Gaya Modifikasi Dalam Car Culture Jepang

Gaya Modifikasi Dalam Car Culture Jepang

Berbicara modifikasi mobil, seringkali kita akan juga berbicara mengenai gaya modifikasi atau aliran modifikasi. Ada berbagai macam gaya modifikasi dan bahkan juga bisa gabungan dari beberapa gaya modifikasi. Meskipun belakangan ini trendnya lebih ke arah modifikasi proper yang diartikan sebagai modifikasi yang ‘benar’ atau ‘sesuai’.

Modifikasi proper memperhatikan keseimbangan antara form and function. Jadi faktor estetika, kenyamanan, keamanan dan fungsi mobil benar-benar diperhatikan. Bagaimana caranya mobil bisa terlihat keren, performa meningkat, tetapi masih mempertahankan fungsi/kelayakan mobil tersebut.

Gaya modifikasi ini memang betul pantas, nyaman, adem dilihat. Itulah kenapa, gaya ini belakangan menjadi semacam ‘standar’ umum untuk modifikasi mobil. Sedikit keluar jalur alias tidak proper, bakal dibilang ricer!

Nah, kalo sudah seperti ini, bisa kacau juga.

Modifikasi bisa menjadi terbatasi, monoton, dan bahkan mati. Adanya paten-paten yang semacam ‘diwajibkan’ dalam modifikasi tentu membuat modifikasi menjadi tidak bebas. Salah-salah ya itu tadi, disebut ricer, norak, atau apalah.

Saya pribadi terkadang ada masanya bosan juga melihat bentuk yang ‘proper’ ini. Dipikir-pikir lagi namanya modifikasi itu seharusnya memang berdasarkan freedom in mind.

Kenapa saya membahas ini? Karena pada ulasan ini kita akan mengulas mengenai gaya modifikasi dalam car culture Jepang yang didalamnya tidak sedikit orang akan melihatnya sebagai modifikasi ricer.

Kita mulai saja. Siapkan kopinya.

Gaya Modifikasi Car Culture Jepang

Gaya Modifikasi Dalam Car Culture Jepang

Jepang merupakan negara dengan keragaman car culture terbanyak di dunia. Kreatifitas dan keunikan bangsa ini menyebar dalam berbagai aspek termasuk di dalamnya modifikasi mobil. Modifikasi tidak ada prinsip ‘benar’ dan ‘salah’. Semuanya didasarkan pada cita rasa, selera, keinginan pemiliknya. Dan memang kembali pada sifat orang Jepang yang sangat menghargai hak-hak individu dan tidak suka mencampuri urusan orang, tidak ada namanya men-judge ricer, norak dan semacamnya.

Jadi, udah kreatif ditambah kebebasan dan gada juga yang menjudge macam-macam.

Inilah kenapa modifikasi sangatlah berkembang di Jepang. Bayangkan saja misal ketika Wataru Kato memotong fender mobil Lambo atau Akira Nakai memotong fender Porsche klasik. Mobil supercar yang premium dan mobil Porsche klasik dipotong begitu saja untuk modif! Mungkin, kalo itu dulu diawalinya disini, bakal habis sudah dihujat.

Disini mobil yang dimodif menjadi lambo-lamboan atau supercar palsu seringkali menjadi bahan tertawaan dan ejekan. Tetapi coba kita pikir lagi, belum tentu juga kita bisa membuatnya. Dibutuhkan skill engineering dan mekanikal yang tidak kecil untuk membuatnya. Siapa yang tau apabila diberi respon positif mungkin dari lambo-lamboan ini bisa terus berkembang menjadi sesuatu yang besar!

Nah, di Jepang sana tidak lah begitu. Tidak ada paten-paten ‘wajib’ atau aturan proper. Root modifikasi car culture mereka berdasarkan kebebasan berekspresi dan kreatifitas. Tengoklah sentuhan gaya modifikasi klasik mereka yang reckless sampai saat ini terus berkembang menyatu dengan unsur modern misal pada Rocket Bunny, Liberty Walk, RWB atau Morohoshi Style.

Kebebasan dengan tidak adanya judge, aturan, acuan dalam modifikasi pun membuat keragaman modifikasi di Jepang terus terjaga. Orang tidak berganti tema modif hanya karena ‘standar’ nya sekarang sudah berganti. Bukan karena sudah tidak musim. Atau karena khawatir dicemooh karena gaya modifnya disebut ‘ngaco’ atau ‘ricer’. Tetapi memang berdasarkan apa yang diinginkan, apa yang disuka. Mobil proper? ada. Mobil bergaya Need for Speed Underground dengan decals dan neon? Masih ada. Mobil Itasha dengan sticker anime? Masih ada. Mobil gaya Bosozoku dengan bodykit ‘super ricer’? Masih ada. Mobil static camber super ceper? masih ada juga.

Keragaman jenis dan gaya modifikasi inilah yang kemudian membuat Jepang dikenal sebagai surga para enthusiast. Ulasan car culture Jepang serasa tidak pernah habis. Daikoku PA menjadi salah satu bukti nyata akan hal ini. Tempat parkir legendaris ini sudah lama dikenal sebagai ‘kuil’ para petrolhead di Jepang. Berbagai jenis mobil dan berbagai jenis gaya modifikasi bisa kita temui berkumpul di Daikoku meet. Proper, stance, hellaflush, VIP, itasha, lowrider, muscle, dekotora, kaido racer, shakotan, Lambo Morohoshi Family, supercar, Onikyan/ camber demon, Kei-car, dan lain-lainnya.

Modifikasi Klasik Jepang

Gaya Modifikasi Dalam Car Culture Jepang

Modifikasi klasik Jepang tidak bisa disangkal sebagai faktor penting dalam car culture Jepang. Bukan hanya dari gaya modifikasinya yang terus berkembang, tetapi spirit dari modifikasi era klasik juga memberikan pondasi yang kuat bagi mindset modifikasi di Jepang. Modifikasi klasik inilah yang menjadi awal dari spirit of ‘JDM’ yang kemudian membuat JDM culture itu berkembang luas.

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, root modifikasi car culture Jepang berdasarkan pada kebebasan berekspresi dan kreatifitas. Gaya modifikasi klasik Jepang identik dengan sentuhan kebebasan dan kreatifitas yang reckless alias seringkali push the limit untuk mencapai karakter yang diinginkan.

Mobil super ceper, camber ekstrim, stretched tires, bodykit ala gundam, knalpot panjang dibentuk kayak petir, sayap segede gambreng dan lain-lainnya.

Kata ‘klasik’ sebenarnya kurang tepat juga digunakan untuk berbagai gaya modifikasi ini. Kenapa? karena memang sampai saat ini pun gaya modifikasi ini masih terus ada. Tidak hilang berganti karena sudah beda jaman, beda trend, beda ‘standar’ modifikasi.

Bahkan, gaya ini bukan hanya terjaga tetapi juga terus berkembang. Sentuhan gaya modifikasi ‘klasik’ Jepang bisa kita lihat dipadukan dengan unsur modern. Ban lebar, super ceper, overfender, wings besar, body kit reckless. Lihat saja pada Rocket Bunny, Liberty Walk, RWB atau Morohoshi Style.

Istilah, Aliran dan Gaya Modifikasi Dalam Car Culture Jepang

Pada modifikasi Jepang kita akan menjumpai beberapa istilah. Istilah ini bisa berupa aliran modifikasi, nama jenis modifikasi ataupun nama kelompok/ gang yang menggunakan modifikasi tertentu. Dibawah ini kita akan coba sajikan beberapa diantaranya.

Kyusha

Tidak jarang diartikan sebagai gaya klasik atau classic style. Kyusha sebenarnya memiliki arti mobil tua atau mobil klasik. Club atau group penggemarnya disebut Kyushakai. Dari artinya, sebenarnya semua mobil klasik/ vintage Jepang bisa disebut kyusha. Tapi ada juga memang pengertian lainnya semisal mobil klasik yang dipelihara/direstorasi dalam kondisi stock atau orisinil. Ataupun modifikasi tetapi biasanya hanya ringan tanpa banyak mempengaruhi tampilan asli mobil klasik tersebut.

Zokusha

Zoku artinya tribe, gang atau group. Sha artinya kendaraan (mobil). Jadi, zokusha itu artinya geng mobil atau bisa juga disebut club mobil. Istilah ‘zoku’ ini muncul pada sub-culture pasca perang dunia ke-2 atau pada 1950an. Ketika itu perubahan sosial pasca perang generasi muda Jepang serta beberapa film/ novel asing memberikan inspirasi kebebasan yang reckless bagi anak muda Jepang. Ditambah mulai boomingnya car culture, munculah geng atau ‘zoku’ dimana-mana. Ada geng balap jalan tol (Roulette-zoku or Circuit-zoku), geng drag racers (Zeroyon-zoku), drifters (Dorifto-zoku), Vanners (Vanning-zoku), Touge battlers (Rolling-zoku), dan yang paling terkenal, Bakusozoku (Bosozoku) – Geng Boso

Shakotan

Seringkali salah digrupkan bersama Bosozoku atau garuchan. Padahal, shakotan sebenarnya memiliki arti mobil ceper atau ‘short ground clearance cars’. Istilah lainnya saat ini adalah ‘Slammed’. Mobil dengan modifikasi minimalis, selama ceper atau slammed itu bisa dikategorikan Shakotan. Tentu saja mobilnya harus berupa mobil klasik Jepang ya.

Garuchan/ Grachan

Gaya Modifikasi Dalam Car Culture JepangGaruchan atau Grachan ini berasal dari kata Grand Championship. Gaya modifikasi ini terinspirasi dari kejuaraan mobil Grand Championship di Fuji Speedway pada tahun 70-80an. Khususnya terutama pada mobil-mobil Group 5. Karakter utamanya adalah bodykit boxy yg agresif bergaya mobil balap sirkuit dengan sayap besar. Inspirasi ini juga digunakan oleh Bosozoku, hanya saja mereka merombak dan mengembangkannya menjadi lebih ekstrim lagi.

Bosozoku

Terjemahan bebasnya adalah ‘Violent Speed Gang’. Sesuai namanya mereka adalah geng berandalan yang sudah lama dikenal di Jepang dengan karakter pemberontakan, ugal-ugalan serta kekerasan. Awalnya mereka merupakan gang motor yang kemudian juga hadir mobil di dalamnya. Gaya modifikasinya terinspirasi mobil-mobil Group 5 (sama seperti Garuchan) hanya saja mereka lebih nyeleneh dan nyentrik lagi. Ulasan lengkap Bosozoku bisa kita lihat disini.

Kaido Racers

Club mobil JDM vintage yang memodifikasi mobilnya dengan gaya seperti Bosozoku. Hanya saja, kebanyakan dari mobilnya tidak seagresif atau tidak senyeleneh Bosozoku. Yaa, bisa dibilang Kaido Races ini Bosozoku versi jinak. Kebanyakan dari anggota Kaido Racer pun tidak berkaitan dengan Bosozoku. Mereka hanya terinspirasi dengan gaya modifikasi mobilnya saja. Jadi secara attitude-pun, mereka orang-orang normal alias bukan berandalan.

Kanjozoku

Kanjozoku adalah club mobil street racer Honda yang menjadi legenda di Osaka. Mereka menggunakan area jalan tol bernama Kanjo Loop Line sepanjang 21 km. Jalan ini terhubung (loop) sehingga menjadi sebuah track oval. Disinilah para Kanjozoku melesat cepat memutari Kanjo setiap malamnya. Syarat utamanya tentunya adalah mobil Honda. Mobil yang digunakan adalah Civic hatchback semisal EF9, EG6, and EK4 Civic SiR. Ada juga yang menggunakan EK9 Type R. Mobil ini memiliki ciri khas livery atau sticker ala mobil balap sirkuit. Bukan hanya luarnya saja, mobil-mobil Honda ini memang dimodifikasi fungsional untuk mobil balap.

Morohoshi Style

Gaya Modifikasi Dalam Car Culture JepangGaya modifikasi dari Shinichi Morohoshi untuk mobil Lamborghini. Intinya adalah ‘bling bling’ alias gemerlapan. Strobo yang menghiasi mobil, lampu neon warna mencolok di kolong, di dalam interior dan dibagian mobil. Spirit dari kebebasan dan nyeleneh pada geng mobil klasik seperti Bosozoku berkembang merasuki Lamborghini. Hasilnya adalah Lamborhini Yakuza Style! Untuk orang luar Jepang modifikasi ini tentu mengundang berbagai kritikan dan hujatan. Tapi di Jepang, anggota Morohoshi Family malah terus bertambah!

Yanki

Para anggota Bosozoku tidak sedikit kemudian yang menjadi anggota Yakuza. Nah, dibawah Bosozoku ini ada yang namanya Yanki. Mereka adalah remaja (umurnya dibawah Bosozoku) yang memang terinspirasi dari culture Bosozoku. Ya umur anak SMA atau kuliah tingkat awal. Bukan hanya dari karakter sifat atau gaya penampilan saja, untuk modifikasi motor dan mobilnya pun mereka mengacu pada gaya Bosozoku. Ketika mereka lulus sekolah, atau dropout, mereka tidak sedikit kemudian yang bergabung menjadi Bosozoku.

Hashiriya

Hashiriya artinya street racer atau pembalap jalanan. Mereka yang doyan ngebut atau balapan ilegal di jalan umum. Hashiriya identik dengan high-way racing seperti pada geng mobil legendaris Midnight Club. Meskipun demikian kata hashiriya juga bisa digunakan untuk tema balap jalanan lainnya semisal pembalap drift jalanan.

VIP

Disebut dengan nama ‘Bippu’ adalah gaya modifikasi mobil sedan luxury yang sering dihubungkan dengan mafia Jepang, Yakuza. Mobil sedan luxury yang besar dan mahal dimodifikasi ceper dengan velg besar mengkilap, flush atau cambered, body cat glossy dan kaca film hitam semakin pekat semakin bagus. Beberapa mobil yang digunakan diantaranya Nissan President, Nissan Cima, Nissan Cedric, Nissan Gloria, Nissan Fuga, Toyota Celsior, Toyota Century, Toyota Crown, Toyota Aristo.

Itasha

Gaya Modifikasi Dalam Car Culture JepangPada tahun 90an, para penggemar anime di Jepang mulai menghias kendaraan mereka dengan stiker dan pernak-pernik anime. Mereka terpengaruh dari gaya modifikasi ala Bosozoku dan Dekotora (truk yang dihias-hias). Mereka menamakan menghias kendaraan dengan tema anime ini dengan istilah itasha. Jadi semacam tribute atau persembahan pada tokoh anime kesayangan. Ulasan lengkapnya ada disini.

Onikyan

Onikyan atau demon camber (camber setan) adalah gaya modifikasi camber negatif yang ekstrim. Lupakan tentang fungsi, gaya modifikasi ini memang untuk tujuan visual semata. Tapi ingat tentu saja miringnya camber tidak sampai membuat mobil seperti UFO ya. Onikyan umumnya dilakukan pada mobil Kei-car atau pada mobil VIP.

Tsuraichi

Modifikasi berupa celah yang tipis, atau bahkan tidak ada celah antara ban dan fender. Istilah amriknya, Hellaflush.

Hippari

Artinya adalah stretched tires atau ban yang ditarik dilebarkan. Jadi ban dimasukkan ke velg yang ukurannya lebih lebar dibandingkan lebar ban. Biasanya 1-3 inchi. Gaya ini muncul awalnya dari scene street drifting Jepang.

Takeyari

Gaya Modifikasi Dalam Car Culture JepangPernah liat mobil klasik Jepang dengan knalpot pipa panjang sampai menjulang ke angkasa? Exhaust system atau gaya knalpot ini disebut dengan Takeyari. Kalo diterjemahin artinya bamboo spear atau tombak bambu. Mungkin istilah di kita bisa pake nama bambu runcing kali ya, hehe. Pipa panjang nya memang seperti bambu, bahkan tidak jarang ujung diruncingkan jadi seperti bambu runcing. Takeyari bisa dibentuk macam2, ada yang bentuk petir, bentuk cerobong asap, bentuk teralis, bentuk kayak antena tv, bentuk bintang, bahkan ada yang bentuk ‘anu’.

Dekotora

Pernah lihat truk yang dihiasi lukisan atau tulisan-tulisan jenaka? Nah di Jepang, sebagaimana halnya Jepang, modifikasi lebih ekstrim. Supir truk memodifikasi dengan istilah Dekotora atau truk dekorasi (decorated truck). Trend ini bermula dari film “Torakku Yaro” (Truck Guys) pada 1975. Film ini mengisahkan seorang supir truck yang memodifikasi menghias-hias trucknya dan mengendarainya keliling Jepang. Pada awal 90an, Dekotora semakin berkembang dengan inspirasi robot dari Gundam Series. Hasilnya sekaran Dekotora ini menjadi perpaduan mobil truck karnaval dan robot ala transformer.

(Bonus) Dekochari

Tidak punya mobil atau truck? Hanya punya sepeda? Jangan khawatir, ada namanya Dekochari (sepeda dekorasi). Gaya modifikasi ini terinspirasi dari Bosozoku dan Dekotora tetapi diterapkan pada sepeda. Hasilnya adalah sepeda ber’bodykit’ boxy mencolok dengan berbagai macam hiasan dan perlengkapan seperti lampu-lampu ataupun bahkan speaker musik!

Demikian ulasan kali ini.

Kebebasan, kreatifitas, keluar jalur, dan tentunya tidak ada yang suka menghujat sana-sini. Spirit modifikasi di Jepang inilah yang membuat Jepang sebagai negara dengan car culture paling beragam di dunia. Inilah kenapa liputan mengenai car scene dan modifikasi di Jepang seakan tidak ada habisnya. Tidak ada bosannya juga karena keragaman gaya modifikasi serta keunikannya selalu menjadi pesona yang tidak ditemukan dalam car scene di negara lainnya.

Jadi, next time kita melihat mobil yang dimodif nyeleneh keluar ‘standar’ jangan langsung dibilang norak atau ricer ya. Terkecuali kalo sudah keterlaluan banget semisal camber gaya UFO yang setiap jalan mengeluarkan suara alien hehe.

Ada tambahan atau komentar? Gaya modifikasi Jepang mana saja yang menjadi favorit kalian?

Saya tidak jarang suka memikirkan dan mengidamkan Cressida dan memodifnya dengan gaya Shakotan atau Kaido Racer.

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *