Teknik Mengemudi: Apakah Trail Braking Itu? 2


Pengereman merupakan faktor penting dalam mengemudi mobil dan trail braking merupakan salah satu teknik pengereman yang wajib untuk kita ketahui.

Dalam teknik mengemudi tingkat lanjut pengereman bukan saja untuk mengurangi kecepatan, melainkan juga untuk mengontrol grip dan membantu mengubah arah mobil pada tikungan. Sebelumnya kita pernah mengulas mengenai memahami grip dan weight transfer. Nah baiknya apabila belum membaca, lebih baik dibaca dulu karena kedua hal ini berhubungan dengan trail braking.

Kita mulai saja ya.

Apakah Trail Braking Itu?

Apakah Trail Braking Itu?

Umumnya pada saat akan memasuki tikungan kita akan melakukan pengereman dengan cara sebagai berikut.

  1. Menekan pedal rem sampai mobil melambat.
  2. Setelah itu kaki kanan akan kita angkat dari pedal rem dan kembali ke pedal gas
  3. Kemudian barulah berbelok pada tikungan.
  4. Setelah tikungan selesai, gas kembali.

Trail braking adalah teknik pengereman secara bertahap. Jadi kita akan berbelok sambil melepaskan rem dengan bertahap (tidak sekaligus). Kurang lebih seperti ini.

  1. Menekan pedal rem sampai mobil melambat.
  2. Kaki kanan tetap di pedal rem dan diangkat bertahap sembari berbelok pada tikungan.
  3. Setelah tikungan selesai, gas kembali.

Terlihat kan bedanya?

Tujuan Trail Braking

Apakah Trail Braking Itu?

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, dalam teknik mengemudi tingkat lanjut pengereman bukan saja untuk mengurangi kecepatan. Trail braking memiliki kegunaan sebagai berikut.

  1. Pada saat pengereman, cengkraman ban (grip) akan berada pada bagian depan. Dengan teknik trail braking, grip ini dipertahankan dengan tidak sekaligus melepas pedal rem. Tambahan grip tersebut digunakan untuk membantu mobil berbelok. Berbeda dengan pengereman konvensional dimana pada saat akan berbelok mobil rem sudah diangkat sehingga grip bagian depan berkurang. Dalam keadaan tersebut mobil tidak dalam posisi akselarasi atau pengereman yang berarti mobil melaju secara konstan. Pada posisi kecepatan konstan, tidak ada tambahan grip seperti pada saat akselarasi atau pengeraman.
  2. Dengan adanya tambahan grip akan membuat mobil bisa melaju lebih kencang.
  3. Pada pengereman normal, terkadang kita akan terlalu dalam/ lama menekan pedal rem sebelum berbelok (over brake). Dengan trail braking, hal tersebut lebih dapat kita hindari karena kita akan berbelok sambil tetap dalam posisi mengerem.
  4. Pada saat pengereman terjadi perpindahan beban (weight transfer). Beban mobil akan berpindah ke arah depan dan bagian belakang mobil akan sedikit naik ke atas. Trail braking bermanfaat untuk dapat mengontrol weight transfer tersebut, seberapa grip di depan dan seberapa besar grip di belakang. Hal ini berarti kita dapat mengendalikan keseimbangan mobil kita.

Kapan Kita Melakukan Trail Braking?

Apakah Trail Braking Itu?

Jangan salah, mentang-mentang banyak manfaatnya lalu setiap belokan kita trail braking hehe. Melakukan teknik ini di setiap belokan tentu tidak benar juga. Ada saatnya kita lebih baik melakukan teknik ini dan ada saat nya juga tidak. Berikut beberapa pertimbangan untuk melakukan teknik tersebut.

  1. Perhatikan setting atau tipe mobil kita. Apabila mobil kita cenderung oversteer pada saat tikungan, tidak perlu lagi kita melakukan trail braking pada saat berbelok.
  2. Trail braking sangat bermanfaat terutama pada tikungan tajam (slow corner). Pada saat tikungan yang tajam kita dapat menggunakan teknik ini untuk membantu mobil berputar pada saat belokan. Kita juga bisa membuat mobil sedikit oversteer sehingga mobil bisa keluar dari belokan dengan lebih cepat.
  3. Pada saat fast corner, kita lebih baik tidak terlalu lama melakukan trail braking. Dalam kata lain, kaki kanan pada pedal rem sedikit lebih cepat diangkat dibanding pada slow corner. Hal ini dikarenakan kita akan segera membutuhkan grip dibagian belakang untuk kembali memacu mobil keluar dari tikungan.

Left Foot Braking

Left foot braking - Apakah Trail Braking Itu

Teknik pengereman dengan menggunakan kaki kiri pada saat trail braking tentu membuat kontrol mobil menjadi mulus dan tentunya lebih cepat. Left foot braking sebelumnya sudah pernah kita bahas disini. Memadukan kedua teknik ini  merupakan skill yang tidak sembarangan alias kemampuan dewa balap haha.

Demikian ulasan kali ini. Sudah ada yang pernah mencoba left foot braking? Barangkali ada yang mau berkomentar atau menambahkan?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Teknik Mengemudi: Apakah Trail Braking Itu?

    • bequietndrive Post author

      Halo Anon,

      Yang membuat ban terkunci adalah apabila besarnya tenaga pengereman lebih besar dibandingkan kekuatan cengkraman ban (grip) pada jalan. Atau memang ada masalah pada sistem pengereman mobil.

      Pada trail braking, hard brake dilakukan sebelum berbelok. Jadi ketika kita mulai memiringkan kemudi untuk berbelok, posisi besaran tekanan rem sudah mulai dilepas secara bertahap.