Yuk Kenali Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya!

Yuk Kenali Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya!

Kali ini kita akan bahas mengenai jenis mesin mobil. Baru mulai ngetik-ngetik lagi nih berhubung ada beberapa rutinitas lainnya (so sibuk haha). Padahal, udah cukup banyak nih tema buat ulasan termasuk masukan-masukan tema yang ditampung dari Instagram. Mohon bersabar hehe.

Back to topic.

Jenis mesin mobil merupakan hal yang sangat penting dalam pembahasan mobil. Bila kita lihat review atau ulasan mobil pastinya akan ada bagian yang menyebutkan jenis mesin mobil tersebut. Sebut saja seperti inline-four, V8, boxer, rotary, dan lainnya.

Nah, bila kita kurang mengetahui apa maksud istilah tersebut, maka kita akan melongo saja apa itu artinya hehe. Padahal, jenis mesin tersebut memiliki karakter-karakter tersendiri yang ujung-ujungnya akan juga mempengaruhi karakter sebuah mobil. Sebagaimana sebuah karakter, pastinya juga ada kelebihan dan kekurangannya.

Sebenarnya jenis mesin ini ada banyak juga. Tergantung dari kategori atau klasifikasinya. Misal, berdasarkan sumber tenaganya ada mesin petrol (bensin), diesel, hybrid, listrik, dan hydrogen. Klo dari sistem forced induction itu ada mesin NA, mesin turbo dan mesin supercharged. Dari jumlah strokes ada 2-stroke, 4-stroke, dan 6-stroke engine.

Dalam ulasan kali ini, kita akan bahas jenis mesin berdasarkan konfigurasi atau layoutnya. Ini adalah kategori yang sangat umum kita jumpai sehari-hari.

Sudah siap kopinya? Kita mulai saja.

Inline/ Straight

Yuk Kenali Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya!

“The traditional yet effective.”

Ini merupakan jenis yang paling umum dan populer digunakan dalam mesin mobil. Kalo kita keluar dan lihat mobil-mobil berlalu-lalang di jalanan, itu kebanyakan menggunakan inline/ straight engine. Sesuai namanya jenis mesin ini memiliki penempatan silinder/ piston yang sejajar atau segaris.

Konfigurasinya adalah sebagai berikut.

  1. Silinder ditempatkan berjejer segaris.
  2. Silinder ada diatas crankshaft (kruk as).
  3. Memiliki konstruksi yang simpel dibanding konfigurasi mesin lainnya.
  4. Karena simpel maka moving parts nya pun lebih sedikit dibanding konfigurasi mesin lainnya.
  5. Umumnya menggunakan single manifold untuk exhaustnya.

Kelebihan dari inline engine adalah compact dan ringan sehingga baik untuk efisiensi bahan bakar. Inilah kenapa kebanyakan mobil umumnya menggunakan jenis konfigurasi ini. Selain itu, memang jenis mesin ini sangat ekonomis untuk diproduksi dan juga untuk dirawat. Ga ribet lah hehe. Inline juga dikenal oleh para tuner sebagai konfigurasi yang mudah dituning, terutama pada inline-four.

Layout yang segaris memanjang membuat jenis mesin ini memiliki batasan volume dan jumlah silinder. Volume biasanya maksimal di kisaran 2.5L-3.0L, sedangkan jumlah silinder umumnya hanya sampai enam. Kebayang kan kalo inline-10 atau inline-12, itu sepanjang apa tar kap mesin mobilnya haha.

Desainnya pun memiliki center gravity yang lebih tinggi dibanding beberapa konfigurasi mesin lainnya. Ini akan berpengaruh pada kestabilan dan handling mobil. Kekurangan lainnya, karena konfigurasinya yang segaris maka membutuhkan packaging alias ruang mesin yang panjang, terutama di inline-six.

Contoh populer dari jenis mesin ini tentunya adalah inline-four dan inline-six. Mulai dari mesin ekonomis sampai mesin legendaris seperti JZ, RB, B series, 4AG, 4G63 dan lainnya. Untuk Inline-six, jenis ini merupakan konfigurasi favorit dari beberapa produsen mobil Eropa terutama yang paling loyal adalah BMW.

Mobil dengan inline-eight kayaknya jarang bgt, kalopun ada hanya sedikit dan setau saya itu jaman jadul adanya hehe. Inline-5 cukup banyak digunakan di mobil-mobil Eropa semisal Fiat, Lancia, dan VW. Yang paling terkenal contohnya pada group rally legendaris Group B pasti udah pada kenal dengan Audi Quattro S1.

Inline-three saat ini lumayan populer seiring dengan penekanan cost mobil irit namun boyot. Sebut saja seperti Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Datsun Go, dan lainnya.

V-engine

Yuk Kenali Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya!

“More cylinder more power!”

Inilah jenis konfigurasi mesin yang seringkali identik dengan power dan tentunya kecepatan!

Ya wajar juga sih, soalnya yang pake V ini jumlah silindernya bisa banyak bgt. Pasti udah pada tau lah, mulai dari V6, V8, V10, sampai V12! Tentunya semakin banyak silinder berarti semakin banyak dapur tempat pembakaran udara dan bensin sehingga ya more power. V4 sebenarnya ada juga, misal di beberapa mobil Lancia seperti Fulvia.

V engine memiliki konfigurasi sebagai berikut.

  1. Silinder ditempatkan dengan layout berbentuk V
  2. Sudut layout V ini besarannya berbeda-beda tergantung dari produsen. Meskipun kebanyakan untuk racing atau performa besaran sudut V nya adalah 90 derajat.
  3. Semakin banyak jumlah silinder, semakin tinggi level performa mobilnya. Misalnya mobil V10 dan V12 sudah dapat dipastikan merupakan mobil kasta supercar atau hypercar.
  4. Memiliki 2 buah manifold exhaust.

Jenis mesin ini merupakan salah satu konfigurasi yang compact. Bandingkan saja dengan inline yang memanjang. V engine memiliki dimensi yang lebih compact sehingga bisa muat banyak silinder yang tadi kita sebutkan. Bukan hanya dari jumlah, volume silinder pun bisa lebih besar lagi pada V engine. Hasilnya ya ekstra power.

Konfigurasi ini juga memiliki torsi yang lebih dibanding inline engine. Berkat desainnya dimana tiap pasang piston bekerja di masing-masing sisi menghasilkan torsi lebih terutama pada RPM rendah. Keunggulan pada potensi menghasilkan power dan torsi inilah salah satu alasan  V engine lebih identik pada mobil-mobil premium atau performa.

Kekurangan dari V engine adalah jumlah moving part yang banyak sehingga untuk pembuatan dan perawatannya lebih memerlukan cost. Konfigurasi ini juga dikenal lebih berat, apalagi bila jumlah dan volume silindernya semakin besar.

Seiring waktu, teknologi pada sistem turbo terus meningkat terutama dalam efisiensi dan pengurangan lag. Beberapa produsen kemudian memilih V6 atau V8 dengan turbo ketimbang V10 atau V12 NA yang berat.

Contoh populer dari V engine tentunya banyak sekali. Mulai dari mobil sport V6 di NSX atau GTR, V8 pada muscle car, dan V10, V12 pada mobil exotic supercar.

Jenis Mesin Flat/ Boxer Engine

“Excellent balance, better handling!”

Pada konfigurasi lainnya, posisi silinder adalah vertikal yaitu atas bawah. Nah, pada Flat/ Boxer ini posisinya horizontal alias mendatar.

Sebenarnya flat dan boxer engine ini meski mirip tapi sebenarnya ada sedikit perbedaan. Boxer menggunakan satu crankpin untuk setiap silindernya, sedangkan Flat menggunakan satu crankpin untuk satu pasang silinder (dua silinder yang berhadapan).

Itulah kenapa pada boxer engine, piston yang berhadapan akan bergerak mendekati satu sama lain, lalu menjauhi satu sama lain. Selayaknya tangan dua orang petinju yang sedang saling memukul. Sedangkan pada flat engine, piston yang berhadapan akan bergerak beriringan.

Meskipun demikian, pada keseharian pengertian boxer dan flat engine ini seringkali disamakan.

Konfigurasi Flat/ Boxer engine adalah sebagai berikut.

  1. Karakter utama adalah penempatan silinder yang mendatar (horizontal) dengan piston yang saling berhadapan/ berpasangan.
  2. Karena karakter layout tersebut, dimensi dari jenis mesin ini bisa sangat rendah dan lebar.

Mesin merupakan komponen terberat dari sebuah mobil. Dengan layout mesin mendatar maka central gravitynya rendah sehingga mobil memiliki kestabilan dan handling yang sangat baik. Mesin boxer/ flat juga dikenal sebagai mesin yang sangat smooth dikarenakan beban pada crankshaft yang lebih ringan.

Kekurangannya mesin menjadi lebar. Perawatan bisa menjadi rumit apalagi bila ukuran ruang mesin pas-pasan. Dibandingkan dengan inline engine, suara dari boxer/ flat engine dapat lebih kasar. Tetapi hal ini malah menjadi karakteristik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para enthusiast. Kekurangan lainnya, konfigurasi lebih kompleks dan rumit untuk dimaintenance.

Buat kalian para purist, true boxer engine, yang bener-bener pistonnya ‘saling pukul’ dapat kita temukan pada Porsche dan Subaru.

Flat-4 atau Flat-6 cukup familiar dan banyak digunakan semisal pada Toyota GT86/ Subaru BRZ, Porsche 911, 982/ 718 Cayman, Subaru Legacy, Subaru Outback, dan lainnya. Oya, Supercar Lykan HyperSport juga menggunakan mesin konfigurasi Flat-6.

Flat-8 dan Flat-10 agak jarang digunakan karena pertimbangan cost dan dimensi mesin yang lebar. Flat-12 digunakan pada mobil-mobil balap seperti pada mobil Formula 1 Ferrari 1512 dan Mercedes-Benz C291.

Rotary/ Wankel engine

Yuk Kenali Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya!

“The spinning triangles.”

Berbicara mengenai compact, maka mesin rotary lah juaranya. Simpel namun sangat efektif. Power to weight ratio dari mesin ini sangat mengagumkan. Dengan dimensi compact, bobot ringan bisa menghasilkan power yang besar. Kecil-kecil cabe rawit!

Langsung saja pada konfigurasinya.

  1. Tidak menggunakan piston, melainkan rotor. Jumlahnya mulai dari 1 rotor (versi jebot), 2 rotor (versi modern umum/ street), 3 rotor (racing), dan yang paling brapp brapp adalah 4 rotor semisal pada Mazda 787B.
  2. Rotor berbentuk segitiga sama sisi terhubung dengan crankshaft di dalam sebuah housing.
  3. Satu rotasi putaran rotor memiliki 4-stroke: intake, kompresi, ledakan, dan buangan.

Kelebihan dari rotary adalah power to weight ratio yang sangat tinggi. Dengan dimensi yang kecil dan bobot ringan, mesin ini bisa memiliki power yang besar dibandingkan jenis mesin lainnya. Mesin ini juga memiliki moving part yang sedikit sehingga sangat compact dan ekonomis untuk diproduksi. Selain itu mesin rotary juga merupakan mesin high RPM alias high revving!

Semua keunikan dan kelebihan dari rotary menjadikan mesin ini sebagai mesin yang sangat berkarakter dan memiliki pesona tersendiri bagi para enthusiat.

Meskipun demikian, mesin kecil tapi sakti ini dikenal sebagi mesin yang rapuh dan haus. Kurang reliable.

Rotary bekerja dengan menyuntikkan oli ke dalam housing rotor sehingga oli yang ikut terbakar ini akan sangat mempengaruhi emisi gas buangan. Hal tersebut juga membuat oli akan terus berkurang dan kita harus rajin memeriksa dan mengisi oli. Mesin ini juga memiliki karakter kompresi yang rendah, sehingga ada sebagian bahan bakar yang tidak terbakar. Hal ini bukan saja menambah emisi tetapi juga sangat mempengaruhi efisiensi bahan bakar.

Perbedaan temperatur pada bagian housing dan rotor mengakibatkan sealing dari mesin ini lama-lama rentan untuk bekerja tidak optimal atau bahkan rusak. Itulah kenapa mesin rotary dalam jangka waktu tertentu memerlukan rebuild ulang mesin. Bila tidak dilakukan maka kinerja mesin dan efisiensi bahan bakar akan sangat terganggu.

Contoh dari mesin rotary tentu sudah pada tahu. Mazda memang sangat identik dengan mesin ini. Dulunya, beberapa produsen seperti NSU, Citroen, Ford, dan GM sempet mencoba mengembangkan mesin ini namun gagal karena sulitnya untuk menghadapi kelemahan rotary.

Mazdalah yang berhasil “menaklukkan” mesin rotary ini.

Setelah membeli lisensi dari NSU, Mazda lalu memerintahkan 47 engineer nya untuk mengulik mesin ini dan menciptakan mesin rotary yang jauh lebih reliable. Meskipun dengan pengorbanan pada konsumsi bahan bakar. Usaha ini sukses dan Mazda kemudian berhasil menjual mobil dengan mesin rotary sebanyak setengah juta unit pada tahun 1973.

Mazda RX 3 yang diperkenalkan pada 1971 menjadi bukti sejarah usaha Mazda dalam menaklukan mesin rotary. Penerusnya sudah kita kenal semua, RX-7 dan dilanjutkan RX-8.

Sayang sekali, pada akhirnya Mazda pun tumbang. Mereka tak sanggup lagi mengurus si kecil liar rotary ini. RX-8 pada 2012 discontinued dan menjadi seri penutup dari mesin rotary di dunia.

Jenis Mesin W Engine

Yuk Kenali Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya!

“V engine on steroids.”

Inilah mesin yang tidak umum dan akan sangat jarang dijumpai. Rasanya aneh dan nyentrik ada mesin mobil dengan desain W. Oleh karena itu, sama halnya dengan rotary, W engine ini merupakan hasil karya engineering yang eksotik dan mengagumkan. W engine saat ini hanya dikembangkan dan digunakan oleh VW Group. Mirip-mirip ada W-nya hehe.

Sebelumnya sudah kita bahas diatas mengenai V engine. Nah, W engine modern saat ini secara layout bisa disebut gabungan dari dua buah V engine yang berdempetan. Gabungkan dua V maka menjadi VV alias W.

Konfigurasinya seperti ini.

  1. Silinder ditempatkan dengan bentuk huruf W. Jadi ditengah layout V, ada deretan silinder lagi.
  2. Terdiri dari beberapa konfigurasi.
  3. Pertama, tiga deretan silinder (cylinder banks) dengan satu crankshaft. Ini desain awal yang klasik dari W engine.
  4. Selanjutnya, empat cylinder banks dengan 1-2 crankshaft. Ini desain modern saat ini untuk W engine.
  5. Terakhir, dua cylinder banks dengan 2 crankshaft. Ini sangat jarang digunakan dan dapat kita temui di motor kelas MotoGP seperti Yamaha YZR500 dan Cagiva GP500.

Kelebihan dari mesin ini terutama pada bentuk compact-nya yang bisa memuat jumlah silinder yang sangat banyak. Jenis mesin ini telah diaplikasikan dengan model W8, W12, W16 dan bahkan W18 engine!

Kekurangannya tentunya dari kompleksitas, cost serta ehem- beratnya, sangatlah besar. Selain itu, desain compact yang terdiri dari jumlah silinder yang banyak seperti ini mengakibatkan temperatur mesin saat bekerja sangatlah panas.

Seperti sudah disebutkan di atas, W engine saat ini hanya dikembangkan dan digunakan oleh VW Group. W8 digunakan di VW Passat. W12 dibenamkan pada VW Phaeton, VW Touareg, Audi A8, dan Bentley Continental GT. W16 yang bengis menjadi dapur pacu duo hypercar Bugatti yaitu Veyron dan Chiron.

W18 sejauh ini belum digunakan dalam mobil produksi. Dulu hanya berupa eksperiment semisal di mobil F1-nya Ferrari pada 1967. Selain itu, W18 menjadi powerplant dari mobil konsep Bugatti EB118, Bugatti EB218, Bugatti 18/3 Chiron dan Bugatti EB 18.4 Veyron di tahun 99-an.

Namun pada akhirnya Bugatti menggunakan W16 pada Veyron dan Chiron. Entah mungkin kedepannya apakah akhirnya rilis W18 atau bahkan W20 haha. Itupun kalo ga keburu mobil listrik hypercar mengambil alih dunia persilatan. Mudah-mudahan saja tidak.

Demikian ulasan kali ini. Setiap jenis mesin berdasarkan konfigurasinya memiliki karakternya masing-masing. Ada kelebihan, ada juga kekurangannya. Baik itu dalam hal karakter suara, cost produksi, kompleksitas, berat, dan lainnya.

Gimana nih menurut kalian, mana jenis mesin yang menjadi favorit kalian? Ada tambahan atau komentar?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Yuk Kenali Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya!”