Mengenal Arti Plat Nomor Jepang

Yuk Mengenal Apa Arti Plat Nomor Jepang

Baca plat nomor Indonesia? Pasti udah pada bisa lah. Terlalu klo ngga hehe. Nah, bagaimana dengan plat nomor negara lain?

Ada beberapa plat nomor negara lain yang cukup akrab alias beberapa kali pernah kita lihat. Entah itu di internet, di TV atau film. Plat nomor Amerika tentu sangat mudah dikenali, karena ya ada tercantum nama negara bagian yang sudah sangat familiar. Sebut saja seperti California, Ohio, West Virginia, dan lainnya. Begitu melihat plat seperti itu pasti kita paham, oh itu plat nomor Amerika.

Plat nomor lainnya yang juga akrab di mata kita adalah plat negeri tetangga, Singapore dan Malaysia. Oh iya, ada satu lagi yang pasti sangat mudah dikenali, berkat tulisan-tulisan ‘cacing’nya hehe, Thailand.

Nah, salah satu plat nomor lainnya yang paling populer adalah plat nomor Jepang. Tidak heran, hal ini juga berkat pop culture Jepang serta tentunya JDM culture yang sudah lama menjamur. Tidak jarang kita melihat mobil yang sengaja dipasangkan plat nomer Jepang oleh pemiliknya terutama untuk sesi photo. Hal ini dirasa menambah kental aura JDM style dari mobil tersebut.

Lalu, apakah arti dari plat nomor Jepang tersebut?

Pada dasarnya plat tersebut selayaknya tanda identifikasi kendaraan memiliki beberapa kandungan arti yang sama. Dalam ulasan kali ini kita akan mengenal lebih dekat lagi apa arti-arti yang terkandung dalam sebuah plat nomor Jepang.

Kita mulai saja. Sudah siap kopinya?

Warna Plat

Mengenal Arti Plat Nomor Jepang

Di Indonesia pun ada beberapa jenis kombinasi warna plat nomor. Hitam, kuning, merah, putih. Di Jepang pun sama. Yang paling umum kita temui adalah warna putih dengan tulisan warna hijau. Ini adalah plat yang menandakan mobil pribadi. Kalo di kita plat hitam, tulisan putih.

Berikut beberapa kombinasi warna plat Jepang.

  1. Putih – tulisan hijau: Mobil pribadi dengan kapasitas mesin di atas 1000 cc.
  2. Kuning – tulisan hitam: Mobil pribadi dengan kapasitas mesin di bawah 1000 cc.
  3. Hijau – tulisan putih: Kombinasi warna ini kebalikan dari mobil pribadi. Plat hijau – tulisan putih artinya mobil angkutan/ transportasi umum yang mengangkut penumpang (orang). Misalnya taksi, bus, dan lainnya.
  4. Hitam – tulisan kuning: Mobil angkutan/ transportasi umum yang mengangkut barang.
  5. Biru – tulisan putih: Kedutaan/ diplomat negara lain.
  6. Putih – tulisan hitam: Militer atau pemerintah.

Nama Tempat/ Wilayah

Nama tempat atau wilayah terletak pada bagian kiri atas plat. Hampir selalu berbentuk kanji, meskipun beberapa wilayah seperti “Iwaki” atau “Tochigi” ditulis dengan Hiragana. Bagian plat ini mirip dengan kode alphabet di awal plat nomor kita yang melambangkan kota atau tempat kendaraan tersebut terdaftar.

Bedanya yang paling utama tentunya ya itu tadi. Nama tempat/ wilayah dituliskan alias tidak berbentuk kode seperti di kita. Mungkin sama seperti plat Amerika yang di bagian atasnya tertera semisal Alabama, Texas, Ohio, dan nama wilayah lainnya.

Saya lebih setuju dengan plat nomor bertuliskan nama tempat/ wilayah ini. Sangat jelas untuk dikenali, tinggal dilihat langsung tahu darimana mobil itu berasal. Coba bandingkan dengan sistem kode seperti di kita, misal EA, DN, BP, M, KH, dan seterusnya. Ada puluhan kode wilayah yang rasanya jarang sekali orang hapal setengahnya, apalagi seluruhnya hehe.

Ada 106 nama wilayah di Jepang yang bisa kita jumpai di plat. Secara umum, wilayah-wilayah tersebut merupakan kota-kota di Jepang. Meskipun demikian, Kementrian Jepang juga mengizinkan beberapa kota kecil di bawah kota-kota tersebut (mungkin semacam kabupaten) untuk dapat dituliskan pada plat kendaraan.

Nomor Klasifikasi

Mengenal Arti Plat Nomor Jepang

Bergerak ke kanan, ada nomor klasifikasi yang terletak di sebelah nama tempat/ wilayah, tepatnya di bagian kanan atas plat.

Kalo tadi warna plat masih mirip-mirip dengan Indonesia. Melambangkan klasifikasi mobil pribadi, umum, militer/pemerintah dan juga ada tambahan arti kapasitas mesin. Nah, kode klasifikasi ini melambangkan lebih rinci mengenai spesifikasi sebuah kendaraan.

Nomor klasifikasi terdiri dari angka 1 sampai 0. Pada 1962-71 kode hanya berupa 1 digit saja. Ketika 1967-99 kode berupa 2 digit. Mulai 1998 sampai sekarang kode terdiri dari 3 digit.

Yang perlu kita lihat hanyalah angka di awalnya saja. Misal, 504 itu disebut 5-series, atau 330 itu disebut 3-series. Berikut arti dari nomor klasifikasi tersebut.

  1. 1xx: Truk dengan kapasitas mesin di atas 2000 cc.
  2. 2xx: Bus ukuran kecil sampai bus ukuran sedang.
  3. 3xx: Mobil berpenumpang dengan kapasitas mesin di atas 2000 cc. Nah klo ada mobil dengan kode ini, powernya pasti ga kecil hehe. Suka liat liputan artikel atau video car culture di Jepang? Coba perhatikan, kebanyakan mobilnya pasti memiliki nomor klasifikasi 3xx ini.
  4. 4xx: Truk, van, wagon dengan kapasitas mesin 660cc sampai 2000 cc.
  5. 5xx: Sama dengan 3-series yaitu mobil berpenumpang tetapi kapasitas mesinnya 660 cc – 2000 cc.
  6. 6xx: Truk roda tiga dengan kapasitas mesin di bawah 360 cc. (Gimana yah bentuknya?)
  7. 7xx: Semenjak 1998 sudah tidak digunakan. Dulunya untuk klasifikasi mobil berpenumpang beroda tiga.
  8. 800: Kendaraan fungsi khusus. Misalnya mobil polisi.
  9. 900: Traktor atau forklift.
  10. 000: Kendaraan alat konstruksi.

Dua digit setelahnya hanya berfungsi sebagai varian pembeda saja.

Nomor klasifikasi ini juga digunakan untuk mengenali orisinalitas atau tangan kepemilikan sebuah kendaraan. Mobil tahun 1962-71 yang masih memiliki kode nomor klasifikasi 1 digit berarti mobil itu masih tangan pertama. Karena apabila pindah tangan, maka mobil akan di registrasi ulang dan otomatis plat nya akan berganti ke sistem nomor klasifikasi terbaru yaitu 3 digit.

Salah satu contohnya adalah Hakosuka GTR (1969-72) kepunyaan Rocky Auto. Mobil ini memiliki plat nomor dengan kode nomor klasifikasi “5” (satu digit). Mungkin bagi orang awam ini sesuatu yang biasa saja. Tetapi bagi yang mengetahui, sesungguhnya ini berarti mobil tersebut dalam kepemilikan yang sama sejak awal diproduksi (1962-71)!

Huruf Hiragana

Mengenal Arti Plat Nomor Jepang

Di bagian kiri bawah kita akan menemukan satu buah huruf hiragana. Huruf ini menandakan penggunaan atau tipe kendaraan. Diatas sebenarnya sudah ada warna plat dan nomor klasifikasi yang sudah menjadi tanda untuk tipe atau penggunaan kendaraan.

Nah saya juga kurang ngerti kenapa lagi ini huruf hiragana juga masih perlu ditambahkan. Apa karena orang Jepang memang sangat detil dan teliti Atau mungkin ada yang bisa menambahkan Yang jelas fungsinya ya itu tadi, untuk menandakan tipe atau penggunaan kendaraan.

Untuk kendaraan pribadi standarnya menggunakan huruf sebagai berikut.

さ・す・せ・そ・た・ち・つ・て・と・な・に・ぬ・ね・の・は・ひ・ふ・ほ・ま・み・む・め・や・ゆ・ら・り・る

Untuk kendaraan rental menggunakan huruf れ・わ

Untuk kendaraan penggunaan bisnis atau komersil seperti taksi, bus, truk, menggunakan huruf sebagai berikut.

あ・い・う・え・を・か・き・く・け・こ

Ada juga yang menggunakan huruf romawi E, H, K, M, T dan Y, ini khusus untuk kendaraan kepunyaan anggota/personil militer Amerika di Jepang. “よ” digunakan untuk kendaraan anggota militer Amerika yang sudah pensiun dan tetap tinggal di Jepang.

Nomor Plat

Semua plat kendaraan di dunia memiliki ini. Nomor plat. Fungsinya ya bukan sebagai penanda atau kode lagi tetapi ya nomor plat kendaraan.

Secara umum di Jepang nomor plat terdiri dari 4 digit nomor. Meskipun ada juga yang tiga digit, dua, atau bahkan satu digit nomor. Kalo di kita disebutnya nomor cantik yang bisa didapatkan dengan cara ‘membelinya’ dari pemerintah. Semakin cantik semakin mahal.

Bagimana dengan di Jepang? Nomor cantik atau tepatnya nomor pilihan bisa didapatkan dengan lotere alias undian!

Sistem undian ini dilakukan dengan online dan diadakan setiap minggu. Kita masukkan nomor yang kita inginkan, nanti komputer akan mengacak dan keluar nomor setiap hari Senin. Jika nomor yang kita masukkan sama dengan nomor yang keluar sama, maka kita berhak mengklaim dan meneruskan proses pemasangan plat nomor tersebut. Ada pembayaran yang harus diselesaikan tetapi harganya standar saja alias untuk administrasi semata, bukan harga nomor cantik yang mahal seperti di kita.

Apabila gagal, maka kita mengulang lagi minggu depannya. Fair sekali ya, semua memiliki kesempatan sama untuk punya nomor cantik. Jadi bukan cuman yang punya duit saja yang bisa punya nomor cantik. Luar biasa!

Orang Jepang memiliki budaya yang erat dengan kepercayaan pada mitos, tabu, ramalan, peruntungan, kutukan dan semacamnya. Angka 4 yang berbunyi “shi” memiliki pengucapan yang sama dengan shi (死) yang artinya ‘kematian” (death). Itulah kenapa angka 4 seringkali dihindari atau dibanned. Hal ini juga berlaku pada plat nomor.

Akan tetapi tidak semua angka 4 yang dibanned. Hanya 2 digit terakhir “42” dan “49”. 42 (shi-ni) dapat juga berarti “to death” (ke/menuju kematian). Sedangkan 49 (shi-ku) juga dapat berarti “death and suffering” (kematian dan penderitaan).

Meskipun demikian, “42” dan “49” di 2 digit awal tidaklah di banned. Jadi, kita bisa saja menemukan mobil dengan plat 4219 (shi-ni-i-ku) yang bisa berarti “going towards death” (pergi/menuju kematian).

Plat Nomor Sementara (Kari Number)

Mengenal Arti Plat Nomor Jepang

Pernah melihat plat “ala JDM” dimana plat nomor Jepang dengan satu garis merah menyilang? Ini sebenarnya merupakan plat sementara yang disebut “Kari Number”. Tapi, plat nomor ini bukan seperti plat putih di kita. Bukan untuk mobil baru yang plat nomornya masih dalam pengurusan.

Plat nomor sementara di Jepang digunakan apabila plat nomor kita sudah habis masa berlakunya dan kita akan menggunakan mobil kita untuk pergi ke dinas untuk perpanjangan. Jepang merupakan negara dengan disipilin aturan yang tinggi. Menggunakan plat yang sudah expired adalah ilegal. Jadi daripada kita harus towing mobil, kita bisa menggunakan plat sementara ini untuk pergi ke dinas perpanjangan plat.

Untuk mendapatkan plat sementara ini kita pergi ke Community Services Division, entahlah apa ini, mungkin semacam RW atau pelayanan masyarakat di Kelurahan. Disana kita harus menyediakan STNK yang kadaluarsa, bukti asuransi, seal (cap merah), SIM, dan uang 750 yen (sekitar 100ribu). Masa berlaku plat ini adalah untuk 3-5 hari.

Ribet juga ya?

Mungkin kalo di kita, plat nomor sementara ini bakal sering dihiraukan. Apalagi bila jarak ke dinas perpanjangan masih dalam kota alias tidak jauh. Ga usahlah- ribet, deket ini, hehe.

Tapi di Jepang sana, bila kita datang ke dinas perpanjangan dan mobil kita tidak menggunakan plat sementara maka petugas akan mengerutkan dahinya. Mereka akan menolak untuk menguruskan perpanjangan.

Selain itu, bila kita ketahuan menggunakan mobil kadaluarsa tanpa plat sementara kita akan diberhentikan polisi. Dendanya 40 juta! Kita juga akan dikurangi 6 point dari SIM kita. Bila kita tidak bisa membayar 40 juta maka kita akan dipenjara selama 6 bulan!

Asuransi juga biasanya habis bersamaan dengan plat nomor. Oleh karena itu, kita juga akan terkena penalti lainnya karena membawa mobil tidak berasuransi. Dendanya adalah 65 juta atau 6 bulan penjara serta pengurangan 6 point dari SIM. Ya kalo ditotal sama yang sebelumnya menjadi sekitar 100 juta atau dipenjara 1 tahun!

Lalu, apa hubungan plat nomor sementara dengan mobil ala JDM? Saya juga kurang tahu, mungkin plat Jepang dengan garis diagonal merah ini terlihat lebih keren. Seperti plat nomor yang dicoret. Sehingga orang lebih memilih plat ini untuk mobil gaya JDM mereka.

Plat nomor sementara ini juga dijadikan pilihan/mods plat pada beberapa video game mobil.

Plat Nomor Lainnya

Mengenal Arti Plat Nomor Jepang

Selain plat nomor yang kita bahas di atas, ada beberapa jenis plat lainnya. Plat ini berbeda dengan plat umum yang biasa ditemukan pada keseharian di Jepang.

Ada jenis plat dengan nomor dan tulisan yang menyala. Plat ini dilengkapi lampu yang membuat angka dan tulisannya mengeluarkan cahaya. Ini berfungsi untuk mempermudah identifikasi saat malam hari atau ketika kondisi cuaca buruk. Untuk menggunakan jenis plat ini kita harus membayar biaya tambahan yang bisa sampai dua kali lipat dari tarif normal.

Dinas transportasi dan pariwisata Jepang juga mengeluarkan 41 plat nomor edisi pariwisata. Plat ini memiliki hiasan background gambar yang mewakili ciri khas daerah asal plat nomor. Misal untuk plat asal Narita menggunakan gambar background pesawat yang lepas landas dari bandara Narita, plat asal region gunung Fuji menggunakan background gunung Fuji, dan lainnya. Selain dari background gambar, plat edisi pariwisata ini juga bisa berbentuk tidak kotak. Ada yang menyerupai ikan, segi enam dan lainnya.

Mobil kaisar dan keluarganya tidak menggunakan plat nomor. Sebagai penggantinya mereka menggunakan emblem khusus royal family (chrysanthemum badge).

Mobil baru atau mobil uji coba menggunakan plat nomor sementara background putih dengan bingkai/frame merah.

Demikian ulasan kali ini.

Dibandingkan dengan plat kendaraan di Indonesia, plat Jepang ini memang lebih rumit. Ada berbagai jenis plat dan juga informasi yang tertera pada plat kendaraan. Meskipun sekilas terlihat rumit, hal tersebut justru membuat informasi menjadi rinci dan detil. Pada akhirnya, tentu membuat mudah dan cepat apabila identifikasi kendaraan dibutuhkan, misal saat penyelidikan kendaraan ketika kecelakaan atau kejahatan.

Gimana nih menurut kalian, ada tambahan atau komentar? Sekarang sudah ga bingung lagi kan kalo lihat plat nomor Jepang.

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *