Mobil Listrik VS Bensin VS Hybrid VS Hidrogen

Mobil Listrik VS Bensin VS Hybrid VS Hidrogen

Mobil listrik saat ini sudah mulai berdatangan. Sosoknya sudah beberapa tahun kebelakang menghantui para enthusiast. Mobil ini memang diramalkan sebagai the future oleh berbagai kalangan.

Perkembangan tekhnologinya pun makin kesini makin canggih. Mobil listrik performa seperti Tesla atau hypercar, Rimac telah mengalahkan berbagai mobil bensin dalam duel-duel drag. Mobil sekelas supercar ataupun hypercar berbahan bakar bensin telah banyak yang bertekuk lutut di depan duo electric hero ini!

Nah, kemarin di Instagram kita pernah terjadi pembahasan hangat mengenai mobil listrik ini.

Membahas perkembangan tekhnologi mobil kedepannya, terutama dalam hal sumber tenaga tentu tidak hanya mengenai mobil bensin dan listrik. Ada juga mobil hybrid dan mobil hidrogen.

Mobil hybrid merupakan jembatan antara jaman old (bensin) dan jaman future (listrik). Sedangkan, mobil hidrogen bisa dibilang sebagai alternate future. Banyak juga kalangan yang menganggap bahwa pada hidrogen lah masa depan otomotif berada.

Bahasan mobil listrik, bensin, hybrid, dan mobil hidrogen ini sangatlah menarik. Bukan hanya dari perkembangan tekhnologi dan ramalan masa depannya saja. Tetapi juga dalam perdebatan apakah enthusiast kelak akan menerima kehadiran mobil-mobil “bisu” tersebut kedepannya?

Kita mulai saja ulasannya. Siapkan kopinya hehe.

Mobil Bensin: The Beginning of The End

Mobil Listrik VS Bensin VS Hybrid VS Hidrogen

Kita tidak perlu banyak membahas apa itu mobil bensin lah ya. Pasti udah pada tau. Nah, sahabat tunggangan manusia kan dulunya adalah kuda, keledai, dan unta (sama gajah juga kali ya).

Sampai suatu ketika hadirlah mobil.

Kedekatan manusia dengan ‘makhluk’ satu ini sudah sangat intim. Mobil bensin sudah lebih dari 100 tahun dipergunakan dan menjadi bagian dari peradaban dan keseharian manusia. Coba keluar ke jalan dan tengoklah mobil-mobil bensin berseliweran dengan para majikannya.

Dalam rentang waktu yang cukup panjang tersebut, lahir berbagai tekhnologi dan pengembangan. Selain itu, lahir juga budaya mobil alias car culture yang merupakan perwujudan kedekatan manusia dengan mesin berkaki empat ini.

Rangkaian perjalanan otomotif dalam waktu lebih dari seabad ini menjadikan bond yang kuat antara enthusiast dan mobil. Kita sebagai enthusiast menyukai mobil baik itu dari wujudnya, gerakannya, suaranya, bahkan mungkin juga baunya!

Internal combustion engine telah menjadi nyawa bagi sebuah mobil. Ledakan piston dan raungan knalpot menjadikan sebuah mobil layaknya makhluk yang bernyawa. Konsep ini melekat di hati para enthusiast.

Sampai suatu ketika, manusia menciptakan sebuah spesies yang berbeda.

Mobil listrik.

Makhluk ini datang dengan motivasi utama pada penggunaan energi baru yang efisien dan ramah lingkungan. Mobil bisu yang ‘dingin’ ini juga digadang-gadang sebagai penyelamat dunia dari polusi kendaraan.

Kabar buruknya? Bagi kita tentunya. Mobil bertenaga listrik diramalkan sebagai masa depan. Bahkan beberapa negara sudah mendiskusikan untuk kelak mem-ban mobil bensin. Mereka sudah membicarakan pelarangan penggunaan mobil bensin pada deadline tahun 2030/ 2040!

Mobil Hybrid: The Bridge Between Old and Future

Mobil Listrik VS Bensin VS Hybrid VS Hidrogen

Kita skip sejenak dengan membahas mobil hybrid. Mobil ini memang sebagai penghubung antara mobil bensin dan mobil listrik. Jembatan antara ‘the old‘ and ‘the future‘.

Sebenarnya konsep mobil hybrid sudah diperkenalkan pada 1900. Ferdinand Porsche sudah membuat Lohner-Porsche yang merupakan mobil hybrid pertama di dunia. Meskipun demikian, tekhnologi ini baru mulai secara luas diperkenalkan pada 1997 oleh Toyota melalui Toyota Prius.

Cara kerja mobil blasteran ini secara garis besar adalah menggabungkan mesin mobil bensin dengan motor listrik dan generator. Simpelnya kalo mobil dipasang turbo atau supercharger, nah ini dipasang perangkat motor listrik.

Energi listrik didapatkan dari baterai. Energi kinetik pada saat melaju dan mengerem akan diubah generator menjadi listrik yang disimpan di baterai.

Pada saat mobil diam, saat awal melaju atau sudah melaju pelan, mobil menggunakan tenaga listrik. Pada saat melaju normal, mobil menggunakan tenaga bensin. Pada saat akselarasi tinggi, mobil menggunakan gabungan dari tenaga bensin dan tenaga dari motor listrik.

Populasi spesies mobil hybrid semakin lama terus meningkat. Hal ini tentu dilatari dengan kenaikan harga bahan bakar serta efisiensi penggunaan bahan bakar dan pengurangan polusi.

Sampai pada 2017 lebih dari 12 juta mobil hybrid telah terjual!

Sesuai dengan tujuan utamanya. Agen mobil hybrid ini sukses menjalankan misinya. Mobil ini dianggap lebih efisien dan rendah polusi dibandingkan mobil bensin. Selanjutnya, para produsen sedang/ telah mengembangkan spesies terbarunya yang bertenaga full listrik alias mobil listrik.

Mobil Listrik: The Future is Clean? But Definitely…Silent

Mobil Listrik VS Bensin VS Hybrid VS Hidrogen

Trend green atau eco-friendly dan efisiensi energi kemudian terus meningkat. Produsen pun mengembangkan mobil mereka dari yang semula hybrid lalu munculah mobil full electric.

Simpelnya mobil full electric itu sudah tidak menggunakan lagi mesin bensin seperti hybrid. Semua energinya berasal dari baterai.

Sebenarnya mobil listrik ini sudah jauh lebih lama dibuat yaitu pada 1884. Pada tahun 2008-an, konsep mobil bertenaga listrik menguat setelah munculnya Tesla yang menggebrak dunia otomotif dengan performa Tesla Roadster-nya. Mobil full listrik ini memiliki 248 hp dan dapat melesat 0-100 hanya dalam 3,9 detik! Dalam sekali charge mobil ini mampu menempuh 400 km!

Tesla tidak dapat dipungkiri memulai babak baru dalam dunia otomotif dunia. Dari sinilah para produsen kemudian mulai serius untuk mengembangkan dan memproduksi mobil listrik lainnya. Sebut saja seperti BMW, Hyundai, Honda, Nissan, VW, Benz, Renault, dan banyak lainnya turut mengembangkan model electric car mereka.

Sampai akhirnya, Rimac muncul. Inilah mobil hypercar listrik pertama yang menjadi pahlawan selanjutnya setelah Tesla. Rimac berhasil mengalahkan berbagai supercar bahkan hypercar berbahan bakar bensin. Publik pun terpana.

The future is near!

Meskipun perkembangan tekhnologinya yang semakin pesat, sebagian besar para enthusiast tetap tidak menyukai mobil listrik. Alasan utamanya adalah spesies ini dirasakan tidak memiliki jiwa seperti mobil bensin. Terasa dingin, dan tentunya, sepi. Enthusiast sudah lebih dari seabad mempercayai konsep mesin dengan ledakan pistonnya sebagai nyawa mobil. Suara raungan knalpot sebagai suara dari mobil.

Kita tidak tahu pada generasi selanjutnya yang memang saat ini sangat intim dengan era digital dan tekhnologi. Bisa jadi memang, dan dalam waktu yang tidak jauh, mobil bertenaga listrik akan menjadi keseharian kita. Selayaknya smartphone yang 10 tahun yang lalu masih menjadi barang yang asing. Lihatlah jumlahnya sekarang. Ada dimana-mana.

Mengenai eco-friendly, beberapa kalangan menilai mobil bertenaga listrik pada akhirnya tetaplah tidak se’hijau’ yang kita bayangkan. Pendapat ini dilandaskan pada produksi listrik saat ini sebagian besar masih mengandalkan pembakaran energi fossil. Jadi ya pada intinya, sebelas dua belas alias sama-sama saja.¬†Semakin banyak yang pake, ya semakin banyak juga konsumsi listrik yang pada produksinya melibatkan pembakaran fossil.

Bahkan pada banyak negara maju pun, energi listrik mayoritas diproduksi melalui pembakaran bahan bakar termasuk batu bara. Hanya beberapa saja yang sudah mayoritas menggunakan tenaga nuklir dan air seperti pada Norwegia, Perancis, New Zealand, dan Canada.

Mobil Hidrogen: The Alternate Future

Mobil Listrik VS Bensin VS Hybrid VS Hidrogen

Sebagian kalangan berpendapat masa depan otomotif sebenarnya ada pada hidrogen. Tentu hal ini ditentang¬†oleh sebagian kalangan lainnya, termasuk di dalamnya, Elon Musk. Salah satu alasannya, pada produksi energi dari hydrogen akan melepaskan karbon dioksida. Tentu berbeda dengan mobil listrik yang “zero emisi”. Meskipun ya tadi, proses membuat listrik tetap saja masih ber-polusi.

Membandingkan mobil hidrogen versus mobil listrik sebenarnya sangat menarik. Kedua tekhnologi ini masih dalam pengembangan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Produsen pun nampaknya masih ‘bingung’ antara mengembangkan tekhnologi listrik atau hidrogen. Saat ini baru ada 4 mobil hidrogen yang sudah diproduksi dan dipasarkan. Toyota Mirai, Hyundai Nexo, Hyundai FCEV, dan Honda Clarity.

Seperti disebutkan sebelumnya, mobil listrik belum sepenuhnya ‘hijau’ karena proses produksi listriknya masih banyak melibatkan fosil. Hal ini berbeda dengan mobil hidrogen. Mobil ini menciptakan sendiri listriknya. Alias tidak dicash.

Lho, memang mobil hidrogen juga pake listrik?

Yep, mobil hidrogen digerakkan oleh listrik, sama seperti mobil listrik. Bedanya, listriknya tidak dicash, melainkan berasal dari reaksi kimia antara gas hidrogen dari tangki dengan oksigen dari udara. Reaksi ini terjadi pada fuel cell yang hasilnya adalah listrik yang kemudian menggerakkan motor listrik.

Mau tau sisa buangan dari reaksi tersebut?

Air!

Bahkan air ini bisa diminum! Sudah banyak video orang meminum air sisa mobil hidrogen dan mereka baik-baik saja, hehe.

Kelebihan lainnya dari mobil hidrogen adalah pengisian bahan bakarnya yang sama dengan mobil bensin. Hanya 5 menit. Hal ini tentu jauh berbeda dengan mobil litrik yang mebutuhkan pengisian berjam-jam. Tesla ‘supercharger’ mengisi 30 menit itupun membutuhkan perangkat khusus dan pengisiannya pun tidak maksimal (hanya 80%). Bayangkan betapa ngantrinya tempat cash mobil (SPBU versi listrik).

Bukan hanya waktu pengisian yang cepat. Mobil hidrogen juga terdepan dalam hal jarak tempuh, mengungguli mobil bertenaga listrik dan mobil bensin. Satu tangkinya bisa menempuh 600 km! Luar biasa!

Kalian penggemar kecepatan? Tenang saja. Sebagaimana halnya mobil listrik, mobil hidrogen juga cukup mumpuni dalam hal power and speed. Toyota Mirai memiliki power 152 hp, Hyundai Nexo 163 hp, dan Honda Clarity 130 hp. Lumayan lah. Perlu diingat mobil ini bukan mobil performa seperti Tesla atau Rimac. Selain itu tekhnologi hidrogen memang saat ini digarap tidak segiat trend pengembangan mobil listrik. Begitu trendnya naik, bisa jadi kelak akan ada hypercar mobil hidrogen hehe.

Demikian ulasan kali ini. Mobil berdasarkan sumber tenaganya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bagi enthusiast, kekurangan terbesar dari mobil non-internal combustion tentunya adalah suara. Bisa jadi, dikarenakan desakan peralihan jaman, para enthusiast akan mulai menerima mobil bermesin listrik. Tetapi tetap saja, suara mesin dan knalpot akan selalu dirindukan para enthusiast.

Atau mungkin bisa saja kita pake mobil listrik sambil pasang mp3 suara knalpot haha.

Gimana nih, menurut kalian bagaimana mobil kedepannya? Mana yang masa depan, listrik atau hidrogen?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Mobil Listrik VS Bensin VS Hybrid VS Hidrogen”