8 Modifikasi Mobil yang Tidak Berguna 13


Modifikasi mobil memang merupakan salah satu hal yang menyenangkan. Yang tidak menyenangkan mungkin ketika bagian mengeluarkan uangnya saja hehe.

Dengan menambah atau merubah bagian mobil baik itu interior, eksterior, mesin, dan lainnya, semuanya memiliki tujuan untuk menjadikan mobil kita sesuai dengan apa yang kita inginkan/ butuhkan. Entah itu tenaga mesin, tampilan, maupun fitur-fitur interior semisal audio dan entertainment.

Oleh karena itu, gaya atau kecenderungan tiap orang dalam modifikasi mobil memang berbeda-beda. Sehingga dalam bahasan modifikasi kita harus mencoba untuk tetap open-minded dan kalimat “your car, your money” dalam hal ini berlaku.

Ulasan kali ini membahas modifikasi mobil yang tidak/ kurang berguna, terutama apabila dilihat dari sisi fungsi yang dibandingkan dengan beban (uang/ tenaga) yang dikeluarkan.

Kembali, urusan modifikasi memang kembali ke pribadi masing-masing. Ulasan ini hanyalah pendapat pribadi yang mudah-mudahan dapat menjadi pertimbangan sebelum kita akan melakukan modifikasi mobil.

 Emblem Mobil Palsu

Modifikasi

Cukup sering kita lihat orang yang memasang emblem mobil performa dengan harapan mobil mereka menjadi terlihat keren dan seperti mobil sport. Atau mungkin menganggap bahwa dengan memasang emblem performa di mobil mereka akan secara simsalabim menaikkan horsepower mesinnya.

Salah satu contoh yang paling sering saya lihat adalah emblem M3 di mobil BMW standard. BMW seri 3, 4, 5, 6 memiliki versi performa yaitu M Model untuk masing-masing seri nya, M3, M4, M5, M6. Seri standard dan seri M merupakan dua hal yang jauh berbeda. Horsepower, torque, berat mobil, ukuran body mobil, bodykit, dan lainnya. Membandingkan mobil BMW Standard dengan BMW M Series adalah seperti membandingkan apel dan jeruk.

Kita pasti pernah lihat mobil BMW yang memasang emblem M3. Bahkan yang lebih keliru adalah mobil seri 5 yang memasang emblem M3 yang merupakan Model M untuk seri 3. Duh.

Oh ada yang lebih ngaco lagi, yaitu memasang emblem performa merk mobil lain di mobil mereka. Yang sering saya lihat adalah emblem TRD (Toyota) dan Mugen atau Type R (Honda) di merk mobil yang berbeda.

Tidak ada ada yang peduli dengan emblem-emblem palsu itu kecuali orang yang senang dengan mobil (car enthusiasts). Inilah yang membuat menempelkan emblem palsu adalah hal yang tidak berguna bahkan konyol, karena satu-satunya orang yang memperhatikan emblem tersebut tau bahwa emblem itu palsu.

Saya pernah bawa mobil bersama teman saya, lalu di depan kami ada sebuah mobil BMW seri 3 yang memasang emblem M3. Tentu saja itu bukan mobil M3 karena jelas-jelas itu mobil BMW seri 3 standard. Lalu apakah teman saya berteriak kepada saya dan bilang “Wow liat itu ada M3!” Tentu saja tidak! Dia pasti melihat (karena jelas mobil tepat di depan dan jalanan lagi macet) tapi dia tidak peduli dengan emblem itu. Hanya saya yang memperhatikan dan bertanya-tanya, ini orang mobilnya bagus tapi kenapa harus pake emblem palsu yang bikin mobilnya jadi mobil palsu alias M3 KW haha. Bisa saja sih sebenarnya dia mungkin sudah melakukan swap engine M3, tapi melihat persentasi jumlah swap engine di kita, kecil kemungkinan seperti itu.

Jadi berhentilah membuat mobilmu yang sudah bagus menjadi mobil KW dengan memasang emblem palsu. Lebih baik bangga dengan apa adanya aja deh.

Modifikasi Pintu ala Lamborghini (Scissor Doors)

Modifikasi

Scissor door itu pintu mobil yang dibuka vertikal ke atas, lebih umumnya di kita sering disebut dengan istilah pintu lambo karena jenis pintu mobil ini populer digunakan oleh Lamborghini.

Ada istilah “Work hard till the door of your car opens in a vertical way“. Tapi ya ga dimodif gitu juga hehe.

Modifikasi mobil standard dengan pintu lambo ini tidak akan menjadikan mobil kita menjadi mobil supercar. Yang ada adalah mobil Lamborghini wannabe, alias mobil ngarep jadi lambo haha. Jadi kenapa harus memodif membuang uang yang sebenarnya hanya akan membuat pintu mobil kita menjadi rumit, berat, dan sulit dilalui.

Air Scoop / Air Vents

Modifikasi

Fungsi dari air scoop adalah untuk memberikan pasokan udara dingin kedalam ruang mesin sehingga mesin mendapatkan air dingin yang kaya oksigen untuk mengoptimalkan pembakaran yang hasil akhirnya adalah meningkatkan performa kinerja mesin. Biasanya air hood ini ditambahkan ke mobil bermesin turbocharger yang membutuhkan banyak pasokan udara dingin untuk meningkatkan performa turbo nya.

Lain cerita bila air scoopnya hanya sebagai asesoris alias ditempel begitu saja di kap mesin, tanpa adanya akses udara masuk ke dalam ruang mesin. Seringkali kita lihat orang menempelkan asesoris ini dengan alasan untuk memberikan imej racing kepada mobil. Penambahan asesoris ini di mobil misal Toyota Corolla tidak akan membuatnya menjadi mobil racing, yang ada malah membuat mobil tersebut menjadi nampak konyol.

Asesoris air scoop ini malah akan mengganggu aerodinamis mobil karena udara dari depan sebagian terhalang yang akan mengurangi kinerja mobil melaju kencang. Atau malah apabila memasangnya kurang kuat, itu air scoop bisa-bisa terbang terbawa angin hihi.

Meski misalkan kita rela membolongi kap mesin agar air scoop ini bisa bekerja sesuai fungsinya, kinerjanya sebenarnya tidak akan signifikan apabila mesin mobilnya masih mesin standard. Ya mungkin mesin akan sedikit lebih dingin tapi horsepower mobil tidak akan mengalami peningkatan. Tentunya tidak sepadan dengan biaya serta kap mesin yang bolong.

Sayap mobil (Rear Wing)

Modifikasi

Pernah lihat mobil standard dengan sayap besar seperti tiang jemuran?

Rear wing berfungsi untuk aerodinamis mobil yaitu mengatur udara yang mengalir di bagian belakang saat mobil melaju sehingga udara tersebut menghasilkan tekanan ke bawah (downforce). Downforce ini pada mobil RWD atau AWD akan memberikan cengkeraman (grip) tambahan pada roda mobil sehingga mobil akan lebih stabil saat melaju kencang ataupun pada saat berbelok.

Pada mobil FWD, yang notabene merupakan tipe kebanyakan mobil di jalanan, rear wing ini tidak memberikan penambahan performa yang berarti, karena seperti kita ketahui grip mobil FWD berfokus di roda depan sehingga downforce pada roda belakang tentunya merupakan hal yang kurang signifikan.

Bahkan penambahan rear wing yang asal-asalan, malah bisa mengurangi downforce, membuat aerodinamis mobil terganggu sehingga menghambat mobil saat melaju kencang. Ditambah lagi beban berat rear wing tersebut tentunya malah semakin mengurangi performa mobil.

Saran saya apabila tetap ingin menggunakan wing, gunakanlah wing OEM karena setidaknya perhitungannya sudah bawaan pabrik. Atau kalo masih keukeuh juga mau pake yang custom, bangun dulu wind tunnel buat ngetest aerodinamis wing tersebut haha.

Mobil Ceper

Istilah ceper atau merapatkan mobil ke permukaan tanah saat ini semakin berkembang dalam jenis aliran, sebut saja misalnya Stance, Hellaflush, Bagged, Slammed, dan masih banyak lagi istilah lainnya.

Sebelum ini menjadi bahasan yang kontroversial, saya nyatakan bahwa mobil ceper memang indah dilihat dan tentunya lebih stabil untuk dikendarai. Hanya saja yang akan kita soroti disini lebih kepada sisi kegunaan atau fungsional karena memang bahasan artikel kali ini, seperti sudah dijelaskan di awal, lebih mengarah kepada fungsi.

Suspensi yang rendah akan mengurangi center gravity alias semakin rapat dengan tanah, mobil akan lebih stabil. Istilahnya, mobilnya rendah hati atau down to earth, haha. Selain itu hambatan aerodinamis mobil ketika melaju kencang akan lebih berkurang ketimbang mobil dengan suspensi tinggi, yang tentunya mengoptimalkan kecepatan mobil. Itulah alasan kenapa mobil sport atau supercar memiliki suspensi rendah alias ceper.

Modifikasi

Hanya saja perlu kita ingat penggunaan mobil ceper di jalan kita yang notabene seringkali tidak mulus, banyak tanjakan-turunan, berlubang, dan belum lagi banyak polisi yang lagi tidur, ini akan mempersulit mobil ceper untuk bergerak bebas. Dalam kata lain, fungsi mobil akan terganggu karena dikit-dikit gesrot, dikit-dikit bumper nyium aspal. Niat tadinya ingin mobil terlihat keren malah menjadi jengkel karena mobil menjadi sulit untuk dikendarai.

Belum lagi cara meng-ceperkan mobil yang sembarangan, misal dengan begitu saja memotong per dapat berdampak buruk bagi kesehatan kaki-kaki mobil. Meskipun dapat dimaklumi karena cara ‘sehat’ untuk meng ceperkan mobil seperti modifikasi menggunakan coilover dan air suspension melibatkan duit yang tidak sedikit alias bisa jutaan, belasan bahkan bisa sampai puluhan juta rupiah.

Meski saya pernah dengar bahwa bekas gesekan atau kerusakan akibat mobil yang terlalu ceper malah menjadi kebanggaan tersendiri di kalangan pecinta aliran ceper garis keras. Semacam bukti komitmen mereka terhadap lifestyle ceper ini.

Ya intinya sih sebelum kita memutuskan untuk mengceperkan mobil kesayangan kita, lebih baik kita pikirkan lagi matang-matang, hitungannya baik dari segi fungsional maupun dari segi dompet hehe. Karena seperti memilih pacar, yang nampak indah belum tentu nyaman dijalani haha.

Untuk melihat bagaimana cara modifikasi ceper yang tepat dapat dilihat disini.

Busi Performa Tinggi

Seringkali kita melihat iklan di toko mobil atau bengkel, yang menawarkan busi racing yang diklaim mampu menaikkan performa mesin mobil kita. Itu tidak benar. Karena tidak ada busi yang dapat menaikkan horse power sebuah mesin mobil.

Busi performa tinggi atau seringkali disebut dengan busi racing adalah busi yang khusus untuk digunakan di mesin mobil yang telah dimodifikasi atau mesin mobil sport dengan performa tinggi. Dengan memakai busi jenis tersebut di mesin mobil standard tidak akan menaikkan kinerja mesin mobil tersebut. Malah sembarangan menggunakan busi yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrik dapat beresiko menggangggu kinerja mesin mobil. Busi tersebut dapat mempengaruhi ECU membaca sistem timing kontrol pembakaran sehingga dapat mengakibatkan mesin overheat, mandet, atau boros BBM. Masalah lain yang bisa timbul dari pemakaian busi yang tidak sesuai adalah engine knocking. Efeknya bisa fatal karena dapat mengakibatkan komponen internal mesin seperti piston atau crank shaft bengkok bahkan pecah.

Modifikasi

Masih belum percaya?

NGK sebagai salah satu produsen busi terkemuka dalam situs resminya telah menjelaskan kekeliruan ini dan menegaskan bahwa penggunaan busi racing tidak akan menambah horsepower. Di bawah ini link pernyataan tersebut.

https://www.ngksparkplugs.com/about-ngk/tech-talk/using-racing-spark-plugs

https://www.ngksparkplugs.com/about-ngk/faqs/spark-plug-faqs/how-much-of-a-performance-improvement-can-i-expect-from-changing-plugs

Nah udah jelas ya, kesimpulannya daripada kita termakan siasat marketing produsen busi lalu mengeluarkan duit berkali-kali lipat untuk busi racing, mending duitnya dipakai untuk modifikasi lain yang lebih jelas fungsinya.

Tapi saya agak bertanya-tanya kenapa NGK memberikan penjelasan terhadap kekeliruan tersebut. Padahal semakin banyak yang keliru justru semakin untung karena produk busi racing nya banyak yang beli. Apa mungkin karena NGK baik hati  dan gemar menabung haha. Barangkali ada yang tahu kenapa?

Short Ram Air Intake

Short Ram Air Intake (SRI) adalah produk aftermarket air intake yang berupa pipa metal berukuran pendek dan sebuah filter udara yang terbuka (open air filter) alias tanpa box heat shield (pelindung panas) yang biasa ditempatkan dekat dengan mesin. Karena karakteristik itulah, pemakaian SRI ini dipercaya dapat memberikan pasokan udara yang lebih banyak dan lebih cepat, sehingga dapat meningkatkan performa pembakaran pada mesin.

Meskipun demikian, dari berbagai test yang sudah dilakukan pemakaian SRI tidak menunjukkan peningkatan kinerja mesin yang signifikan, bahkan dalam berbagai test lainnya menunjukkan penurunan kinerja mesin. Hal ini diakibatkan pasokan udara yang dihasilkan SRI akan menjadi panas dikarenakan SRI menyerap udara dari dalam ruang mesin mobil. Selain itu penggunaan jenis open air filter yang sembarangan dapat beresiko memasukkan udara kotor yang kurang tersaring yang tentunya tidak baik bagi mesin.

Modifikasi

Kelebihan SRI adalah memberikan suara mesin yang ‘berisik’ terutama pada akselarasi tinggi yang membuat suara mobil terasa lebih garang. Selain itu jarak pipa intake yang pendek memang akan sedikit meningkatkan respon throttle. Kedua hal ini yang membuat SRI selama ini dianggap memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja mesin. Padahal dalam hasil test dyno seperti sudah disebutkan sebelumnya, peningkatannya tidak signifikan (sangat kecil). Bahkan dalam beberapa hasil test lainnya justru mengurangi kinerja mesin.

Hal ini tentu disayangkan karena air intake bawaan pabrik di mobil sebenarnya sudah didesain dan diperhitungkan untuk memberikan pasokan udara yang dibutuhkan baik dalam jumlah maupun temperatur. Bahkan pada beberapa jenis mobil seperti Ford Focus Mk1, VW Golf Mk3, Mitsubishi EVO IX, Audi A3, sudah memiliki sistem intake yang memiliki penempatan air intake jauh dari sumber panas mesin. Hal tersebut dinamakan dengan Cold Air Intake, lengkapnya bisa dilihat disini.

Sticker yang Berlebihan

Ya sticker inilah bentuk ‘modifikasi’ yang paling murah dan praktis haha. Fungsinya pun 100% adalah hanya berupa tambahan penampilan visual. Dengan sticker, mobil dapat dipermanis dan memberikan identitas tersendiri yang membedakannya dengan mobil lainnya. Mungkin karena faktor kepraktisan dan biaya yang murah tersebut, maka acapkali pemakaian sticker ini menjadi asal-asalan.

Sticker ini sah-sah saja, saya juga nempelin sticker ko hehe. Asalkan tidak ngaco atau berlebihan saja yang tentunya bisa membuat mobil kita nampak konyol. Berikut beberapa contohnya.

  1. Sticker yang spesifik kepunyaan tipe mobil lain

Menempelkan sticker TRD di mobil Honda sungguh merupakan perbuatan yang keliru.

2. Sticker fitur mobil

Menempelkan sticker “Turbocharger” tidak akan membuat mobil kita memiliki turbo. Sama halnya dengan sticker 4WD di mobil yang bukan 4WD, ataupun sticker berbau Drift di mobil FWD (Duh).

3. Sticker Sponsor Part Racing

Menempelkan berbagai macam sticker produk racing seperti HKS, Greedy, ENKEI, Eibach, dan semacamnya. Hanya saja menempelkannya di mobil standard yang tidak satupun dilengkapi part produk tersebut.

4. Sticker Carbon

Carbon fiber palsu dengan menempelkan sticker motif carbon pada kap mesin, bagasi mobil dan lainnya. Tujuannya agar mobil terlihat sporty dan sangar.

5. Sticker Besar Gaya Racing

Gaya sticker ala Need For Speed Underground ini sudah lewat masanya. Kecuali mobil anda adalah mobil track untuk circuit atau Rally, lebih baik tidak perlu menempelkan sticker jenis ini.

6. Terlalu banyak Menggunakan Sticker

Kecuali memang jualan jasa pembuatan sticker, maka lebih baik tidak menjadikan mobil sebagai etalase sticker.

7. Bonus: Sticker yang Mengganggu Konsentrasi Pengendara Lain hehe

Demikian ulasan kali ini, untuk ulasan mengenai modifikasi lainnya bisa dilihat disini. Barangkali ada yang ingin menambahkan atau mengomentari ditunggu di kolom komentar.

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 thoughts on “8 Modifikasi Mobil yang Tidak Berguna