Film Mobil Terbaik yang Wajib Ditonton

Menonton sebuah film selain sebagai sarana hiburan, bisa juga menjadi sebuah sumber pengetahuan, insipirasi dan motivasi. Buat kita yang suka mobil, tentunya kita seringkali membuka Youtube untuk menonton video-video mengenai mobil. Lalu bagaimana dengan film?

Disini kita akan mengulas beberapa film terbaik mengenai mobil yang wajib di tonton.

Film dengan adegan balapan mobil tentunya berjumlah sangat banyak. Bahkan saya pikir rasanya hampir seluruh film action memiliki unsur balap/ kejar-kejaran mobil (atau motor), betul kan?

Disini kita tidak akan memasukkan film-film action dengan ‘bumbu’ mobil, melainkan khusus film yang memang mobil menjadi fokus utama ceritanya. Selain itu kita juga masukan beberapa serial TV dalam daftar ini.

Selamat menikmati ulasannya. Jangan lupa kopinya, hehe.

RUSH

Film Mobil

Rotten Tomatoes        : 89%
IMDb                             : 8,1/ 10
Metacritic                     : 75

Film dengan tema Formula 1 ini diangkat dari kisah nyata yang mengisahkan persaingan antara dua pembalap legendaris James Hunt dan Niki Lauda di era 70-an.

Sebagai salah satu film terbaik Formula 1, RUSH meraih berbagai sambutan dan tanggapan positif karena akurasi dan penyajian ceritanya yang memikat.

Kita akan hanyut terbawa ke dalam dunia Formula 1 di era 70-an, dimana ketika itu Formula 1 memiliki ketegangan yang lebih, karena tekhnologi dan keamanan mobilnya belum seperti sekarang. Sehingga apabila dikatakan bahwa balapan ketika itu merupakan perjuangan antara hidup dan mati, memang itu ucapan yang tidak salah.

Keseluruhan film dengan durasi 2 jam ini tidak semata-mata mengisahkan Formula 1 dari sisi balapan mobil, melainkan juga dari sisi manusiawi seperti hubungan pembalap, kehidupan pribadi, sampai perjuangan keras dan persaingan ketat mereka untuk menjadi pembalap nomor satu.

Salah satu fakta sejarah yang diangkat pada film ini adalah James Hunt berteman dengan Niki Lauda. Meskipun keduanya memiliki rivalitas yang tinggi  dan sering bersaing habis-habisan, di luar track balap keduanya tetap saling menghormati satu sama lain dan menjunjung tinggi sportifitas.

Film ini di sutradarai oleh sutradara kelas kakap pemenang oscar, Ron Howard. Aransemen musiknya digarap oleh Hans Zimmer yang sudah malang melintang dalam musik film-film box-office seperti Batman The Dark Knight, Inception, dan Interstellar. Pemeran utamanya adalah Chris Hemsworth (yang meranin Thor) sebagai James Hunt dan Daniel Brühl sebagai Niki Lauda.

Bukan hanya bagi pecinta mobil atau Formula 1, RUSH akan menjadi film yang seru dan memikat bagi seluruh penontonnya.

Senna

Film Mobil

Rotten Tomatoes        : 92%
IMDb                             : 8,6/ 10
Metacritic                     : 79

Kematian seorang publik figur terkenal dengan kemampuan dan prestasi yang memukau tentu merupakan suatu hal yang mengejutkan. Apalagi bila kematian tersebut terjadi secara mendadak di ‘panggung’ tempat ia beraksi, yang menjadikan momen tersebut menjadi momen yang sangat heartbraking.

Senna merupakan film dokumenter yang mengisahkan perjalanan hidup pembalap legendaris  asal Brazil, Ayrton Senna. Karirnya F1 nya dimulai sejak 1984 dan telah memenangkan kejuaran dunia F1 sebanyak tiga kali sampai kecelakaan yang mengakibatkan kematiannya pada tahun 1994.

Kematiannya yang tragis terjadi pada San Marino GP di lap ke 7, tepatnya di tikungan Tamburello. Ketika itu, mobilnya melaju lurus menabrak tembok dengan kecepatan 307 km/jam.

Film ini berisikan arsip video dokumenter dan video keluarga Senna. Keseluruhan video tersebut dirangkai menjadi sebuah drama perjalanan kisah sejarah yang sangat emosional. Bukan hanya menyajikan kisah dunia balap yang menegangkan tetapi film ini juga menyajikan sentuhan kehidupan keseharian yang terkadang juga disisipi dengan kejadian jenaka.

Sejarah yang dituangkan dalam film ini akan sangat menginspirasi bagaimana sosok profesional, seorang  juara dunia juga merupakan seorang manusia biasa.

The Fast and the Furious: Tokyo Drift

Film Mobil

Rotten Tomatoes        : 37%
IMDb                             : 6,0/ 10
Metacritic                     : 46

Nyanyi dulu yuk… “I wonder if you know, nanana tokiyo. Fasta faryaaa—dipp, dipp, dipp”

Tau lagu itu kan? Haha

Fast and Furious yang merupakan film action dengan seri perjalanan cukup panjang yaitu 7 seri film sejauh ini (satu film lagi akan muncul di tahun ini, 2017).

Diawali dengan kisah yang di latarbelakangi dunia balap mobil jalanan, semakin lama seri film ini kehilangan sentuhannya dan menjadi film action dimana mobil hanya sekedar “bumbu” cerita. Bumbu disini maksudnya adegan kejar-kejaran atau sekedar pamer mobil sport/ supercar.

Tentunya untuk penggemar mobil ini menjadi sesuatu yang cukup disayangkan, meski untuk bukan penggemar mobil sih ya tetap enjoy saja.

Dari  keseluruhan seri filmnya, satu-satunya film benar-benar fokus pada dunia balap mobil adalah The Fast and the Furious: Tokyo Drift.

Tokyo Drift ini mengisahkan seorang pemuda SMA, Sean Boswell yang hobi balap mobil ilegal yang mengalami kecelakaan sehingga terpaksa pindah dan tinggal di Jepang. Di sekolah barunya ia kemudian mendapat teman baru yang memperkenalkannya kepada dunia drift ilegal Jepang.

Ketertarikan Sean kepada drift semakin menggebu-gebu ketika mengetahui cewek kecengannya adalah pacar dari raja drift Jepang (Drift King/ D.K.). Dari sana dia kemudian berusaha keras untuk mempelajari drift dan mengalahkan D.K yang juga merupakan keponakan dari bos Yakuza.

Fast and Furious memang sebuah film yang dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan pecinta mobil yang menilai film ini adalah film action untuk ABG. Meski demikian seperti saya sebutkan sebelumnya, Tokyo Drift ini merupakan satu-satunya film Fast Furious yang benar-benar fokus pada dunia balap mobil.

Selain itu, film ini juga diwarnai dengan gaya hidup (car culture) mobil Jepang yang menjadikan film ini cocok dinikmati penggemar JDM. Film ini juga melibatkan Drift King asli yaitu Keiichi Tsuchiya yang merupakan legenda drift dunia sebagai konsultan untuk adegan-adegan drift-nya.

Initial D

Film Mobil

Rotten Tomatoes        : 85% (Third Stage’s Audience Score)
IMDb                             : 8,4/ 10

Inilah film yang menjadi panutan dan inspirasi bagi para pecinta JDM serta drift Jepang.

Film ini bisa dikatakan sebagai film legenda yang mengangkat nama mobil serta dunia drift Jepang di mata dunia.

Initial D merupakan film animasi yang di adaptasi dari serial komik jepang (manga) yang diterbitkan dari 1995 sampai 2013 dan terdiri dari total keseluruhan seri sebanyak 5 seri.

Tokoh utama dari Initial D adalah seorang pemuda SMA bernama Takumi Fujiwara yang kesehariannya adalah mengantar tahu buatan bapaknya untuk dijual ke kota tetangga.

Sejak kecil ia diajarkan mobil oleh bapaknya yang merupakan mantan pembalap. Ia pun ditugaskan untuk mengantarkan tahu dengan kecepatan tinggi di lereng pegunungan yang memiliki tikungan-tikungan tajam. Karena yang dibawa adalah tahu yang notabene mudah hancur, maka Takumi dituntut untuk bisa mengemudi cepat tetapi tetap stabil/ mulus agar tahunya bisa selamat sampai tujuan.

Hal tersebut yang menjadikan Takumi tanpa disadari memiliki kemampuan mengemudi drifting yang luar biasa. Meskipun demikian ia tidak menyadari dan menganggap itu hal yang biasa ia lakukan setiap harinya ketika bekerja sebagai pengantar tahu.

Perkenalannya dengan dunia balap drifting bermula dari ajakan teman sekolahnya untuk melihat balapan mobil drift ilegal. Dari sana diketahui bahwa Takumi memiliki kemampuan drift yang menakjubkan yang membuat para pembalap dari kota lain berdatangan untuk menantangnya balapan.

Kisah Initial D ini di inspirasi dari kehidupan awal Drift king, Keiichi Tsuchiya yang ketika awal belajar drift nya menggunakan mobil Toyota AE86 Trueno (Hachiroku).

Top Gear

Film Mobil

Rotten Tomatoes        : 100 % (Season 22 Audience Score)
IMDb                             : 8,8/ 10

Dari film sekarang kita beranjak ke tayangan TV series.

Top gear merupakan acara TV bertema motorsport (mobil) paling populer di seluruh dunia. Bahkan di negara asalnya yaitu Inggris, acara ini menjadi semacam tontonan wajib yang selalu ditunggu-tunggu warganya termasuk kalangan yang bukan pecinta mobil.

Hal tersebut dikarenakan tayangan TV ini memang sangat menghibur dan seru untuk diikuti. Penyajiannya bukan sekedar review mobil yang membosankan melainkan dikemas apik dengan ide-ide unik yang brilian, segar dan sekaligus jenaka.

Keberhasilan Top Gear yang merupakan remake dari acara berjudul sama di tahun 1977 tidak dapat dipungkiri dicapai terutama berkat trio presenternya yang terkenal, Jeremy Clarkson, Richard Hammond, dan James May.

Trio ini memiliki keseimbangan dan harmonisasi tim yang luar biasa, yang membuat mereka menjadi icon Top Gear. Gaya penyajian mereka yang jenaka namun tetap berkelas, dan juga terkadang kontroversial membuat setiap percakapan dalam acara ini menjadi sangat menarik dan renyah untuk ditonton.

Tidak heran ketika acara ini berganti presenter di 2015, banyak sekali kalangan yang menyayangkan dan kecewa. Ibaratnya sama dengan sebuah band musik terkenal dengan icon vokalis, meski musik band tersebut sama tetapi vokalisnya berganti akan terasa sangat berbeda.

Tayangan TV ini memang sekarang telah berganti presenter di season ke-23. Trio Top Gear sebelumnya pindah ke tayangan terbaru mereka yaitu The Grand Tour yang dinaungi oleh Amazon.

Oya hampir saja lupa, ada satu lagi icon Top Gear selain trio presenter tadi yaitu The Stig!

The Stig adalah pengendara yang tidak diketahui sosok sebenarnya (anonymous) karena selalu memakai helm dan tidak pernah berbicara. Tokoh ini selalu ditunggu kehadirannya dalam acara karena karakter misteriusnya yang meski jago balap tapi juga seringkali konyol.

Selanjutnya Top Gear ini dihujat habis-habisan oleh para fansnya karena para presenter barunya terutama Chris Evans dinilai sangat tidak layak dan mampu untuk meneruskan acara TV ini. Meski hanya baru berjalan 1 season saja, penilaian negatif dari para penonton memaksa Evans untuk resign dari Top Gear. Tayangan TV ini pun merubah format presenter mereka yaitu Matt LeBlanc bergeser menggantikan Chris Evans menjadi lead presenter yang ditemani oleh Chris Harris dan Rory Reid.

Saya sendiri sempat kecewa dengan perubahan di Top Gear ini. Tetapi saya pikir kembali, top gear ‘lama’ tetap ada yaitu di The Grand Tour. Mudah-mudahan Top Gear baru ini semakin baik sehingga kita bisa memiliki bukan hanya satu, melainkan dua tayangan TV series mobil yang menarik untuk di ikuti hehe.

The Grand Tour

Film Mobil

Rotten Tomatoes        : 83%
IMDb                             : 9,0/ 10
Metacritic                     : 8,1 (User Score)

The boys are back!

Tayangan TV yang dinaungi oleh Amazon ini telah ditunggu kehadirannya oleh para pecinta mobil terutama penonton Top Gear yang menantikan kembalinya aksi dari trio kesayangan mereka.

Bukan hanya trio british saja yang hijrah dari Top Gear. Eksekutif produser mereka yaitu Andy Wilman juga turut pindah bersama mereka untuk menggarap acara baru yang dinamakan The Grand Tour.

Komposisi tayangan dari The Grand Tour sebenarnya masih relatif sama dengan Top Gear hanya saja kemasannya didesain sedikit berbeda. Oleh karena itu dari penampilannya sejauh ini, bisa dibilang The Grand Tour adalah Top Gear ‘lama’ yang pindah channel/ saluran TV.

Satu-satunya yang saya rasakan hilang di The Grand Tour ini adalah sosok The Stig yang  ‘terpaksa’ ditinggal di Top Gear.

Kehadirannya digantikan oleh “The American”, seorang pengendara NASCAR yang sambil mengemudi seringkali menyeletuk dengan gaya blak-blakan dan sarkasme. Namun sayang candaan celetukannya tersebut tidak lucu dan tidak menarik.

Penampilan trio british sendiri tidak terlalu banyak perubahan. Mereka masih tetap fresh, berkelas dan tentunya jenaka. Meskipun demikian saya rasakan ada sedikit yang berubah terutama ketika percakapan di dalam tenda (studio mereka sekarang) dimana ada kesan mereka terlalu terpatok pada skrip. Lebih kaku dibanding Top Gear terdahulu. Selain itu salah satu segmen tayangannya yaitu “Celebrity Brain Crash” terasa datar dan hambar.

Meski demikian, hal tersebut masih bisa dikatakan wajar berhubung acara ini baru saja dimulai yaitu Season 1. Tentunya kita berharap akan ada perbaikan dan pengembangan kedepannya. Apalagi didukung dengan budget yang melimpah dari Amazon yang menjadikan acara ini memiliki potensi besar untuk ‘kembali’ menjadi acara mobil terbaik di dunia,

Saya rasa cukup sekian ulasan kali ini. Sebenarnya masih ada beberapa lagi film atau tayangan yang ingin saya tambahkan tapi cukup dulu deh biar ga kepanjangan hehe. Mudah-mudahan daftar diatas bisa mewakili dan menambah pengetahuan kita mengenai dunia mobil khususnya dalam hal film dan tayangan TV.

Mana saja nih favorit kalian dari daftar di atas? Ada yang mau berbagi pengalaman atau komentarnya?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *