Air Suspension: Cara Kerja, Jenis, Kelebihan, Kelemahan

Teknologi air suspension semakin lama semakin berkembang dan banyak digunakan para car enthusiast. Terutama tentunya oleh para penikmat form, karena air suspension ini bisa dibilang bumbu paling tokcer dalam hal resep kegantengan mobil. Pernah lihat foto, video atau wallpaper mobil ceper dengan sangat indahnya? Kemungkinan besar itu bagged alias pake airsus. Bukan itu saja, suspensi jenis ini bisa dibilang jurus jitu untuk keseimbangan antara form dan function. Mobil ceper keren iya, nyaman iya, dipake lancar jaya no gasruk-gasruk.

Besarnya ground clearence alias cepernya mobil memang secara visual ngaruh banget ke kegantengan mobil. Semakin rapat ke tanah, semakin kandas, semakin keren layaknya mobil sport! Bukan hanya itu saja, ceper juga memiliki berbagai efek positif pada performa mobil.

Sebelumnya kita sudah mengenai coilover dan juga mengenai modifikasi mobil ceper. Nah tentu belum lengkap rasanya kalo kita belum bahas mengenai air suspension.

Saya yakin kalo mengenai apa itu air suspension, pastinya sudah banyak yang tau. Tetapi bagaimana cara kerja, komponen, kelebihan-kekurangannya? Lebih baik mana air suspension atau coilover?

Kita mulai saja. Siapkan kopinya biar enak bacanya.

Apakah Air Suspension Itu?

Air Suspension: Cara Kerja, Jenis, Kelebihan, Kelemahan

Air suspension adalah salah satu jenis suspensi kendaraan yang menggunakan udara yang di pompa ke dalam kantong udara. Biasanya pada suspensi mobil kita menjumpai per dan shock breaker. Nah, per ini digantikan oleh kantong udara yang bisa mengembang mengempes tergantung kebutuhan.

Itulah kenapa, orang di luar biasa menyebutnya dengan istilah bags atau air bag. Mobil dengan air suspension sering dipanggil bagged. Disini orang lebih sering menggunakan singkatannya yaitu airsus. Bisa juga kita memanggilnya dengan singkatan, Air Suspension System atau A.S.S haha.

Meskipun nampak seperti teknologi canggih dan kekinian, ide dan penerapan awal air suspension sebenarnya sudah lama. Pada 1920, orang Perancis bernama George Messier pertama kali menerapkan teknologi ini di pabrik mobil kepunyaannya, Messier.

Saat ini air suspension kebanyakan diperuntukkan untuk mobil-mobil luxury mewah. Sebut saja seperti Rolls-Royce, Range Rover, Lexus, Porsche, dan lainnya. Untuk produk aftermarket sendiri, modifikasi airsus saat ini terus berkembang dan semakin banyak digunakan para car enthusiast.

Bagaimana Cara Kerja Air Suspension?

Air Suspension: Cara Kerja, Jenis, Kelebihan, Kelemahan

Untuk memahami cara kerja airsus, marilah kita lihat beberapa komponennya.

  • Kantong udara di setiap roda ban. Biasanya ini menempel atau satu kesatuan dengan shock breaker. Sama halnya dengan coilover, tetapi sebagai pengganti per digunakan kantong udara.
  • Kompresor udara.
  • Tangki penyimpanan udara. Biasanya ditempatkan di bagasi atau di belakang jok belakang.
  • Jalur udara. Bisa berupa selang atau pipa yang menyalurkan udara dari tangki ke kantong udara.
  • Wiring harness/ kabel kelistrikan.
  • ECU/ ECAS. Management system untuk airsus yang kadang terhubung ke ECU mobil sehingga ECU mobil bisa memerintahkan untuk airsus bekerja.
  • Check valve/ valve block. Berfungsi untuk memastikan udara pipa dan kantong udara tidak kembali ke tangki.
  • Water trap. Udara mengandung air. Air bisa berpengaruh jelek pada sistem airsus. Water trap berfungsi menyaring air dari udara.
  • Height sensor. Sensor ketinggian mobil dari tanah.

Bila kita melihat komponen-komponen di atas pasti sudah tergambar bagaimana cara kerjanya. Tidak terlalu rumit memang. Kompresor udara mengkompresi udara yang kemudian disimpan di dalam tangki penyimpanan udara. Udara kemudian disalurkan ke setiap kantong udara yang terpasang di masing-masing ban.

Berapa banyak udara di dalam kantong udara akan mempengaruhi tinggi rendahnya mobil. Udara yang tidak terpakai ada yang dibuang ke luar atau ada juga yang balik lagi ke tangki penyimpan. Tergantung jenis airsusnya.

Seberapa banyak jumlah udara di dalam kantong udara, itu ditentukan juga oleh jenis airsus. Ada yang berdasarkan tekanan udara, ada yang berdasarkan ketinggian mobil.

Jenis Air Suspension

Air Suspension: Cara Kerja, Jenis, Kelebihan, Kelemahan

Seperti disebutkan di atas, ada beberapa jenis atau tipe air suspension.

Pressure based system menggunakan tekanan sebagai penentu berapa banyak udara dalam kantong udara. Kita bisa menentukan berapa psi udara untuk masing-masing kantong udara yang tentunya berpengaruh pada seberapa tinggi dan seberapa rendah mobil kita.

Kelemahan dari pressure based adalah apabila load atau beban mobil bertambah. Misal kita bawa banyak barang atau penumpang. Kita harus menentukan ulang berapa besaran tekanan udaranya kembali. Jangan sampai mobil terlalu merosot kandas.

Height based system menggunakan tinggi mobil ke tanah sebagai dasar penentu jumlah udara dalam kantong. Tipe ini menggunakan height sensor yang akan mendeteksi berapa ketinggian mobil sekarang dan berapa yang kita inginkan. Bila kurang, maka airsus akan otomatis bekerja untuk menaikkan. Begitupun sebaliknya bila ketinggian di atas angka yang sudah kita tentukan maka airsus akan bekerja menurunkannya.

Berbeda dengan pressure based, pada height based kita tidak perlu repot dan khawatir ketika membawa banyak barang atau penumpang. Height sensor akan mendeteksi dan airsus akan bekerja dengan sendirinya. Hal sama bila terjadi perubahan suhu ekstrim yang berpengaruh pada kepadatan udara. Bila mobil terlalu tinggi atau terlalu rendah, height sensor akan mengoreksinya.

Jenis lainnya adalah dari bagaimana treatment pada udara yang tidak terpakai/ dibuang dari kantong udara. Bila dibuang ke luar itu disebut open air system. Bila dikembalikan ke tangki maka disebut closed air system.

Kelebihan

Seperti lazimnya semua hal, air suspension tentu punya sisi plus minus nya. Dengan mempertimbangkan dua sisi ini, kita bisa memutuskan dan meyakinkan apakah mobil kita baiknya pasang airsus atau tidak. Berikut beberapa diantaranya.

1. Keren
Tentu tidak bisa disangkal mobil ceper itu keren. Semakin ceper semakin sporty dan ganteng. Airsus bisa menyeperkan mobil sampai benar-benar rapat alias kandas. Bila kita melihat photo atau video cinematic mobil ceper yang parkir dengan indahnya, kemungkinan mobil tersebut bagged alias pake airsus. Tampilan dengan airsus memang saat ini menjadi tampilan kegantengan mobil yang paling populer.

2. Show Off
Mau menarik perhatian orang-orang? Mau keliatan sebagai cool kids? Air suspension adalah jawabannya. Modifikasi ini selain tadi, membuat mobil keren juga cocok sekali untuk menarik perhatian orang. Suara psshhhh lalu mobil turun rapat ke tanah dengan cantiknya dijamin bikin orang-orang terkagum! Belum tangki airsus yang disimpan di bagasi atau jok belakang sebagai eye candy penambah kemewahan mobil.

Semahal-mahalnya kita pake suspensi coilover dengan harga puluhan juta… Ga akan keliatan orang.

3. Form with function
Cepernya airsus tidak akan mengorbankan kenyamanan berkendara. Mau jalan? Mobil naikkan dan mengemudi dengan nyaman. Ada polisi tidur segede gambreng? Tinggal pencet tombol saja. Mau rebahan lagi biar ganteng, tinggal pencet tombol.

4. Modifikasi ekstrim
Airsus memungkinkan mobil untuk dapat dimodifikasi drastis. No wheel gap atau bahkan slammed alias super ceper pun bisa! Yaa mobil tanpa airsus pun tentu bisa-bisa saja. Tapi, siap-siap saja gasruk sana sini.

5. Kenyamanan
Air suspension yang menggunakan udara lebih mampu menyerap getaran dari jalan. Meskipun beberapa brand coilover sudah menyediakan juga tipe comfort tetapi kenyamanan suspensi udara tentu lebih smooth dan superior dibanding suspensi per.

Kekurangan

Air Suspension: Cara Kerja, Jenis, Kelebihan, Kelemahan

1. Maintenance
Semakin banyak moving parts, maka maintenance bisa semakin repot dan tentunya membutuhkan biaya.

2. Reliability
Masih nyambung dengan di atas. Semakin banyak moving parts, semakin besar resiko terjadi adanya kerusakan. Selain itu, air suspension dikenal tidak setangguh suspensi per terutama untuk pengggunaan berat misal manuver ekstrim atau jalan yang kurang baik. Itulah kenapa mobil-mobil balap/ performa kebanyakan masih menggunakan coilover. Meskipun, saat ini teknologi air suspension semakin berkembang, termasuk dalam ketahanannya. Tentunya kembali pada brand dan harga ya, airsus yang murah ya biasanya sesuai juga reliability-nya.

3. Harga
Harga air suspension masih sangat mahal. Untuk brand ternama yang sudah dikenal reputasi dan ketahanannya seperti Air Lift, D2, UAS, atau Accuair harganya berkisar 40-80 juta! Ini belum ditambah biaya instalasi dan maintenance/ servis. Untuk harga tersebut kita bisa dapat coilover dengan velg plus bahkan bisa juga sama bannya hehe. Seiring waktu, sebagaimana halnya teknologi, harga airsus bisa semakin terjangkau. Saat ini Air Lift misalnya, sudah mengeluarkan tipe 3S yang merupakan entry level seharga sekitar 10 Jutaan.

4. Tuning dan Kostumisasi
Pada coilover kita kenal dengan setelan damping, rebound dan spring rate. Settingan ini akan sangat berpengaruh ke rasa mobil kita. Bagaimana mobil melaju, berbelok atau ber-manuver di jalan. Settingan ini sangat digunakan terutama untuk orang yang senang dengan performa ataupun event-event balap profesional.

5. Berat
Sebagian orang menyatakan perangkat airsus menambah berat mobil yang tentunya berpengaruh pada performa dan fuel economy mobil.

Demikian ulasan kali ini.

Masih bingung pilih airsus atau coilover? Sebenarnya semuanya tergantung pada preferensi masing-masing.

Untuk yang suka mengemudi elegan nyaman ditambah tampilan yang cool tentu pilihannya jelas air suspension. Untuk yang suka mengemudi dengan passion, butuh suspensi yang stiff untuk melesat, suka dengan tuning setting performa, pilihannya coilover.

Budget pun adalah faktor penting. Ini terutama berpengaruh pada merk/ kualitas barang dan antisipasi servis/ maintenance. Duit agak terbatas, harus nabung dulu nyisihin dulu, mending coilover deh. Duit no problem, ga usah nabung atau nabung bentar udah kekumpul, bisa pilih airsus.

Jadi kembali, semuanya tergantung dari preferensi dan budget kita.

Bagaimana nih menurut kalian, ada yang mau berbagi pengalamannya dengan air suspension? Ada tambahan atau komentar?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *