Midnight Club: Street Racer Pemuja Kecepatan di Jepang 1


Midnight club merupakan geng street racer yang legendaris di Jepang. Mereka disegani bukan hanya dari performa mobil yang buas dan skill balap anggotanya saja. Keberadaan midnight club diliputi dengan misteri dan kerahasiaan. Tidak heran sejarah geng fenomenal ini kemudian menjadi kisah yang semi-mistis!

Midnight club terdiri dari dari para street racer yang memuja kecepatan tinggi. Mereka akan keluar pada tengah malam (dini hari) dan ngebut di jalan tol perkotaan.

300 km/jam! Itulah rata-rata kecepatan mereka.

Bayangkan saja kita sedang santai bawa mobil di tol jam 2 malam. Tiba-tiba, dari kejauhan terdengar bunyi mobil yang mendekat dari belakang kita. Tidak lama mobil-mobil performa melesat melewati kita dengan kecepatan 300 km/jam! Itulah Midnight Club.

Jangan bayangkan geng ini sebagai geng ngebut ugal-ugalan. Midnight club merupakan club dewasa dengan kode etik, aturan, dan syarat keanggotan yang sangat ketat. Mereka juga beroperasi dengan rahasia. Jadi bukan sembarang club ngebut.

Kita pasti tahu dengan manga/anime Wangan Midnight dan video game Midnight Club. Keduanya terinpirasi dari Midnight club ini.

Sejarah Awal

Midnight Club: Street Racer Pemuja Kecepatan di Jepang

Di era 80-90an, culture otomotif di Jepang sedang booming. Pengaruh dari motorsport dan kejuaraan mobil di luar negeri masuk ke Jepang. Inilah yang menyebabkan era tersebut sebagai golden era of JDM. Hasilnya bukan hanya mobil-mobil Jepang performa tinggi tetapi juga berbagai macam geng street racer. Di setiap akhir pekan, berbagai tempat dipenuhi orang untuk balap mobil liar. Entah itu di jalan perbukitan, jalan pinggir pantai atau jalan tol.

Bila street racer ketika itu senang dengan balap dari titik A ke B, drifting atau balap drag. Midnight club menyukai satu hal.

Top speed.

Midnight club terdiri dari para pembalap jalanan yang kecanduan dengan kecepatan. Mereka memburu top speed sebagai pemuas adrenaline. Speed is on my blood.

Di Jepang ketika itu untuk balap jalanan, street racer akan menggunakan jalan sepi, jalan pinggiran kota, perbukitan atau jalan yang ditutup. Midnight club melakukan balap mobil kecepatan tinggi di jalan tol tengah perkotaan pada malam hari. Kecepatannya luar biasa. Rata-rata mobil mereka akan melesat dengan kecepatan 300 km/jam. Kita akan mendengar mereka terlebih dahulu sebelum melihatnya!

Tidak seperti geng street racer lainnya yang terkenal chaos dan ugal-ugalan misal seperti Bosozoku. Midnight club merupakan geng yang lebih dewasa. Mereka memiliki aturan-aturan yang ketat terutama dalam hal keselamatan. Meski dianggap sebagai kriminal alias pelanggar aturan lalu lintas. Geng ini memiliki kode etik moral yang kuat untuk keselamatan pengguna jalan.

Persyaratan Anggota

Midnight Club: Street Racer Pemuja Kecepatan di Jepang

Tidaklah mudah untuk menjadi anggota midnight club. Seperti telah disebutkan sebelumnya, geng ini memiliki aturan dan kode etik yang ketat. Bukan hanya sekedar memiliki sebuah mobil kencang, banyak syarat lainnya yang harus ditempuh untuk masuk dalam Midnight club.

Persyaratan yang ketat ini menjadikan midnight club bukanlah club mobil sembarangan. Standar yang tinggi juga membuat para anggotanya memiliki skill balap yang pro sekaligus mampu mempertimbangkan faktor keselamatan.

Berikut beberapa syarat keanggotaanya.

  1. Persyaratan minimum mutlak untuk bergabung adalah memiliki mobil yang mampu mencapai kecepatan setidaknya 257 km/jam. Bukan hanya itu saja, pengemudi juga diharapkan dapat mencapai kecepatan balap 322 km/jam atau lebih di jalan raya umum Tokyo.
  2. Para calon anggota kemudian awalnya menjadi peserta “magang”. Mereka harus mengikuti seluruh pertemuan kopdar club selama setahun tanpa absen sekalipun juga!
  3. Club ini terikat oleh kode moral yang ketat yang mendikte bahwa anggota harus menahan diri dari menempatkan pengendara lain dalam bahaya. Terlepas dari apakah mereka sesama pembalap atau pengguna jalan umum. Meskipun beroperasi di luar hukum, Midnight Club sangat dianggap sebagai geng yang menempatkan keselamatan pengguna jalan jauh di atas mereka sendiri.
  4. Skill mengemudi kecepatan tinggi akan dinilai dengan ketat. Membutuhkan skill dan pengalaman tinggi untuk mengemudi kecepatan 300 km/jam di jalan umum. Biasanya hanya 1 dari 10 orang yang diterima sebagai anggota. Setiap anggota akan langsung dikeluakan jika mereka dianggap menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan lain atau anggota geng lainnya.
  5. Aturan klub juga melarang anggota mengungkapkan informasi pribadi tentang diri mereka sendiri. Selain itu, beberapa anggota yang menjadi teman di luar klub, mereka diminta untuk tetap diam alias tidak membicarakan/ membahas mengenai Midnight Club.

Luar biasa bukan?!

Bukan hanya membutuhkan mobil kencang dan skill tinggi. Anggota Midnight Club diikat dengan aturan tegas mengenai keselamatan dan kerahasiaan club. Jadi bukan club yang ugal-ugalan, sok jago atau kebut-kebutan atau balapan ga karuan.

Inilah salah satu alasan club ini menjadi club yang disegani sekaligus mistis dalam dunia balap jalanan.

Anggota Midnight Club

Midnight Club: Street Racer Pemuja Kecepatan di Jepang

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, midnight club beroperasi dengan rahasia. Bahkan para anggotanya tidak diperbolehkan membahas Midnight Club di kehidupan sehari-harinya. Sesama anggota pun tidak banyak mengetahui informasi atau latar belakang anggota lainnya.

Hal ini membuat munculnya banyak rumor dan spekulasi yang menjadi pesona tersendiri dari club ini. Bahkan hingga saat ini belum diketahui dengan jelas siapa saja anggota dari Midnight Club.

Meskipun demikian, banyak yang berspekulasi bahwa banyak para anggotanya merupakan tuner atau modifikator terkenal di Jepang. Sebagai contohnya ada yang berpendapat Amemiya-San dari RE-Amemiya, Smokey Nagata dari Top Secret, dan Mizota-San dari Revolfe merupakan sebagian dari anggota Midnight Club.

Sebagian lainnya berpendapat anggota Midnight Club bukan hanya tuner/modifikator saja tetapi juga orang-orang yang berprofesi elit dari kelas menengah ke atas. Pendapat ini didasarkan pada mobil-mobil Midnight Club yang merupakan mobil sport yang sudah fully tuned pasti membutuhkan biaya yang besar.

Sebuah artikel pada majalah Max Power di 1995 menyatakan seorang anggota berprofesi sebagai property developer dan seorang lainnya sebagai pemilik dealer mobil. Rumor lainnya menyatakan ada juga anggotanya yang berprofesi sebagai dokter dan pengacara kelas kakap.

Tentunya hal ini juga selaras dengan adanya kode etik serta kerahasiaan club yang ketat. Jumlah anggota dari club ini diperkirakan sekitar 30 orang.

Senjata Pemburu Top Speed

Midnight Club: Street Racer Pemuja Kecepatan di Jepang

Mobil para anggota Midnight Club merupakan mobil sport yang sudah dimodifikasi maksimal untuk mengejar top speed.

Untuk dapat melaju kecepatan tinggi dengan durasi waktu yang lama tanpa mengorbankan kemampuan handling, banyak anggota yang habis-habisan memodifikasi mobil mereka melampaui kapasitas aslinya.

Mobil-mobil tersebut dibangun dengan performa yang melampaui masanya. Bayangkan saja, mobil-mobil tersebut masih memiliki kemampuan untuk mengalahkan mobil sport modern. Coba kita pikirkan, mobil supercar baru belakangan ini mencapai kecepatan tertinggi kisaran 322 km/jam. Itupun tidak dapat dipertahankan dipertahankan dalam waktu yang lama.

Sekitar 20 tahun yang lalu, mobil para anggota Midnight Club sudah dapat mencapai kisaran 322 km/jam bahkan diatasnya. Bukan hanya itu saja, mereka mampu mempertahankan kecepatan tersebut dalam waktu yang lama dan dengan reliability yang sangat baik.

Modifikasi yang brutal dari mobil mereka meliputi modifikasi berat seperti perombakan mesin, chassis yang diperkuat, weight reduction, aero kit yang meningkatkan downforce, penempatan fuel cell, sistem pendingin, dll. Tenaga mobil mereka berkisar dari 400 hp sampai 700 hp!

Beberapa mobil Midnight Club diantaranya adalah Toyota Chaser X70, Mazda RX-7, Toyota Supra MK3, Toyota Supra MK4, Skyline GT-R R32, Porsche 930 (911 Turbo), Porsche 911, Nissan Fairlady Z S130 (280ZX), Nissan 300ZX (Z32), Ferrari Testarossa, dan Lamborghini Countach.

Dua anggota klub menjadi inspirasi dalam anime dan film Wangan Midnight yaitu Blackbird 930 dan Devil Z S30z. Perlu dicatat bahwa Devil Z yang aslinya adalah S130Z.

Blackbird 930 merupakan mobil tercepat di Midnight Club yang dimiliki oleh ketua yang tidak diketahui identitasnya. Ketua geng tersebut yang dikabarkan seorang dokter, menghabiskan hampir 2 juta dollar (29 miliar rupiah) untuk memodifikasi Blackbird.

Hasilnya adalah Porsche 930 dengan mesin overstroke 3.6L flat-six yang mampu memuntahkan 700 hp! Mobil ini mampu melesat dengan top speed 350 km/jam selama 15 menit! Untuk perbandingan. mobil hypercar Bugatti Chiron melesat dengan top speed 420 km/jam selama 9 menit sebelum tangki bensinnya kosong dan bannya hancur.

Para anggota Midnight Club memasang beberapa sticker sebagai ciri keanggotaan. Sticker kecil ‘Mid Night Car Special’ melekat di bumper mereka. Mereka juga seringkali memasang sticker ‘Mid Night’ di kaca depan atas mobil mereka. Pada bagian side skirt, terkadang mereka juga melekatkan sticker bertuliskan ‘Mid Night Racing Team’.

Dikarenakan popularitas club yang disegani, tidak jarang orang yang bukan anggota pun memasang sticker Midnight tersebut. Tapi jangan salah, resikonya sangat besar. Orang tersebut akan mendapat gangguan, bahkan tidak jarang mobil mereka dirusak atau dihancurkan!

Mid Night Run: Maximum Velocity

Midnight Club: Street Racer Pemuja Kecepatan di Jepang

Bukan hanya identitas anggotanya saja, pertemuan club alias kopdar-nya pun dirahasiakan.

Tidak seperti jaman now yang kita bisa dengan mudah berkomunikasi, jaman old belum musim namanya handphone dan internet. Lalu bagaimana mereka berkomunikasi?

Untuk membuat sebuah event kopdar, para anggota Midnight club menggunakan iklan koran. Mereka mencantumkan iklan rahasia pada koran lokal Tokyo. Isi iklannya memuat kode yang sudah disepakati pada pertemuan sebelumnya. Misal, untuk kopdar selanjutnya menggunakan iklan menjual tas. Maka suatu hari akan muncul iklan “Dijual tas harga diskon. COD di area parkir Daikoku Parking hari Kamis jam 11-2 malam.

Tujuan dari kode ini adalah untuk tidak menarik perhatian polisi. Iklan ini hanya diketahui oleh para anggota saja sebagai sebuah kode untuk berkumpul. Waktu kopdarnya pun random alias acak. Area Parkir Daikoku sendiri merupakan area yang paling sering dijadikan tempat awal pertemuan Midnight club. Sampai sekarang area ini sering dijadikan tempat kopdar para car enthusiat dan street racer Jepang.

Sesuai dengan nama club, kopdar dilakukan pada tengah malam atau dini hari. Routenya adalah Bayshore Wangan antara Tokyo sampai ke Yokohama.

Awalnya tim akan melaju dengan kecepatan 120 km/jam. Begitu salah seorang anggota membunyikan klaksonnya, barulah mereka tancap gas alias gaspol. Kecepatan mereka melesat mencapai kisaran 250-322 km/jam! Bayangkan bagaimana cepatnya mereka melesat!

Pemenang ditentukan dari siapa yang sanggup lebih terdepan meninggalkan mobil-mobil lainnya. Setelah sesi midnight run ini berakhir, mereka kembali akan berkumpul untuk mendiskusikan detil perjalanan.

Performa mobil serta skill para anggotanya yang luar biasa membuat para polisi pun sulit mengejar mereka. Atau bahkan bukan sulit lagi, melainkan mustahil untuk mengejar mobil Midnight club!

Akhir dari Midnight Club

Midnight Club: Street Racer Pemuja Kecepatan di Jepang

Sejarah dari Midnight Club diakhiri dengan kelam. Sebuah tragedi kecelakaan yang mengerikan mengakhiri perjalanan club street racer legendaris ini.

Pada 1999 terjadi kecelakaan fatal yang memakan korban 8 orang terluka dan 2 orang meninggal. Kecelakaan ini berawal dari pertarungan balap jalanan. Sebuah kisah layaknya pada sebuah drama atau film balapan jalanan hanya saja ini kisah nyata! Kisah ini juga semakin menjadikan nama Midnight Club menjadi sejarah yang legendaris dan sakral di dunia balap jalanan Jepang.

Nama besar Midnight Club yang disegani, performa mereka yang handal serta kerahasiaannya menjadi pusat perhatian dunia malam balap jalanan.

Bukan hanya polisi, hal tersebut kemudian menjadikan mereka target bagi geng street racer lainnya.

Bosozoku merupakan geng motor jalanan Jepang yang terinpirasi dari geng motor Amerika. Mereka dikenal reckless, berandalan, dan sering menakuti-nakuti pengguna jalan lainnya. Anggota Bosozoku memutuskan untuk membuat kekacauan dengan Midnight CLub.

Begitu Midnight Club melesat masuk ke jalan tol, Bosozoku telah menunggu mereka untuk mengajak “bermain”.

Mereka memaksa Midnight Club untuk terlibat dalam balapan kecepatan tinggi. Sampai akhirnya gangguan dari seorang anggota Bosozoku mengakibatkan tabrakan berantai besar! Kecelakaan tersebut merenggut dua nyawa biker Bosozoku dan dua pengemudi Midnight serta enam orang pengguna jalan lainnya dilarikan ke rumah sakit.

Pada kode etik serta aturan Midnight, membahayakan pengemudi lain adalah pelanggaran berat. Club legendaris ini pun memutuskan membubarkan diri. Meskipun sebenarnya penyebab kecelakaan tersebut bukan kesalahan mereka, tetapi Midnight Club tetap merasa bertanggung jawab dan kemudian menghilang selamanya.

Midnight Club telah menjadi sumber stres yang signifikan bagi otoritas Tokyo selama bertahun-tahun. Akan tetapi, para anggotanya sangat dihormati karena moralitas serta rasa hormat mereka yang kuat pasca-tragedi tersebut.

Semua anggota sejak itu memisahkan diri untuk menjaga kerahasiaan. Sebagian besar menolak berbicara, atau bahkan menyebutkan club dalam keadaan apa pun.

Warisan Midnight Club hidup di seluruh dunia. Mereka menginspirasi banyak orang melakukan apa yang mereka lakukan di masa kejayaan mereka. Kehidupan rahasia yang didedikasikan untuk selamanya mengejar kecepatan tertinggi.

Klub ini mewujudkan jiwa sejati JDM. Keterampilan mekanis yang luar biasa, performa mobil layaknya supercar serta skill balap mereka memikat para penggemar mobil di seluruh dunia. Midnight Club memperkenalkan sebuah generasi ke dalam JDM scene dengan aktivitas geng yang mempengaruhi semuanya. Mulai dari manga hingga anime dan videogame Midnight Club yang menyandang nama tim sebagai penghormatan.

Tidak ada club yang akan mampu menyamai Midnight Club yang legacy-nya dituliskan dalam darah dan puing-puing.

Demikian ulasan kali ini. Gimana, ada yang tertarik untuk menjadi seperti Midnight Club? Ada yang pernah berburu top speed di tengah malam?

Kita tunggu tambahan dan komentarnya.

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Midnight Club: Street Racer Pemuja Kecepatan di Jepang