5 Jalan di Bandung yang Pas untuk Tancap Gas

Sekarang kita akan bahas bersama 5 jalan di Bandung yang pas untuk menikmati perjalanan sambil sedikit tancap gas. Beberapa jalan terletak sedikit di luar Bandung, tapi tak apalah masuk juga karena masih deket-deket Bandung juga, hehe.

Kita semua tentu sepakat bahwa menyetir mobil kesayangan kita merupakan hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Entah itu sambil ditemani playlist lagu kesukaan, membuka jendela dan menikmati udara pagi, ataupun meresapi (beuhh) cahaya lampu-lampu malam jalanan. Menyenangkan bukan? Apalagi bila mobil baru selesai dicuci kinclong dan bensin full tank, hehe.

Dalam mood seperti itu biasanya kita terpacu untuk menancap gas dan merasakan kesenangan lainnya dalam menyetir mobil. Yap, ngebut haha. Merasakan tekanan yang membuat badan kita terdorong kebelakang dan mobil melaju dengan kencang tentunya membuat adrenaline bergejolak.

Namun, momen seperti itu agak susah untuk bisa kita rasakan. Mungkin bukan agak, tapi emang susah. Pasti sudah terlintas kenapa. Betul sekali, karena jalanan kita sudah sangat padat dan sering macet. Kalaupun ada yang lenggang, daerah pinggir kota atau pegunungan misalnya, jalannya kebanyakan sempit dan berlubang.

Tapi jangan khawatir, kita akan sajikan lima jalan di Bandung yang cocok untuk dipake mengemudi cepat alias ngebut.

Ada beberapa faktor yang kita pertimbangkan dalam pemilihan jalan terutama faktor keamanan karena tentunya kita tidak mau membahayakan keselamatan diri, orang lain ataupun keselamatan dompet haha. Oleh karena itu pemilihan waktu kebanyakan dilakukan pada malam atau dini hari, karena pada saat itu jalan akan lebih lenggang.

Untuk mengecek kondisi keramaian lalu lintas jalan melalui CCTV bisa dicek melalui situs ini.

Baiklah kita mulai saja, berikut ini adalah 5 jalan tersebut.

Pasteur – Jembatan Layang Pasupati

Jalan di Bandung - Layang Pasopati

Pasteur - Pasopati

Jarak                        : 4 Km
Jumlah belokan     : 4
Jenis jalan              : Datar, perkotaan
Waktu terbaik         : 01.00 – 04.00
Traffic                      : Sedikit
Pemandangan        : Lampu jalanan malam, City light pasupati

Dimulai dari perempatan setelah Gerbang Tol Pasteur lalu naik memasuki Jembatan Layang Pasupati sampai finish di Jalan Surapati/ Lapangan Gasibu. Track jalan sepanjang 4 Km ini merupakan salah satu jalan di Bandung yang sangat padat dari pagi sampai malam hari. Akan tetapi jalan yang lebar ini akan menjadi cukup lenggang pada waktu dini hari, sekitar pukul 00.00 – 04.00. Tidak ada perempatan di jalan ini alias tanpa hambatan dan ada 4 belokan kecil (nyerong dikit).

Apabila kita memutuskan untuk sedikit melonggarkan pedal gas, di jalan ini kita bisa menikmati pemandangan lampu malam jalan pasteur (tentunya plus udara malam Bandung) dan view city light dari Jalan Layang Pasupati.

Di bagian awal jalan yaitu Jalan Pasteur, kita tetap harus agak waspada terhadap penyebrang jalan, meski sepertinya jam 1 pagi sih jarang yang nyebrang jalan, hehe. Bagian jalan terkencang untuk dijajal adalah begitu masuk Jembatan Layang Pasupati karena sudah bisa di pastikan tidak akan ada penyebrang jalan disana. Push the throttle!

Jalan Rancaekek (Bandung-Garut) – Nagreg

Jalan di Bandung - Rancaekek

Rancaekek - Nagrek

Jarak                        : 20 Km
Jumlah belokan     : 22
Jenis jalan              : Datar plus beberapa tanjakan, jalan perbatasan
Waktu                      : 01.00 – 03.00
Traffic                      : Sedang
Pemandangan        : –

Track ini adalah Jalan Raya Bandung–Garut sampai finish di Jalan Nagreg dengan total jarak lumayan panjang yaitu 20 Km.

Jalan di Bandung ini merupakan jalan provinsi yang dekat dengan area pemukiman dan selalu aktif meski di malam hari. Kondisi jalan terkadang agak bumpy karena ada beberapa tambalan jalan berlubang dan akan mengalami banjir pada sebagian jalannya apabila terjadi hujan besar. Oleh karena itu, di track jalan ini kita tidak bisa sepenuhnya memacu mobil kita, tapi untuk sedikit tarikan sih masih sangat nyaman untuk dijajal asal timing nya pas.

Di akhir perjalanan track ini kita akan disambut dengan hawa udara malam Garut yang cukup sejuk, pas sekali untuk istirahat sambil menikmati secangkir kopi panas, hehe.

Lingkar Nagreg

Lingkar Nagrek

Terowongan Nagrek

Peta lingkar nagrek

Jarak                         : 5 Km
Jumlah belokan       : 16
Jenis jalan                : Dominasi tanjakan dan turunan, jalan perbukitan
Waktu                        : 11.00 – 05.00
Traffic                        : Sedikit
Pemandangan         : Perbukitan, Terowongan Lingkar Nagreg

Lingkar Nagreg merupakan jalan one way yang membelah kawasan perbukitan sejauh 5 Km. Jalan ini cukup disukai karena pemandangan perbukitan dan juga terowongannya yang mirip-mirip terowongan di luar negeri haha. Untuk menikmati view area perbukitan enaknya di pagi atau sore hari, sedangkan untuk terowongan sih lebih pasnya di malam hari.

Kamu mungkin sudah tau bahwa menggeber mobil dengan kecepatan tinggi di dalam terowongan tentunya akan menghasilkan suara mesin dan knalpot yang sangat merdu untuk di dengar haha, tapi sayang terowongan ini atas nya di desain bolong-bolong (atau entah karena belom kelar), sehingga suara yang dihasilkan pun tidaklah maksimal.

Track yang di dominasi dengan tanjakan serta turunan ini cukup ramai di sore hari sehingga lebih disarankan untuk manjajalnya ketika tengah malam sampai pagi hari. Untuk kalian yang doyan ngesot alias nge drift, track ini menjadi track rekomendasi karena memiliki jumlah dan jenis tikungan-tikungan yang pas untuk touge ala Initial D haha.

Tol Cipali – Subang

Tol Cipali

Tol Cipali Menjelang Malam

Peta Cipali - Subang

Jarak                      : 37 Km
Jumlah belokan   : 11
Jenis jalan            : Datar, Jalan tol
Waktu                    : 05.00 – 08.00
Traffic                    : Sangat sedikit
Pemandangan      : Persawahan, open space

Dimulai dari awal Tol Cipali sampai Gerbang Tol Subang dengan jarak tempuh sepanjang 37 Km dan belokan yang hanya berjumlah 11 (belokan nyerong dikit), ditambah tingkat traffic yang sangat sedikit. Inilah yang membuat track ini sangat kami rekomendasikan untuk dicoba. Selain itu, track ini merupakan jalan tol yang lebar dan juga pastinya tidak akan ada penyebrang jalan atau motor (Iyalaah).

Saya pernah mencoba menjajal track ini dengan kecepatan 180Km/jam, ga berani nambah karena mobil udah grubug brubug, maklum mobil tua hehe.

Track ini sangat pas untuk ngajak mobil kesayangan kita buat lari pagi, mulai jam 5 sampai sekitar jam 8 pagi. Lebih pasnya lagi di hari Minggu atau bisa juga Sabtu. Untuk hari kerja sepertinya track ini akan lebih padat di lalui kendaraan.

Di track ini kita juga dapat menikmati pemandangan alam terbuka serta area persawahan hijau yang luas. Meski sebenarnya tidak diperbolehkan menepikan kendaraan tanpa alasan yang jelas, tapi tak apalah bandel dikit untuk sejenak menepi dan menikmati pemandangan tersebut hehe. Jangan lupa untuk menyalakan lampu hazard ok (pura-puranya mogok, pas diliat lagi selfie hehe).

Dari Gerbang Tol Subang, apabila kita akan menuju ke Bandung kita akan melewati daerah perkebunan teh Subang yang asri dan sejuk. Bisa aja sih lanjut terus, cuman balik laginya jauh (plus bayar tolnya malesin haha).

Underpass Cibiru

Jalan di Bandung - Underpass Terowongan Cibiru

Peta Lingkar Bunderan Cibiru

Jarak                       : ???
Jumlah belokan    : ???
Jenis jalan             : Datar, terowongan
Waktu                     : ???
Traffic                     : ???
Pemandangan       : –

Inilah jalan yang belum ada alias baru mau di bangun haha. Underpass Cibiru merupakan jalan di Bandung dengan desain terowongan yang akan dibangun untuk mengurangi kemacetan di kawasan Bandung Timur, tepatnya di daerah Bunderan Cibiru.

Keliatannya sih jalan ini gak akan panjang, maksimal mungkin sekitar 500 Meter. Tapi, 500 Meter jalan berupa terowongan tertutup tentunya sangat menggiurkan bagi kita penikmat suara mesin dan knalpot mobil yang melaju kencang, ya kan?

Underpass Cibiru ini mengingatkan saya ke terowongan nya track F1 di Monaco yang seringkali di jadikan tempat untuk mobil-mobil supercar untuk memacu kendaraannya dengan suara yang gahar. Dilihat dari gambar desainnya, sepertinya jalan ini tidak memiliki area pejalan kaki di sampingnya, mungkin karena Underpass Cibiru ini terletak di jalur tengah jalan. Berbeda dengan terowongan Monaco yang memiliki area khusus untuk pejalan kaki, sehingga seringkali para pejalan kaki dapat merekam mobil-mobil supercar bersuara gahar yang melintasi terowongan tersebut.

Terowongan Monaco F1

Apapun bentuknya nanti, mudah-mudahan proyek jalan underpass ini lancar dan lekas kelar.

Sebelum mencoba track jalan diatas, lebih seru lagi bila kita mempelajari teknik mengemudi lanjutan, sehingga menambah keasikan pengalaman mengemudi kita.

Demikian ulasan kali ini. Ada yang mau berbagi pengalamannya menjajal jalan di atas? Atau ada yang mau menambahkan lokasi track jalan lainnya?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *