Apa Saja Yang Tidak Disukai Car Enthusiast?


Sebagai seorang car enthusiast, ada hal-hal yang kita tidak sukai. Bagi non car guy, hal-hal tersebut adalah sesuatu yang biasa saja. Bukan hal yang harus digubris atau dipikirkan. Tapi, bagi orang yang menyukai mobil, beberapa hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.

Tidak suka atau benci mungkin sebuah kata yang terlalu bold. Ya bisa kita haluskan dengan kata “kurang menyukai”.

Lagipula car enthusiast jenisnya sangat banyak. Begitupun dengan karakternya. Kita tidak bisa juga memasukkan seluruhnya ke dalam satu box yang sama. Pasti ada perbedaan pandangan, apalagi masalah suka atau tidak suka.

Dalam ulasan kali ini kita akan bahas santai hal-hal yang tidak disukai car enthusiast. Bahasannya secara umum, jadi tidak mutlak karena kembali pasti ada perbedaan pandangan.

Kita mulai saja. Sudah siap kopinya?

RICER (Race Inspired Cosmetic Enhancements)

Apa Saja Yang Tidak Disukai Car Enthusiast?

Tentu kita sudah tidak asing mendengar kata ricer. Mobil ricer adalah mobil yang dimodifikasi agar terlihat keren atau gaya balap tetapi malah menjadi norak atau berlebihan. Modifikasinya pun selain norak, juga tidak berfungsi signifikan kepada performa mobil. All show, no go.

Istilah ini merupakan plesetan dari “racer” (pembalap). Rice (beras) dengan Race (balap) memang memiliki pelafalan yang agak mirip.

Selain itu, Rice juga merupakan akronim yang salah satunya adalah Race Inspired Cosmetic Enhancements. Artinya ya tadi, segala sesuatu tambahan (aksesoris) atau modifikasi yang semata-mata sebagai hiasan, pemanis yang terinspirasi dari mobil balap yang tidak berfungsi signifikan menambah performa mobil.

Seorang car enthusiat akan merasa heran, gemas, miris, sedih bila melihat mobil ricer hehe.

RICER (Radically Immature Car Enthusiast)

Apa Saja Yang Tidak Disukai Car Enthusiast?

Hal selanjutnya yang tidak disukai oleh para car enthusiat masih tentang ricer. Hanya saja kali ini lebih kepada orangnya, bukan pada mobilnya. Jadi bukan hanya tindakan mendandani mobil saja melainkan juga dalam hal attitude (sikap/ ucapan).

Rice memang juga merupakan akronim dari Radically Immature Car Enthusiast. Artinya adalah pecinta mobil yang benar-benar/ sangat kekanak-kanakan. Entah itu dunia nyata atau pun dunia maya, kita akan bertemu dengan makhluk satu ini. Ucapan mereka bergaya tinggi dan seringkali meremehkan atau bahkan merendahkan mobil lainnya. Bukan hanya itu, mereka juga sering ngelantur/ sotoy dalam berbicara.

Para fanboy yang negatif juga termasuk dalam kategori ini. Misalkan saja fanboy yang mendewakan Supra atau GTR diatas segala Supercar. Atau ada juga fanboy muscle car yang merendahkan mobil Jepang. Ada juga fanboy honda dengan kekuatan VTEC-nya. Ah macem-macem lah hehe.

Oya, ulasan lengkap ricer bisa kita lihat disini.

Front Wheel Drive (FWD)

Apa Saja Yang Tidak Disukai Car Enthusiast?

Memang tidak semua car enthusiast membenci FWD. Akan tetapi, tidak banyak memang yang menyukai FWD. Intinya, kebanyakan car enthusiast akan lebih memilih RWD atau AWD sebagai pilihan mobil mereka.

FWD tidak sepenuhnya jelek, ada berbagai kelebihan dari sistem penggerak ini dibanding jenis lainnya. Sebut saja seperti sistem yang ekonomis dan compact serta efisiensi konsumsi bahan bakar. Tetapi memang, kembali kelebihan tersebut kurang sinkron dengan car enthusiast yang tentunya lebih mengutamakan driving experience.

Tentu saja, tidak semua mobil FWD membosankan. Ada juga yang menuai pujian dari para car enthusiast seperti Integra DC2 Type R atau Civic EK9 Type R.

Mobil Listrik

Apa Saja Yang Tidak Disukai Car Enthusiast?

Bagi car enthusiast mesin berbahan bakar minyak merupakan mobil yang sesungguhnya. Suara mesin dan suara raungan knalpot merupakan salah satu faktor penting yang menjadikan mobil serasa “hidup”. Kenikmatan serta keseruan menggas pol mobil dengan bunyi mesin dan knalpot menjadi sebuah ikatan batin antara enthusiast dengan mobil kesayangannya.

Nah, sekarang bayangkan mobil listrik.

Sunyi senyap.

Balap Formula E yang berisikan mobil formula listrik pun masih sepi penggemar. Padahal, mobilnya sudah ada suaranya, semacam suara dinamo gitu lah. Tapi tetap saja malah jadi bahan tertawaan kebanyakan para car enthusiast.

Para car enthusiast tentu sadar akan masa depan mobil listrik yang “menghantui” mereka. Apalagi tekhnologinya kini semakin canggih. Mobil hypercar listrik dari Rimac saja sudah terbukti menggilas Supercar/Hypercar non listrik. Begitupun halnya dengan Tesla.

Tetapi tetap saja, para car enthusiast akan selalu menyenangi yang namanya ledakan piston dan raungan knalpot sangar hehe.

Transmisi Automatic

Apa Saja Yang Tidak Disukai Car Enthusiast?

Matic?? Duuh…

Mungkin begitulah yang ada di benak para car enthusiast apabila mendengar mobil matic.

Perkembangan tekhnologi matik sekarang seperti pada DCT (Dual-Clutch Transmission) memiliki kelebihan dibanding manual. Kecepatan perpindahan gigi (shift time) dan juga efisiensi BBM kini lebih unggul dibanding manual yang mulai disebut sebagai tekhnologi kuno.

Satu-satunya yang belum dapat dikalahkan oleh matic adalah driving experience. Keasikan mengemudi manual tidak dapat disejajarkan dengan mobil matic. Pada mobil manual, pengemudi merasa lebih terhubung serta memiliki kontrol dengan mobil kesayangannya. Pengemudi bukan hanya sekedar mengemudi, tetapi menjadi bagian dari driving system mobil.

Belum lagi teknik-teknik mengemudi seperti downshift rev-matchheel-toe, dan lainnya. Melakukan semua itu ibaratnya kita sedang berdansa dengan mobil. Mobil adalah partner dansa kita. Satu sama lain terhubung. Hubungan ini dirasakan car enthusiast sebagai sebuah hubungan yang bersifat emosional dengan mobilnya.

Selain itu, mobil manual juga dirasakan memiliki nilai yang lebih authentic (pure). Sedangkan, mobil matic dirasakan lebih “dingin”, kaku, membosankan, atau kurang dapet feel-nya.

Sebelumnya kita sudah pernah mengulas lengkap mengenai Manual VS Matik.

Komentar Para Non Car Guy

Apa Saja Yang Tidak Disukai Car Enthusiast?

Car Enthusiast sesuai namanya menyenangi segala sesuatu tentang mobil. Ketertarikan dan passion ini adalah hobi yang khusus; bukan untuk semua orang. Tidak seumum misalnya hobi bola atau travelling.

Hobi yang tidak umum ini bisa jadi menjadi sesuatu yang aneh bagi orang. Apalagi bagi non car guy, mobil ya mobil. Sebuah alat transportasi.

Jadi ketika kita berkata, “Kami cinta mobil,” dan menunjukkan obsesi kita dengan mesin roda empat itu, kita bisa mendapatkan tatapan aneh dan beberapa komentar yang kurang menyenangkan. Tentunya orang atau non car guy yang seperti ini biasanya memang orang yang narrow minded.

Berikut beberapa komentar tidak menyenangkan yang sering didapatkan para car enthusiast.

  1. Kamu kan udah gede. Suka mobil kayak anak kecil aja.
  2. Mobil cuman alat transportasi.
  3. Buat apa punya mobil cepat, toh dimana-mana juga macet.
  4. Buang-buang waktu dan duit aja modif mobil, yang penting mobil sehat. Mending uangnya buat yang lebih penting.
  5. Masih banyak hal yang lebih baik dilakukan daripada ngurusin mobil.
  6. Kok kamu suka mobil tua?”

Demikian ulasan kali ini. Kembali, car enthusiast merupakan spesies yang sangat beragam. Kita tidak bisa menyamakan semuanya. Tidak semua car enthusiast menganggap mobil listrik, matic, atau FWD sebagai sesuatu yang membosankan. Semuanya kembali tergantung dari karakter dan preferensi masing-masing.

Gimana, mana saja yang kalian sering rasakan? Ada tambahan atau komentar?

Untuk ulasan dan bahasan mobil menarik lainnya, ikuti juga Instagram kita ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *