Ulasan dan Cara Penilaian Kejuaraan Formula Drift


Pernah bertanya-tanya bagaimana cara penilaian kejuaraan Formula Drift?

Drifting atau drift tentu bukanlah hal yang asing lagi. Kita sudah sering melihat mobil melakukan aksi drift entah itu di foto, iklan, film, TV, dan lainnya. Lalu, bagaimana dengan kejuaraan drift? Kejuaraan drift saat ini bisa dibilang masih asing bagi sebagian besar orang.

Berbeda dengan pertandingan balap mobil lainnya, dalam kejuaraan drift pembalap tidak beradu kecepatan menuju finish. Bahkan, track lintasannya pun sangat singkat. Satu kali run atau satu pertandingan bisa di bawah 1 menit!

Lho, trus ramenya dimana?

Kejuaraan drift dilakukan dengan sistem penilaian atau penjurian. Beberapa aspek kriteria akan dinilai oleh para juri dan pembalap dengan point terbanyak itulah pemenangnya. Hal ini memang sangat berbeda dengan kejuaraan motorsport lainnya. Kejuaraan yang mirip bisa kita lihat seperti kejuaraan skateboard atau freestyle motorcross.

Nah, Formula Drift merupakan salah satu kejuaraan drift populer dan bergengsi di dunia. Kejuaraan ini terbilang masih baru dibanding kejuaraan mobil dunia lainnya seperti misal Formula 1, Nascar, Le Mans, dan lainnya. Meskipun demikian, Formula Drift perlahan-lahan semakin populer di mata penggemar drift dunia maupun car enthusiat yang mulai tertarik dengan drift.

Dalam ulasan kali ini kita akan mengulas mengenai Formula Drift. Mulai dari sejarah, cara penilaian, sampai pada sistem pertandingannya.

Sudah siap kopinya? Kita mulai saja.

Sejarah Singkat Formula Drift

Ulasan dan Cara Penilaian Kejuaraan Formula Drift

Pernah dengar D1 Grand Prix? Ini merupakan kejuaraan drift asal kampung halaman drift yaitu di Jepang. D1 yang juga diprakarsai oleh Drift King, Keiichi Tsuchiya, mulai dipertandingkan pada tahun 1999. Setelah beberapa tahun berlangsung, kejuaraan ini bertambah populer dan mulai berkembang ke negara-negara lainnya. Seri D1 menyebar ke Amerika, Inggris, New Zealand, dan Malaysia.

Pada Agustus 2003, Jim Liaw dan Ryan Sage memprakarsai untuk D1 dipertandingkan di Amerika. Event kejuaraan ini kemudian menginspirasi mereka untuk membuat kejuaraan drift sendiri. Selanjutnya pada SEMA Show 2003, mereka mengumumkan secara resmi pembentukan seri Kejuaraan Formula Drift. Setahun kemudian yaitu pada Mei 2004, akhirnya Formula Drift pertama kali diselenggarakan. Ketika itu, kejuaraan ini baru terdiri dari 4 ronde saja.

Untuk mempromosikan nama Formula Drift, mereka pernah mengadakan Kejuaraan Dunia Drift Red Bull yang diikuti 32 pembalap dari 12 negara. Formula Drift juga pernah mengadakan pameran di UAE dan Qatar. Selain itu, mereka juga mengadakan seri Formula Drift Asia, Formula Drift Kanada dan Formula Drift Jepang.

Saat ini, Formula Drift yang usianya sudah mencapai 15 tahun dipertandingkan dengan format 8 ronde pertandingan, 2 kelas (Pro & Pro 2), dan diikuti oleh 60 pembalap.

Penjurian

Ulasan dan Cara Penilaian Kejuaraan Formula Drift

Seperti telah disebutkan sebelumnya, kejuaraan drift menggunakan sistem penjurian untuk menentukan pemenangnya. Jumlah juri umumnya adalah 3 orang juri yang merupakan juri profesional dan veteran drifter. Para juri tersebut akan memberikan skor dengan mempertimbangkan kriteria penilaian. Skor maksimum adalah 100. Pada beberapa kejuaraan drift lainnya, satu orang juri menilai satu jenis kriteria penilaian. Misal, juri A menilai line, juri B menilai angle, dst. Nah, skor dari seluruh juri kemudian dijumlah dan dirata-ratakan. Inilah skor akhir dari pembalap.

Pada kejuaraan Formula Drift, sistem skoring dilakukan dengan mengurasi skor berdasarkan kesalahan yang dilakukan. Setiap pembalap memiliki skor 100 di awal pertandingan yang kemudian akan berkurang dengan jumlah dan jenis kesalahan yang dilakukan. Semakin berat jenis kesalahan maka semakin besar juga skor yang berkurang.

Hasil skor setiap pertandingan akan langsung diputuskan dan ditampilkan secara live pada big screen di arena pertandingan.

Para juri ditempatkan di tempat dengan pandangan jelas pada seluruh area track. Biasanya di ketinggian. Apabila tetap ada titik-titik yang rentan blindspot, maka juri akan memerintahkan panitia untuk menempatkan kamera. Instant replay akan digunakan dari kamera ini untuk menambah akurasi penilaian.

Kejuaraan yang menggunakan sistem penjurian terkadang rentan dengan keputusan yang rancu. Pada Formula Drift transparansi penilaian adalah hal yang penting. Setiap kerancuan akan segera diklarifikasi oleh para juri dengan langsung memberikan alasan dan analisis terhadap keputusan yang diambil.

Kriteria Penilaian

Kriteria penilaian dibagi menjadi 4 aspek yaitu line, angle, style, dan speed. Tidak jarang, para juri juga meminta aspek tambahan kepada para pembalap yang akan mempengaruhi penilaian. Misalnya seperti teknik entry, kedekatan/ jarak mobil, dan lainnya. Biasanya request ini diberikan pada saat drivers meeting sebelum pertandingan dimulai.

Berikut penjelasan singkat mengenai 4 kriteria penilaian Formula Drift.

Line

Ulasan dan Cara Penilaian Kejuaraan Formula Drift

Dulu pernah kita bahas mengenai racing line yaitu garis imajiner yang digunakan saat balap terutama pada saat cornering. Nah line disini memiliki pengertian yang hampir sama tetapi dioptimalkan untuk drifting. Selain itu, juri telah menentukan jalur atau garis lintasan mana saja yang harus dilalui oleh para pembalap.

Dalam line terdapat clipping points yaitu titik-titik yang telah ditentukan dan harus didekati oleh pembalap sedekat mungkin. Titik-titik ini ditempatkan berupa pole, tiang atau marka lainnya di sepanjang line. Rear clipping point ditempatkan di luar track dan harus didekati oleh bagian belakang mobil. Sebaliknya, front clipping point ditempatkan di dalam track dan harus didekati oleh bagian depan mobil.

Jadi, ga ngedrift begitu saja sesuka hati. Tapi memang ada jalur dan titik-titik yang telah ditentukan untuk dilalui/ didekati.

Angle

Ulasan dan Cara Penilaian Kejuaraan Formula Drift

Angle ini singkatnya besaran sudut si mobil ngesot hehe. Makin ngesot ya makin bagus penilaian. Tetapi, semakin besar angle juga mempengaruhi kecepatan mobil yang juga merupakan kriteria penilaian lainnya. Pembalap harus menemukan balance yang tepat antara keduanya.

Ketika menilai angle, para juri juga akan memperhatikan input steering dan kemulusan transisi di setiap corner. Ketika ngesot pembalap bisa mengkoreksi besaran angle ini dengan merubah steering input. Nah ini mempengaruhi penilaian. Semakin minimal koreksi yang dilakukan, semakin bagus penilaian.

Style

Ulasan dan Cara Penilaian Kejuaraan Formula Drift

Kriteria ini memiliki beberapa sub-kategori aspek penilaian yaitu inisiasi, kestabilan, dan komitmen.

Inisiasi dilihat pada awal mobil ngesot di setiap corner. Mobil manakah yang lebih cepat melakukan inisiasi untuk drift dengan angle besar dan koreksi minimal. Drift yang smooth dan minimum koreksi sepanjang lintasan track memiliki penilaian kestabilan yang baik. Komitmen dinilai dari kestabilan akselarasi, kestabilan jarak dengan clipping points, kestabilan jarak dengan mobil lead (ketika tandem).

Suara raungan mesin dan banyaknya kepulan asap ban juga dapat diperhitungkan dalam kriteria style.

Speed

Ulasan dan Cara Penilaian Kejuaraan Formula Drift

Speed ini sebenarnya masuk juga ke dalam beberapa kriteria penilaian di atas. Semakin cepat alias ngebut mobil sambil ngesot maka semakin baik. Kecepatan juga diperhatikan pada konsistensi atau komitmen pembalap pada kecepatannya di setiap corner sepanjang lintasan.

Kecepatan pada corner pertama atau entry awal akan dimonitoring melalui alat speed trap. Kecepatan selanjutnya sampai akhir lintasan akan dinilai berdasarkan mata para juri secara subjektif.

Sistem Pertandingan

Pertandingan Formula Drift terbagi menjadi dua yaitu qualifying dan pertandingan. Qualifying atau sesi kualifikasi tentu tidak asing kita dengar dalam sebuah pertandingan. Pada balap mobil umumnya sesi kualifikasi ini ditujukan untuk mencari posisi start atau grid order.

Nah dalam Formula Drift, sesi kualifikasi ditujukan sebagai penyisihan awal para pembalap serta menentukan pertandingan antar pembalap (tandem).

Pada saat kualifikasi, setiap pembalap akan diberikan 2 kali kesempatan untuk melakukan drift solo. Para juri akan melakukan penilaian sesuai dengan kriteria yang telah disebutkan sebelumnya. Nilai tertinggi dari 2 kali solo drift tersebut kemudian akan dijadikan nilai kualifikasi pembalap. Para pembalap dengan 32 nilai terbesar berhak untuk maju ke babak pertandingan.

Dari 32 pembalap tersebut kemudian akan dipasangkan untuk babak utama yaitu pertandingan tandem. Aturannya adalah pembalap dari nilai tertinggi dipasangkan dengan pembalap dari nilai terendah. Jadi pembalap 1 dengan pembalap 32, 2 vs 31, 3 vs 30, dan seterusnya.

Disinilah 32 pembalap yang sudah dipasangkan tadi akan beradu skill dalam tandem drift. Pada pertandingan ini dua mobil akan melakukan drift secara bersamaan, side by side. Setiap pembalap akan mengalahkan musuhnya dengan mempertontonkan skill driving yang lebih baik dibanding musuhnya.

Pertama-tama, pembalap dengan nilai kualifikasi terbesar akan menjadi lead atau mobil dengan posisi di depan. Setelahnya, baru dibalik. Pembalap dengan nilai kualifikasi rendah yang menjadi lead.

Kriteria penilaian pada saat kualifikasi yaitu line, angle, style, dan speed digunakan untuk pembalap yang berada di depan. Nah, tugas pembalap yang di belakang (chase) yaitu harus bisa mengikuti lead sedekat mungkin tanpa menyentuh mobilnya. Selain itu, chase juga harus bisa meniru (mimic) seluruh pergerakan lead. Singkatnya menjadi bayangan dari mobil lead. Semakin tipis jarak serta semakin sama pergerakannya maka semakin bagus. Ini akan memberikan pressure kepada mobil lead, sehingga tidak jarang mobil lead menjadi kehilangan konsentrasi dan membuat kesalahan.

Setelahnya Juri kemudian akan memberikan penilaian. Pembalap mana yang lebih besar pointnya. Apabila hasilnya imbang, maka juri akan memberikan “One More Time” alias mengulang kembali pertandingan sampai keluar pemenangnya.

Penalty dan Time Out

Ulasan dan Cara Penilaian Kejuaraan Formula Drift

Pembalap dapat dikenakan skor 0 apabila melakukan hal sebagai berikut.

  1. Dua bannya keluar dari lintasan track.
  2. Tidak atau salah mengikuti line.
  3. Sama sekali berhenti drifting, berputar (spin), berhenti total di tengah pertandingan, dan atau seluruh mobil keluar track
  4. Crash/ tabrakan yang sebenarnya bisa dihindari (avoidable contact)
  5. Menyusul pembalap lead. Terkecuali pembalap lead berhenti total atau keluar dari track.

Pada pertandingan, setiap pembalap memiliki 1 kali kesempatan untuk melakukan time out. Hal ini dilakukan apabila mobil terkena masalah dan harus diperbaiki terlebih dahulu. Apabila sampai waktu yang telah ditentukan pembalap tidak dapat melanjutkan, musuhnya akan dipersilahkan untuk melakukan solo lap.

Demikian ulasan kali ini. Bagi sebagian orang, Formula Drift ini semacam drifting versi hollywood. Dalam kata lain, dikemas begitu gemerlap, megah, meriah. Akan tetapi soul driftingnya kurang terasa. Bagaimana menurut kalian?

Terkadang saya berpikir, apabila ada kejuaraan drifting sekaligus racing mungkin bakal tambah menarik dan seru. Jadi menggabungkan racing menuju garis finish tetapi di setiap cornernya pembalap harus melakukan drifting. Kalo tidak atau gagal drifting, dianggap gugur haha. Seru bukan?

Ada yang tertarik dengan drifting? Yuk lihat mobil-mobil murah untuk drift di artikel ini.

Siapa nih pembalap Formula Drift favorit kalian? Yuk share di kolom komentar!

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *