6 Mobil JDM Legendaris Sepanjang Masa

Membahas mobil Jepang khususnya mobil JDM tentunya akan menjadi pembicaraan yang sangat panjang. Hal ini dikarenakan mobil JDM berjumlah puluhan disertai dengan variasi model, spesifikasi dan sejarah yang berbeda-beda. Dari sekian banyak mobil tersebut, kita akan bahas 6 mobil utama yang merupakan mobil JDM legendaris yang mampu mengangkat reputasi mobil Jepang di dunia otomotif dunia.

Selain dari sisi performa mobil, kriteria yang kita ambil untuk menentukan daftar ini juga tentunya berdasarkan dari reputasi, keunikan serta nilai sejarah yang dimiliki oleh mobil sehingga mobil tersebut layak untuk disebut sebagai JDM Hero.

Mazda RX7

The Rotary Hero” (1991-2002)

Model                               : RX-7 FD3S
Jumlah produksi            : 68.589 unit
Layout                              : FR (Front Engine – RWD)
L/ W/ H/ WB (mm)        : 4295/ 1760/ 1230/ 2425
Engine                              : 13B-REW
Engine Type                    : Rotary 2-rotor wankel,  sequential twin-turbo
Capacity                          : 654 cc x2 / 1.3L
Power                              : 276 hp (Gentlemen’s Agreement)
Torque                             : 217 lbft
Gearbox                           : 5 speed Manual
Tires                                 : 225/50ZR16
Weight                `            : 1310 Kg
Top Speed                       : 159 Mph/ 256 Kph
0-60 mph                         : 5,3 detik
0-100 mph                      : 13,9 detik

Rotary Hero Mobil JDM Legendaris

Generasi ketiga dari Mazda RX7 yang disebut FD ini merupakan mobil yang mengusung kejayaan mesin rotary di dunia. Maka tidak heran apabila kita berbicara mengenai mengenai sejarah mesin rotary, RX7 pasti akan disebutkan. Diantara para pesaing di masanya seperti Nissan 300ZX, Mitsubishi GTO, dan Toyota Supra, banyak yang pengamat otomotif ketika itu menyatakan bahwa RX7 FD merupakan mobil yang berfokus pada pengemudi. Hal tersebut dikarenakan ketika itu mobil ini merupakan satu-satunya yang didesain murni sebagai mobil sport 2 kursi. Selain itu chassis nya telah dioptimalkan menjadi hanya seberat 1300 Kg dan memiliki distribusi beban 50:50.

Art of Rotation

Mesin RX7 FD yaitu 13B-REW merupakan mesin rotary yang terdiri dari 2 wankel rotor dengan sequential twin turbocharger yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 252 hp di awal produksinya dan dioptimalkan menjadi 276 hp di akhir masa produksinya.

Mesin 13B-REW ini merupakan salah satu mesin rotary terbaik karena meskipun penerus dari RX7 yaitu RX8 juga memiliki mesin rotary 13B, akan tetapi mesin tersebut memiliki power yang lebih rendah dibandingkan dengan mesin RX7 karena di desain tanpa force induction alias NA (Naturally Aspirated). Selain itu, mesin dari RX8 di desain untuk mengurangi emisi serta meningkatkan fuel economy, karena salah satu ‘kekurangan’ dari mesin rotary adalah konsumsi bahan bakar dan emisi exhaust yang besar. Itulah yang membatasi dan mengakibatkan mesinnya tidaklah segarang RX7.

Sistem sequential twin turbocharger di RX7 FD yang diperkenalkan pada tahun 1992 merupakan sebuah desain mekanik yang cukup kompleks. Sistemnya terdiri dari 2 turbocharger dimana turbocharger pertama memberikan pasokan power di RPM rendah, sedangkan turbocharger kedua standby dan akan mulai aktif ketika akselarasi penuh sudah mencapai setengah dari rentang RPM. Turbocharger yang pertama memberikan pasokan turbo sebesar 10 psi (0,7 bar) mulai dari 1800 RPM, sedangkan turbocharger kedua akan aktif di putaran 4500 RPM untuk mempertahankan pasokan turbo 10 psi (0,7 bar) sampai batas akhir RPM (redline).

Di jalur lurus RX7 FD memang tidak secepat para pesaing di masanya, akan tetapi dalam hal handling, mobil JDM legendaris ini memiliki handling yang luar biasa bahkan dapat dikategorikan sebagai salah satu mobil dengan handling terbaik sepanjang masa. RX7 FD memiliki keseimbangan, cengkraman (grip), pengereman dan perpindahan gigi yang sangat baik. Sistem kemudinya ringan, cepat dan responsif.

Karakter dari RX7 FD lainnya terletak pada suara raungan mesinnya yang sangat khas. Putaran rotor dari mesin rotary memberikan keunikan tersendiri terhadap karakter suara RX7, apalagi bila mesinnya sudah dimodifikasi menjadi 4 rotor, sedapnyaaa hehe. Selain itu, desain body unik yang timeless serta tentunya pop-up headlamp (lampu cilukba) semakin menjadikan RX7 sebagai mobil yang berkarakter.

Pada pertengahan 90-an, krisis ekonomi mengakibatkan pasar mobil sport global dan Amerika mengalami kemunduran sehingga terjadi pergantian trend konsumen mobil yang lebih mengarah kepada SUV. Hal ini mengakibatkan ekspor RX7 menjadi terhenti (sama halnya dengan para pesaingnya). Selanjutnya RX7 masih dijual dan dikembangkan di Jepang sampai akhir 2002 dimana ketika itu diberlakukan peraturan baru mengenai emisi yang akhirnya menghentikan penjualan RX7.

Honda NSX

New Sportscar eXperimental” (1990-2005)

Jumlah produksi           : 18.000 unit
Layout                             : MR (Mid Engine – RWD)
L/ W/ H/ WB (mm)       : 4425/ 1810/ 1170/ 2530
Engine                             : C32B
Engine Type                    : V6 DOHC VTEC, NA
Capacity                          : 3.2L
Power                              : 290 hp
Torque                             : 224 lbft
Gearbox                           : 6 Speed Manual
Tires                                 : 255/35R18
Weight                `            : 1435 Kg
Top Speed                       : 175 Mph/ 282 Kph
0-60 mph                         : 4,7 detik
0-100 mph                      : 13,1 detik

New Sportscar eXperimental Mobil JDM Legendaris

Untuk menyaingi dominasi Itali dan Jerman dalam dunia mobil sport, bekerja sama dengan perusahaan designer mobil dari Itali, Pininfarina, pada tahun 1984 Honda membuat sebuah proyek bernama HP-X (Honda Pininfarina eXperimental). Proyek tersebut bertujuan untuk membuat sportcar dengan kecepatan yang mengimbangi sportcar buatan Itali dan German tetapi memiliki harga yang lebih terjangkau. Proyek tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah prototype mobil yang bernama NS-X (New Sportscar eXperimental).

Rival yang dijadikan target untuk NSX ketika itu adalah Ferrari 348 yang memiliki mesin V8 3.4L. Untuk menyainginya serta tetap pada konsep harga yang lebih terjangkau, Honda kemudian mengganti rancangan mesin dari yang semula V6 2.0L menjadi mesin VTEC V6 3.0L. Selain Ferrari, NSX juga akan bersaing dengan Porsche dan Chevrolet Corvette.

Sebagai terobosan baru dalam sektor body dan berat mobil, Honda membuat NSX dengan alumunium monocoque yang merupakan pertama kali dalam sejarah dunia mobil komersil. Selain itu NSX juga merupakan mobil komersil pertama yang menggunakan titanium connecting rods. Keseluruhan upaya Honda dalam lightweight technology ini mampu menghilangkan beban keseluruhan NSX  sebanyak 220 kg. Desain body dari NSX dikembangkan dari pesawat tempur F-16 sehingga apabila kita lihat sekilas ruang pengemudinya memang nampak seperti cockpit pesawat jet.

Aytron Senna

Untuk mewujudkan ambisinya Honda juga melibatkan beberapa tokoh pembalap terkenal untuk melakukan test dan analisa dalam upaya meng-tuning NSX secara maksimal. Pembalap Formula 1 Jepang yang disegani, Satoru Nakajima dilibatkan dalam fase awal pengembangan NSX dimana Nakajima melakukan beberapa test endurance di sirkuit Suzuka untuk menganalisa chassis NSX.

Pembalap legendaris Formula 1 asal Brazil, Aytron Senna juga turut memberikan andil yang besar dalam pengembangan NSX. Aytron Senna adalah salah satu pembalap terbaik sepanjang sejarah Formula 1 yang berhasil meraih tiga kemenangan kejuaraan dunia Formula 1 dengan mobil bermesin Honda, sebelum akhirnya meninggal karena kecelakaan pada 1994. Inilah yang menjadi salah satu alasan NSX memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Pada fase akhir pengembangan NSX, Aytron Senna memberikan masukan untuk memperkeras chassis setelah sebelumnya mencoba NSX di track sirkuit Suzuka. Senna juga memberi masukan kepada para engineer Honda untuk memaksimalkan suspensi dan handling NSX. Selain di Suzuka, Senna juga melakukan test drive NSX di beberapa track lainnya sperti di Nurburgring, Takasu Hokkaido, dan Tochigi Proving Grounds.

Pursuit of Ambition

Setelah peluncurannya, NSX masih terus mendapat perkembangan dan perubahan baik dalam sisi handling maupun performa mesinnya. Pada tahun 1997, Honda memberikan pengembangan yang besar terhadap NSX. Mesin yang semula 3.0L diperbesar menjadi 3.2L sehingga menghasilkan perubahan power yang semula sebesar 270 hp menjadi 290 hp. Hal ini merupakan jawaban dari Honda atas beberapa pernyataan mengenai kekuatan NSX yang dirasakan masih dibawah performa pesaingnya terutama Ferrari 348 yang memiliki power sebesar 300 hp. Selain pada sektor mesin, pengembangan besar-besaran tersebut juga meningkatkan performa mobil dalam berbagai sektor diantaranya perubahan gearbox manual dari 5 speed menjadi 6 speed, dual-mass flywheel, peningkatan kekuatan suspensi, aerodinamis, dan penambahan fitur di interior-eksterior.

Menurut para pemiliknya, karakter yang paling berkesan dari NSX adalah handling dan suara mesinnya. NSX sangat nyaman untuk dikendarai baik dalam kondisi mengemudi pelan maupun kencang. Handlingnya dinilai sangat baik, bahkan terbaik di kelas harganya. Raungan mesin V6 NSX memberikan sensasi yang menggigit terutama ketika saat dipacu di putaran atas RPM.

Meskipun Honda telah melakukan berbagai macam upaya untuk memaksimalkan NSX, banyak pengamat otomotif yang menilai performa keseluruhannya masih berada di bawah para rival nya yaitu Ferrari, Lamborghini, dan Porsche. Meski demikian, NSX tetap menjadi sebuah simbol usaha keras Honda dalam mencapai ambisinya, disertai dengan nilai sejarah otomotif yang besar.

Subaru Impreza 22B STi

The Best STi of All Time” (1998)

Jumlah produksi           : 424 unit
Layout                             : Front Engine – AWD
L/ W/ H/ WB (mm)       : 4365/ 1770/ 1170/ 2520
Engine                             : EJ22G
Engine Type                   : Boxer Engine/F4 Turbocharger
Capacity                          : 2.2L
Power                              : 276 hp (Gentlemen’s Agreement)
Torque                             : 268 lbft
Gearbox                           : 6 Speed Manual
Tires                                 : 235/40ZR17
Weight                `            : 1270 Kg
Top Speed                       : 154 Mph/ 248 Kph
0-60 mph                         : 4,7 detik
0-100 mph                       : 13,1 detik

The Best STi of All Time Mobil JDM Legendaris

Sebagian orang, termasuk saya, apabila mendengar kata Subaru, terkadang teringat kembali kepada permainan Playstation jaman dulu yaitu Grand Turismo 2 dan tentunya Colin Mcrae Rally. Colin Mcrae telah mengangkat nama Subaru melalui drift Impreza berwarna biru kuning nya yang telah menyabet juara dunia kejuaraan dunia rally. Inilah yang membuat Subaru memiliki imej yang kuat dalam hal ketangguhan dan kelincahan performa mobilnya, karena seperti kita ketahui rally merupakan kejuaraan mobil yang benar-benar menguras seluruh aspek mobil secara maksimal.

Sejarah kejayaan Subaru dalam dunia rally tersebut kemudian dituangkan dalam produksi sebuah mobil bernama Subaru Impreza 22B STi. Mobil ini dibuat untuk merayakan kemenangan dalam kejuaran rally dunia serta ulang tahun Subaru yang ke-40. Selain dari nilai sejarahnya yang besar, 22B memiliki nilai lebih lainnya yaitu termasuk ke dalam mobil yang langka (rare) karena 22B ini hanya diproduksi sebanyak 424 unit. Maka tidak heran, satu unit 22B pernah dilelang dan laku kurang dari 30 menit dengan harga senilai 1,2 Milyar Rupiah.

22B tentunya tidak semata-semata hanya memiliki nilai sejarah dan kelangkaan saja, tapi performa mobil ini pun tidak kalah apabila dibandingkan mobil Subaru generasi terakhir saat ini. Dengan mesin signature nya, EJ22G, yang dipersenjatai turbocharger dan intercooler yang besar, 22B mampu melesat 0-60mph dalam waktu di bawah 5 detik. Selain itu mobil ini juga dilengkapi suspensi Bilstein, rem Brembo, dan ceramic disc.

Mesin EJ22G dari 22B ini menurut Subaru memiliki power sebesar 276hp. Angka ini sedikit mencurigakan dikarenakan Jepang membatasi power mobil untuk pasar domistik mereka (home market) sebesar 276hp. Inilah yang menyebabkan banyak spekulasi yang beranggapan power 22B sebenarnya diatas 280hp. Beberapa test dyno yang telah dilakukan oleh situs-situs mobil populer menyatakan bahwa 22B ini memiliki power dalam kisaran 300hp. Angka ini menyamai mobil keluaran Subaru terakhir yaitu 2017 WRX STI yang memiliki 305hp.

Kembali ke sektor fitur mobil, 22B memiliki air scoop di kap mesinnya yang berfungsi memberikan pasokan udara segar untuk intercoolernya. Selain itu, mobil ini bahkan memiliki penyemprot air (water injector) di dalam air scoop tadi, yang bisa dioperasikan melalui kontrol switch di dashboard. Water injector ini berfungsi untuk lebih mendinginkan intercooler ketika kita sedang menjajal power mesin secara habis-habisan.

Dibandingkan Impreza keluaran sebelumnya, 22B ini memiliki body yang lebih lebar dikarenakan adanya penambahan ukuran fender yang memungkinkan untuk pemasangan ban yang lebih besar. Untuk warnanya, mobil JDM legendaris ini hanya diproduksi dalam satu pilihan warna yaitu biru gelap yang memang melambangkan mobil rally Subaru dalam kejuaraan dunia rally. Selain itu 22B juga dilengkapi dengan velg BBS berwarna gold.

Setelah kita melihat dari nilai sejarahnya, kelangkaan dan performa mobil ini, maka tidaklah mengherankan banyak pengamat otomotif yang menilai Subaru Impreza 22B STi merupakan the best WRX STi of all time.

Mitsubishi Lancer Evolution

Half-hearted Goodbye” (1992-2016)

Model                               : Mitsubishi Lancer Evolution Final Edition
Jumlah produksi            : 1.600 unit
Layout                              : Front Engine – AWD
L/ W/ H/ WB (mm)         : 4496/ 1804/ 1475/ 2642
Engine                              : 4B11T
Engine Type                    : MIVEC DOHC 16V I4 Turbocharger
Capacity                          : 2.0L
Power                              : 303 hp
Torque                             : 305 lbft
Gearbox                          : 5 Speed Manual
Tires                                : 245/40R18 93Y
Weight                             : 1600 Kg
Top Speed                      : 155 Mph/ 250 Kph
0-60 mph                         : 5,1 detik
0-100 mph                      : 13,6 detik

Half-hearted Goodbye Mobil JDM Legendaris

Kita pasti sependapat bahwa yang namanya perpisahan, besar kemungkinan adalah sesuatu yang heartbraking, apalagi berpisah dengan sesuatu yang memiliki nilai sejarah yang besar. Mitsubishi telah resmi menghentikan produksi Lancer Evolution yang telah mendunia selama 14 tahun. Mitsubishi menyatakan bahwa kebijakan perusahaan mereka telah berganti menjadi lebih fokus kepada EV Technology (Electric & Hybrid). Itulah kenapa mereka memutuskan untuk menyuntik mati dan mengubur Lancer Evolution, yang besar kemungkinan akan digantikan oleh mobil electric atau hybrid.

Mobil yang memiliki 10 generasi ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992. Keseluruhan mobilnya merupakan mobil yang terinspirasi dari mobil rally dan memiliki kesamaan yaitu sistem mesin turbocharger dan layout AWD. Semenjak Tommi Mäkinen dengan Lancer Evolution-nya berhasil memenangkan kejuaraan rally dunia sebanyak empat kali (1996-1999), popularitas mobil ini semakin meningkat dan diperhitungkan sebagai mobil balap dengan performa serta fitur yang handal.

Keseluruhan model tahun dari Lancer Evolution merupakan mobil-mobil yang selalu memuaskan untuk diajak lari kencang. Banyak penggunanya setuju bahwa ketika dikendarai dengan kencang, mobil ini terasa seperti sedang tersenyum dengan senyum yang menyeringai. Ini menunjukkan betapa mobil ini begitu liar sekaligus sangat menyenangkan untuk dikendarai. Selain itu, karakter kuat lainnya dari mobil ini adalah cengkraman (grip) yang luar biasa, sehingga terasa selalu menempel kuat di jalanan baik ketika jalur lurus maupun pada saat berbelok kencang.

Final Edition

Tidak seperti mobil-mobil lainnya dalam artikel ini yang merupakan mobil legendaris dari era 90-an, Mitsubishi Lancer Evolution X Final Edition (XFE) merupakan mobil yang tergolong baru yaitu tahun 2015.  Meskipun demikian karena mobil ini merupakan The Last Evolution sehingga bisa kita anggap bahwa XFE merupakan simbol ucapan selamat tinggal kepada dunia otomotif dari keluarga besar mobil legendaris Lancer Evolution.

Seri XFE pada dasarnya adalah Lancer Evolution X dengan sedikit penambahan performa dan fitur. Penambahan performa yaitu power dari sebelumnya 291hp menjadi 303hp merupakan sebuah hal yang kurang signifikan. Hal tersebut dikarenakan pada mobil dengan power besar, penambahan 12hp merupakan penambahan performa yang sulit untuk dirasakan perbedaannya. Fitur tambahan lainnya adalah velg Enkei 18”, interior hitam dengan jahitan merah, dan perubahan tampilan beberapa part mesin, seperti pipa intercooler yang di cat warna merah.

Dengan jumlah produksi yang limited edition yaitu hanya sebanyak 1600 unit, sepertinya yang menjadi fitur pamungkas di XFE adalah emblem (bagde) “Final Edition”. Pada emblem yang berjumlah sebanyak 5 buah tersebut tertera nomor identitas khusus berupa nomor urut produksi (registrasi) XFE.

Dengan bandrol harga hampir dua kali lipatnya, pembeli XFE pada dasarnya hanya akan mendapatkan Lancer Evolution X dengan tambahan fitur yang minim. Apalagi untuk penggemar modif mesin, seri X ini merupakan seri yang minim kemampuan upgrade. Hal ini berbeda dengan seri sebelumnya dengan mesin 4G63T, yang bisa diupgrade sampai lebih dari 400hp.

Melihat dari ulasan tersebut, sungguh ironi memang, ucapan selamat tinggal dari Lancer Evolution yang disimbolkan dari seri XFE ini rasanya seperti sebuah ucapan yang hanya sekedarnya saja. Akan tetapi bagaimanapun juga realitanya adalah XFE merupakan edisi penutup dari keseluruhan Lancer Evolution, yang mungkin pada saat ini akan sedikit kontroversial menyatakan bahwa XFE ini merupakan seri legendaris. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan seri Final Edition ini akan menjadi legendaris dalam 1-2 dekade mendatang.

Saya bertanya-tanya kenapa Mitsubishi harus membuang sebuah brand yang telah mendunia dan tidak membuat saja generasi Lancer Evolution yang bermesin electric atau hybrid. Ada yang tau kenapa?

Toyota Supra

The Legendary Beast” (1978-2002)

Model                               : Toyota Supra Mk.4
Jumlah produksi            : 11.475 unit
Layout                              : Front Engine – RWD
L/ W/ H/ WB (mm)        : 4515/ 1811/ 1265/ 2550
Engine                              : 2JZ-GTE
Engine Type                    : VVT-i I6 Sequential Twin-turbocharger
Capacity                          : 3.0L
Power                              : 320 hp
Power (Pabrik)               : 600 hp
Power (Maks)                 : 2000 hp+
Torque                             : 315 lbft
Gearbox                           : 6 Speed Manual
Tires                                 : 245/40R18 93Y
Weight                `            : 1490 Kg
Top Speed                       : 177 Mph/ 285 Kph
0-60 mph                         : 4,6 detik
0-100 mph                       : 13,1 detik

The Legendary Beast Mobil JDM Legendaris

Inilah mobil terbaik dari seluruh mobil di artikel ini, alasannya karena saya suka Toyota Supra haha (fanboy detected). Tapi seriusan, mobil sport coupe dari Toyota ini memiliki nama besar yang dihormati dalam dunia otomotif karena ketangguhan dan kehandalannya. Hal inilah yang membuat apabila nama Toyota Supra disebutkan, para car enthuasiast tidak akan berdebat dan sepakat bahwa mobil ini adalah mobil yang sangat baik dalam seluruh aspek.

Celica dan 2000GT

Toyota Supra awalnya berasal dari pengembangan Toyota Celica sehingga pada generasi ke-1 mobil ini disebut dengan nama Toyota Celica XX lalu menjadi Toyota Celica Supra di generasi ke-2. Supra memiliki kaitan erat dengan Toyota 2000GT karena pada 2 generasi awal tersebut, Supra menggunakan mesin M Engine kepunyaan 2000GT. Hal inilah menambah nilai sejarah Supra karena 2000GT merupakan mobil sport klasik legendaris yang sering disebut sebagai mobil supercar pertama Jepang dan menjadi collectible car yang berharga superduper mahal (16Milyar!).

Pada generasi ke-3 yaitu di tahun 1986, Toyota memutuskan hubungan antara Supra dan Celica sehingga keduanya menjadi dua jenis model mobil yang berbeda. Celica kemudian berubah menjadi menggunakan layout FWD, sementara Supra tetap menggunakan layout RWD. Dari generasi ke-3 ini Supra pun secara resmi memiliki nama yang berdiri sendiri sebagai Toyota Supra.

2JZ

2JZ-GTE adalah mesin dari Supra generasi ke-4 yang merupakan salah satu mesin sakti yang sangat populer dengan kekuatan terpendamnya yang sangat besar haha. Para engineer Toyota sebenarnya mendesain mesin ini untuk menghasilkan power yang sangat besar yaitu sebanyak 600hp, akan tetapi para petinggi Toyota memutuskan untuk taat pada regulasi dan memutuskan untuk de-tuning setengah dari kekuatan mesin menjadi 320hp. Selain itu, keputusan tersebut juga dilandasi dengan pertimbangan reliability, fuel economy dan keamanan pengendara.

Para tuner menyatakan bahwa membangkitkan power dari 2JZ ini sangatlah praktis. Mesin ini dapat dengan simpel di modifikasi dengan stock internal, yaitu tanpa modifikasi dalaman mesin seperti piston, head, valve. Misalnya, dengan perubahan pada panel air filter, sistem exhaust dan remap akan menghasilkan peningkatan power di kisaran 400-500hp. Beberapa produsen seperti HKS dan Greedy juga menawarkan paket upgrade kit untuk sistem turbo 2JZ yang cukup praktis karena bersifat modifikasi bolt-on. Kemampuan mesin 2JZ untuk dimodifikasi sanggup untuk mencapai power bahkan sebanyak 2000hp. Tidak heran mesin ini seringkali disebut sebagai mesin I6 yang paling banyak ‘disiksa’ haha.

Ketangguhan Supra bukan hanya dari mesinnya akan tetapi transmisi 6 speed manualnya pun didesain untuk mampu menyeimbangi kekuatan mesinnya. Transmisi Supra sangat handal sehingga sanggup menahan berapapun jumlah power yang didistribusikan dari mesinnya. Ketangguhan keduanya seringkali disebutkan sangat kuat bahkan dikatakan hampir mustahil untuk rusak.

Beauty and Beast

Meski telah berusia lebih dari 20 tahun penampilan Supra tidak termakan jaman dan memiliki penampilan yang memikat. Desain body mobil ini memiliki atribut maskulin yang dipadukan dengan lekukan mulus yang feminim, menjadikan mobil ini sedap untuk dipandang dari sudut manapun. Untuk interior, kabin dari Supra banyak digemari karena penampilannya yang seperti ruang cockpit pesawat. Kabinnya di desain seperti ditujukan untuk satu pengendara, dimana semua instrumen kabin berfokus mengarah pada driver. Untuk suaranya, Supra memiliki suara I6 yang menggelegar pada RPM tinggi disertai siulan turbonya yang kencang. Pada Supra yang sudah dimodifikasi, akan sering terdengar suara keras backfire dari knalpotnya disertai decitan suara antilag yang menghasilkan suara seperti tembakan senjata machine gun. Mendengarkan suara Supra mampu membuat napas kita terhenti sejenak dan bulu kuduk merinding hehe.

Tahun 2002 merupakan tahun terakhir Toyota Supra diproduksi. Toyota memutuskan untuk menghentikan produksi mobil ini dengan pertimbangan segmen dan target pasarnya yang tidak besar sehingga dipandang tidak memberikan jumlah profit yang diinginkan. Perlu diketahu, harganya ketika itu cukup mahal yaitu mencapai $40.000 (sekitar 530juta Rupiah). Hal ini mirip kasusnya dengan Mazda RX-7 dan beberapa sport car lainnya di era yang sama.

Meskipun sudah menjadi mobil yang tidak diproduksi, Toyota Supra tetap menjadi salah satu mobil Toyota yang sangat populer terutama dengan performa dan keindahannya. Saat ini sudah cukup lama beredar kabar bahwa Toyota sedang dalam proyek untuk membangkitkan kembali Toyota Supra. Bekerja sama dengan BMW, Toyota sedang membuat mobil penerus Supra bermesin hybrid yang dalam bentuk konsepnya saat ini dinamakan sebagai Toyota Ft-1.

Nissan Skyline GT-R

The Godzilla” (1969-2002)

Model                              : Skyline GT-R R34
Jumlah produksi           : 12.175 unit
Layout                            : Front Engine – AWD
L/ W/ H/ WB (mm)       : 4600/ 1785/ 1360/ 2665
Engine                            : RB26DETT
Engine Type                  : I6 Parallel Twin-turbocharger
Capacity                        : 2.6L
Power  Advertised       : 276hp (Gentlemen’s Agreement)
Power (Factory)           : 330hp
Power (Max)                 : 1000hp+
Torque                           : 289 lbft
Gearbox                         : 6 Speed Manual
Tires                               : 245/40R18 93Y
Weight                `          : 1536 Kg
Top Speed                     : 155 Mph/ 250 Kph (limited)
0-60 mph                       : 5,1 detik
0-100 mph                     : 13,2 detik

The Godzilla Mobil JDM Legendaris

Nissan Skyline pertama kali diperkenalkan pada tahun 1969, akan tetapi terjadi krisis BBM pada awal tahun 1970 yang mengurangi permintaan pasar terhadap mobil sport. Hal tersebut membuat Nissan kemudian menghentikan produksi Skyline di generasi ke-2 pada tahun 1973.

16 Tahun kemudian yaitu pada tahun 1989, Nissan memutuskan untuk menghidupkan kembali Skyline. Banyak yang menganggap hal tersebut sebagai tahun awal permulaan (Year Zero) untuk kejayaan baru seri Skyline. Tiga generasi selanjutnya merupakan generasi yang berperan besar dalam menjadikan Skyline sebagai mobil sport dengan reputasi yang handal. Ketiga generasi terebut adalah R32, R33, dan R34.

Pada awal diluncurkan, R32 menyabet kemenangan dalam kejuaraan Japanese Touring Car di tahun 1990 dimana mobil JDM legendaris ini berhasil menghancurkan seluruh lawannya tanpa ampun dengan memenangkan 29 kemenangan dari 29 race. Godzilla merupakan sebuah julukan yang diberikan kepada Skyline untuk hasil kemenangan yang luar biasa ini. The legend was born.

Nissan selanjutnya mengikuti kejuaraan Le Mans 24 hour dengan R33 di tahun 1995. Le Mans merupakan balapan ketahan (endurance) tertua yang digelar semenjak 1923 dimana balapan dilakukan selama 24 jam tanpa henti di dalam sirkuit tertutup. Pada kejuaraan ini R33 dengan nomor mobil 22 berhasil finish di urutan ke-10. Hal ini termasuk sesuatu yang patut diacungi jempol, karena R33 yang notabene masih bermesin sama dengan generasi sebelumnya R32, sanggup bersaing dengan mobil-mobil supercar seperti Mclaren F1.

R34 merupakan seri Skyline terakhir karena pada generasi selanjutnya yaitu R35, Nissan memutuskan untuk menghilangkan nama Skyline dan membuatnya menjadi Nissan GT-R. R34 ini merupakan pengembangan pamungkas dari R32 dan R33 terutama dari aspek transmisi, turbo yang lebih besar, aerodinamis, interior serta sistem komputer (ECU) yang lebih canggih.

Transmisi di R34 merupakan pengembangan 6 speed dari seri sebelumnya yang menggunakan 5 speed. Transmisi yang digunakan merupakan transmisi yang sama dengan Toyota Supra Mk.4 yaitu v160 yang dibuat oleh Getrag. Transmisi tersebut di Supra merupakan transmisi yang super handal yang sanggup menahan distribusi power mesin sebesar apapun. Meski demikian v160 di R34 tidaklah setangguh di Supra karena beberapa masalah pernah dijumpai pada transmisi di gigi ke-3 dan 4. Banyak kalangan yang menilai hal tersebut disebabkan karena perbedaan layout yaitu RWD di Supra sedangkan R34 menggunakan layout AWD, yang memberikan beban lebih pada transmisi.

Dinilai memiliki body yang terlalu besar, Nissan mengurangi ukuran panjang keseluruhan mobil di R34. Selain itu juga tersedia underfloor diffuser pada model V-Spec yang menjadikan aerodinamis nya lebih baik dibanding seri Skyline sebelumnya. R34 juga dilengkapi fitur canggih seperti LCD yang bisa menampilkan statistik mesin seperti tekanan turbo, temperatur oli dan air, serta temperatur udara intake dan exhaust.

Meskipun berukuran cukup besar, Skyline dinilai sebagai mobil dengan handling yang sangat baik. Beberapa kalangan bahkan menganggap handling dari Skyline jauh lebih baik dibanding salah satu rivalnya sesama sedan berukuran besar yaitu Lancer Evolution. Hal ini terutama dirasakan pada saat keluar dari tikungan dengan kecepatan tinggi. Kita akan bisa merasakan ECU dari Skyline bekerja untuk menyeimbangkan mobil dan balance dari roda belakang-depan sehingga mobil bisa lekas stabil (recover), mendorong kembali depan dan melesat keluar dari tikungan.

Berkat kemampuan handlingnya yang handal disertai, akselarasi yang cepat, serta tentunya suara yang garang, menjadikan Skyline salah satu mobil JDM legendaris dengan reputasi performa yang sering dibandingkan dengan mobil-mobil supercar Itali dan Eropa.

BONUS: Toyota AE86 Sprinter Trueno GT Apex

Hachiroku” (1983-1987)

Layout                             : Front Engine – RWD
L/ W/ H/ WB (mm)       : 4200/ 1630/ 1340/ 2400
Engine                            : 4AGEU
Engine Type                   : NA DOHC 16V I4
Capacity                         : 1.6L
Power                             : 128hp
Torque                            : 109 lbft
Gearbox                          : 5 Speed Manual
Tires                                : 185/70HR13
Weight                `           : 910 Kg

Hachiroku Mobil JDM Legendaris

Sebagai bonus, khususnya buat kalian yang sudah baca ulasan ini dari awal, saya berikan tambahan satu mobil yang sangat populer terutama dalam dunia pop culture dan drift yaitu Toyota AE86 Trueno GT Apex (Hachiroku).

Membuat list mobil JDM legendaris tanpa memasukkan mobil ini rasanya akan sedikit mengecewakan. Meskipun secara spesifikasi, mobil ini jauh berbeda dengan mobil-mobil yang telah dibahas sebelumnya, Hachiroku memiliki popularitas dan reputasi yang disegani dalam dunia mobil Jepang.

Ketenaran Hachiroku berasal dari manga/anime legendaris berjudul Intial D, dimana tokoh utamanya yang bernama Takumi Fujiwara berhasil memenangkan berbagai balapan drift touge (drift di track pegunungan/bukit) dengan menggunakan Hachiroku hitam putih (Panda Trueno) yang kesehariannya dipergunakan untuk mengantar pesanan tahu, haha. Hal ini yang membuat apabila kita berbicara mengenai Hachiroku maka tidak akan bisa dilepaskan dengan Initial D.

Hachiroku merupakan seri terakhir dari Corolla yang menggunakan layout RWD. Mobil ini sudah dilengkapi dengan 4 disc-brake yang merupakan sesuatu yang hebat di eranya. Banyak kalangan yang menilai Hachiroku merupakan mobil yang simpel, low-profile serta sangat nyaman untuk dikendarai. Didukung dengan layout RWD, desain body yang compact, power sebesar 128hp disertai dengan bobot yang ringan, mengendarai Hachiroku mampu memberikan pengalaman mengemudi yang menyenangkan. Sebagai perbandingan dan pengingat mobil-mobil city car saat ini umumnya memiliki power dengan kisaran 90-110hp.

Dalam dunia drift mobil JDM legendaris ini memiliki reputasi yang disegani. Selain dikarenakan popularitas Initial D yang memang bertemakan drifting, Hachiroku merupakan mobil drift dari pembalap legendaris drift Jepang, Keiichi Tsuchiya. Tsuchiya dikenal sebagai orang yang mempopulerkan gaya mengemudi drift kepada dunia sehingga mendapat julukan Drift King (“Dori Kin” dalam bahasa Jepang).

Hachiroku selanjutnya menjadi inspirasi pembuatan Toyota GT86 yang juga dipasarkan sebagai Scion FR-S dan Subaru BRZ.

Ada yang belum menonton Initial D? Saya sarankan untuk coba menonton untuk lebih menjiwai dunia mobil Jepang hehe.

Demikian ulasan kali ini. Yang mana nih mobil JDM legendaris favorit kalian? Untuk ulasan lainnya seputar JDM, stay tuned aja disini.

Untuk ulasan dan bahasan menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 thoughts on “6 Mobil JDM Legendaris Sepanjang Masa”