Sejarah Lancia: Produsen Mobil yang Pudar Pesonanya

Sejarah Lancia: Produsen Mobil yang Pudar Pesonanya

Mendengar kata Lancia, enthusiast pasti teringat akan mobil rally terutama era 70-80.  Lancia memang ketika itu termasuk salah satu produsen yang berjaya dan mendominasi kancah rally dunia. Namun, apakah Lancia hanya memiliki prestasi di balap rally saja?

Tentu tidak.

Produsen asal Itali ini dulunya merupakan salah satu produsen mobil yang paling kreatif dan inovatif! Banyak sekali terobosan tekhnologi yang berasal dari produsen mobil ini. Bahkan, mereka seringkali menjadi pioneer alias yang pertama kali dalam menggunakan beberapa tekhnologi atau inovasi engineering pada mobil. Bayangkan, yang pertama kali! Ini mengungguli produsen kelas kakap di eranya seperti Mercedez Benz, Ford, dan lainnya. Sangat mengagumkan!

Apa saja memang tekhnologi tersebut? Sabar. Nanti dibaca aja dibawah, hehe.

Dibalik kecerdasan inovasi mereka, kejayaan mereka di rally, nama Lancia sekarang sudah meredup. Bukan hanya itu saja, produsen mobil ini sedang mengalami masa yang menyedihkan. Mereka sekarang hanya membuat 1 mobil! Itupun hanya dijual di Itali saja!

Waduhh…

Ini sama kayak liat cewe cakep bening idola jaman sekolah dulu. Pas ketemu udah gede, lah ko jadi kusem ga keurus… Udah gitu cowonya ga bgt, haha.

Nah, dalam ulasan kali ini kita akan coba sedikit membahas produsen mobil yang sering menamai mobilnya dengan alfabet Yunani ini.

Kita mulai saja. Jangan lupa kopinya.

Sejarah Awal

Sejarah Lancia: Produsen Mobil yang Pudar Pesonanya

Sebagaimana kebanyakan produsen mobil, nama Lancia merupakan nama dari foundernya, Vincenzo Lancia. Lebih tepatnya nama keluarga.

Vincenzo Lancia dilahirkan pada 24 Agustus 1881 di Fobello, Itali. Bapaknya yang merupakan pengusaha makanan sukses menginginkan Vincenzo untuk menjadi pengacara. Tapi Vincenzo punya ketertarikan lain. Ia sangat menyukai science dan tekhnologi, khususnya dalam dunia engineering otomotif.

Ketertarikan ini semakin menggebu-gebu ketika seorang temannya memiliki sebuah mobil yaitu Benz. Jangan bayangkan Mercy jaman now ya, bayanginnya mobil tahun 1880an, hihi.

Ketika FIAT didirikan di 1899, ia pun memutuskan untuk mencoba bergabung dan berhasil menjadi test driver-nya. Tidak puas hanya sebagai tester, ia kemudian memutuskan untuk membuat mobil sendiri. Bersama temannya, Claudio Fogolin, ia kemudian mendirikan Lancia & C. Fabbrica Automobili pada 29 November 1906.

Setelah Vincenzo wafat pada 1937, istri, Adele Miglietti Lancia, dan anaknya, Gianni Lancia, mengambil alih perusahaan. Mereka kemudian berhasil membujuk Vittorio Jano yang merupakan desainer mobil yang terkenal. Jano merupakan desainer utama dari Alfa Romeo serta beberapa mobil balap sukses di era tersebut.

Formula 1 dan FIAT

Sejarah Lancia: Produsen Mobil yang Pudar Pesonanya

Gianni Lancia ini senang sekali dengan balap mobil. Selain itu, ia memang juga merupakan driver di tim balap Lancia. Ketika ia memegang perusahaan, ia banyak menghabiskan uang untuk membangun prototipe dan juga mengikutkan Lancia ke kancah Formula 1 pada 1954.

Hebatnya, Gianni berhasil ‘menculik’ pembalap juara bertahan Formula 1 Alberto Ascari untuk bergabung menjadi drivernya. Alberto Ascari ini merupakan juara dunia F1 berturut-turut pada 1952 dan 1953! Bukan hanya itu saja, ia merupakan pembalap dari tim besar, Scuderia Ferrari.

Entah gimana caranya, Gianni bisa meyakinkan sang juara bertahan untuk pindah ke tim kecil yang baru bergabung F1.

Akan tetapi, setelah bergabung pada 1954 Ascari malah tidak meraih juara. Mobil Formula D50 mereka memang sempat berhasil meraih P1 di qualifying dan juga fastest lap. Tetapi, mobil ini banyak mengalami kendala teknis. Naasnya lagi, pada tahun 1955, Alberto Ascari meninggal karena kecelakaan pada saat testing mobil untuk Kejuaraan 1000 km Monza.

Kegagalan Lancia ini membuat mereka bangkrut. Kematian Ascari pun membuat mereka mundur dari F1 dan menjual semua mobil dan sparepartnya ke Ferrari. Vittorio Jano, desainer mobil mereka pun ikut hijrah ke Ferrari bersama mobil Formula D50 Lancia. Ironisnya, di tahun selanjutnya yaitu 1956, Ferrari bersama Juan Manuel Fangio berhasil meraih juara dunia F1 dengan mobil D50 ini!

Kebangkrutan kemudian membuat Gianni menjual sebagian besar saham mereka ke Italcementi (Pasenti Family). Entah karena sudah tidak sanggup lagi, atau karena butuh piknik, Gianni pun memutuskan pergi pindah dan menetap di Brazil. Hadeuhh…

Pada 1969, Produsen mobil ini kembali terancam kemunduran setelah mengalami kerugian yang cukup besar. Datanglah sang penyelamat, FIAT yang membelinya dari tangan Pasenti Family. Dari sini kemudian Lancia memasuki masa keemasan mereka terutama pada balap rally era 70-80an.

Lancia dalam Balap Rally Dunia

Sejarah Lancia: Produsen Mobil yang Pudar Pesonanya

Sejarah Lancia dalam rally di era 70-80an memang sangat mempesona. Berkat prestasinya di kancah rally dunia, nama Lancia kemudian dikenal dengan luas di mata motorsport dunia. Mobil-mobil rally mereka ketika itu sangatlah disegani dan ditakuti lawan-lawannya. Performa produsen mobil Eropa ini sangat memikat dan seringkali meneror kompetitor mobil lainnya yang notabene jauh lebih besar dibanding Lancia.

Membahas Lancia dalam rally memang akan menjadi sangat panjang. Apalagi bila kita membahas mobil-mobil monsternya satu persatu.

Yang jelas, Lancia memang memiliki heritage rally yang sangat besar. Dalam era 70-80an, mereka menuai banyak sekali kemenangan dan prestasi lainnya. Produsen mobil ini berhasil memenangkan International Championship for Manufacturers yang merupakan cikal bakal WRC di 1972. Mereka mengalahkan Porsche, Fiat, Ford, Datsun, Renault, BMW, VW, Toyota, dan lainnya!

Di WRC, secara stastik Lancia merupakan tim yang paling sukses. Mereka meraih constructors’ titles di 1974, 1975, 1976 dengan “Stratos”, lalu di 1983 dengan “037”, dan di 1987 sampai 1992 enam kali berturut-turut dengan “Delta”! Mereka juga berhasil menjuarai WRC sebanyak total 10 kali!

Kehadiran mereka di kejuaraan rally legendaris, Group B juga menjadikan nama mereka semakin populer. Mobil mereka Delta S4 membuat para enthusiast berdecak kagum dengan desainnya yang sangat mengoptimalkan minimnya regulasi pada Group B. Monster ini bahkan memiliki sistem twincharger yaitu menggunakan turbocharger dan juga supercharger! Pada test ekstrim, mesin Delta S4 sanggup mencapai 1000 hp!

Mobil ini kemudian semakin bersejarah setelah menorehkan kisah kelam kecelakaan mematikan yang juga sekaligus menutup Group B.

Pioneer Inovasi Tekhnologi Mobil

Sejarah Lancia: Produsen Mobil yang Pudar Pesonanya

Seperti telah disebutkan sebelumnya, Lancia merupakan produsen mobil yang menjadi pioneer alias pertama kali dalam inovasi atau penerapan tekhnologi baru pada mobil. Semua prestasi mereka dicapai berkat kreatifitas serta ide-ide engineering yang cemerlang untuk mengoptimalkan performa mobil. Ini menjadi sebuah terobosan yang mutakhir di jamannya yang membuat orang berdecak kagum. Bahkan, banyak diantaranya kemudian menjadi standar yang umum kita jumpai pada mobil saat ini.

Inovasi yang cemerlang ini mengangkat nama Lancia menjadi salah satu produsen mobil yang berperan besar dalam otomotif dan motorsport dunia.

Berikut beberapa contoh inovasi tekhnologi tersebut.

  1. Produsen pertama yang menggunakan desain monocoque untuk chassisnya. Pada mobil konvensional, chassis/ rangka dan body itu terpisah. Pada monocoque body dan rangka merupakan satu kesatuan. Hal ini membuat bobot lebih ringan, lebih rigid, serta lebih efisien. Sekarang ini mobil-mobil balap ataupun mobil performa banyak yang menggunakan desain monocoque.
  2. 5 speed gearbox tentu hal yang umum saat ini. Lancia-lah yang pertama kali menggunakannya.
  3. Produsen pertama yang menjual mobil dengan sistem twincharger yaitu menggunakan turbocharger dan juga supercharger.
  4. Mesin V4? Lancia merupakan produsen yang pertama kali menggunakan desain mesin V4!
  5. Mesin V6? Yep, mereka juga lah yang pertama kali menjual mobil dengan mesin V6!
  6. Pernah melihat mobil supercar yang memiliki rear-wings (sayap) yang bisa dikontrol secara elektronik? Lancia merupakan yang pertama kali menggunakan tekhnologi ini.
  7. Mereka juga merupakan produsen pertama di dunia yang menggunakan wind tunnel untuk mendesain aerodinamis mobil mereka.
  8. Lancia merupakan produsen pertama yang membuat mobil ditujukan khusus untuk balap (rally), baru kemudian membuat versi produksi masal (untuk dijual ke umum).

Luar biasa bukan?

Ingat. Untuk menciptakan sebuah inovasi dan terobosan baru bukan hanya butuh ide dan kreatifitas tinggi. Bayangkan juga seberapa besar determinasi dan kegigihan mereka untuk menciptakan hal-hal di atas. Mereka menjadi pioneer yang pertama kali, bahkan produsen lainnya yang lebih besar pun belum melakukannya.

Lancia tidak hanya membuat mobil umum dan mobil balap. Dulu, produsen ini menciptakan banyak sekali jenis kendaraan lainnya. Mulai dari mobil angkutan ringan, mobil angkutan berat, bus, trolley bus, sampai bahkan kendaraan militer perang dan traktor!

Sampailah kita di penghujung artikel.

Dengan segala inovasi dan prestasinya, nasib produsen mobil Itali ini sekarang sangat menyedihkan. Mereka sekarang hanya membuat 1 mobil dan itupun hanya dijual di negerinya sendiri. Mobilnya pun berupa mobil supermini (hatchback kecil) dengan power 50-80 hp. Inilah sekarang mobil buatan (mantan) produsen monster di rally kelas dunia.

Naas sekali!

Mirisnya lagi, semenjak Chrysler bergabung ke FIAT, beberapa mobil Chrysler di-rebadge dan dijual dengan merk Lancia.

Nostalgia masa keemasan Lancia seringkali berujung ratapan terutama bagi para enthusiast penggemar rally dunia. Sampai saat ini, banyak dari mereka yang sering menggunakan hashtag #MAKELANCIAGREATAGAIN dengan sebuah harapan. Kelak suatu saat nanti ada bilioner atau produsen yang mau menyelamatkannya dan membawanya kembali untuk mengulang masa kejayaannya.

Gimana, mobil Lancia mana yang menjadi favorit kalian? Ada tambahan atau komentar?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 thoughts on “Sejarah Lancia: Produsen Mobil yang Pudar Pesonanya”