Kumpulan Stereotype Mobil Berdasarkan Pengemudinya


Sekarang kita akan ngobrol santai mengenai stereotype mobil berdasarkan pengemudinya di Indonesia.

Bagi sebagian orang, mobil bukan sekedar sebagai alat transportasi melainkan juga sebagai identitas atau pencitraan. Oleh karena itu terkadang kita bisa mengetahui karakter seseorang dari mobil yang ia kendarai.

Sebelum membeli mobil, kita tentu akan memilih mobil apa yang tepat untuk kita kan? Bukan hanya dari tampilan, performa, fitur, dan harga saja. Imej dari mobil seringkali juga menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan mobil. Sejauh mana mobil tersebut cocok dengan karakter kita. Sebagai contoh, seorang yang gemar dengan gaya hidup outdoor akan cenderung membeli mobil dengan ground clearance yang tinggi seperti Jeep, SUV, atau truck.

Nah karena kecenderungan seperti itu, munculah stereotype mobil berdasarkan pengemudinya. Mobil A biasanya dimiliki oleh orang yang begini, mobil B lebih disukai oleh tipe orang begini.

Disini kita akan sajikan stereotype mobil tersebut yang tentunya merupakan opini pribadi. Tiap orang besar kemungkinan akan berbeda. Tuliskan di kolom komentar ya bagaimana menurut kalian.

Kita mulai saja

Stereotype Pengguna Mobil

Stereotype mobil

Honda (keluaran baru)
Pria muda, sudah kerja atau baru berkeluarga. Kalangan middle class.

Honda (keluaran lama)
Anak muda sekolahan atau kuliahan. Seneng JDM. Bisa jadi ricer (tergantung tampilan mobilnya).

Toyota
Mobil sejuta umat. Pengemudinya sangat bervariatif. Tapi dibanding Honda, pengemudinya lebih cenderung tidak terlalu peduli dengan mobil. Alias yang penting bandel dan sparepart ga susah. Jadi tanpa pikir panjang, ya mereka memilih yang mainstream. Kalo handphone, mungkin sama kali ya kayak Samsung hehe.

Toyota Alphard
Pengusaha atau keluarga pengusaha sukses. Bisa juga selebriti. Yang jelas yang punyanya bukan yang nyetir, pasti itu supir hehe.

Toyota Fortuner dan Innova
Bapak-bapak. Biasanya suka nyetir agresif dan ga sabaran.

Daihatsu
Mobil kantor atau keperluan usaha.

Subaru
Pria muda dari kalangan middle-upper class. Besar kemungkinan car enthusiast.

Stereotype mobil

Suzuki
Offroad.

Mazda
Pria muda, sudah kerja atau baru berkeluarga. Anak sekolahan atau kuliahan dari kalangan middle class.

Nissan
Family man.

Datsun
Family man. Sepertinya baru berkeluarga.

Chevrolet
Om om. Kalo agak muda, biasanya yang ingin terlihat macho.

Hyundai
Bapak-bapak atau pria muda baru berkeluarga. Family man. Ingin terlihat sporty tapi budget ngepas. Atau Ibu ibu muda.

Kia
Sama dengan Hyundai.

Peugeot
Pengen beda meski susah buat sparepart dan service karena mobil yang agak jarang.

Ford
Om om. Kalo agak muda, biasanya yang ingin terlihat macho. Sepertinya senang dengan Amerika atau mungkin muscle car.

Volkswagen
Dari kalangan beredukasi. Middle class. Kayaknya sebagian pemakainya ada yang pernah tinggal di Eropa.

VW Beetle (old) atau Safari/ Bus
Sama dengan Vokswagen hanya saja lebih menyukai klasik/ vintage. Mungkin kalangan seniman. Atau bisa juga seneng/ tau sejarah, terutama perang dunia ke-2.

Volvo
Tank, haha. Bapak-bapak. Mengutamakan kenyamanan dan keamanan.

Opel
Blazer. Suka Offroad.

Mitsubishi
Om om atau bapak-bapak. Kalo Lancer ya anak muda yang mungkin car enthusiast.

Isuzu
Family man. Atau mobil pabrik.

Stereotype mobil

Audi
Stylist. Hipster. Eksekutif muda.

Mercedez-Benz (keluaran baru)
Orang kaya. Beredukasi. Punya cita rasa dan manner. Jarang ngelakson di jalan.

Mercedez-Benz (keluaran lama)
Bapak-bapak yang punya cita rasa. Atau anak muda yang ingin merasa/ terlihat wah.

Jeep/ Land Rover/ Hummer
Orang kaya. Om-om. Seneng offroad atau pengen keliatan macho. Kyknya di rumahnya bisa jadi punya Harley (moge) juga.

Smart
Ibu-ibu atau wanita muda. Middle class.

BMW 3 Series
Pria muda atau paruh baya dari middle-upper class. Seneng mengemudi. Suka agak kepedean dengan imej Jerman/Europe nya

BMW 5 Series dan keatasnya
Pria paruh baya atau bapak-bapak dari upper class. Seneng mengemudi.

BMW M Series
Pria paruh baya atau bapak-bapak dari upper class. Car enthusiast. Kemungkinan keturunan Chinese.

Lexus
Orang kaya. Mengutamakan kenyamanan. Kayaknya pengen tampil beda dengan tidak menggunakan mobil Eropa.

Stereotype mobil

Lamborghini/ Ferrari
Pemakainya bisa bervariatif. Pengusaha atau keluarga pengusaha kelas kakap. Kemungkinan besar keturunan Chinese. Atau bisa juga selebriti. Yang jelas kayaknya alasan memilih Lamborghini atau Ferrari dominan berdasarkan prestise.

McLaren/ Porsche
Hampir sama dengan Lamborghini atau Ferrari tetapi sepertinya penggunanya lebih car enthusiast atau educated.

Maserati
Hampir sama dengan Lamborghini atau Ferrari tetapi sepertinya penggunanya lebih hipster.

Aston Martin
Sama dengan Maserati. Ditambah mungkin terinsipirasi dengan pesona James Bond.

Lotus
Kurang lebih sama dengan Maserati.

Mini
Pria muda. Hipster. Middle-upper class.

Rolls Royce
Om om. Konglomerat. Elite class.

Bentley
Sama dengan Rolls Royce.

Bonus: Stereotype Mobil Berdasarkan Negara Produsennya

Stereotype mobil

Jepang
Kehandalan. Mudah dikendarai. Mudah diperbaiki. Tidak ribet servisnya. Hemat bensin. Harga terjangkau.

Jerman
Nyaman. Solid. Prestise. Compact. Mesinnya rumit. Elektrikal sering bermasalah. Mahal (beli dan servisnya).

Amerika
Besar. Kuat. Solid. Tangguh. Rigid. Boros bensin.

Korea
Murah. Kualitas kurang baik tapi makin kesini semakin bagus.

Italia
Cepat. Stylish. Good looking. Prestise. Ribet perawatannya.

Inggris
Mewah. Fancy. Karismatik. Nyaman. Elektrikal rumit. Ribet perawatannya.

Swedia
Aman. Solid.

Perancis
Unik. Nyentrik.

India
Murah.

Cina
Murah. Tiruan dari mobil produsen lain. Kurang aman.

Demikian ulasan kali ini. Saya nyatakan kembali ini bukan stereotype umum, tapi lebih ke opini/ stereotype pribadi. Tiap orang besar kemungkinan akan berbeda. Bagaimana nih menurut kalian?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *