weight transfer

Teknik Mengemudi: Memahami Weight Transfer

Kembali ke teknik mengemudi, kali ini kita akan membahas mengenai weight transfer.

Weight transfer berarti perpindahan berat. Istilah ini dalam mobil adalah pergerakan pusat gravitasi (center gravity) pada sebuah mobil. Weight transfer terkadang disebut juga dengan istilah load transfer atau perpindahan beban.

Pernah merasakan badan terdorong ke depan, belakang atau samping ketika mengendarai mobil? Nah itu merupakan efek dari weight transfer.

Selain itu, efek lain dari weight transfer ini misalnya ditandakan dengan pergerakan cairan mobil seperti bahan bakar atau oli, mengguncangnya badan mobil (body roll), atau bahkan mengangkatnya ban mobil seperti banyak ditemukan ketika mobil menikung cepat. Dalam kasus ekstrim, body mobil pun bisa mengangkat. Tentu kita ingat dengan adegan di film fast furious dimana mobil yang berlomba drag diawali dengan start yang mengangkat (jumping).

Perpindahan berat pada mobil terjadi ketika akselarasi, braking, atau ketika steering (kanan atau kiri). Sedangkan yang mempengaruhi besaran atau tingkat perpindahannya adalah tinggi pusat gravitasi mobil, jarak antara roda depan dan belakang (wheelbase), dan besarnya perubahan kecepatan baik itu ketika akselarasi atau braking.

Pengaruh Weight Transfer Terhadap Grip

weight transferSebelumnya kita pernah membahas ban mobil sebagai komponen penting dalam mobil. Grip atau cengkraman dalam mobil tentu erat berhubungan dengan ban mobil sebagai ‘kaki’ tempat mobil berpijak dan bergerak. Oleh karena itu, perhitungan desain serta kualitas ban mobil yang tepat sangatlah penting dalam performa mobil.

Namun bukan hanya ban mobil yang mempengaruhi besarnya grip mobil. Weight transfer juga berpengaruh besar dalam menentukan besaran grip mobil ke jalan. Semakin besar tekanan beban terhadap bidang yang bersentuhan dengan jalan, maka semakin besar juga cengkramannya.

Ketika perpidahan beban terjadi maka besaran cengkraman pun akan berubah. Misalnya, ketika kita melakukan pengereman, maka beban akan berpindah ke depan. Hal ini membuat cengkraman pada ban mobil depan membesar, sedangkan ban mobil belakang akan kehilangan daya cengkramnya.

Begitupun ketika kita misal berbelok ke kanan. Beban kendaraan akan berpindah ke kanan dan membuat bagian kiri mobil kehilangan daya cengkramnya. Inilah yang membuat seringkali ban mobil mengangkat ketika menikung dengan cepat.

Mengurangi Weight Transfer dan Meningkatkan Grip

weight transfer

Idealnya yang kita inginkan untuk mobil bekerja dengan maksimal adalah beban pada keempat ban mobilnya sama atau seimbang. Dengan beban yang sama pada keempat mobil maka pijakan pun akan lebih seimbang serta cengkraman pun merata. Inilah yang dapat membuat mobil bisa memiliki cengkraman, akselarasi, dan pengereman yang maksimal.

Namun pada kenyataannya, sulit sekali untuk membuat beban pada keempat mobil agar tetap sama. Perpindahan beban merupakan hukum alam yang memang akan terjadi baik ketika kita berakselarasi, mengerem, ataupun berbelok.

Yang dapat kita lakukan adalah untuk mengurangi besarnya perpindahan beban sehingga grip ban mobil bisa seoptimal mungkin.

Bagaimana caranya?

  1. Merendahkan atau membuat mobil ceper sehingga pusat gravitasi menjadi lebih rendah.
  2. Memperbesar jarak antara roda depan dan roda belakang (wheelbase).
  3. Mengatur perubahan kecepatan melalui mengemudi dengan mulus (smooth driving). Cara kita mengganti gigi, berakselarasi, maupun mengerem akan menentukan besar atau kecilnya perpindahan beban yang terjadi.
  4. Memperlebar ban sehingga area kontak ke jalan lebih besar. Namun hal ini masih menjadi perdebatan dalam dunia otomotif.

Mengemudi dengan Weight Transfer

Akselarasi – Perpindahan Beban ke Belakang

weight transfer

Untuk mendapatkan start yang optimal kita bisa memanfaatkan perpindahan beban ke belakang untuk mobil dengan tipe RWD. Keuntungan beban ke belakang akan menambah grip roda belakang dan mengurangi terjadinya wheel spin.

Kebalikannya pada mobil bertipe penggerak roda depan atau FWD. Wheel spin akan cenderung terjadi, oleh karena itu ketika start usahakan melakukan peluncuran dengan menekan pedal gas semulus mungkin.

Pada saat terjadi oversteer, yaitu ketika roda belakang kehilangan tenaga tariknya, mobil FWD bisa memanfaatkan akselarasi untuk memicu perpindahan beban ke belakang sebagai pemulihan (recovery) dari keadaan oversteer. Akan tetapi pada mobil RWD, bila terjadi oversteer dan kita tetap berakselarasi malah akan meningkatkan tenaga tarik dan semakin mengurangi grip pada roda belakang.

Perpindahan beban ke belakang juga dapat memicu terjadinya understeer pada tikungan. Understeer merupakan keadaan dimana roda depan kekurangan daya tariknya. Ketika berakselarasi pada tikungan, beban mobil akan bergerak kebelakang (dan juga kesamping). Oleh karena itu roda depan yang berbelok akan kehilangan cengkramannya sehingga mobil cenderung bergerak lurus.

Pengereman – Perpindahan Beban ke Depan

weight transfer

Seperti telah disebutkan sebelumnya, berakselarasi dalam tikungan akan mengurangi grip roda belakang dan menimbukan understeer. Melonggarkan atau melepaskan gas ketika masuk ke dalam tikungan akan membuat beban mobil pindah ke depan yang menghasilkan grip roda depan bertambah.

Apabila kita melakukan pengereman dengan agresif, kita akan mendapatkan roda belakang (pada mobil konvensional) akan cenderung terlebih dahulu mengunci. Inilah alasan kenapa umumnya rem belakang mobil memiliki ukuran atau desain yang lebih kecil dibanding yang di depan. Pengereman pada saat menikung pun harus dihindari karena alasan yang sama, yaitu dapat mengakibatkan oversteer.

Transisi dan Pengemudian

weight transfer

Proses akselarasi dan pengereman akan mempengaruhi perpindahan beban mobil yang kemudian mempengaruhi cengkraman ban. Oleh karena itu, transisi antara gas dan rem haruslah kita perhatikan agar tidak menggangu keseimbangan dan performa mobil melaju.

Perlu diketahui juga bahwa proses menikung yang baik adalah dengan memperhatikan perpindahan beban roda samping. Menikung dengan bertahap dan mulus akan membuat mobil lebih stabil dan tidak kehilangan daya tarik rodanya.

Demikian ulasan kali ini. Memahami perpindahan beban sangat penting kerena membuat kita lebih menyadari perubahan keseimbangan mobil dalam setiap transisinya. Kemudian kita juga bisa memahami bagaimana itu bisa mempengaruhi grip ban agar mobil bisa melaju, mengerem, dan berbelok secara optimal.

Ada yang mau berkomentar atau menambahkan?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *