Ketika Morohoshi-san membeli Lamborghini Murciélago Roadster dan Murciélago Coupe dan memodifikasinya, ketertarikan orang-orang semakin terus bertambah!

Akhirnya, beberapa Lamborghini owner tertarik bergabung bersama Morohoshi-san. Mereka memodifikasi Lambo mereka dengan Morohoshi style dan masuk ke dalam Morohoshi family. Club mobil ini akan sangat mencuri perhatian orang-orang ketika konvoy di jalan. Bayangkan saja, Lamborghini standar saja sudah mencuri perhatian kan. Nah, ini Lamborghini dengan modifikasi gemerlap dengan lampu-lampu neon, strobo, dan LED. Aura mereka sangat serasi dengan jalanan kota megapolitan Tokyo di malam hari. Lamborghini Yakuza Style!

Rough World

6 Club Mobil Street Racer Jepang yang Legendaris

Rough World merupakan club mobil drift di Ibaraki yang sudah terkenal dalam dunia street drift racing di pegunungan Tsukuba. Gaya mobil mereka adalah mobil yang super ceper, ban yang lebar, lips velg yang nongol keluar dan camber yang ekstrim. Gaya ini kemudian dikenal dengan nama “Rough Style”. Kebanyakan mobil mereka ketika itu adalah AE86 dan Mark II dengan tampang yang sangar.

Bukan hanya dari style-nya saja. Para anggota Rough World terkenal dengan kepiawannya dalam drifting kecepatan tinggi. Mereka merajai track pegunungan Tsukuba dan juga area pegunungan sekitarnya. Mau tau ketua geng nya siapa?

Akira Nakai yang merupakan founder dari RWB (RAUH-Welt BEGRIFF) merupakan ketua Rough World!

6 Club Mobil Street Racer Jepang yang Legendaris

Salah satu anggotanya, Kazuhiro Tanaka bahkan kemudian menjadi seorang drifter profesional di D1 Grand Prix. Rough World juga dikenal sebagai geng AE86 yang legendaris di Jepang. Nakai-san sebagai ketua dari geng tersebut juga menggunakan mobil iconic AE86 sebagai senjata driftingnya. Ia disegani bukan hanya oleh para anggotanya tetapi juga pembalap jalanan lainnya di Jepang. Kazuhiro Tanaka sampai saat ini menganggapnya sebagai “senpai” alias senior.

Ketika Itu Akira Nakai menjadi pioner dalam trend seperti mewarnai velg dan ban mobil, merubah fender, dan modifikasi lainnya pada AE86. Hal ini bahkan masih menjadi gaya modifikasi mobil drift sampai sekarang!

Pada tahun 90an merupakan awal perkenalannya dengan Porsche. Ketika sedang bekerja dalam bengkel bodyshop ia mendapati sebuah sebuah Porsche 911 yang body-nya rusak. Disinilah awal ketertarikannya pada mobil Jerman tersebut. Sampai pada akhirnya, Ia pun membeli Porsche pertamanya, 930 pada usia 28 tahun. Mobil ini lah yang kemudian ia modifikasi dan menjadi mobil RAUH-Welt BEGRIFF yang pertama. Sama seperti mobil RWB lainnya yang diberikan sebuah nama, 930 ini bernama Stella Artois. Merk bir favorit dari Akira Nakai.

Kaido Racers

6 Club Mobil Street Racer Jepang yang Legendaris

Club mobil ini masih berkaitan dengan Bosozoku. Mereka menggunakan mobil JDM vintage dan memodifikasi mobilnya dengan gaya seperti Bosozoku. Hanya saja, kebanyakan dari mobilnya tidak seagresif atau tidak senyeleneh Bosozoku.

Yaa, bisa dibilang Kaido Races ini Bosozoku versi jinak hehe.

Kebanyakan dari anggota Kaido Racer pun tidak berkaitan dengan Bosozoku. Mereka hanya terinspirasi dengan gaya modifikasi mobilnya saja. Jadi secara attitude-pun, mereka orang-orang normal alias bukan berandalan.

6 Club Mobil Street Racer Jepang yang Legendaris

Mobil yang digunakan adalah mobil RWD vintage/classic Jepang. Beberapa diantaranya seperti Celica 2000GT, Cressida, Mark II, Celica XX, Datsun 610 Bluebird, Nissan Cedric, Nissan Laurel, dan lainnya. Semua mobil ini memiliki gaya ceper, fender flare, ban stretch (celong), oil cooler yang ditempatkan di luar, dan front lips yang menjulur panjang ke depan.

Demikian ulasan kali ini. Club mobil diatas memiliki ciri khas, gaya, dan aktifitas ‘ritual’-nya masing-masing. Meskipun demikian mereka semua memiliki persamaan. Para car enthusiast yang gemar dengan modifikasi dan tentunya mengendarai mobil kesayangannya di jalanan dengan penuh kebanggaan dan adrenaline yang meluap-luap.

Kesemuanya memberikan warna bagi budaya otomotif car culture di Jepang. Kehadiran mereka menghidupkan makna sebenarnya dari true JDM culture.

Gimana, mana nih club mobil Jepang yang jadi favorit kalian? Ada tambahan atau komentar?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *