Lamborghini Morohoshi: From Zero To Underground Hero 2


Nama Morohoshi mungkin saat ini masih belum bisa dikatakan legendaris. Dibandingkan geng atau tokoh mobil lainnya di Jepang, Morohoshi atau Morohoshi Family bisa dibilang agak mudaan. Meskipun demikian, popularitasnya semakin melesat terutama setelah diangkat melalui video Youtube oleh Luke Huxham dan Maiham Media.

Panggung internasionalnya dimulai dari video “Underground Hero: Love to Hate Me” yang dibuat pada 2013 dan saat ini telah ditonton 3,4 juta viewers! Setelah itu popularitasnya terus meningkat. Pada 2015, Shinichi Morohoshi pun masuk menjadi karakter di dalam video game terkenal, Need for Speed.

Popularitas ini berasal dari keunikan dan keberanian Morohoshi-san dalam memodifikasi supercar favoritnya, Lamborghini. Selain itu, keterkaitannya dengan dunia malam dan mafia Jepang, Yakuza menjadikan pesona tersendiri dari imej modifikasi Morohoshi style.

Dalam ulasan kali ini kita akan membahas mengenai Morohoshi serta geng mobilnya yang sering disebut Morohoshi Family. Ada berbagai hal yang dapat kita ambil dari cerita Morohoshi ini, khususnya mengenai passion, dedikasi, dan kebebasan.

Kita mulai saja, siapkan kopinya.

The Young Rebel

Berbagai media dan kalangan seringkali menyebutkan Morohoshi adalah Yakuza, atau mantan Yakuza. Organisasi kriminal di Jepang yang bisnisnya seputaran dunia malam dan bisnis ilegal lainnya. Meskipun demikian, setau saya Morohoshi-san tidak pernah menyebutkan ia seorang Yakuza (atau mantan Yakuza).

Semasa mudanya Morohoshi-san bekerja di kawasan Kabukicho yang merupakan distrik hiburan di Tokyo. Isi kawasan ini yaa dunia malam semua misal club-club malam, love hotel, host/ hostess club, resto, bar dll. Nah Morohoshi-san ini besar alias menghabiskan waktu mudanya di daerah sini yang notabene area kekuasan/ area bisnis Yakuza. Ia menyatakan sering berhubungan atau berbisnis dengan sindikat kriminal ini. Entah bisnis apa itu hehe.

Morohoshi juga dulunya adalah salah seorang anggota geng motor berandalan Jepang, Bosozoku. Ia menyukai modifikasi nyeleneh Bosozoku dan tentunya suara raungan motor yang keras. Bosozoku umumnya terdiri dari anak-anak muda kalangan kelas bawah yang memberontak dan ugal-ugalan semi kriminal. Tidak sedikit dari mereka yang kemudian berhubungan dengan Yakuza atau bahkan direkrut menjadi Yakuza.

Semua diawali pada suatu ketika saat malam tahun baru. Ketika itu Morohoshi-san muda masih menjadi seorang berandalan Bosozoku. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara meraung keras dari kejauhan. Melesatlah sebuah Lamborghini Countach bewarna hitam dengan suara exhaust yang menggelegar! Morohoshi-san benar-benar terperanga sekaligus terpesona. Ia tidak pernah menyangka suara mobil bisa begitu dahsyat. Selama ini ia  telah menghabiskan puluhan juta untuk memodifikasi exhaust motornya. Tetapi suara Countach itu jauh lebih dahsyat lagi! Dari sana ia memutuskan bahwa ia harus membeli sebuah Lamborghini.

El Diablo

Lamborghini Morohoshi: From Zero To Underground Hero

Setelah 16 tahun kemudian, dan setelah beberapa kali ditangkap polisi, akhirnya Morohoshi-san berhasil mencapai apa yang sudah lama ia impikan. Ia berhasil membeli sebuah Lamborghini Diablo. Bayangkan coba, 16 tahun! Kadang kita, atau saya aja deh, seringkali memimpikan sesuatu lalu bertekad tapi ga sampai sebulan udah beda lagi hehe. Ini 16 tahun dia kerja cari duit, ya sampai beberapa kali ditangkap polisi juga sih, untuk akhirnya menggapai apa yang ia impikan selama ini.

Morohoshi yang senang dan riang gembira kemudian memutuskan untuk mengikuti kopdar Lamborghini owner. Namun di luar dugaan pada kopdar tersebut ia merasa kurang tersorot. Ia dan mobilnya membaur tidak berbeda dengan Lamborghini lainnya. Morohoshi-san tidak suka ini. Ia senang tampil beda, mendapat sorotan dan perhatian orang.  Ia berpikir bagaimana caranya, dan kemudian memutuskan untuk memodifikasi Diablo-nya.

Morohoshi-san menyukai hal-hal yang mencolok mata dan gemerlap. Blink blink. Hal ini dipadukan dengan Gaya Modifikasi Bosozoku style dan tema Darth Vader. Lahirlah Diablo Morohoshi style!

Lamborghini Morohoshi: From Zero To Underground Hero

Awalnya ia telah pergi ke berbagai bengkel untuk memenuhi keinginan modifikasinya. Tapi hampir semua bengkel tidak mau menerimanya. Mereka enggan dan menolak karena takut ngoprek-ngoprek mobil exotic yang harganya sangat mahal. Padahal Morohoshi sudah bawa LED sendiri dan tentunya duit yang banyak. Tetap saja tidak ada yang berani mau membantu memodifikasi nyeleneh Lambo nya.

Sampai akhirnya ia menemukan sebuah bengkel kecil di Tokyo. Mereka mau membantu memodifikasi Lambo Morohoshi. Exhaust yang lebih dahsyat, wrap sticker berwarna mencolok, LED dimana-mana, dan tentunya dipasangi berlian.

Zero Fucks Attitude

Lamborghini Morohoshi: From Zero To Underground Hero

Pada kopdar selanjutnya Morohoshi-san membawa Diablo hasil modifikasinya tersebut. Tetapi ternyata tidak ada yang menyukai. Tidak seorang pun. Kebayang ga, udah cape-cape modif nyari bengkel sana-sini, keluarin duit banyak, makan waktu lama, eh pas dibawa ke kopdar orang pada cuek, tidak suka.

Tapi ya cukup dimaklum. Gaya modifikasi dari Morohoshi-san adalah sesuatu yang tidak umum. Bener-bener out of the box. Bahkan bisa dibilang ekstrim mengingat Lamborghini adalah supercar yang identik dengan elegan dan mewah berharga mahal. Para Lamborghini owner yang umumnya adalah para pengusaha tidak ada yang menerimanya.

Apakah Morohoshi-san ngambek, kesal atau tersinggung?

Tidak.

Atau lebih tepatnya, ia tidak peduli anggapan orang.

Morohoshi-san tidak menyerah. Ia tetap sabar dan persistent dalam gayanya. Baginya modifikasi yang ia lakukan adalah ekspresi dan kebebasan bersenang-senang dengan mobil yang ia sukai.

Lama kelamaan, Lambo blink blink-nya mulai diterima kehadirannya. Orang menjadi terbiasa melihatnya dan mulai tertarik dengan gaya nyeleneh ini. Beberapa mulai mengajukan pertanyaan kepada Morohoshi-san. Orang-orang pun kemudian tahu mengenai keterkaitan Morohoshi-san dengan dunia malam Jepang. Mereka semakin tertarik dengan gaya nyentrik ala Bosozoku dan Yakuza ini!

Ketika Morohoshi-san membeli Lamborghini Murciélago Roadster dan Murciélago Coupe, ketertarikan orang-orang terus bertambah. Banyak yang menanyakan dan menantikan akan seperti apakah modifikasi Morohoshi selanjutnya.

Fighting Star

Lamborghini Morohoshi: From Zero To Underground Hero

Perlahan beberapa orang mulai teracuni dan ingin mencoba Lambo Boso style ala Morohoshi. Mereka mulai bertanya dan meminta panduan kepada Morohoshi-san mengenai teknik menyulap Lambo menjadi gemerlapan dan super flashy.

Tapi untuk menjadi catatan, tetap saja tidak semua orang bisa menerima konsep modifikasi gemerlap ala Morohoshi. Terutama untuk enthusiast lambo tradisional atau para purist. Mereka membenci apa yang Morohoshi lakukan dengan anggapan ‘merusak’ Lamborghini.

Morohoshi dan teman-teman barunya kemudian membentuk komunitas tersendiri. Morohoshi Family. Anggotanya kini telah mencapai lebih dari 100 orang!

Komunitas ini kemudian mendapat spotlight internasional setelah dibuat video Youtube oleh Luke Huxham dan Maiham Media. Mendadak mereka menjadi perbincangan hangat dengan imej utama Yakuza Lamborghini atau Lambonya para outlaw di Jepang. Popularitas mereka terus meningkat. Pada 2015, Shinichi Morohoshi pun masuk menjadi tokoh di dalam video game terkenal, Need for Speed.

Morohoshi-san meresmikan toko kepunyaannya yang bernama Fighting Star pada akhir tahun 2015. Disini ia menjual berbagai macam yang berhubungan dengan Lambo bling-bling. Mulai dari hiasan pajangan, jam, casing hp sampai tas wanita bling-bling. Di markas ini pun kita bisa menjumpai berbagai koleksi pribadi Morohoshi-san, yang salah satunya adalah motor Boso nya dulu semasa muda.

Tapi tujuan sebenarnya dari Fighting Star bukan hanya sekedar menjual asesoris atau apparel. Morohoshi-san mulai membuat dan menjual aero package custom untuk Lamborghini. Saat ini ia sudah menjual FRP dan carbon fiber aerokit untuk Aventador, dan tentunya terus berkembang untuk model Lambo lainnya.

The Underground Hero

Lamborghini Morohoshi: From Zero To Underground Hero

Sosok Morohoshi kini sudah menjadi icon outlaw atau Yakuza Lambo di dunia. Popularitasnya terus meningkat dengan berbagai apresiasi dari global car enthusiast.

Pada ulang tahun ke-50 Lamborghini, ia mendapat undangan untuk menghadiri event tersebut. Morohoshi kemudian terbang ke Italia membawa Lambo blink blink ungu-nya. Disana ia mengendarai Lambonya, menggerung-gerung knalpot dan bahkan memainkan klakson bernada tema lagu Godfather! Morohoshi mendapat respon positif dengan banyak orang bersorak sambil memberikan jempol.

Lamborghini mengetahui hal ini dan menyatakan tidak senang dengan apa yang ia lakukan. Hal tersebut kemudian berimbas dengan Morohoshi tidak boleh lagi mengikuti event resmi Lamborghini. Tapi ia tidak peduli, ia malah jadi sengaja membeli sebuah Aventador seri ulang tahun ke-50 dan membawanya ke Jepang untuk dimodifikasi dengan gaya Morohoshi!

Terlepas dari popularitas serta koneksi Yakuza yang masih ia jaga dengan baik, Morohoshi tetap dikenal sebagai orang yang terbuka dan bersahabat. Kita bisa menemukan sejumlah foto dan artikel dimana ia menerima tamu turis car enthusiast yang berkunjung ke Fighting Star. Ia pun dengan senang hati menerima berbagai interview dan liputan.

Pada event Tokyo Auto Salon 2020 Januari lalu, terjadi kekacauan di akhir acara. Geng Lambo Morohoshi ribut alias hampir baku hantam dengan club mobil Liberty Walk! Ini diawali dengan crew Lambo Boso yang melakukan revving dengan brutal padahal event belum sepenuhnya selesai.

Kato-san alias Wataru Kato founder Liberty Walk meminta dengan santun untuk menahan dulu revving karena banyak yang sedang rapat untuk closing acara. Tetapi crew Boso Lambo yang memang mayoritas outlaw tidak bisa ditegur. Mereka acuh dan malah sengaja me-revving lebih keras lagi! Ributlah sudah. Kato-san naik pitam dan terjadi kerusuhan. Morohoshi kemudian datang, meminta maaf mewakili crew nya dan mencoba mencairkan suasana yang panas. Berkat sosoknya yang dihormati, kedua pihak akhirnya berdamai dan acara bisa dilanjutkan ditutup dengan tanpa kerusuhan berlanjut.

Lamborghini Morohoshi: Why Is It Become Popular?

Kenapa Lambo bling-bling Morohoshi-san menjadi sesuatu yang populer dan bahkan menjadi trend alias gaya modifikasi baru? Kenapa modif blink blink yang mungkin orang bilang alay atau ricer bisa diterima secara luas? Hal ini dapat kita lihat dari respon dan komentar-komentar netijen car enthusiast global yang banyak yang salut dan tertarik.

Kalo kita pikir dan perhatikan lagi, sebenarnya bukan sekedar karena style atau gaya modifikasinya saja. Percayalah, kalo style tersebut pertama muncul bukan di Jepang, atau anggap misal di Indonesia. Belum tentu hasilnya akan seperti itu. Besar kemungkinan malah muncul hujatan dan cibiran. Orang pun kecil kemungkinan mau tertarik mengikuti gaya tersebut. Apalagi, owning a supercar kebanyakan disini adalah hal yang bersifat prestise kemewahan bukan semata-mata kegemaran.

Menurut saya ada beberapa faktor dan alasan pendukung.

Lamborghini Morohoshi: From Zero To Underground Hero

Jepang Sebagai Trend-setter
Negara ini telah lama dikenal sebagai salah satu negara penghasil trend dan kegemaran. Jepang pun telah lama dikenal sebagai negara maju yang ‘keren’ di mata orang. Hampir semua yang berhubungan dengan Jepang bisa dibilang naik derajatnya. Apalagi dalam hal permobilan, Jepang telah lama menjadi kiblat modifikasi dunia. Lazim memang bila modifikasi ekstrim yang out of the box lebih cepat diterima menjadi trend baru bila berasal dari negeri sakura ini. Coba bayangkan, misal Lambo modif blink blink awalnya dari Vietnam atau Indonesia atau Australia atau mana lah. Reaksi orang tentu berbeda.

Blink-blinknya Tokyo
Tokyo sebagai kota metropolitan tentu menjadi ‘background yang pas’ untuk para Lambo Boso. Gemerlap kota Tokyo dengan lampu-lampu malam, gedung-gedung tinggi dan jalanan yang bagus ngeblend dengan pas, cocok sekali dengan style blink blink Morohoshi-san. Coba bayangkan misal itu ada di kita, rasanya timpang dan kurang sreg. Apalagi dikasi jalan bolong, jalan becek atau jalan banjir, background sawah atau kebon singkong. Hadeuuh!

Yakuza Style
Meski tampilan gemerlap dengan warna ngejreng seperti pink, kuning, ungu, aura outlaw dari Lambo ini sangat terasa. Apalagi setelah hadirnya video Luke Huxham yang semakin mensetting imej Yakuza pada mobil-mobil supercar tersebut. Kebanyakan orang mulai tertarik setelah mengetahui style Yakuza ini. Misal tidak ada unsur Yakuza, ownernya adalah orang kaya normal yang dandanin mobilnya ‘alay’. Mungkin orang tidak sedikit yang tertawa dan mencemooh.

Jepang Lebih Terbiasa Terhadap Perbedaan
Hal-hal yang nyentrik sudah menjadi hal yang umum di Jepang. Bahkan sebagian malah sengaja nyentrik untuk stand out alias tampil beda. Mulai dari fashion ataupun kegemaran lainnya. Sekalipun Lambo Morohoshi awalnya tidak diterima karena gayanya yang ‘tidak biasa’ untuk ukuran supercar, besar kemungkinan penolakannya tidak berlebihan. Mungkin hanya tidak digubris, dicuekin atau sekedar mendapat tatapan mengerutkan dahi. Tidak akan ada hujatan atau apalagi menjadi cemoohan viral di media masa. Hal ini memang menjadi salah satu alasan kuat kenapa kreatifitas di Jepang bisa terus berkembang.

Demikian ulasan kali ini.

From Zero to Underground Hero. Terlepas dari sisi Yakuza, berbagai pelajaran mengenai dedikasi dan totalitas bisa kita ambil dari cerita ini. Bagaimana seorang berasal dari bawah, mencapai impiannya sampai 16 tahun kemudian. Bahkan sampai berulang kali masuk penjara.

Kisah ini juga menjadi sebuah reminder bagi kita untuk terus melakukan apa yang kita sukai dengan kebanggaan dan kesenangan, terlepas komentar atau pendapat orang.

Bagaimana nih menurut kalian style Lamborghini blink blink ini? Ada tambahan atau komentar?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Lamborghini Morohoshi: From Zero To Underground Hero

  • Brian

    Bang cara dapet mobil jdm atau mobil yg gak dijual di indo caranya gimana dan legal gk bang,sama perbedaan 180sx,200sx dan 240sx apa bang tolong jawab

    • bequietndrive Post author

      Setau saya sih skrg sudah susah bgt utk import mobil bekas utuh/CBU karena memang sudah dilarang untuk impor mobil bekas untuk keperluan pribadi. Yang masih boleh itu untuk keperluan usaha/ industri. Itupun harganya bisa sampai 2kali lipat karena pajak2.
      Katanya ini masih bisa diakali kalo si mobil dipecah jadi masuknya jadi kategori sparepart. Atau bisa juga impor ke Papua sama Batam, tapi si mobil harus digunakan dl brp tahun gt baru dia bisa keluar daerah.

      Bedanya 180sx, 200sx, dan 240sx asli bro sama saya juga suka bingung hehe. Itu penamaannya ga jelas Nissan ngasihnya kayak yang plin plan 😀 Silvia S13, S14 S15 itu kalo dijual ke market luar/ negara lain dia pake nama itu dengan perbedaan di varian mesin yang digunakan, beda beberapa sektor bodi dan pop-up headlight.
      Kalo ga salah, S13 Silvia di eskpor 240SX. S14 Silvia di Eropa dinamain 200SX, di amrik 240SX. Silvia S15 di Australia disebut 200SX.