Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam JDM Culture

Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam JDM Culture

Berbicara mengenai JDM culture, seringkali kita akan menjumpai beberapa nama yang tidak asing lagi. Nama mereka seringkali muncul baik itu dalam percakapan atau tema bahasan dalam real life maupun dalam sosial media.

Jepang memang merupakan negara yang kaya dengan sejarah dan budaya. Mereka juga dikenal sebagai bangsa yang memiliki pride tinggi dengan nilai-nilai budaya dan sejarah tersebut. Ditambah dengan kreatifitas dan gaya uniknya, budaya dan sejarah tersebut terus mengikuti perkembangan jaman, sehingga tidak terlihat usang/ kuno dan tetap menarik.

Contohnya? Lihat saja ninja dan samurai. Keduanya digambarkan dengan kostum yang keren, malah kadang ada yang robot. Atau, yaa misalnya lihat saja deh Naruto hehe. Padahal, ninja atau samurai aslinya ga begitu kostumnya.

Sedikit out of topic ya. Well, intinya Jepang ini pandai dan kreatif sekali dalam mengolah budayanya.

Bila kita hubungkan dengan JDM culture. Hal tersebut sama. Jepang memiliki sejarah dan budaya otomotif mobil yang kental dengan kreatifitas dan kebanggaan. Negara matahari terbit ini lah yang memberikan kita stance, drift, VTEC (kicked in yo! hehe), touge, JZ engine, RB dan seterusnya!

Nah, tentunya dalam sejarah panjang JDM culture tersebut ada tokoh-tokoh yang berperan aktif di dalamnya. Mereka memiliki influence yang besar bukan hanya pada lokal scene Jepang tetapi pada JDM culture secara global dunia!

Sudah siap kopinya? Kita mulai saja.

Keiichi Tsuchiya

Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam JDM Culture

Siapa sih yang ga kenal Tsuchiya-san. The Godfather of drift. The Drift King!

Julukan tersebut tentunya bukan main-main. Keiichi Tsuchiya merupakan pioneer dari style mengemudi drift yang kini menjadi olahraga profesional bahkan culture tersendiri!

Drifting memang awalnya pertama kali diperkenalkan oleh Kunimitsu Takahashi pada 1970an. Ia merupakan pembalap motor yang beralih menjadi pembalap mobil. Dalam kejuaraan All Japan Touring Car Championship, Takahashi-san berhasil memukau para penonton dengan gaya ngesot dan kepulan asap saat melakukan cornering.

Keiichi Tsuchiya tertarik dengan gaya mengemudi ini. Dialah kemudian yang mengulik skill ini lebih lanjut dengan berbagai teknik pengembangannya. Ingat, ketika itu drift itu belum diketahui orang, jadi ketika Tsuchiya memperagakan skill driftnya di jalan pegunungan Jepang, banyak sekali orang yang terpikat. Bayangkan saja melihat mobil melintir liar dalam belokan dengan kecepatan tinggi dan kepulan asap tebal!

Reputasi Tsuchiya pun melonjak tajam. Tidak lama sampai berbagai majalah mobil serta para modifikator yang tertarik bekerja sama dengannya. Mereka kemudian membuat sebuah video mengenai drifting skill dari Tsuchiya. Video berjudul “Pluspy” ini menjadi hit dan laris di pasaran. Berkat video tutorial inilah kemudian lahir para pembalap drift profesional yang sampai hari ini masih berlaga di berbagai kejuaraan.

Popularitas Keiichi Tsuchiya dalam JDM culture memang sangat identik dengan drifting. Berbicara mengenai drift pasti tidak lepas dari namanya. Living legend ini juga telah menjadi inspirasi untuk manga dan anime mobil yang sangat populer, Initial D.

Meskipun telah lama pensiun dari kejuaraan motorsport, Tsuchiya masih sangat aktif dalam JDM culture. Ia seringkali menjadi judge kejuaran drift, diundang untuk talkshow, komentator kejuaraan, ataupun menjadi host/ presenter acara TV mobil. Dia juga sempat menjadi cameo dalam film populer drift yaitu The Fast and the Furious: Tokyo Drift.

Wataru Kato

Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam JDM Culture

Walk with freedom!

Mobil-mobil supercar dikenal bukan hanya dari performanya, tetapi tentu juga dari desainnya. Tampilan luxury-nya yang memikat pastinya membuat orang-orang takjub dan segan. Ibaratnya sebuah masterpiece yang mahal dan indah. Merawat atau bahkan memegangnya pun harus hati-hati haha.

Tapi jangan salah, di tangan Wataru Kato entah sudah berapa supercar yang ia potong bagian bodynya untuk dimodifikasi. Modifikasi supercar dengan memotong beberapa bagian body-nya tentu bisa membuat linu yang melihatnya. Tetapi, modifikasi ekstrim ini membuat publik terpana apalagi hasilnya memang sangat memukau.

Kato-san mengadaptasikan gaya modifikasi oldskool Jepang yang dikenal dengan aura reckless pada mobil-mobil supercar harga milyaran. Tentu ini membutuhkan sebuah dedikasi serta pengalaman yang matang! Salah-salah mobil seperti Ferrari, Lamborghini atau Mclaren bisa berubah wujud menjadi mobil ricer tak karuan.

Ekspresi kebebasan disampaikan Kato-san melalui karya-karyanya yang kini sudah sangat populer. Bukan hanya pada JDM culture atau car scene Jepang. Liberty Walk kini menjadi brand internasional dan menjadi icon modifikasi overfender supercar kelas dunia. Melihat supercar Liberty Walk lalu membandingkannya dengan bentuk stock pabriknya akan terasa jelas perbedaannya. Yang bawaan pabrik langsung terasa pasaran, hambar dan membosankan!

Ya tentunya memang kembali ke preference style masing-masing ya.

Yang menarik dari Libety Walk bukan hanya build mentality Wataru Kato saja. Perhatikan pembawaan Kato-san. Ia selalu terlihat ceria, seringkali senyum dan tertawa. Filosofi dari Liberty Walk lainnya adalah senyuman dan energi positif. Kato-san ingin Liberty Walk memberikan kesenangan bukan hanya pemilik mobilnya tetapi juga semua orang disekitarnya. Itulah kenapa bila kita melihat mobil-mobil Liberty Walk akan ada tertempel sticker iconic quote dari John Lennon. “Imagine all the people living life in peace.”

Isami Amemiya

Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam JDM Culture

The Rotary Guru.

Buat kalian yang seneng dengan mesin rotary, pasti sudah ga asing dengan nama ini.

RE-Amemiya merupakan modifikator mobil rotary yang sangat legendaris. Workshop ini dirintis oleh Isami Amemiya sejak tahun 1974. Lama sekali bukan! RE-Amemiya memang merupakan pioneer alias yang pertama kali menjadi modifikator spesialis rotary engine dunia!

RE pada RE-Amemiya sendiri adalah singkatan dari Rotary Engine.

Dengan rentang waktu yang lama, pengalaman dan kemampuannya tentu sudah tidak diragukan lagi. Jaminan mutu! Berbagai mobil hasil karyanya mendapat pujian dunia otomotif. Mobil-mobilnya pun sering berlaga dan mendominasi dalam berbagai kompetisi balap profesional. Sebut saja seperti All-Japan Grand Touring Car Championship (JGTC), Super GT Cup, atau Kejuaraan Drift D1GP.  Karya modifikator mobil ini yang paling terkenal adalah mobil andalan RX-7. Mobil-mobilnya juga masuk ke dalam video game Gran Turismo. Meskipun namanya tetap dinamai Mazda.

Dengan pengalaman serta segala prestasinya, nama Amemiya kemudian menjadi sangat populer dan seringkali disebut sebagai “Rotary Guru” oleh media. Dalam JDM culture, Amemiya-san menjadi idol para enthusiast terutama rotary lovers! Semacam suhu, maha guru, master atau semacamnya. Respect banget lah pokoknya.

Tapi bukan hanya dari prestasi, skill dan pengalamannya saja. Amemiya-san memiliki daya tarik dari pembawaannya yang low profile dan humble. Dengan bentuk kepala bulat, kumis putih dan wajah bapak-bapak (sekarang sih kakek-kakek) yang polos. Melihatnya sama seperti melihat tokoh kartun Jepang haha.

Dalam berbagai event mobil ia selalu hadir dan apabila kita tidak tahu, kita akan menyangka itu hanya bapak-bapak tua biasa haha. Penampilan serta wajahnya tidak terlihat ia merupakan tuner rotary kelas dunia!

Takumi Fujiwara

Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam JDM Culture

Tokoh selanjutnya bukanlah tokoh asli alias tokoh fiktif atau lebih tepatnya lagi, tokoh kartun.

Siapa yang suka JDM culture pasti kenal sama tukang anter tahu ini. Takumi Fujiwara merupakan simbol street racing, simbol drifting di dunia maya. Dia merupakan tokoh Initial D yang menjadi hero bagi para enthusiast. Pengaruhnya sangatlah besar, banyak sekali yang tertarik dengan mobil dan drift melalui serial ini. Bahkan tidak sedikit yang berangkat dari street drifting kemudian menjadi atlit drift profesional! Sama halnya mengikuti jejak tokoh idolanya.

Sekilas mengenai Takumi Fujiwara.

Ia adalah seorang pemuda SMA yang kesehariannya adalah mengantar tahu buatan bapaknya untuk dijual ke kota tetangga.

Sejak kecil ia diajarkan mobil oleh bapaknya yang merupakan mantan pembalap. Ia pun ditugaskan untuk mengantarkan tahu dengan kecepatan tinggi di lereng pegunungan yang memiliki tikungan-tikungan tajam. Kenapa harus cepat karena tahu tersebut harus segera diantarkan ke toko pada pagi harinya. Nah, karena yang dibawa adalah tahu yang notabene mudah hancur, maka Takumi dituntut untuk bisa mengemudi cepat tetapi tetap stabil/ mulus agar tahunya bisa selamat sampai tujuan.

Hal tersebut yang menjadikan Takumi tanpa disadari memiliki kemampuan mengemudi drifting yang luar biasa. Meskipun demikian ia tidak menyadari dan menganggap itu hal yang biasa ia lakukan setiap harinya.

Perkenalannya dengan dunia balap drifting bermula dari ajakan teman sekolahnya untuk melihat balapan mobil drift ilegal. Dari sana diketahui bahwa Takumi memiliki kemampuan drift yang menakjubkan yang membuat para pembalap dari kota lain berdatangan untuk menantangnya balapan.

Kisah Initial D ini di inspirasi dari kehidupan awal drift king, Keiichi Tsuchiya yang ketika awal belajar drift nya menggunakan mobil Toyota AE86 Trueno (Hachiroku).

Serial ini bisa dikatakan sebagai kisah legenda yang mengangkat nama drift Jepang serta JDM culture di mata dunia!

Kei Miura

Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam JDM Culture

Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan Rocket Bunny. Nama ini merupakan salah satu gaya modifikasi aero kit (body-kit) yang populer di dunia. Karaker utamanya adalah lowered, wide body, overfender dan ducktail yang membuat mobil tampak lebih lebar dan agresif.

Rocket Bunny adalah produk body-kit yang diciptakan dan dijual oleh Tops Racing Art (TRA) Kyoto di Jepang. Foundernya adalah Kei Miura, modifikator berusia 47 tahun yang mendirikan workshop ini sejak tahun 1995.

Salah satu karakter yang menarik dan menjadi nilai jual tersendiri dari Kei Miura adalah penampilannya. Sampai saat ini Miura selalu berpenampilan dengan aura gaya genk otomotif JDM culture era 80-90an! Sebut saja seperti kalung rantai dan sepatu boots bikernya yang selalu ia kenakan. Belum ditambah gaya rambut nyentrik oldskool dan tentunya rokok marlboro merah yang selalu menemaninya. Sangat nyentrik dan cool!

Jangan salah, di balik karakter coolnya ia adalah orang yang ramah dan terbuka. Hal ini terlihat dari berbagai komentar positif para pengunjung workshopnya yang ingin melakukan liputan ataupun sekedar lihat-lihat. Kesuksesannya di dunia internasional tidak mengubah Kei Miura. Ia tetaplah seorang modifikator pecinta mobil yang low-profile dan welcome kepada setiap pengunjung workshopnya.

Faktor yang menjadi kunci kesuksesan Kei Miura tentu bukan gaya dan karakter saja.

Kejeniusannya dalam melakukan modifikasi body-kit adalah faktor paling penting dari kesuksesan karirnya. Ide desainnya yaitu aura modifikasi klasik jepang dengan sentuhan body-kit yang sangar menjadikannya sebagai salah satu pelopor gaya modifikasi overfender jepang. Body-kit Rocket Bunny buatannya untuk Toyota GT-86 menggebrak dunia otomotif dunia! Dari sinilah nama Rocket Bunny menjadi sebuah icon wide body-kit yang populer dengan taraf internasional.

Teknik pembuatan body-kitnya pun tidak sembarangan. Seluruh body-kitnya didesain dengan sistem CAD komputer yang canggih. Miura-san mengaplikasikan software 3D modelling yaitu Rhino 3D untuk pembuatan karya-karyanya. Bahkan ia juga menggunakan tekhnologi laser scan untuk mengidentifikasi model mobil yang akan ia garap. Tekhnologi yang layaknya seperti pabrik profesional! Sangat berbeda dengan bengkel body-kit lainnya yang menggunakan tanah liat. Sehingga, tidak diragukan lagi, bukan hanya keindahan dari desain saja tapi juga kualitas presisi setiap produknya sangat terjamin!

Bahkan Liberty Walk pun juga merupakan client atau pelanggan dari Kei Miura. Beberapa part dari desain Liberty Walk didesain dan dibuat oleh TRA Kyoto. Misalnya seperti over-fender kit untuk Murcielago dan Aventador. ataupun part untuk body-kit M3. Selain itu, ada 20 perusahaan lebih di Jepang yang juga menggunakan jasa TRA Kyoto sebagai modifikator professional.

Shinichi Morohoshi

Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam JDM Culture

Jepang memang negeri yang menyimpan berbagai keunikan tersendiri. Mulai dari fashion, gaya hidup, kebiasaan, sistem sosial, dan lainnya. Semuanya memiliki ciri khas dan keunikan yang tidak jarang menjadi ‘aneh’ di mata orang non-Jepang.

Nah, dalam JDM culture atau car scene Jepang, ada club Lamborghini dengan hiasan LED dan lampu-lampu neon serta pernak pernik blink-blink.

Ricer?

Tergantung. Modifikasi memang sangat subjektif, semuanya kembali tergantung pada selera orang.

Tapi jangan salah, modifikasi Lamborghini blink-blink ala Shinichi Morohoshi ini memiliki aura yang berbeda. Ada aura badass ala Jepang menyelimuti mobil-mobilnya! Apalagi, memang Morohoshi-san ini adalah eks Yakuza yang masih berhubungan baik dengan para penguasa dunia malam Jepang.

Modifikasinya pun tidak ngasal. Seluruh hiasan lampu neon, strobo, dan pernal-pernik ini membaur serasi dengan gemerlap jalanan kota megapolitan Tokyo!

Awalnya memang tidak ada yang menyukai hasil modifikasi Morohoshi-san. Tidak seorang pun. Bayangkan saja, Lamborghini yang identik dengan elegan dan mewah dimodifikasi ‘nyeleneh’. Para Lamborghini owner yang umumnya adalah para pengusaha kelas kakap, tidak ada satupun yang menerimanya.

Morohoshi-san tidak menyerah. Ia tetap sabar dan persistent dalam gayanya. Kemudian orang-orang pun tahu keterkaitannya dengan dunia ‘malam’ Jepang. Orang-orang mulai tertarik dengan gaya baru ala Bosozoku dan Yakuza ini. Ketika Morohoshi-san membeli Lamborghini Murciélago Roadster dan Murciélago Coupe dan memodifikasinya, ketertarikan orang-orang semakin terus bertambah!

Akhirnya, beberapa Lamborghini owner tertarik bergabung bersama Morohoshi-san. Mereka memodifikasi Lambo mereka dengan Morohoshi style dan masuk ke dalam Morohoshi family. Club mobil ini akan sangat mencuri perhatian orang-orang ketika konvoy di jalan. Bayangkan saja, Lamborghini standar saja sudah mencuri perhatian kan. Nah, ini Lamborghini dengan modifikasi gemerlap dengan lampu-lampu neon, strobo, dan LED. Lamborghini Yakuza Style!

Popularitas Shinichi Morohoshi semakin melesat terutama setelah diangkat melalui video Youtube oleh Luke Huxham dan Maiham Media. Saat ini, video yang dibuat pada 2013 tersebut telah ditonton sebanyak 3,3 juta viewers! Setelah itu Morohoshi-san juga masuk menjadi tokoh di dalam video game terkenal, Need for Speed pada 2015.

Akira Nakai

Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam JDM Culture

RWB tentu sudah bukan hal yang asing lagi bagi para car enthusiast. Mendengar RAUH-Welt BEGRIFF atau sering disingkat RWB akan mengingatkan kita dengan modifikasi Porsche bergaya overfender Jepang.

Gaya modifikasi RAUH-Welt BEGRIFF yang berarti Rough World Concept bukanlah hal yang baru. Aura modifikasi yang sama sebenarnya bisa kita jumpai pada JDM culture lainnya. Misalkan saja pada gaya klasik Bosozoku. TRA Kyoto (Rocket Bunny) dan Liberty Walk pun terinspirasi dari gaya freedom dan reckless ini, keduanya memadukannya pada mobil-mobil yang lebih modern.

RWB pun demikian, hanya saja target mobil modifikasinya spesifik satu brand saja, Porsche.

Lalu apa yang membuatnya begitu populer dan memiliki fanbase yang kuat?

Yang pertama tentu dari story dan history Rough World yang kemudian melahirkan RWB. Kemudian, karisma dan build mentality dari sosok Nakai-san juga menjadi faktor tambahan untuk value dari RWB. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Jepang memang sudah terkenal sebagai salah satu negara trendsetter dunia. Berbagai hal termasuk seni dan budaya asal Jepang seringkali menjadi keunikan dan strong add value bagi orang-orang. Nah, sosok Nakai-san sebagai tuner Porsche asal Jepang menjadi nilai jual lebih.

Faktor yang paling kuat lainnya adalah sistem atau cara memasarkan service jasa modifikasinya.

Dengan jargon “One Car Built For One Individual”, setiap konsumen dari RWB memiliki kebanggaan dan prestise tersendiri. Apalagi semua produk dibuat langsung oleh Nakai-san dan bahkan juga dirakit alias dipasangkan langsung oleh Nakai-San. Jadi, konsumen akan diwawancarai oleh Nakai-san untuk mendapatkan sense of build yang sesuai dengan gaya konsumen. Setelah itu bodykit akan dibuatkan dan dikirim. Kemudian Nakai-san pun akan pergi ke tempat konsumen dan memasangkan bodykit tersebut.

Proses ini pun juga memiliki nilai tambah yang kuat bagi brand RWB. Dengan proses pemasangan yang langsung oleh Nakai-san, otomatis konsumen akan dikunjungi dan bertemu dengan sang maestro. Disinilah saya rasa, akan terasa perubahan dari seorang konsumen menjadi seorang fans. Bukan hanya dari perjumpaan yang membuat adanya hubungan interaksi langsung. Tetapi menyaksikan secara langsung sang maestro beraksi memasangkan memodifikasi mobil kita, tentu menjadi sebuah ikatan emosional yang besar.

Tidak heran kemudian RWB menjadi semacam movement, club atau geng mobil dengan skala internasional. Para fans RWB menyebar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, di Malaysia terdapat workshop sekaligus museum yang didedikasikan untuk RWB dan Akira Nakai.

Kazuhiko “Smokey” Nagata

Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam JDM Culture

Dirumorkan sebagai anggota Midnight Club, Kazuhiko Nagata menyenangi top speed. Ia menyukai mobil yang mampu melesat cepat di jalan tol perkotaan. Ia pun memiliki keinginan untuk melakukan highway speeding di berbagai tempat di dunia serta memecahkan rekor dunia kecepatan di jalan umum.

Kisah yang paling terkenal adalah pada 1999 ketika ia membawa Supra 1000 hp kepunyaannya dari Jepang ke Inggris. Ia ingin mencapai 320 km/jam di jalan tol kota A1 disana. Di tengah malam selepas hujan, diawali dengan burnout yang membuatnya dipanggil “Smokey” ia pun kemudian melesat dengan cepat. Hasilnya? Smokey berhasil mencapai 317 km/ jam pada kondisi jalan basah!

Tak lama kemudian polisi Inggris berusaha ‘mengejar’ dan menyuruhnya berhenti. Smokey kemudian ditangkap, dipenjara semalam serta di denda 3,6 juta. Pada 1999 tentu itu sangat mahal! Bukan hanya itu saja, esoknya ia diusir dari Inggris dan di banned tidak boleh menyetir di jalan Inggris selama 1 bulan!

Sebuah kisah pemburu top speed yang fenomenal! Kisah yang menjadi legenda dalam dunia motorsport ini menjadi salah satu alasan Smokey dan perusahaannya, Top Secret menjadi buah bibir para enthusiast dunia.

Top Secret didirikan Smokey setelah ia berhenti bekerja di Trust. Trust itu perusahaan yang dibawahnya ada merk terkenal “GReddy”. Nah, Smokey bekerja disana sebagai mekanik tetapi pada malam hari ia diam-diam bekerja untuk mobilnya dan juga mobil-mobil orang lain. Setelah ketahuan, pemiliknya tidak memecatnya dan memperbolehkannya, asal Smokey tidak bilang ke karyawan lainnya mengenai proyeknya itu.

Setahun kemudian, ia keluar dan membuat perusahaan sendiri bernama Top Secret yang artinya ya itu tadi hehe.

Salah satu karyanya yang paling populer tentunya Supra yang ia gunakan untuk memecahkan rekor dunia di Inggris. MK4 kepunyaannya ini bukan sembarangan Supra, mesinnya diganti mesin V12 Toyota Century dengan sistem twin-turbo!

Demikian ulasan kali ini.

Seluruh tokoh diatas memiliki perjalanan sejarah otomotif yang panjang. Hal tersebut memberikan value yang sangat kuat pada JDM culture. Belum ditambah dedikasi, persistensi serta build mentality mereka yang sangat besar! Pengaruhnya bukan hanya pada lokal scene Jepang saja. Semangat mereka menyebar ke seluruh dunia. Memberikan pondasi yang kokoh bagi spirit of the true JDM Culture!

Gimana nih, mana nih tokoh JDM culture favorit kalian? Ada tambahan atau komentar?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *