Mengenal Lebih Dekat RWB (RAUH-Welt BEGRIFF)


RWB tentu sudah bukan hal yang asing lagi bagi para car enthusiast. Mendengar RAUH-Welt BEGRIFF atau sering disingkat RWB akan mengingatkan kita dengan modifikasi Porsche bergaya overfender Jepang.

Jepang memang sudah terkenal sebagai salah satu negara trendsetter dunia. Bukan hanya dari fashion, seni, budaya saja, dalam hal otomotif khusus modifikasi pun Jepang sudah sering menjadi kiblat para pecinta modifikasi.

Perpaduan antara gaya modifikasi klasik dan modern ala Jepang bukanlah hal yang asing lagi. Sebelumnya kita sudah pernah membahas juga TRA Kyoto-nya Kei Miura dengan Rocket Bunny-nya yang mendunia. Kita juga pernah mengulas mengenai Liberty Walk yang menjadi salah satu bodykit ternama untuk mobil-mobil high-end.

RWB pun saya rasa mirip-mirip juga. Bodykit berupa bumper, overfender, wings yang serba big size hehe. Semuanya dikemas dengan sentuhan gaya Jepang melalui filosofi karakter yang sama. Kei Miura menggunakan istilah reckless style. Pada RWB istilah yang digunakan adalah rough!

Sepertinya hanya Wataru Kato dengan Liberty Walk-nya yang menggunakan filosofi yang agak berbeda. Happiness!

Lalu apa yang membuat RWB spesial dan memiliki banyak fans di seluruh dunia?

Nah, dalam ulasan kali ini kita akan membahas baik itu dari sejarah, karakter, dan keunggulannya.

Sudah siap kopinya? Kita mulai saja ya.

Sejarah Singkat RWB

Mengenal Lebih Dekat RWB (RAUH-Welt BEGRIFF)

Mungkin tidak banyak orang yang tahu awal dari RWB erat kaitannya dengan drifting.

Rough World merupakan gang mobil drift di Ibaraki yang sudah terkenal dalam dunia street drift racing di pegunungan Tsukuba. Gaya mobil mereka adalah mobil yang super ceper, ban yang lebar, lips velg yang nongol keluar dan camber yang ekstrim. Gaya ini kemudian dikenal dengan nama “Rough Style”. Kebanyakan mobil mereka ketika itu adalah AE86 dan Mark II dengan tampang yang sangar.

Bukan hanya dari style-nya saja. Para anggota Rough World terkenal dengan kepiawannya dalam drifting kecepatan tinggi. Mereka merajai track pegunungan Tsukuba dan juga area pegunungan sekitarnya. Mau tau ketua gang nya siapa?

Akira Nakai yang merupakan founder dari RWB merupakan ketua gang Rough World. Salah satu anggotanya, Kazuhiro Tanaka bahkan kemudian menjadi seorang drifter profesional di D1 Grand Prix.¬† Rough World juga dikenal sebagai gang AE86 yang legendaris di Jepang. Nakai-san sebagai ketua dari gang tersebut juga menggunakan mobil iconic AE86 sebagai senjata driftingnya. Ia disegani bukan hanya oleh para anggotanya tetapi juga pembalap jalanan lainnya di Jepang.¬†Kazuhiro Tanaka sampai saat ini menganggapnya sebagai “senpai” alias senior.

Ketika Itu Akira Nakai menjadi pioner dalam trend seperti mewarnai velg dan ban mobil, merubah fender, dan modifikasi lainnya pada AE86. Hal ini bahkan masih menjadi gaya modifikasi mobil drift sampai sekarang.

Pada tahun 90an merupakan awal perkenalannya dengan Porsche. Ketika sedang bekerja dalam bengkel bodyshop ia mendapati sebuah sebuah Porsche 911 yang body-nya rusak. Disinilah awal ketertarikannya pada mobil Jerman tersebut. Sampai pada akhirnya, Ia pun membeli Porsche pertamanya, 930 pada usia 28 tahun. Mobil ini lah yang kemudian ia modifikasi dan menjadi mobil RAUH-Welt BEGRIFF yang pertama. Sama seperti mobil RWB lainnya yang diberikan sebuah nama, 930 ini bernama Stella Artois. Merk bir favorit dari Akira Nakai.

Apa yang Membuat RWB Spesial?

Mengenal Lebih Dekat RWB (RAUH-Welt BEGRIFF)

Gaya modifikasi RAUH-Welt BEGRIFF yang berarti Rough World Concept bukanlah hal yang baru. Aura modifikasi yang sama sebenarnya bisa kita jumpai juga pada gaya klasik Bosozoku. TRA Kyoto (Rocket Bunny) dan Liberty Walk pun terinspirasi dari gaya freedom dan reckless ini, keduanya memadukannya pada mobil-mobil yang lebih modern.

RWB pun demikian, hanya saja target mobil modifikasinya spesifik satu brand saja, Porsche.

Lalu apa yang membuatnya begitu populer dan memiliki fanbase yang kuat?

Yang pertama tentu dari story dan history Rough World yang kemudian melahirkan RWB. Kemudian, karisma dan build mentality dari sosok Nakai-san juga menjadi faktor tambahan untuk value dari RWB. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Jepang memang sudah terkenal sebagai salah satu negara trendsetter dunia. Berbagai hal termasuk seni dan budaya asal Jepang seringkali menjadi keunikan dan strong add value bagi orang-orang. Nah, sosok Nakai-san sebagai tuner Porsche asal Jepang menjadi nilai jual lebih.

Faktor yang paling kuat lainnya adalah sistem atau cara memasarkan service jasa modifikasinya.

Dengan jargon “One Car Built For One Individual”, setiap konsumen dari RWB memiliki kebanggaan dan prestise tersendiri. Apalagi semua produk dibuat langsung oleh Nakai-san dan bahkan juga dirakit alias dipasangkan langsung oleh Nakai-San. Jadi, konsumen akan diwawancarai oleh Nakai-san untuk mendapatkan sense of build yang sesuai dengan gaya konsumen. Setelah itu bodykit akan dibuatkan dan dikirim. Kemudian Nakai-san pun akan pergi ke tempat konsumen dan memasangkan bodykit tersebut.

Proses ini pun juga memiliki nilai tambah yang kuat bagi brand RWB. Dengan proses pemasangan yang langsung oleh Nakai-san, otomatis konsumen akan dikunjungi dan bertemu dengan sang maestro. Disinilah saya rasa, akan terasa perubahan dari seorang konsumen menjadi seorang fans. Bukan hanya dari perjumpaan yang membuat adanya hubungan interaksi langsung. Tetapi menyaksikan secara langsung sang maestro beraksi memasangkan memodifikasi mobil kita, tentu menjadi sebuah ikatan emosional yang besar.

Tidak heran kemudian RWB menjadi semacam movement, club atau gang mobil dengan skala internasional. Para fans RWB menyebar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, di Malaysia terdapat workshop sekaligus museum yang didedikasikan untuk RWB dan Akira Nakai.

Setau saya di Indonesia ini ada tiga RWB kepunyaan Terror Garage yang juga merupakan official dari RWB Indonesia.

RWB Kit dan Proses Pemesanan

Mengenal Lebih Dekat RWB (RAUH-Welt BEGRIFF)

Paket RWB kit yang akan digunakan untuk modifikasi terdiri dari beberapa jenis dan pilihan. Berikut penjelasan singkatnya.

  1. RWB style atau jenis modifikasi diantaranya terdiri dari wide race, wide street, widebody, dan narro style(narrow).
  2. Paket utama terdiri bodykit, wing, dan velg.
  3. Bodykit seharga sekitar Rp. 370 juta, terdiri dari bumper depan-belakang, side rockers, fender depan-belakang, dan beberapa part kecil lainnya.
  4. Wing bisa berupa GT-2 atau 3.8 wing seharga Rp. 18 juta, atau ducktail seharga Rp. 10 juta.
  5. Velg menggunakan Work Wheels atau SSR dengan spek 18″ lebar 10,5 dan 12/13. Harganya Rp. 82 juta.
  6. Paket pilihan terdiri dari suspensi dan champion wing. Suspensi menggunakan KW atau Aragosta System seharga Rp. 134 juta. Champion wing harganya Rp.18 juta.
  7. Paket pilihan spesial terdiri dari champion wing, kamiwaza (double decks wing) Rp.24juta, fender wing Rp.18juta, rotana style extended long carnards Rp. 12juta, dan sticker RWB lettering di bagasi Rp.9 Juta.

Jadi intinya paket utama (tanpa suspensi) yaitu bodykit, wing, dan velg total sekitar Rp. 470 juta. Apabila dengan suspensi tambah 82 juta menjadi 552 juta. Bila menggunakan tambahan paket spesial pilihan seperti fender wing, long carnards, dan sticker total menjadi sekitar Rp. 591 juta.

Yang saya belum tahu bagaimana dengan biaya tiket pesawat dan akomodasi Nakai-san untuk instalasi. Apakah sudah termasuk atau belum termasuk? Mungkin ada yang bisa bantu jawab?

Berikut adalah beberapa proses yang dilakukan untuk memesan RWB. Proses ini saya ambil dari RWB-usa dan beberapa sumber lainnya.

  1. Kita menentukan RWB style atau gaya modifikasi yang kita inginkan.
  2. Kita menghubungi Akira Nakai melalui situs officialnya. Kemudian kita akan berdiskusi mengenai gaya modifikasi yang kita inginkan tadi.
  3. Setelah konsep modifikasi disepakati, kita kemudian mentransfer pembayaran pada rekening bank di Jepang.
  4. Akira Nakai kemudian akan membuatkan paket yang kita pesan. Biasanya ini membutuhkan waktu beberapa bulan atau bisa sampai satu tahun. Tergantung dari banyaknya antrian.
  5. Paket yang sudah selesai akan dikirimkan kepada kita dari Jepang. Ini pun biasanya memakan waktu 1-2 bulan. Nakai-san pun akan memberikan tanggal pengerjaan (build date) untuk mobil kita.
  6. RWB kit yang sudah diterima kemudian harus kita siapkan untuk proses pemasangan. Hal ini terutama pengecatan bodykit untuk disesuaikan dengan warna mobil kita.
  7. Nakai-san kemudian akan terbang dari Jepang dan memasangkan (instalasi ) RWB kit tersebut pada mobil kita.

Kontroversi RWB

Mengenal Lebih Dekat RWB (RAUH-Welt BEGRIFF)

Modifikasi memang sangat erat berkaitan dengan style dan preference. Bagi satu orang bagus, belum tentu bagi orang lainnya. Demikian halnya dengan gaya modifikasi RWB. Hasil karya Nakai-san menjadi salah satu topik perdebatan yang hangat di kalangan para pencinta mobil.

Apalagi yang dimodifikasi bukan sembarang mobil. Porsche merupakan mobil sport compact yang imejnya identik dengan desain estetika yang indah.

Memang Liberty Walk pun menuai berbagai kritikan dalam memodifikasi mobil high-end seperti misal Ferrari, Mclaren, dan Lamborghini. Tetapi pada RWB, kontroversi ini jauh besar lagi. Mengingat ya tadi, brand Porsche, apalagi Porsche klasik lebih memiliki nilai originalitas yang tinggi. Terutama bagi para purist yang sangat menghargai nilai originalitas.

Bagi sebagian orang, apa yang Akira Nakai lakukan bukanlah hal yang baru. Bukan hal yang ekstraordinary. Kasarnya ya hanya menempelkan overfender, bumper, berbagai sticker. Jadilah RWB. Bagi mereka, Nakai-san bukanlah seorang tuner, dalam hal ini Porsche tuner. Modifikasi RWB memang hanya menitikberatkan pada style dibanding pada performa. Inilah point yang juga sering dibandingkan dengan Porsche tuner lainnya. Sebut saja seperti RUF atau BBi, yang memang keduanya memodifikasi bukan hanya aero tetapi juga sektor performa seperti engine, braking system atau suspensi.

Terlepas dari kontroversi tersebut, semuanya kembali lagi ke pribadi masing-masing. Setiap orang memiliki preference yang berbeda.

Menurut saya, memang terkadang media terlalu membesar-besarkan sosok Nakai sebagai maestro atau master. Inilah yang memicu munculnya ketidaksetujuan dan kontroversi. Padahal sebenarnya simpel saja. Nakai-san adalah car enthusiat yang menyukai apa yang ia lakukan pada mobil yang ia sukai yaitu Porsche. It’s a matter of preference and also, freedom.

Sebelum kita akhiri, yuk kita lihat passion dan dedikasi dari Nakai-san ketika membangun mobil RWB di bawah ini.

Demikian ulasan kali ini. Gimana nih menurut kalian mengenai RWB? Adakah fans RWB disini?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *